Menceritakan seorang gadis yang berusia 22 tahun yang bernama ASKIA PUTRI HUMAIRA, seorang muslimah cantik yang hidup dengan kesederhanaannya, memiliki sifat yang ceria dan ramah pada setiap orang.
Kehidupannya berubah saat dirinya dijodohkan dengan seorang pria yang tak pernah menganggap dirinya sebagai tempatnya pulang.
Berharap Cinta setelah menikah, malah poligami yang ia dapatkan.
Tiada hari tanpa Air mata.
Akankah dirinya bisa bertahan dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-32
_____Selamat Membaca____
Saat semua orang sedang berbahagia atas pernikahan Askia dan Dimas, di belahan negara lain, Farhan sedang menatap lekat sebuah foto yang tersenyum memancarkan kebahagia yang luar biasa yang ada di dalam ponsel nya.
ya...itu adalah foto pernikahan Askia bersama dengan Dimas yang memang sengaja di kirimkan oleh Bimo sesuai permintaan nya.
Lalu ia melihat sebuah video yang juga di kirimkan oleh Bimo dimana saat acara akad nikah yang sakral yang di serahkan langsung oleh Abi Herman sebagai ayah dari sang mempelai wanita dan di terima langsung oleh Dimas dengan sekali tarikan nafas dan dengan suara lantangnya Dimas telah sah menjadikan Askia sebagai istrinya, Tak terasa setetes air bening jatuh tanpa permisi dari pelupuk matanya, lalu ia mengusap nya dan tersenyum.
"Kamu sangat cantik Kia, dan sekarang kamu pasti sudah bahagia bukan?? betapa beruntung nya saat ini yang telah menjadi suami mu, mendapatkan istri yang sebaik dirimu, aku berdoa semoga rumah tangga kalian akan selalu di beri keberkahan" ujar Farhan.
"Biarkan aku di sini dan menata hidup ku kembali, biarkan aku mencoba membunuh perasaan ini untuk mu, walaupun mungkin aku akan sulit menghapus bayang bayang mu, namun aku akan terus berusaha, aku akan berusaha sekuat yang aku bisa" gumam nya lagi.
Farhan meletakkan ponsel nya di atas nakas yang ada di dekat kasur, dua hari yang lalu ia sampai di korea selatan dan hari itu juga ia mendapat kabar dari sang mama jika mantan istri nya yang pertama akan segera menikah.
ia hanya menitipkan doa dari kejauhan.
Lelah dengan pikiran dan hati akhirnya Farhan pun terlelap dalam tidur nya.
_______________
Kembali ke Ibu kota Jakarta
Setelah semua acara selesai, dan para tamu telah kembali kerumah masing masing, begitu juga dengan kedua belah pihak keluarga,
Mereka langsung kembali ke kediaman masing masing,
sedangkan untuk sang pengantin baru, untuk malam ini mereka akan menginap di hotel yang telah di pesan khusus untuk mereka.
"Mas.. kamu ngak mandi??" tanya Askia saat melihat Dimas masih berbaring di atas ranjang.
Dimas yang mendengar suara sang istripun bangun, ia melihat jika Askia telah selesai mandi, sejenak ia terpana melihat sang istri yang saat ini tidak mengenakan jilbab.
Rambut hitam yang panjang, dan kulit putih yang sangat halus, lama ia memandang sang istri hingga membuat Askia yang di pandang menjadi salah tingkah.
"Mas jangan menatapku seperti itu," ujar Askia yang memalingkan wajah nya.
Dimas bangun dan mendekati istrinya, "Sayang... apa kau mencoba menggoda suami mu ini??" ujar Dimas tepat di dekat daun telinga Askia bahkan ia sempat mencium nya.
Membuat badan Askia mematung seketika, tubuh nya bagaikan terkena sengatan aliran listrik.
"Mas.. sana mandi dulu ih.." ujar Askia sambil mendorong tubuh Dimas masuk kedalam kamar mandi.
Dimas hanya tersenyum melihat tingkah sang istri yang malu malu, padahal ini pernikahan kedua baginya tapi bagaikan baru pertama ia mengahadapkan nya.
Tak berapa lama Dimas keluar dari kamar mandi, lalu ia menghampiri Askia yang sedang duduk berselonjoran kaki di atas ranjang.
Dimas naik keatas ranjang dan duduk bersebelahan dengan Askia, ia melihat istrinya itu sedang fokus dengan lap top yang ada di panggku nya sampai ia tak menyadari keberadaan nya,
Hal itu agak membuat Dimas kesal sih sebenar nya, secara ini malam pertama nya tapi sang istri malah sibuk dengan pekerjaannya.
"Sayang.." panggil Dimas.
"Hmm"
"Sayang.." panggil lagi
"Hmm iya mas" sahut Askia namun pandangnya tak lepas dari lap top.
Karena kesal Dimaspun merebut lap top itu dari Askia, sontak Askia kaget.
"Mas... itu punya Kia mau di kemanain??" tanya nya saat melihat Dimas mengambil lap top nya.
Dimas meletakkan lap top itu di samping nakas yang ada di sebelah kirinya lalu ia menatap sang istri yang saat ini terlihat kesal padanya.
