NovelToon NovelToon
The Fake Legend

The Fake Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Contest / System / Isekai / Dunia Lain / Barat / Tamat
Popularitas:157.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rafi Rama Saputra

Genre : Fantasi, Isekai, Adventure, Action, Drama, Magic, Romance, Zero to Hero.

Arc 1 : Queen of the Death (chp.1 - 38)
Arc 2 : String of Distance (chp.39 - 61)
Arc 3 : Lore of GoldWar (chp.62 - 92)
Arc 4 : Spear and Angel (chp.97 - ??)

Sinopsis :
Izuru adalah seorang Nolep yang mati dengan mengenaskan memilih untuk hidup kembali di dunia fantasi untuk menjadi pahlawan, tapi itu tidak mudah karena takdir tidak terlalu memihak nya.

Walau begitu ini bukan hanya cerita tentang zero to hero, tapi juga cerita tentang pelajaran hidup banyak orang.

*Gambar cover dan beberapa yang di selipkan di dalam novel bukan milik author, yang mungkin akan hilang kalau artis tahu.
*Tindakan plagiat akan author atasi dengan tegas, tanpa bicara akan langsung author laporkan ke pihak noveltoon, jadi jangan macam-macam. (kalian bisa bantu author jika menemukan novel plagiat.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafi Rama Saputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 - Perasaan Iona pada Shun

Semua orang berada di dalam menara desa sedang melihat Iona di periksa oleh gadis dengan Class Priest/orang suci, yah itu yang google translate katakan. Saat sudah selesai, gadis Priest itu melepas sentuhan tangannya dari dada Iona. "Apa yang terjadi padanya?" Tanya Shun.

"Luka bakar temanmu bisa dengan mudah di sembuhkan. Tapi, kita hanya bisa menunggu efek kutukan dalam api itu hilang dengan sendirinya." Jawab Priest itu.

"Efek kutukan? Apa itu berbahaya?" Tanya Shun.

"Efek ini tidak terlalu berbahaya, ini hanya mengakibatkan mudah lelah, mana cepat habis, emosi tidak terkontrol, dan beberapa hal lain. Untung saja efeknya tidak terlalu parah, kalau beberapa detik saja dia menerima semburan api Necromancer itu, pasti efek kutukannya akan jauh lebih parah dari saat ini." Jelas Priest itu.

"Jadi, begitu? Syukurlah."

"Baik aku akan memeriksa gadis yang satunya." Kata Priest itu lalu pergi keluar dari menara.

"Kau lihat apa yang terjadi karena perbuatan mu?" Tanya Shun pada Izuru.

Izuru yang ada di belakang hanya bisa terdiam. "Aku tidak tahu ini akan terjadi." Jawab Izuru.

"Jika kau tidak tahu, lebih baik kau memikirkan akibatnya sebelum bertindak."

"Maaf..."

"Sudahlah, lebih baik kau pergi dari sini." Kata Shun lalu duduk di sebelah tempat tidur Iona. Izuru lalu berjalan keluar dari menara dengan kakinya yang masih terluka.

"Aku... Sudah lebih kuat, tapi ini malah membuat semuanya jadi lebih buruk." Kata Izuru dalam hati. "Aku akan menemui Rin." Kata Izuru berjalan masuk ke sebuah rumah dan di sana sudah ada gadis Priest itu yang selesai mengobati Rin.

"Izuru?" Kata Rin tengah duduk di tempat tidur melihat Izuru masuk ke kamar.

"Rin, kau sudah sadar?" Tanya Izuru mendekat ke tempat tidur.

"Iya, baru saja." Jawab Rin.

"Apa kaki anda juga mau sekalian saya obati?" Tanya Priest itu.

"Oh iya, tolong ya." Jawab Izuru lalu duduk di tempat tidur dan meluruskan kaki kanannya. Kemudian gadis Priest itu mulai mengobati kaki Izuru dengan sihir penyembuh.

"Oh ya, aku sudah mendengar keadaan Iona." Kata Rin.

"Iya, Iona terluka kerena aku."

"Bukan sepenuhnya salahmu. Si Shun itu juga, dia tidak melakukan tugasnya dengan baik. Bukankah dia itu orang yang terpilih? Seharusnya dia bisa menghadapi Necromancer itu sendirian." Kata Rin.

