Visual Novel ini ada di akun Dedek, yuk follow
- Tiktok @Tanti
- Instagram @ Tantye005
Kika Naziah, gadis korban pembulian karena wajah dan penampilannya, membuatnya di gelar gadis buruk rupa. Suatu hari ia didatangi pria paruh baya yang menawarkan sebuah perkejaan dengan bayaran lumayan mengiurkan. Ingin terlepas dari jeratan Virgo Verdinan yang selalu membulinya tanpa pikir panjang Kika menerima tawaran itu.
Sejak saat itu kehidupan Kika berubah 180°, tak ada lagi Kika buruk rupa. Kini penampilannya sangat modis dan mempunyai wajah yang cantik.
Dirinya bertekad akan membalaskan dendam sakit hatinya pada Virgo suatu hari nanti.
Akankah Kika berhasil membalaskan dendamnya? Atau ia akan terjatuh dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar bahagia
Hampir satu minggu Virgo dan Ziah tidak pernah bertemu lagi setelah kejadian di Dermaga. Ziah kini mempunyai banyak waktu dengan Panji. Gadis dengan setelan piyama hello kitty itu membaringkan tubuhnya di ranjang dengan kaki menjuntai kelantai. Bermain Hp setelah belajar dan mengerjakan tugas.
Alis Ziah saling bertaut saat nomor asing menelfonnya. Karena penasaran Ziah menjawab panggilan itu. Sudut bibir gadis itu tertarik membentuk setengah lingkaran mendengar kabar bahagia dari seberang telpon.
Tanpa memperdulikan rambutnya yang acak-acakan, Ziah berlari keluar kamar sembari memanggil nama seseorang.
"Om Alan ... Panji ...!" Hebo Ziah menuruni satu persatu anak tangga sembari berlari, membuat kedua laki-laki berbeda generasi yang sedang berbincang di ruang tamu menatap aneh pada Ziah. Terlebih gadis itu seperti kuntilanak bangun tidur.
"Nak jangan lari-lari di tangga seperti itu!" tegur om Alan setelah Ziah duduk di antara mereka.
"Tau kayak orang kesurupan, teriak-teriak kayak tarzan. Ingat jam woi dah jam 10."
"Apaansih," kesal Ziah.
"Mau cerita apa, bahagia banget?" tanya om Alan.
"Tadi Virgo nelpon Ziah om, dan ngomong kalau besok orang tuanya mau ketemu sama Ziah!" girang Ziah menceritakan kabar baik itu.
"Seirus? Dimana?"
Senyum yang tadinya merekah kini pudar seketika. "Bukan di mansion," lirih Ziah.
"Hei kenapa bersedih? Ini kemajuan sangat pesat, dengan bertemu orang tua Virgo, kamu bisa mengambil hatinya." Om Alan merangkul putri kecilnya. Pria paruh baya itu sudah bersyukur Ziah dan Panji mau membantunya.
"Benar kata om Alan Zi. Tugas kita kali ini hanya mengambil hati Mama nya Virgo, dan gue tau caranya." Panji menyeringai licik.
"Keluarga Virgo haus akan kekayaan, tau kenapa Virgo dan Selina bisa pacaran dulu? Itu karena ayah Selina pengusaha besar tapi sekarang sudah bangkrut. Sangat gampang ngambil hati Mama Virgo. Dengan menceritakan seluruh kekayaan yang kita miliki, maka lo akan menjadi menantu idaman."
"Benar begitu om?"
"Hm."
***
Hari yang selama ini Ziah tunggu akhirnya datang juga, kegugupan mulai menghinggapi diri gadis senyum manis itu. Untuk pertama kalinya ia akan makan malam dengan orang tua Virgo yang terkenal dimana-mana karena kekayaannya.
"Lo nggak boleh gugup Zi," gumam Ziah mengepalkan tangannya.
"Calon istri gue udah cantik, perfect, jadi nggak usah gugup." Ziah sontak menoleh dan mendapati Panji duduk di sofa dengan kaki berada di atas meja.
"Sopan banget kaki lo!" tegur Ziah ikut duduk di samping Panji. Gadis itu telah rapi dengan dress warna merah melambangkan keberanian dan sedikit polesan make up yang mendukung. Jangan lupakan barang-barang brend ternama yang ia pakai.
Panji meletakkan buku yang ia baca lalu menghadap Ziah. Mengambil sesuatu di saku celananya lalu memasang tepat di telinga Ziah.
"Jadi ini tujuan lo nyuruh gue geraiin rambut?"
"Hm, gue bakal bantu lo dari sini, jadi jangan takut. Takut lo lupa mau ngomong apa sama mereka."
Ziah mengacungkan kedua jempolnya. "Lo emang licik Panji."
"Lo muji apa ngatain gue, Hm?"
"Kalau bisa keduanya kenapa harus milih? Wle." Ziah menjulurkan lidahnya lalu berlari keluar kamar menemui om Alan atau Panji akan mengacaukan dandanannya yang sudah rapi.
"Sampai kapan kalian akan terus seperti kucing dan tikus?" tanya Om Alan sembari mengelengkan kepalanya. "Lama-lama om nikahin kalian."
"Gass om!"
"Nggak mau."
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak😊