Sebelum membaca mari jadikan favorit biar tidak ketinggalan ceritanya☺️
Seorang gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan CEO dingin di sebuah toko roti dan di pertemukan lagi di sebuah perjamuan pesta.
Tapi siapa sangka dipertemukan dengan kejadian yang tak terduga!!!
Sikap dinginnya malah membuat gadis yang bernama Sherly Cristine ini semakin tertarik ingin terus mengejarnya
Akankah gadis ini berhasil meluluhkan hati seorang CEO yang dingin? atau sebaliknya
Takdir apa yang sudah menunggu mereka di depan sana?
Penasaran ???? ayo ikuti terus jalan ceritanya 😉
.
.
Jangan lupa like, komentar dan vote untuk selalu mendukung author dan dijadikan favorit juga biar nggak ketinggalan jalan ceritanya. Terimakasih pengertiannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aliya02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesal
✨ Happy Reading ✨
.
.
.
"Kumpulkan semua anggota dan berpencar untuk mencari wanita itu! mengerti?!" Ucap Kenzie
"Baik tuan" Ucap Felix
"Kak! setelah menangkap pelakunya, apa yang akan kamu lakukan? dan jangan lupa mengabariku kak karena sangat menyenangkan bila bersangkutan dengan hal-hal yang begini," Seru Keysha semangat karena ada aktivitas baru dan menyenangkan selama ia pulang.
"Baiklah, tapi ingat! aku akan tetap mengawasi mu!" Ucap Kenzie dingin menatap curiga ke adiknya itu.
"O-oke Kak, dengan senang hati menerimanya" Ucap Keysha sembari memeluk lengannya Kenzie
"Lepaskan!" Ucap Kenzie mendengus kesal langsung meninggalkan adiknya disana
"Temperamen kakak hari ini tidak bagus sama sekali, dasar iblis" Batin Keysha
Biasanya Kenzie menyekap musuhnya diruang bawah tanah miliknya untuk mengintrogasi sang musuh dan ia pun tidak segan-segan menyiksa musuhnya bila tidak bisa di ajak bekerjasama. Baginya hal yang seperti itu sudah biasa dalam dunia yang gelap itu.
Setelah dari ruang bawah tanah Kenzie lalu membersihkan dirinya, ia merasa berada di Villa miliknya lebih nyaman daripada berada di Mansion keluarganya karena bila berada di Mansion tidak ada ketenangan disana yang ada kericuhan apalagi ditambah lagi adiknya yang baru saja pulang malah semakin membuatnya malas Beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi lalu berjalan ke sebuah meja yang berada di samping tempat tidurnya untuk mengambil ponselnya yang berdering
"Halo" Ucap Ferdi semangat di balik telepon
"Iya" Ucap Kenzie malas
"Kemarilah! temani aku minum, aku berada di Nest Night Club dan aku tunggu disini" Ucap Ferdi
"Baiklah" Ucap Kenzie datar lalu mematikan sambungan teleponnya.
Setelah mengakhiri sambungan telepon, ia langsung memutuskan bersiap-siap ke Club tersebut yang ditujukan oleh temannya itu karena ia juga ingin merilekskan pikirannya akibat pekerjaannya dan memakai setelan kasualnya yang terlihat lebih muda.
Sesampainya disana, suara dentuman musik yang begitu keras membuat suasana hingar-bingar dan riuh dengan pengunjung semakin lama semakin ramai yang berdatangan hanya sekedar minum, party, berdansa ataupun mencari kesenangan yang berada di dalam Club itu. Para tamu pun yang datang pun beragam dari berbagai kalangan kerap kali datang mengunjungi Club tersebut.
"Malam pak, tuan Ferdi berada di lantai VVIP" Ucap manager Club membungkuk hormat menyambut kedatangan Kenzie yang di kabarin oleh Ferdi bahwa Kenzie akan datang.
"Baik" Ucap Kenzie dingin lalu menuju ke lantai atas khusus untuk tamu VVIP yang di tuntun oleh manager
"Ini tuan tempatnya" Ucap manager Club itu sopan sembari membukakan pintu untuk Kenzie
Lalu setelah tiba, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari temannya. Melihat Ferdi dengan santai yang sedang ditemani oleh beberapa wanita yang memakai pakaian yang minim dan terlihat sexy di sebuah kursi merah yang panjang.
"Anak itu, sama sekali tidak berubah" Gumam Kenzie lalu berjalan ke arah sana
"Hei bung! Akhirnya kau kemari" Ucap Ferdi sembari menyuruh Kenzie duduk bersama-sama wanita malam itu.
Tatapan wanita penggoda itu terpesona melihat wajah tampannya Kenzie lalu berjalan ke arahnya membelai dada bidangnya dengan suara yang manja.
"Lebih baik kau mengusir mereka! dan tidak usah banyak bicara!" Ucap Kenzie dingin sembari mendorong wanita yang berada disampingnya itu dan menatap tajam ke Ferdi.
Wanita-wanita yang berada dipangkuan Ferdi ketika mendengar Kenzie berbicara itu hanya bergelayut manja di atas tubuh Ferdi berharap tidak mengusirnya.
