ini lanjutan cerita dari novel sebelumnya Tentara Penakluk Hati..
disini diceritakan kisah tentang Mega Lestari dan Joni Andrean setelah menikah...mari kita ikuti manis.asam.asin nya bahtera rumah tangga seorang Mega Lestari menjadi pendamping seorang TNI AD Letnan Satu Joni Andrean.
akan kah Mega dipertemukan kembali dengan Doni?akankah Joni tetap setia mencintai Mega?
ayo kita baca kelanjutannya kisah cinta Mega Lestari.Joni Andrean.Doni Maulana dan Elsa Juwita
cekidooottttt...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPH 33
10 hari kemudian
Setelah keluar batalyon dan pulang terlambat Bang Jon melarang Mega meninggalkan batalyon dan main-'main lagi bersama Santi, karena suami Santi sedang Satgas Papua, mau tidak mau Santi berada dibawah pantauan batalyon. Memang terkesan aneh sih, tapi begitulah kenyataannya.
Bang Jon juga mengundur kepulangannya selama 2 hari katanya ada urusan dulu di Bandung.
Mega dengan segala pikiran kotornya menyangka yang tidak-tidak kepada Bang Jon
"Awas saja kalau ketahuan macam-macam, aku sunat dua kali kamu Bang" gerutu Mega sambil memotong sayuran yang mau dia masak.
setelah masak dan makan Mega duduk di sofa dan mengambil gitar milik Bang Jon, Mega tersenyum mengingat bagaimana Bang Jon memeluknya dan mengajarkan main gitar.
" aaaakkhhh kangeeeeen" Mega sedikit berteriak
"samaaaaaa"
"iiihkk Abang, katanya pulang nya besok lusa" Mega langsung menghambur memeluk Bang Jon yang sudah ada di rumah dinasnya.
"ga jadi, udah minta tolong sama Om Bagas"
"emang ada urusan apa??" Mega melepas pelukannya.
"renovasi rumah kita"
"ko di renovasi, kan tinggal beli isinya"
"ya sedikit dipoles lah"
"buang-buang duit"
Joni hanya tersenyum, Mega memang sangat hemat dalam menggunakan uangnya.
"Masak apa?? Abang lapar"
" masak kesukaan Abang"
"temani Abang makan" Bang Jon menarik lengan Mega
"mandi dulu , ganti baju dulu dong Bang"
"makan dulu deh, udah lapar banget"
Mega menemani Bang Jon makan, Mega tersenyum dan menatap terus Bang Jon seolah tidak ingin jauh-jauh dari suaminya.
" Abang makin ganteng ya??"
"iya"
"hemm soalnya usia 31 itu sudah mendekati usia puber ke 2"
" bukannya usia 40"
"hahaha Abang puber terus sih, tapi sama kamu" Bang Jon menggigit kerupuknya dengan keras.
Mega tersenyum kepada Bang Jon.
"Tahun ini ada Satgas lagi ke Libanon"
"Abang ikut??"
"allhamdulillah tidak ada nominatif nama Abang"
"allhamdulillah Ya Alloh. Mega mengusap dadanya.
"tapi suatu saat pasti diberangkatkan Satgas"
"bisa Abang nolak??"
"kalau sudah ditunjuk ya tidak bisa"
"Om Bagas malah berangkat ke Libanon"
"biarin lah orang lain ini"
"Iya maksud Abang kamu harus siap lah ditingal tugas sama Abang, kan sudah konsekuensi nya jadi persit seperti itu. Siap ditinggal tugas negara"
"Mega takut seperti Bu Irmon" ucap Mega lemah.
tak lama suara ketukan di rumah dinas Mega terdengar.
"ada tamu, siapa ya??"
"sana lihat" ucap Bang Jon
"Mega membuka pintu rumah dinasnya, dilihatnya Bu Imron sudah berdiri di hadapan Mega bersama anak nya.
Mega dengan reflek memeluk Bu Imron, Mega tidak tega melihat senyum bu Imron.
Mega juga menciumi wajah anak almarhum Om Imron.
