Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.
Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.
Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.33.Curhat kepada Desi.
Setelah selesai makan di kantin dengan Bagus, Kayla kemudian mencari sobat karibnya yaitu Desi. Karena sejak liburan semester ganjil Kayla dan Desi tidak bisa bertemu, bahkan lewat telepon saja tidak pernah.
Akhirnya Kayla menemukan Desi yang sedang beristirahat sendiri di tangga kampus. Kayla ingin menceritakan kepada Desi kalau dia sudah menembak Raka.
"Kemana saja sih kamu, aku cariin juga dari tadi?" tanya Kayla yang sedari tadi mencari Desi.
"Aku dari tadi disini." balas Desi yang duduk beristirahat di tangga kampus.
"Des, aku mau cerita dong, sama kamu?" ucap Kayla kepengen curhat kepada Desi.
"Cerita apa memangnya, tentang liburan kamu kemarin di Jakarta?" tanya Desi menebak.
"Bukan...Aku sudah nembak Raka?" ucap Kayla yang sudah menembak Raka kepada Desi.
Desi cuma melongo waktu Kayla bilang kalau dia sudah menembak Raka Cewek itu hanya mengedip-ngedipkan matanya tanpa berkata -kata.
"Kok kamu baru cerita sekarang sih...?!" ucap Desi tiba-tiba sedikit tidak terima karena Kayla baru bercerita sekarang.
"Sori Des, di Jakarta aku sangat sibuk, kan kamu tau sendiri di sana sedang ada hajatan sepupu aku. Mana sempat sih, aku menelepon kamu." ucap Kayla sambil melipatkan kakinya, mencari posisi duduk yang nyaman di tangga kampus itu.
"Nah itu,menelepon nembak Raka, kamu sempat?" tanya Desi dengan sedikit emosi.
"Itu kan ketika aku baru sampai di rumah Tante Rani, Des. Sori deh Des, soalnya ceritanya bakalan panjang. Jadi aku lebih suka kalau ngomong langsung ke kamu dari pada lewat telepon." Balas Kayla menjelaskan.
"Ya sudah deh, enggak papa. Eh, si Raka jawab apa waktu kamu nembak dia?" tanya Desi yang sedikit mulai menerima alasan Kayla yang baru cerita sekarang.
Sebelum bercerita Kayla menarik nafas panjang. Kemudian cerita malam itu ia ceritakan mengalir dari mulutnya. Tanpa ada satu bagian pun yang terlewatkan. Belum lagi ketika si Raka bilang kalau dia lagi dekat dengan cewek teman SMU nya dulu.
"Jadi intinya kamu di tolak, La?!" Desi langsung menyimpulkan.
Kayla mengangkat bahunya, tanda tidak tahu jawabannya.
"Kamu enggak nanyain lagi?" tanya Desi kemudian.
"Ketika aku mencoba mulai bertanya jawabannya, eh malah pulsa aku keburu habis duluan." balas Kayla menjelaskan.
"WHAT??!" Desi ngakak mendengar penjelasan Kayla.
Ketika mendengar Desi yang sedang menertawakannya, Kayla hanya bisa manyun.
Sudah pasti semua orang yang kalau diceritain pada bagian itu pasti tidak akan ada yang bisa menahan tawanya.
"Terus rencana kamu sekarang bagaimana?" tanya Desi rencana Kayla selanjutnya.
"Kayaknya aku mau nunggu saja deh, Des. Aku mau lebih ngedeketin dia lagi. Aku mau bikin dia jatuh cinta sama aku. Aku mau bikin dia jadi tergila-gila sama aku. Aku mau dia mau berkorban apa saja demi aku Aku mau bikin dia mau ngelakuin apa saja cuma buat aku. Termasuk nyemplung ke sumur angker hanya untuk membuktikan cintanya sama aku. Pokoknya aku mau semua demi aku, dan aku harus bisa.Harus berhasil." Ucap Kayla dengan panjang lebar tentang rencananya selanjutnya.
