Zayn adalah korban bully di sekolah dan di lingkungan rumahnya.
suatu hari Zayn yang sedang dikerjai oleh Clara dan teman-temannya di sebuah rumah kosong yang terlihat tua. Mendadak Zayn dapat melihat hantu setelah terjatuh dari kursi saat hendak mengambil sepatunya yang tersangkut di lampu hias yang tergantung di ruang tamu rumah kosong tersebut.
Zayn yang terjatuh itu pingsan dan setelah siuman, Zayn mendadak dapat melihat hantu cantik si pemilik rumah kosong itu.
Maudy. Ya, nama hantu cantik itu adalah Maudy.
Setelah pertemuan itu keduanya menjalin hubungan pertemanan.
Awalnya pertemanan itu tidak ada ketulusan karena saling ingin memanfaatkan.
tetapi apa jadinya kalau mereka berdua menjadi saling jatuh cinta karena terbiasa bersama?
"Kenapa lo jadi hantu?" tanya Zayn.
"Karena gue masih penasaran sebelum dendam gue terbalas."
"Lalu, setelah terbalas apa yang akan lo lakukan?"
"Gue hilang dari dunia ini, karena itulah perjanjian nya saat dulu gue nolak untuk dibawa ke alam selanjutnya," jawab Maudy.
"Deg," jantung Zayn seolah berhenti berdetak saat mendengar itu.
bagaimana kisah percintaan antara hantu dan manusia kali ini? yuk simak kaka semoga suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Galau
Clara menemukan cara untuk membalas dengan cara yang sama yaitu menjebak Lily. "Iya, gue tau caranya!" kata Clara, kemudian Clara mempercepat mandinya.
Selesai dengan mandinya, Clara pamit pada Marini, ia sedang memandangi foto Samuel yang sama sekali tak mencari keberadaan anak dan istrinya.
"Mah, ngapain sih nangisin orang kaya gitu! Mamah sabar aja, nanti juga Clara dapat kerjaan pasti punya uang banyak! Kita lupain orang itu yang udah tega jual anak sendiri!" kata Clara dengan ketus.
"Maksud kamu apa?" tanya Marina seraya bangun dari duduknya. Wanita gemoy itu meminta penjelasan pada Clara.
"Mah, cukup Clara aja yang tau, Clara nggak mau Mamah sakit hati gara-gara Papah!" kata Clara yang semakin membuat Marina penasaran.
"Clara pergi dulu, Mah!" pamit Clara seraya mencium punggung tangan Marina.
"Malam-malam gini mau kemana kamu?" tanya Marina.
"Kerjaan, Mah. Penting!" Setelah mengatakan itu Clara pun segera pergi menemui orang yang dulu pernah menyewanya di Hongkong.
****
"Sebentar lagi saya punya mantu! Terus punya cucu, ih lucu dan gemes pasti kalau Zayn punya anak, ya jelas lah anaknya nanti cakep orang Zaynnya aja ganteng kok! Makanya jadi rebutan sama anak tetangga!" kata Sulasih, ia sedang berbicara dengan tetangga yang melihat Zayn saat mengantar Clara, Sulasih berbicara dengan nada tinggi agar terdengar oleh Widuri yang sedang lewat depan rumahnya, terlihat Widuri membawa satu bungkus sate di tangannya.
"Sialan, cewek mana yang diboncengin sama Zayn? Aku yang susah payah kok!" gerutu Widuri dalam hati.
****
"Lo di mana, Dy? Tega lo bikin gue kaya gini!" gerutu Zayn seraya meminum air beralkohol membuat Zayn merasakan kepala yang melayang dan bayangan Maudy selalu muncul di penglihatannya.
"Gue seneng, gue seneng, Dy!" teriak Zayn lalu ia kembali menenggak minuman haram itu, "walau pun itu cuma bayangan! Apa jangan-jangan selama ini gue jadian sama bayangan?" lanjut Zayn yang terus meracau.
Lalu Zayn melihat wanita yang mengenakan dress putih seperti Maudy sedang meliuk-liukan tubuhnya mengikuti irama yang DJ mainkan, wanita itu bergoyang berada tepat di depan DJ, Zayn menggelengkan kepala melihat itu, Zayn tidak suka kalau Maudy menjadi pusat perhatian, hanya Zayn yang boleh melihat keindahan tubuh Maudy, begitulah pikir Zayn.
Zayn yang merasa geram itu membanting gelas kecil yang berada di tangannya.
Setelah itu Zayn mendekati wanita itu, Zayn membalikkan badannya dan langsung mengomel, "gue cariin rupanya lo di sini, Dy!" teriak Zayn yang terdengar lirih, suaranya tak terdengar jelas karena suara keras musik DJ.
"Kenapa tampan? Ayo kita joged sampai pagi!" kata wanita itu yang merangkulkan dua tangannya ke leher Zayn.