"Ayo masuk Bu Imron"
"maaf Bu saya tidak lama, saya mau pamit sama Ibu untuk meninggalkan asrama. Saya juga sudah selesai mengurus gaji pensiun suami"
"Bu Imron" ucap Mega
" saya minta maaf jika selama menjadi persit di batalyon banyak salah, dan saya secara pribadi minta maaf kepada Ibu karena selama jadi persit di Kompi A saya jarang ikut kegiatan, saya juga sudah pamit kepada ibu Danyon dan ibu Wadan juga Ibu-Ibu persit Kompi A yang lain.
"Bu Imron, kita saling memaafkan ya"
"terimakasih Bu danki, kalau begitu saya pamit Bu"
"Eh tunggu Bu Irmon" Mega meninggalkan bu Imron dan mengambil amplop yang sudah dia siapkan untuk Anak Bu Imron.
"Bu Imron ini ada sedikit untuk persiapan lahiran Bu imron, semoga lahiran nya lancar".
"aah Bu Danki terimakasih"
kemudian Mega berjongkok dihadapan anak Bu Imron yang masih kecil.
"Jaga Ibu baik-baik ya"
anak Bu Imron menjawab kata-'kata Mega dengan senyuman"
Mega memeluk kembali anak yatim tersebut
Mega merasakan detak jantung anak tersebut didekapannya.
"Ya Tuhan, detak jantung anak yang belum tahu kehidupan kedepannya seperti apa, anak yang akan menjadi tulang punggung keluarga nya"
Bang Jon keluar dan melihat Mega sedang memeluk anaknya Bu Imron.
"Ijin Danki" Ucap Bu Imron saat melihat Danki keluar dari rumah dinas.
Mega melirik ke arah Bang Jon.
"Bu Imron mau meninggalkan asrama" ucap Mega
Bang Jon hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
lalu mendekati anak laki-'laki almarhum Om Imron dan menggendongnya
"hey jagoaaan" ucap Joni saat menggengong anak tersebut
Mega tersenyum saat anak Om Imron memeluk leher Bang Jon dan mencium pipi Bang Jon
mungkin anak tersebut mengingat Ayah nya yang sama memakai baju loreng.
" mau jadi Tentara seperti Ayah??"
"mau, tentala sepelti Yayah" jawab anak Om Imron sambil tersenyum.
"anak hebat, ayo tos dulu" Bang Jon mengangkat tangannya dan dibalas tos oleh kelima jari mungil anak tersebut.
Mega malah menangis melihat adegan tersebut, lain hal nya bu Imron yang mengembangkan senyum.
" doakan Danki, semoga anak saya bisa meneruskan Ayahnya menjadi Tentara" ucap Bu imron
"haaaah apaaaa?? Bu Imron mau anaknya jadi Tentara setelah dia berpisah dengan suaminya karena tugasnya sebagai seorang Tentara, kalau aku di posisi Bu imron mikir 10x anak aku harus jadi Tentara" gumam Mega.
Bang Jon menurunkan anak Om Imron dan memberi hormat, dan sangat menggemaskan si kecil membalas hormat Bang Jon.
"ijin Danki, Bu Danki kalau begitu kami pamit dulu"
"hati-hati Bu Imron" ucap Mega melihat Bu Imron berjalan meninggalkan rumah dinas Mega. Mega melihat Bu Imron berjalan khas Ibu hamil besar sambil menuntun anaknya.
Bang Jon meraih bahu Mega kedekapannya.
" Mega tidak akan bisa setegar Bu Imron"
"keadaan yang akan memaksa kalian untuk Tegar sebagai Persit"
" mandi bareng yuk" ajak Bang Jon dan dibalas senyum oleh Mega.
--------
beberapa bulan kemudian tepatnya dimana itu adalah hari ulang tahun Mega yang ke 23, ualng tahun Mega yang ke 23 tepat pada hari sabtu.
pukul 05.00
ucapan di akun media sosial Mega terus berdering memberi ucapan selamat ulang tahun dan doa untuk Mega, apalagi tadi malam pas jam 00.00 bang Jon membangunkannya dan memberi kejutan kue tart bergambar baju persit.
ucapan dari yang lain Mega abaikan, Mega lebih tertarik ucapan dari suaminya Bang Jon.