"Kalau enggak." sahut Desi kemudian.
Gubrakk!!
Pertanyaan Desi tersebut membuat Kayla yang sudah berkobar kayak obor olimpiade menjadi padam seketika.
"Tuh kan, belum apa-apa kamu sudah matiin spirit aku.Payah banget sih, kamu Des, jadi sahabat." ucap Kayla yang jadi kurang bersemangat.
Desi tertawa ngikik melihat muka Kayla yang ditekuk setelah pertanyaannya tadi.
"Enggak gitu juga maksudnya, La. Cuma pengen mempersiapkan mental kamu saja, seandainya semua itu enggak kejadian. Jangan sampai saking tingginya khayalan kamu kepada Raka, kamu jadi lupa bumi. Nanti sekalinya jatuh, sakit banget La. Memang kamu mau? Kan apa pun itu resikonya kamu harus berani terima?" balas Desi menjelaskan maksud ucapannya tadi.
"Iya, memang benar juga sih apa yang kamu bilang." ucap Kayla membenarkan kata-kata Desi.
"Nah elu, juga paham kan maksud gue. Gue itu enggak pengen sobat gue sakit hati, terus nangis...he..he..he.." balas Desi sedikit meledek Kayla.
"Seneng kamu...seneng.." balas Kayla greget.
Desi semakin tertawa ngakak melihat muka Kayla yang gregetan.
"Tapi, apa pun resikonya, dengan kuat hati aku bakalan terima, Des?" ucap Kayla yang mencoba akan menerima segala kemungkinan resiko yang akan dia terima nantinya sambil kembali membetulkan posisi duduknya.
"Malu enggak kalau kamu bakalan ketemu sama Raka sekarang?" tanya Desi seandainya Kayla ketemu dengan Raka sekarang.
"Kayla langsung menggelengkan kepalanya dengan sangat yakin.
"Yakiiiinn...?" tanya Desi yang seakan tidak percaya kalau Kayla enggak malu kalau ketemu dengan Raka sekarang.
Maklum ya,kalau Desi merasa sedikit tidak percaya kepada Kayla. Karena biasanya sebagian orang setelah nembak seseorang di hari selanjutnya dia bakalan malu atau belum mau ketemu sama seseorang yang dia tembak, apalagi belum mendapatkan jawabannya, Ditambah lagi seorang cewek duluan yang nembak cowok itu duluan.
"Yup....gue sangat yakin sekali." ucap Kayla dengan sangat mantap.
Kemudian tiba-tiba ada suara seseorang yang sedang menuruni tangga itu.
"Boleh numpang lewat?" terdengar suara seseorang yang ingin numpang lewat namun belum Kayla dan juga Desi belum tau siapa.
"Suara Raka!! Mati aku." ucap Kayla di dalam hati.
Kayla merasa sangat grogi, padahal sebelumnya saat di tanya Desi, Kayla bilang kalau dia sangat yakin jika hari ini bertemu dengan Raka.
Namun Raka hanya sekedar lewat saja di tangga itu tanpa menyapa Desi dan Kayla. Padahal mereka sudah dua minggu tidak ketemu karena liburan semester ganjil.
Namun Kayla merasa sangat lega karena Raka tidak berhenti untuk mengobrol dengan dia dan juga Desi. Baru mendengar suara Raka saja Kayla sudah sangat grogi apalagi kalau sampai dia berhenti dan mengajak mengobrol. Kayla pasti sangat bingung harus bagaimana.
Raka pun berlalu melewati Kayla dan Desi yang sedang asik curhat tentangnya.
"Katanya sudah yakin kalau ketemu sama Raka?" ucap Desi kepada Kayla setelah Raka berlalu.
Kayla hanya tertawa kecil.
"Yakin kok mukanya kayak sapi ompong gitu!!" ledek Desi kepada Kayla.
Kayla hanya terdiam mendengar ledekan Desi.
Jangan lupa dukungannya ya sobat.
Berikan like, komentar dan juga votenya.
Terima kasih.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