NovelToon NovelToon
My Wife, My Boss

My Wife, My Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: RizkiTa

Senjata makan tuan, mungkin adalah istilah yang cocok untuk seorang laki-laki playboy bernama Satrya Tama Fadillah. Niat balas dendam kepada seniornya yang bernama Nabila Mariska Setyarini, malah menjadi boomerang untuknya. Laki-laki yang akrab di sapa Tama itu malah tergila-gila dan jatuh cinta pada Nabila. Bagaimana cara Tama mendapatkan hati Nabila?

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama, wilayah dan profesi.

selamat membaca. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimana Kamu?

Tama masih terdiam tak percaya dengan ajakan Nabila, "Tama, jawab dong!" suara Nabila menyadarkannya.

"Kamu serius nggak sih sama aku? aku mau hubungan kita sekarang dan nantinya nggak ada pengganggu seperti dia."

"Aku serius sama kamu, tapi kayaknya nggak perlu--"

"Oh, ya udah kalau gitu, kamu nggak mau aku ketemu sama dia, oke aku anggap kamu masih ada sesuatu sama dia." ucap Nabila sambil mendengkus kesal kemudian beranjak turun dari mobil lelaki itu.

Tama meremas kasar rambutnya sendiri, "Ah sial*an kenapa jadi gini, sih? Citra wanita itu!" Lalu ia juga turun untuk mengejar Nabila yang kembali masuk ke dalam gedung kantor.

"Nabila tunggu, oke. Ayo kita ketemu dia." Nabila segera menghentikan langkahnya dan berbalik. Nabila penasaran seperti apa sih wanita itu? dan ingin melihat bagaimana reaksinya ketika bertemu Nabila yang nantinya akan mengaku sebagai pacarnya.

Mereka berdua kembali memasuki Mobil, Tama melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sengaja memperlambat. Ia belum siap, apa yang akan terjadi setelah ini? apa kedua wanita itu akan berkelahi atau, ah entahlah.

Sekitar dua puluh menit, akhirnya mereka sampai. Nabila berjalan mengikuti Tama masuk menuju Cafe dimana Citra mengajak lelaki itu bertemu. Tapi tiba-tiba saja ia ingin sekali menggandeng lelaki itu. Tama tercengang, tak pernah-pernah Nabila seperti itu, senyum pun mengembang di bibir Tama, merasa menang, sudah lama ia menantikan pengakuan dari Nabila seperti ini.

Tama mengedarkan pandangannya di dalam Cafe, dan tertuju pada Citra yang sudah menunggu sambil mengaduk-ngaduk minumannya dengan sedotan.

"Hai," Nabila lah yang duluan menyapa. Citra mendongak melihat siapa yang menyapanya. mulai menggeram ketika melihat Tama datang bersama seorang wanita cantik, terlebih tangan kanan Nabila yang melingkar manis di lengan kekar Tama. Ingin sekali Citra mengumpat saat itu.

"Siapa dia, Tama? maksud kamu apa?" Segera Citra bangun dari duduknya.

"Santai dong, ada baiknya kita kenalan dulu." Bukan Tama yang menjawab, melainkan Nabila.

"Aku nggak ngomong sama kamu, ya perempuan nggak tahu diri!" Citra tidak bisa menahan emosinya, sementara Nabila masih saja bersikap santai.

"Citra, kenalin ini Nabila pacar aku, dan sebentar lagi kami akan menikah." Nabila tercengang di tempatnya mendengar kalimat yang dilontarkan Tama, ia mengerjap beberapa kali. Tak menyangka ternyata lelaki itu benar-benar menganggapnya dan berani berkata serius dihadapan Citra.

"Oh, jadi hubungan kita berakhir karena dia?" Citra menatap tajam ke Nabila. Dan akhirnya Nabila duduk tepat dihadapan Citra, "Tama, aku lapar, kita pesan makanan ya." ujar Nabila melirik sekilas ke Tama yang masih berdiri.

"Iya, sayang." jawaban Tama membuat Citra tertawa kecil, ia sangat geli melihat adegan-adegan dihadapannya.

"Apa maksud ini semua, Tama? setelah kita berciuman mesra kemarin, itu nggak benar-benar berakhir kan?" Tama sudah menduga pasti akan ada kalimat seperti ini. Nabila yang sedang memilih-milih menu makanan pun menghentikan aktifitasnya.

"Apa? ciuman?"

"Jangan percaya sama dia, sayang." Tama mencoba menenangkan Nabila yang mulai terbawa emosi.