"Sayang jangan menggodaku" Bisik Ferdi ditelinga wanita itu.
Melihat hal itu membuat Kenzie jijik
"Aku pergi!" Ucap Kenzie malas karena membuat mood nya tidak bagus akibat wanita-wanita malam itu.
"Jangan pergi bung! baiklah aku akan mengusir nya sekarang" Ucap Ferdi mengalah lalu ia ******* bibir wanita-wanita itu secara bergantian dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk wanita-wanita itu.
"Kau merusak suasana bro" Ferdi mendengus kesal, ia hanya ingin bermain-main dengan wanita diluar karena bosan. Sebenarnya ia sudah banyak berubah akibat diceramahi oleh Mommy karena kelakuannya yang tidak baik.
"Jangan menguji kesabaranku!" Ucap Kenzie dingin dan mengambil sebuah gelas dan meminumnya.
"Kau tidak asyik, bagaimana mau merasakan cinta kalau sikapmu seperti ini terus?" Nyengir Ferdi sembari meminum alkohol.
"Tidak terpikirkan kesana, duniaku adalah kerja dan itu tidak berubah"Ucap Kenzie datar
"Kau! bisa-bisa dikatakan impoten oleh orang lain dan aku hanya ingin menunggu anakmu memanggilku dengan sebutan paman, cepatlah menikah umurmu sudah tua bung!" Ucap Ferdi terang-terangan
"Kau!" menatap tajam ke Ferdi
"Aku tidak yakin, baiklah aku akan melihat sampai kapan kau akan bersikap begini! apa perlu bertaruh kawan?" Ucap Ferdi percaya diri
"Tessa beberapa hari ini mencari mu, apakah kau tidak kasihan padanya?" Tanya Ferdi penasaran.
"Jangan bahas wanita itu! aku ingin memutuskan hubungan pertunangan!" Ucap Kenzie serius
"Apa kau gila!! Tessa sudah lama mencintaimu! tapi, apa ini balasannya?!" Ucap Ferdi keras
"Kalau kau begitu peduli pada wanita itu! ambil saja dan aku tidak peduli!" Ucap Kenzie dingin dan malas mendengar ocehan temannya itu sembari meminum alkohol.
"Dasar gila! terserah kau saja dan aku hanya mengingatkanmu saja supaya kau tau" Ucap Ferdi malas, ia tahu bahwa temannya serius dan tidak bisa membantah perkataannya.
*****
Keesokan harinya sepulang sekolah, Sherly menuju ke sebuah Cafe yang telah ditentukan untuk berkumpul. Melihat mereka yang sudah berkumpul duluan dan tengah menunggu kehadirannya, Sherly memakai setelan kasual yang dengan rambut panjang yang dikuncir kuda membuat lebih cantik dan anggun.
"Apa kalian menungguku begitu lama?" Tanya Sherly sembari menarik kursi dari meja dan duduk bersebelahan dengan Veny dan Ghia
"Tidak begitu lama, kami juga baru sampai jadi tenang saja" Jawab Evan sembari tersenyum.
"Cantik sekali Sherly" Batin Herry dan terpesona dengan kecantikan gadis itu.
"Baguslah, jadi kenapa kita berkumpul disini?" Tanya Sherly penasaran
"Kau Sher! terlalu terang-terangan. Apakah tidak bisa bersantai sedikit saja?" Veny mendengus kesal
"Aku hanya penasaran, jadi apakah itu salah" Ucap Sherly dengan nada polos
"Itu tidak salah, tapi sangat menyebalkan" Sambung Ghia
"Jangan marah-marah kau seperti penyihir tua yang dikurung selama ribuan tahun" Sindir Evan dengan wajah yang menahan tawa
"Kau! jangan menyamakan aku dengan penyihir! aku ini cantik jelita dan sedangkan penyihir tua itu tidak cantik" Ucap Veny semangat bercampur kesal
"Sudah kalian ini! sejak kapan kalian sering berargumen begini?" Tanya Sherly dengan wajah penasaran
"Tidak tau!" Ucap mereka kompak
Mereka menggeleng-geleng kepalanya melihat kedua orang itu yang sering berargumen dan tidak mau kalah satu sama lain
"Sudah cukup! sekarang ke inti pembicaraannya" Ucap Herry berdecak kesal
"Oke" Seru ketiga gadis itu.
"Aku mendapat informasi tentang wanita yang bernama Erin itu, tapi aku tidak yakin apa ini informasi nya benar atau tidak" Ucap Evan serius
"Apa informasinya?" Seru mereka penasaran
.
.
.
✨ Happy Reading ✨
Jangan lupa terus dukung author dengan like setiap partnya dan tinggal kan jejak beserta. Jadikan favorit 🤭 maaf bila ada kekurangan kasih tau ya, dengan kritik and saran. Terima kasih 🙏**
mampir juga ya kak hehe
maaf jika kurang sopan nyempil promo di sini.
Judul ceritanya "TWINS FLAME"
"perjalanan hidup Eden"
nanti difeedback kok
lope2 deh..😍
salam dari Duke's Evil Daughter
Semangat terus thor
Masih lama tunggu kelanjutannya lagi