NovelToon NovelToon
Please Love Me

Please Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:472.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: 1PM

"Apa kau tidak bisa sedikitpun memberikan rasa cintamu padaku?"

Lily Anastasya.

"Tidak karena aku sudah berikan seluruhnya pada gadis masa kecilku, aku sudah menyukainya sejak dulu dan aku tidak akan pernah bisa menyukaimu"

Jason Louvis

Lily Anastasya dikenal sebagai gadis yang ceria, dan dia bertemu seorang pria yang awalnya dia anggap khayalan hingga dia pun bertindak di luar kebiasaannya. Tapi siapa sangka jika awal pertemuan itu membuatnya benar-benar jatuh cinta pada pria itu.

Tapi bagaimana jika pria itu sudah mencintai orang lain yang tak lain adalah gadis masa kecilnya. Akankah Lily bisa memperuangkan cintanya, atau dia akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

"Kak, Tunggu!" Teriak Liora yang mengejar langkah Jason dengan membawa paper bag berisi makanan yang tadi dipesannya. Jason saat ini bahkan tidak mendengar Liora berteriak padanya, pikirannya penuh dengan Lily. "Jadi dia saat ini sedang bersama dengannya? Dimana dia? Apa yang mereka lakukan sekarang? Kenapa kau menemuinya lagi? Kenapa kau tidak bilang padaku jika kau menemuinya?" Rentetan pertanyaan di dalam pikirannya Jason utarakan, tanpa ada orang yang saat ini mendengarkannya.

"B*d*h kau Jason, siapa dirimu sampai berharap jika dia akan melaporkan segala apa yang dia lakukan padamu? Bukankah dari awal kau yang menolaknya bahkan kau sendiri menegaskan bahwa kau tidak mungkin menyukainya? Kenapa kau dulu berkata seperti itu? Lihatlah sekarang setelah dia bersama pria lain kau tidak terima, kau bahkan marah dan sampai melukai dirimu sendiri? Kau bukan seperti dirimu Jason!" Katanya yang terus saja menyalahkan dirinya sendiri, menyesal telah menolak Lily saat itu, dan kini dia hanya bisa marah tanpa bisa menunjukkannya di depan Lily.

Jason memukul setir pada mobilnya dengan tangannya yang terluka, hingga tiba-tiba Liora masuk dan sudah duduk di sampingnya.

"Kak apa yang kau lakukan, tanganmu terluka," kata Liora hendak meraih tangan Jason tapi Jason segera menjauhkan tangannya.

Sesak Liora rasakan karena lagi-lagi secara halus menolaknya, dengan menahan rasa sesaknya Liora bertanya, "Apa terjadi sesuatu Kak? Apa ini tentang sahabat Kak Jasmine?" 

Jason menoleh ke arah Liora sekilas, hanya sekilas, kemudian menatap ke depan dan mulai menjalankan mobilnya, tanpa menjawab pertanyaan Liora.

Sakit tentu saja, apalagi diabaikan oleh orang yang kita sayangi? Tapi kita bisa apa? Jika berjuang pun rasanya percuma karena orang yang kita sayangi lebih memilih orang lain daripada kita? Dan itulah yang saat ini Liora rasakan. 

Liora menatap Jason dengan tatapan sendu. "Apa gadis itu sungguh berarti untukmu? Dan kau melukai dirimu sendiri karena gadis itu kan? Apa yang sebenarnya gadis itu lakukan hingga membuatmu marah seperti ini?" Tanya Liora yang membuat Jason bungkam. Jangankan Liora bahkan Jason pun tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan yang Liora ajukan padanya.

Kecewa saat lagi-lagi apa yang Liora katakan tidak mendapatkan jawaban apapun. Liora menatap keluar jendela, tiba-tiba air matanya menetes begitu saja, Liora langsung menghapusnya, dia tidak mau jika Jason tahu bahwa saat ini dirinya menangis karena. Liora memejamkan matanya, berharap agar rasa sakitnya bisa berkurang di saat dirinya kembali membuka mata.