"Ayo kita pulang, jangan pernah pergi lagi dari hidup gue!" perintah Zayn seraya menurunkan tangan wanita itu kemudian merangkulnya dan tidak semudah itu Zayn dapat membawa wanita tersebut karena kekasih dari wanita itu segera datang.
"Mau lo bawa kemana cewek gue?" kata lelaki berbadan kekar dengan brewok dan kumis tebalnya.
"Hah! Jangan asal bicara, Maudy lo jangan diem aja dong! Mana jurus-kurus lo yang selalu lo pakai buat lo lindungin gue!" kata Zayn yang sudah sempoyongan.
Sementara itu, si wanita melepaskan tangan Zayn dari tangannya seraya berkata, "oops, saya tidak ikut campur! Itu urusan kalian!" Setelah mengatakan itu, wanita tersebut pergi meninggalkan Zayn yang merasa kesakitan di perut karena mendapat tinju dari pria sangar itu.
"Maudy!" teriak Zayn seraya mengulurkan tangan kanannya pada wanita itu yang memberi kiss bye pada Zayn.
"MAUDY! MAUDY!" teriak si pria seraya meninju pipi kanan Zayn membuat Zayn terjatuh dan tak sadarkan diri.
****
Seseorang menelepon majikan yang sedang berada di tempat lain, orang itu mengatakan kalau ada seorang wanita cantik mencarinya, wanita itu pernah ditolongnya saat pingsan waktu lalu.
"Apa? Wah ada angin apa ini?" kata majikan, "ok, kamu tahan dia jangan sampai pergi sebelum saya datang!" lanjutnya.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Clara karena sepuluh menit kemudian orang yang dicarinya sudah menampakkan batang hidungnya.
"Halo sayang, apa yang membawamu kemari?" tanya pria yang sampai sekarang belum Clara ketahui namanya, pria itu memeluk Clara, dengan segera Clara melepaskan pelukan itu.
"Begini, saya ada tawaran penting! Saya akan mengembalikan uang anda dengan cara lain, bagaimana?" tanya Clara seraya menaik turunkan alisnya.
"Sudahlah, kamu hanya harus menemani saya bobok satu malam lagi, itu saja," kata si pria.
"Nah itu dia, saya akan menggantikan diri saya dengan gadis yang lebih muda, lebih cantik, pastinya masih ting-ting! Tawaran menarik bukan?" kata Clara.
"Astaga, saya cuma mau kamu, cuma kamu saja yang aku mau!" katanya seraya menggenggam tangan Clara.
"Kenapa, Om? Saya tawarkan wanita yang lebih dari saya kenapa Om tetap memaksa saya?" tanya Clara menatap tajam manik mata pria yang berada di depannya.
"Karena saya sudah jatuh hati dengan kamu sejak pertama kali Danesh memberikan foto kamu!"
Clara menggelengkan kepala, entah harus senang atau sedih karena baru saja ada seorang pria yang mengungkapkan isi hatinya.
"Maaf, saya harus pergi!" kata Clara seraya melepaskan tangan pria itu.
"Aku akan menunggumu! Datanglah ke rumahku kapan pun kamu mau!" seru si pria membuat Clara sejenak menghentikan langkah kakinya lalu melanjutkan kembali.
"Astaga!" seru Clara seraya meremas rambutnya sendiri, Clara merasa frustasi dan benar-benar ingin dendam itu terbalaskan.
****
Zayn membuka mata dan dirinya sudah berada di ruang kerjanya.
"Uueek!" Zayn memuntahkan isi perutnya ke lantai. Kemudian Zayn merubah posisinya menjadi duduk, menyandarkan kepalanya.
"Aarrggh!" geram Zayn, lalu Zayn memanggil salah satu anak buahnya untuk membersihkan ruangnya itu.
"Iya, Kak," sahut Hadi yang baru saja masuk ke ruangan Zayn.
"Tolong bereskan ini!" kata Zayn, setelah itu Zayn bangun dan matanya melihat lukisan Maudy yang menempel di dinding, Zayn ingin merobek lukisan itu tapi sayang, hanya itu lah satu-satunya yang Zayn punya, mungkin jika Maudy seorang manusia Zayn sudah menyimpan banyak fotonya.
Hadi yang sedang membereskan kotoran itu pun bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan bosnya, pria yang selalu ceria, hangat pada karyawannya dan selalu membantu pekerjaan karyawan, sekarang Zayn sangat berbeda. Tidak lagi membantu di kafe dan semalam ditemukan dalam keadaan memprihatinkan yaitu tergeletak di tepi jalan dan Hadi membawanya ke kafe.
"Apa Kak Zayn patah hati ya, terus itu lukisan siapa? Apa itu lukisan pacar kak Zayn? Tapi di mana dia, kenapa nggak pernah kelihatan?" tanya Hadi dalam hatinya.
"Setan!" teriak Zayn pada lukisan Maudy.
(Memang Maudy setan, Zayn! Kata Author:v)
Bersambung.