Citra menggigit bibit bawahnya kemudian tersenyum sinis, "Sungguh menjijikkan ya kalian berdua! aku punya buktinya." Citra mengeluarkan ponsel miliknya dan memperlihatkan fotonya yang sedang beradu bibir bersama Tama, membuat lelaki itu melongo tak percaya. Benar, sungguh licik ternyata wanita ini, ia benar-benar merencanakan semua. Foto ini pasti diambil oleh salah satu orang yang bekerja dirumahnya.

siala*n ! umpat Tama dalam hati, sementara Nabila terdiam kaku, merasa lucu ternyata selama ini ia telah dipermainkan oleh Tama. Tak mau berlama-lama, Nabila bangkit dari duduknya, sebelum benar-benar pergi meninggalkan mereka berdua, Ia meraih sebuah gelas berisi minuman lalu kemudian menuangkannya ke wajah Citra, sambil tersenyum puas.

"Dasar munafik!" umpatnya mengarah pada Tama. Nabila mengambil langkah cepat, keluar dari tempat itu. Air mata yang ingin jatuh ia tahan.

"Kurang ajar kamu, Citra. Bang*sat!!" tak peduli Citra adalah seorang wanita, makian pun Tama lontarkan padanya. Orang-orang yang berada di sekitar mereka tentu saja menyaksikan pertunjukan itu.

Tama keluar mengejar Nabila, namun ia tak mendapatinya. "Kemana dia? cepat banget hilangnya." gerutu Tama sambil mengusap kasar wajahnya.

Citra menggeram marah, wajah dan sebagian bajunya basah akibat ulah Nabila. Ya dia memang pantas mendapatkan itu, setidaknya Nabila tidak sia-sia pergi kesini menemuinya, walau akhirnya kecewa dengan apa yang ia lihat. Tapi Nabila sedikit puas dengan apa yang ia lakukan terhadap perempuan itu.

Tama masih mencari-cari Nabila disekeliling Cafe, tak mungkin Nabila sudah pergi dari tempat ini, hanya selang beberapa detik saja. Tama yakin ia masih berada disekitar sini, mengambil ponselnya untuk menghubungi Nabila namun ternyata panggilan tidak tersambung.

Tama tidak bisa melakukan apapun, mungkin ini hukuman baginya. Hukuman atas apa yang ia lakukan terhadap Nabila. Perasaannya sudah tidak enak saat Nabila mengajaknya untuk menemui Citra tadi. Ia sudah menduga pasti akan begini jadinya. Niat mengelak atas apa yang di katakan Citra, tapi ternyata wanita itu sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.

Nabila, dimana kamu?

-------

Tuh kan Tama, makanya jangan main api 😂

1
juwita
mampir
Evi Nopianti
Selalu suka karya mu thor 😘😘😘
mrsdohkyungsoo
thankyouuu
mrsdohkyungsoo
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Fina Fitriani
nice....
Sartini Nickynina
Ceritanya bagus, simple, dan konfliknya juga enggak banyak
Nur Khikmah
Luar biasa
Nur Khikmah
tama plimplan
Ari_nurin
harusnya cari asisten cowok .. biar menjaga perasaan istri juga
dan ga timbul fitnah
Ari_nurin
aku sih sebenernya ga suka dg Tama jd ya aku jengkel aja. baru kali ini aku ga suka dg karakter tokoh utama nya ..
Ari_nurin
wah kecewa aku . gampang banget Nabila memaafkan Tama. ..
Ari_nurin
Halah gampang banget Nabila menerima Tama lagi. syarat kamu itu belum nikah aja Tama sdh tergoda dan gampang khilaf apalagi nanti. klu bosan pasti cari khilaf lagi
Ari_nurin
gpp .. Nabila Ama Leo aja ..
Ari_nurin
baru jg se minggu kamu sdh ga bs jaga kepercayaan Nabila .. Tama Tama .. katanya susah dapat nya tp kok gampang bgt tergelincir godaan spt ciuman. apalagi yg satu itu pasti lebih gampang lagi kamu tergoda .. haddeww 😏😏
Ari_nurin
udah Ama Abang arsitek aja Nabila ...ngapain Ama Tama laki laki plin plan gt
Ari_nurin
mampus loe Tama .. ayo Nabila cari laki laki lain yg bisa jaga perasaan pasangan dan tegas dg orang lain.geram bgt aku Ama Tama .. plin plan
Ari_nurin
aku benci Tama yg ga tegas .. Nabila ga usah ama Tama aja .. Eman Eman .. ga bs jaga perasaan pasangan dan jaga diri ..
Ari_nurin
aduh Tama harusnya kamu selesaikan dulu urusan mu dg cewek kamu itu. pasti runyam nanti klu Nabila tau
Ari_nurin
yg pertama kamu selesai kan dg urusan mu dg citra ...ga tanggung jawab bgt dh punya pacar mau mendekati Nabila .. yg ada nanti justru Nabila dituduh merusak hubungan kamu dh citra. dasar playboy cap rambak si Tama🤨😏
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
kasihan Nabila gara2 ayah yg selingkuh sudah susah mau percaya Sama laki2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!