Jason menambah kecepatan laju mobilnya, hingga tak lama mobilnya pun sampai di halaman rumah sakit. Jason menoleh dan melihat Liora saat ini tertidur di mobilnya.

"Maaf, jika sikapku menyakitimu, aku sendiri juga bingung dengan perasaanku, aku hanya sedang meyakinkan diriku sendiri siapa gadis yang benar-benar aku cintai," gumam Jason pelan.

Jason kemudian membangunkan Liora, Liora bukan orang yang susah dibangunkan hingga tak berapa lama, dia pun mengerjapkan matanya dan menatap ke sekeliling.

"Kita sudah sampai rumah sakit," ucap Jason yang mengerti maksud pandangan Liora saat ini.

"Terima kasih," Liora kemudian langsung membuka pintu dan turun dari mobil Jason.

Jason membuka kaca jendela mobilnya, "Tolong katakan pada Tuan Muda, aku akan langsung pergi, ada urusan yang harus aku selesaikan," kata Jason yang kemudian langsung menancapkan gas.

Liora hanya bisa menatap kepergian Jason. Nyatanya rasa sakit itu tidak sedikitpun berkurang walaupun dia mencoba untuk mengistirahatkan hati dan pikirannya.

Jason melajukan mobilnya entah kemana, darah yang keluar pada lukanya pun sampai kering sendiri. 

Jason menatap ke sekeliling, hingga pandangannya jatuh pada seorang gadis yang saat ini mengacaukan pikirannya. Lily saat ini sedang duduk di kursi taman, memangku seekor kucing, sedangkan tangannya memegang es krim. Jason tersenyum melihat itu.

Dirinya hendak menghampiri Lily, dia membuka pintu mobil dan turun kemudian menutupnya kembali, ketika berbalik dan hendak melangkah, tiba-tiba langkahnya terhenti, senyum yang sempat terukir jelas di bibirnya perlahan pudar, saat melihat pemandangan di depannya. Gadis itu tampak bercanda dan tersenyum lebar bersama seorang pria yang pernah Jason lihat waktu itu.

"Kenapa rasanya sakit sekali?" Tanyanya pada dirinya sendiri, lalu memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.

Jason kemudian masuk ke dalam mobil, dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Jason berhenti di sebuah gang dimana tempat tinggal Lily berada, entah kenapa dia melajukan mobilnya ke tempat itu. Jason menelungkupkan wajahnya di setir mobil. 

Hingga tak lama sayup-sayup terdengar, suara menggedor-gedor kaca mobilnya. Jason membuka matanya, Jason melihat jam pada pergelangan tangannya, ternyata hari sudah sore. Entah sejak kapan Jason tertidur, dan ternyata Jason sudah tidur 3 jam lebih di dalam mobilnya.

"Akh," ringis Jason saat tanpa sengaja tangannya yang tadi terluka mengenai pintu mobil.

Jason membuka kaca mobilnya dan melihat seorang petugas keamananlah yang menggedor kaca mobilnya.

"Selamat sore Tuan," sapa petugas itu.

"Sore, ada apa pak?" Tanya Jason seakan tak mengerti kesalahannya.

"Andai mau kemana? Kata warga sekitar, Anda sudah berada di sini sejak siang tadi, Anda tahu, Anda sudah membuat warga sekitar resah. Anda sedang tidak menguntit salah seorang warga disini bukan?" Tanya petugas keamanan itu secara terang-terangan.

"Anda jangan menuduh saya sembarangan Pak! Apa maksud Anda mengatakan saya penguntit?" Jawab Jason tidak terima.

Mobil Al kini terparkir sempurna di depan gang tempat tinggal Lily, Lily pun turun. "Terima kasih Kak untuk hari ini, dan tentunya untuk si manis ini," ucap Lily dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.