Pagi itu Bang Jon mengajak ke Bandung dan belanja perabotan rumah.
beberapa bulan yang lalu Mega mengajak Bang Jon ke Bandubg dan brlanja perabotan Rumah tapi selalu ada saja alasan Bang Jon yang membuat mereka batal pergi ke Bandung.
"jadi hari ini ke Bandung??"
"jadi, sekalian undang teman-teman kamu ke rumah baru kita. kita masak-masak dan makan malam bareng nanti malam, kita bakar-bakar ayam sama ikan."
"laaah perabotannya baru mau belanja, bagaimana mau bakar-bakar dan masak-masak"
"ya keburulah, makanya ayo cepat siap-siap keburu siang."
Mega dengan cepat langsung siap-siap untuk belanja perabotan rumah seperti yang Bang Jon Minta.
---------
setelah beberapa saat Mega sudah siap berangkat ke Bandung bersama Bang Jon
"Bang kita langsung ketempat perabotan rumah saja, Mega mau beli tempat tidur, lemari kursi dan perabotan dapur"
"iya" jawab Bang Jon sambil tersenyum
setengah perjalanan Mega ketiduran hingga akhirnya Mega tidak sadar mobil sudah berhenti dan dia berada dikawasan perumahan mereka.
"sudah sampai ya??" ucap Mega
"hemm" jawab Bang Jon memainkan ponselnya.
"loh Bang, rumah kita mana?? kita salah blok kayanya"
"bener ko ini" jawab Bang Jon santai.
Mega membuka jendela mobilnya.
dilihatnya rumah besar 2 lantai, Mega melihat rumah lantai 2 tersebut seperti dua kavling perumahan yang disatukan.
"ini bukan rumah kita Bang"
"bener bukan??"
"Mega melihat nomer rumah yang ada di tiang pagar rumah tersebut.
"Blok A nomer 12?"
Mega menutup mulutnya dan melirik ke arah Bang Jon.
"Surpriseeeee,...selamat ulang tahun istriku"
Mega tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia langsung memeluk Bang Jon.
"Ayo turun lihat rumah kita" ucap Joni
Joni membuka gembok gerbang pagar rumahnya, membuka nya dan menuntun Mega masuk ke dalam.
Joni juga membuka pintu rumah nya dan lagi lagi Mega di buat ternganga ternyata isi rumah sudah lengkap.
di ruang tamu ada foto pernikahan mereka dengan ukuran yang sangat besar.
"Kapan Abang menyiapkan ini??"
" semenjak berada di Bandung, dibantu Om Bagas. Kamu suka??"
"Sukaaaaaaa" jawab Mega mendekap Bang Jon, tidak tahu kata apalagi yang harus diucapkan kepada Joni
"terimakasih Bang" ucap Mega
Bang Jon hanya mengangguk dan tersenyum lalu menciumi seluruh wajah Mega.
"maaf hanya ini yang bisa Abang berikan di hari ulang tahun mu"
"Mega tidak bisa memberikan apa-apa sama Abang"
"cukup cintai Abang"
Mega semakin mengeratkan pelukannya. "Mega mencintaimu Bang, sekarang dan seterusnya" jawab Mega.
.
.
.
.
.
.
.
like
vote
komentar
🤗🤗🤗💞💞💞💞💞
terimakasih guys... i love you all
😍😍💪
aku selalu berdoa mamih bahagia dan sehat selalu..
peluk jauh dari penggemar beratmu mih..🥰🥰
maaf sebelumnya kalo nanti ada kata yg kurang baik yg nanti akan sy sampaikan,
pertama2 Assalamuaikum untuk thor dan keluarga
sebenarnya sy sdh membaca cerita dan kadang2 d ulang2 saking penasarannya dengan thor karna sampe sekarang thor gak ada kemajuan dengan cerita thor d novel ini,apakah sdh tidak menulis lagi atau thor membuat cerita di aplikasi novel yg lain jika memang benar thor membuat cerita di aplikasi novel yg lain tolong thor beritahukan kepada saya dan terkhusus penggemar thor supaya kami tahu agar kami dapat membaca cerita thor karena sejujurnya kami merindukan cerita2 thor yg seru,