"Mas itu lap top Kia" ujar nya
"Jadi kamu lebih pentingin lap top di saat malam pertama dari pada Mas??" tanya Dimas.
"Eh..."
Seketika ekspresi Askia berubah dan tubuhnya menegang, apa tadi?? malam pertama?? dia ngak salah dengarkan?? Ooh ya tuhan bagaimana mungkin ia bisa lupa jika ia baru saja menikah dan malam ini... aaaaakhh....
Askia menutup mukanya karna malu, Dimas yang melihat itu langsung tertawa terbahak bahak...
"Sayang kamu kenapa?? gugup??" tanya Dimas.
"Iiihh mas jangan di tanya" ujar Askia masih menutup wajah nya.
"Sayang, jangan gugup jika saat ini kamu belum siap untuk memberikan nya untuk mas, mas akan menunggu di mana hari kamu akan siap sayang, mas ngak akan maksain kamu" ujar Dimas seraya membawa Askia kedalam pelukan nya.
Dimas menutup matanya menikmati Pelukan yang selama ini ia rindukan, pelukan yang selama ini ia nantikan,
Askia yang mendengar itu sedikit mendongakkan kepalanya guna melihat sang suami.
Ada perasaan tidak enak dalam hati nya bagaimana pun ini adalah malam pertama dan malam yang di tunggu tunggu oleh Dimas, dan ini juga merupakan kewajibannya sebagai seorang istri.
Askia melepaskan pelukan nya ia menatap wajah sang suami yang saat ini sedang menatapya.
"Mas, maaf jika Kia membuat mas ragu untuk menyentuh Kia, tapi Kia adalah istri mas sudah sewajar nya mas menyentuh Kia, dan dengan ikhlas Kia memberikan nya untuk mu suamiku" ujar Askia dengan di sertai senyum dan sebuah kecupan di pipi kanan dan kiri Dimas.
"Benarkah sayang??" tanya Dimas memastikan dan Askia mengangguk kepalanya tanpa ragu.
Mendapatkan persetujuan dari sang istri, dengan perlahan lahan Dimas memajukan wajahnya ke arah Askia , perlahan lahan hingga kedua bibir itu bertemu, dan ini adalah ciuman pertama bagi mereka berdua.
Lama mereka saling menyatukan bibirnya lalu Dimas melepasnya untuk guna menghirup oksigen, sesaat keduanya saling memandang.
Setelah itu Dimas kembali meminta izin pada sang istri untuk melakukannya lebih lanjut, setelah mendapat persetujuan dengan bissmillah dan doa Dimas memulai nya dan saat pertama kali Dimas mencobanya ia sedikit terkejut saat melihat darah keluar dari tubuh sang istri.
Apa ini darah?? bukankah dia seorang janda? lalu kenapa ada darah ? ini....
Dimas melihat kearah Askia dengan wajah bingung nya, sedangkan Askia yang melihat wajah bingung suaminya pun terkekeh sendiri, ia menganggukkan kepalanya seakan tahu apa yang di pikirkan oleh Dimas saat ini.
"Sayang ini..." tanya Dimas terhenti.
"Iya mas, seperti yang kamu lihat dan rasakan" jawab Askia tersenyum bahagia.
"Jadi selama kamu menikah dengan nya, kamu tidak pernah di sentuh oleh nya??" tanya Dimas lagi seakan belum percaya.
"Iya mas, Kia tak pernah di sentuhnya, bahkan untuk sekedar berpegangan tangan saja tidak pernah mas" jawab Askia lagi.
"Berarti ciuman tadi juga yang pertama untuk mu??" tanya Dimas dan lagi lagi Askia menganggukkan kepalanya menandakan benar ada nya.
"Iya mas" jawab Askia.
Bagaikan dibanjiri dengan beribu ribu bungga, demi tuhan perasaan Dimas saat ini sangat bahagia, ia tidak menyangkan bahwa istrinya ini ternyata masihlah ting ting.
Tidak tahu ia harus bagaimana, apakah ia harus berterima kasih pada mantan suami nya yang dengan suka cita melepeskan istrinya dan sekarang telah menjadi miliknya atau ia harus menangis karna bahagia ??
Aah Dimas tidak bisa berkata kata lagi ini adalah hadiah paling terindah dan tidak akan pernah ia lupakan seumur dalam hidupnya.
"Terima kasih sayang, terima kasih kamu undah menjaga nya dengan sebaik mingkin, terimakasih kamu udah memberikannya kepada mas" ujar Dimas bahagia bahakan ia meneteskan air matanya karna terlalu bahagia.
Askia mengusap air mata di wajah sang suami, "Mas, tidak usah berterima kasih ini adalah sebuah hadiah spesial untuk penantian mas selama ini" balas Askia di sertai kecepun di seluruh wajah sang suami hingga terjadilah malam panjang yang menjadi malam pengalaman pertama bagi mereka berdua....😋😋😋
BERSAMBUNG..........
jangan lupa tinggalkan jejak kalian sayang sayangku 😘 😘 😘 TERIMAKASIH
Humaira yg Sabar yah...
Lanjuuut Thooor..