"Ya apapun untukmu, asal kamu bahagia," jawab Al yang membuat Lily tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

"Pulanglah, aku akan melihatmu dari sini," tambah Al lagi.

"Kak Al jalan dulu saja," Lily mempersilahkan Al agar pergi lebih dulu.

"Kamu dulu saja Lily, kamu seorang gadis dan aku hanya ingin memastikan kamu pulang dengan aman," jawab Al yang tidak setuju pada apa yang dikatakan gadisnya.

"Kak, aku tidak apa-apa, lagian cuma melangkah sebentar saja aku sudah sampai, tuh lihat bahkan rumahnya juga terlihat dari sini," kata Lily yang menunjuk rumahnya yang memang tidak jauh, dari tempatnya dia turun.

"Baiklah, kamu jaga diri baik-baik, aku pulang dulu," kata Al kemudian menjalankan kembali mobilnya setelah melihat Lily mengangguk.

Lily pun kemudian berjalan menuju ke rumahnya, disaat dirinya sedang sibuk berjalan sambil berbincang dengan seekor kucing yang tadi di belikan oleh Al, Lily menyipitkan matanya saat melihat mobil yang dia kenal.

Bahkan dia lihat petugas keamanan sedang berbicara dengan orang yang berada di dalam mobil tepatnya di kursi kemudi.

Lily mencoba tidak memperdulikannya, tapi baru beberapa langkah saja dia berjalan, dia kembali berbalik dan menghampiri mobil itu, hati kecilnya melarangnya untuk menghampiri pria itu.

"Saya bukan menuduh Anda, Tuan tapi saya hanya hanya bertanya?" Itulah yang Lily dengar dari petugas itu.

"Tidak ada bertanya dengan nada yang seolah menuduh saya seperti itu," Jason begitu kesal saat petugas itu tidak mengakui jika dia berkata seolah memang menuduh dirinya.

"Maaf Pak ada apa ini? Apa terjadi sesuatu?" Lily bertanya kepada petugas saat dirinya sudah berdiri tak jauh darinya.

Jason yang mendengar suara seseorang yang sangat ingin ditemui, langsung menoleh ke sumber suara dan tanpa sadar kini senyuman terukir jelas di wajahnya yang selalu berekspresi datar.

 

1
Yuyun Yuliana
Kecewa
Yuyun Yuliana
Buruk
Any Riana
loh yg cerita liora yg di tinggal itu gmn y?yg di endingnya terpaksa menikahi tuan muda. apa liora n ronald berpisah?
khashafah
ke mansion Stevano yg dulu waktu di asingkan...
Syarifah
apalg thorrr
Wisna Wanti
lanjut donk seruu bangett penasaran dengan kisah lanjutnya
Lusi Hariyani
waduh...konflik lg
visi Sembiring
dibongkar aja kebusukan devan biar dahlia menyesal telah membela org yg salah
Syarifah
lanjuttttt
ai
lucu ya kalo AL lagi cemburu
arika
👍
Syarifah
kpn kelarnya masalh al dan lia thorrr
Syarifah: 👍👍👍👍👍
total 2 replies
ai
makasi jason sudah mewakiliku dengan kata-kata ini, soalnya gw lagi ada di posisinya sih kak AL😔
Syarifah
lanjutttt
Syarifah
sweetttttt☺☺😍😍😍😍😍😍
Yuli Puji Lestari
mesra terus ya
Nha Erna
kenapa gk bikin cerita liora dan ronal aja thor di buku baru pasti seru, ini novel kn cerita nya lili, mf ya thooor semangat nulis nya
1PM: Iya kak, nanti di teruskan di novel sendiri, cerita Liora. Ini tinggal beberapa saja kok. terima kasih dukungan dan semangatnya🙏🙂😊
total 1 replies
Syarifah
bahagia terus ya kalian
Syarifah
mau ngapain
Syarifah
akhirnya sudah unboxing liora
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!