"Aku rasa Necromancer itu, bukan sembarang Necromancer." Kata Izuru.

"Jika seperti itu, kenapa dia menyuruh para prajurit pergi? Dia terlalu meremehkan musuh, coba pikir apa yang akan terjadi jika kita tidak ada di sana? Pasti pedangnya sudah diambil." Kata Rin.

"Hahaha... Iya benar juga ya? Jika Iona sudah bangun, aku akan minta maaf padanya." Kata Izuru tertawa kecil.

"Sudah selesai." Kata Priest itu berdiri.

"Oh ya, terima kasih." Kata Izuru, lalu Priest itu pergi meninggalkan mereka berdua di sana.

Sementara itu di menara, Iona perlahan membuka matanya. "Iona? Kau sudah bangun?" Tanya Shun di dekat tempat tidur.

"Apa yang terjadi?" Tanya Iona duduk.

"Kau terkena kutukan, tapi efeknya tidak berbahaya." Jawab Shun.

"Maaf, aku harus ke toilet." Kata Iona bergegas turun dari tempat tidur.

"Apa kau sudah bisa berjalan? Jika belum akan kuantar." Tanya Shun menggandeng tangan Iona.

"Tidak apa, aku bisa sendiri." Jawab Iona lalu segera berjalan ke toilet dengan berpegangan pada tembok. Saat Iona sudah masuk ke dalam toilet, nafasnya tiba-tiba menjadi terengah-engah dan raut wajahnya menjadi panik. Lalu ia mengambil air dari ember dan membasuh wajahnya dengan kedua tangan. "Hah... Hah... Kenapa ini? Jantungku berdebar dengan kencang?" Tanya Iona sambil menatap dirinya sendiri ke cermin. Setelah beberapa menit, Iona keluar dari toilet, ia mendekati Shun dan berkata. "Shun, apa kita bisa bicara berdua saja?" Tanya Iona.

"Oh tentu saja, apa kalian bisa keluar dulu?" Tanya Shun menoleh ke arah teman-temannya.

"Siap Tuan Shun, nikmati waktu kalian!" Kata salah satu dari mereka, lalu semuanya keluar dari sana.

"Ada apa Iona?" tanya Shun. Iona lalu bersandar ke dada Shun. "Ada apa? Kenapa kamu?"

"Terima kasih sudah menyelamatkanku. Sekarang aku sudah bisa percaya padamu, jadi aku akan mengatakan perasaanku yang sebenarnya." Kata Iona mengaitkan tangannya ke leher Shun.

"Aku juga ingin mengatakan yamg sebenarnya." Kata Shun. Lalu mereka berciuman dengan mesrah selama beberapa detik, kemudian mereka selesai dengan itu. "Iona, aku senang perasaanmu sama denganku."

"Aku juga senang." Kata Iona lalu mendorong Shun sampai jatuh ke tempat tidur.

"Apa? Tubuhku, tidak bisa bergerak?" Kata Shun dalam hati, lalu ia mencoba bersuara, tapi tidak bisa. "Apa ini? Kenapa aku juga tidak bisa bicara." Tanya Shun.

"Tadi itu benar-benar menjijikkan." Kata Iona lalu meludah ke bawah. "Sekarang waktunya. Karena kau aku kehilangan kakekku, karena kau aku kehilangan masa-masa bahagiaku, karena kau aku kehilangan dua temanku, karena kau aku kehilangan kebebasanku." Kata Iona berjalan mendekati Shun sambil membawa sebuah pisau. "Aku sudah menahannya selama 10 tahun, aku menunggu untuk saat ini." Kata Iona naik ke atas tempat tidur dan mengangkat pisaunya dengan dua tangan. "Kembalikan... Kebebasanku...!" Teriak Iona mengayunkan pisaunya ke arah Shun.

"Iona!" Teriak Izuru datang dari pintu depan lalu berlari dan menahan tangan Iona.

"Lepaskan! Aku harus membunuhnya!" Kata Iona memberontak. Lalu Izuru menarik Iona turun dari tempat tidur.

