Eryna, gadis cantik yang tiba tiba saja di culik dan di paksa menikah dengan seorang pria yang ia tidak kenal sama sekali.
Menjalani pernikahan dengan pria yang kejam, membuat hari hari Eryna menjadi hancur..
Mampukah Eryna bertahan dengan pernikahan ini..?
Atau mampukah Eryna mengubah sosok pria yang kejam ini menjadi pria yang baik,?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Malam harinya, Vi berdandan dengan sangat cantiknya menunggu Will datang ke apartemen nya.. Vi, yang saat ini sedang berada di kamar, menatap pada cermin, melihat penampilan nya.. "Sempurnah". Ucap nya..
"Bagaimana ayah, penampilan ku sudah sempurnah kan...?" Tanya Vi, pada sang ayah,..
"Ya sanyang, kau begitu cantik dan sangat sempurnah.." Ucap Pram melihat penampilan anak nya..
"Ingat Vi, kau harus memasukkan obat ini ke minuman Will, agar kau bisa segerah menikah dengan nya.."
"Obat apa ini ayah..?"
"Itu obat perangsang, jika Will meminum nya, ia akan kepanasan, dan akan menuntaskan hasratnya kepadamu. Dan saat itu terjadi, kita bisa dengan muda nya meminta Will agar segerah menikahi mu.."
"Hebat.. Ayah memang ayah yang terhebat.. Aku bangga bisa memiliki ayah, seperti dirimu.."
"Baiklah kalau begitu ayah pamit pulang, ingat jangan lupa berikan obat itu ke minuman Will."
"Baik ayah.."
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Malam hari, sesuai janjinya, kini Will sedang berpakaian rapi, bermaksud untuk mendatangi apartemen Vi.. Will berjalan menuruni anak tangga, menuju tempat di mana Dave menunggu nya..
"Dave.." Panggil Will..
"Iya.."
"Ayo, sekarang kita pergi, aku tidak ingin membuang buang waktuku.."
"Baiklah.."
"Kak Will." Panggil Ell yang berjalan ke arah Will dan ada Eryna yang juga berada di belakang Ella..
"Ada apa El,."
"Kaka coba makan ini.." Ucap Ella memberikan Will cake buatan nya tadi..
"El, kaka sedang terburu buru.."
"Sedikit saja, buka mulut kaka, aaaaaaaa." Ella menyuapi Will cake buatan nya..
"Enak bukan..???" Tanya Ella, dan Will menganggukan kepala..
"Cake ini, hasil buatan ku loh kak.."
"Masa sih..?" Tanya Will.
"Ia dong.. , Ouh ya kak Dave, kalau kak Dave mau, tuh ada di kak Eryna.. Kak Eryna khusus buatkan cake untuk kak Dave.."
"Serius Eryn.. Kau membuat cake untuk ku..??" Tanya Dave merasa bahagia.
"Iya Dave.. Ini silahkan di coba." Ucap Eryna.
"Eryn, tolong suapi aku, aaaaa." Ucap Dave sambil membuka mulutnya, bersiap menerima suapan kue dari Eryna..
Eryna yang melihat Dave membuka mulutnya, langsung menyuapi Dave..
Will yang melihat keduanya begitu mesra, langsung merasa sakit.. Entah kenapa akhir akhir ini Will sering merasa perasaan nya terlalu sensitif jika berkaitan dengan Eryna.. Will merasa sakit saat melihat Dave begitu akrab dengan Eryna,.. "Hhhmmm" Will berhadem..
"Maaf Eryn, kue mu begitu lezat, tapi aku harus mengantar Will ke suatu tempat dulu.. Tolong simpan kan cake ini untuk ku.." Ucap Dave..
"Baik Dave.." Ucap Eryna.
"Apa kau cemburu kak...???" Tanya Ella berbisik di telinga Will, namum Will hanya terdiam..
"Aku tahu saat ini kaka sedang cemburu.. Akui saja dan perbaiki hubungan kaka, sebelum Dave merebut kak Eryna dari kaka." Bisik Ella kembali..
"Stop Ella." Ucap Will menatap adik nya..
"Dave, antar aku sekarang juga." Ucap Will kemudian..
•••••••••••••
Di dalam perjalanan menuju apartemen Vi.. Will hanya sibuk melamum, bertanya tanya dengan dirinya sendiri.. Ucapan adiknya Ella membuat Will terus saja berpikir.. "Apa aku benar benar cemburu..???" Batin Will..
"Will kau kenapa...?" Tanya Dave..
"Hhhmmm.."
"Kau kenapa Will, dari tadi ku perhatikan kau terus saja melamun.."
"Tidak apa.. Ouh ya, bagaimana apa semuanya sudah siap...???"
"Ya, orang kita sudah berada di sana.."
"Apa Vivian tidak mencurigai mereka...??"
"Tentu tidak, mereka semua berjaga di depan pintu apartemen Vivian.."
"Kerja bagus Dave.."
"Will, mengenai pembunuhan orang tuamu, semua buktinya sudah terkumpul.. Dan Pram adalah penyebab utama kematian orang tuamu.."
"Apa kau yakin...???"
"Aku yakin semua bukti sudah terkumpul, saat ini Van sedang berada di rumah Pram.."
"Apa kau serius Dave...???" Tanya Will kembali.
"Ya, aku serius dan aku tunggu janji mu Will." ucap Dave..