"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?" Tanya Izuru.

"Izuru, ayo kita bunuh Shun! Setelah itu kau bisa mengambil pedangnya, kau bisa jadi lebih kuat dengan pedang itu!" Kata Iona masih di tahan oleh Izuru.

"Tapi aku bukan yang terpilih."

"Kau tidak perlu menjadi yang terpilih. Apa kau ingat? Necromancer itu berniat mengambil pedang Shun, karena dia tahu kalau pedang itu bisa di gunakan sembarang orang." Jelas Iona.

"Walau begitu, aku tidak bisa melakukannya!" Kata Izuru menolak.

"Bukan hanya itu masalahnya, aku tidak mau seumur hidup harus mengikutinya! Keluargaku memaksaku untuk menjadi budaknya, jika kau tidak mau membantuku, akan aku lakukan sendiri!" Kata Iona lalu memberontak.

"Hentikan!" Kata Izuru menahan Iona. Setelah, beberapa menit, Izuru mengikat Iona di kursi.

"Lepaskan aku! Izuru, aku berusaha mengembalikan keadaan seperti sebelumnya! Di mana aku bisa berjuang dan tertawa bersamamu dan Rin!" Teriak Iona mencoba lepas dari ikatannya.

"Shun, kau tidak apa-apa? Apa ini sihir pelumpuh?" Kata Izuru memeriksa keadaan Shun yang terbaring lemas di tempat tidur.

"Apa yang kau lakukan!? Cepat bunuh..!"

"Iona, aku yakin pasti ada jalan keluar selain ini. Aku akan membantumu mencari jawabannya!" Kata Izuru berjalan mendekat pada Iona. "Aku juga yakin, kalau aku bisa menjadi lebih kuat tanpa pedang legendaris. Apa kau juga percaya padaku?" Tanya Izuru tersenyum di depan Iona.

Bersambung...

1
kaerxS
kapan update
kaerxS
kak lanjutin lagi pliss, kak aku suka banget ceritanya
Arkmist: sekarang author sudah pindah jadi tukang nggambar
total 1 replies
Wahyu Hidayattripoetra
gimana ini😮‍💨 thor di baca ulang sebelum di upload setiap tulisan di Chapternya
Arkmist: malas🙏
total 1 replies
Ezzara
Sungguh menyenangkan, ga bosen, menarik
Arkmist: makasih komennya, semoga betah baca sampai akhir
total 1 replies
Freaking Scary Bread
Izuru : saya kan mc nya, nanti juga pasti sakti :v
Arkmist: alasan mc isekai sering di kasih cobaan, soalnya klo gk gitu ngga bakal mau gerak wkwk
total 1 replies
Freaking Scary Bread
New Quest Discovered:
Look out for the mysterious guy on the 2nd floor of the Inn

sangat klise dan merepotkan :v
Freaking Scary Bread
hmmm mungkin bagusan kalok mau ngomong dalam hati itu pakek
'...'

kalok ngomong baru pakek
"..."

soalnya kan biasanya kan ngasik detail dia ngapain kan kek gini
"blablablabla" katanya
"blablablabla" batinnya

orang-orang bakal ngira kalok dia ngomong jadi nya :)
Freaking Scary Bread
jatuh dari kursi :v
Freaking Scary Bread
jeng jeng
I'm back, ternyata udh 7 bulan aku ga ada baca ini cerita o_o
tumben waktu senggang soalnya, nugas, nugas, lomba, nugas, akhirnya free time pakek baca novel
Arkmist: kaget lah, udh berapa kali ngilang
total 5 replies
Surya Putra
semangat😂🔥
Arkmist: agar bisa ngasah skill gambar juga bakal bikin ilust per eps
total 1 replies
⍣⃝⃞🌈ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ★᭄᭄R⃟нǟᰔᩚянǟ☯︎⃟࿐❥
┻┳|―-∩ 💥🎉 tarraaaa ...
┳┻| ヽ ✾ 🆁‏‏‏🄷🅰✿🆁‏‏‏🄷🅰
┻┳| ● | hadir laghiiiii ....
┳┻|▼) _ノ kuy crazy up thooorr ...
┻┳| ̄ ) 🦎💮💦🍡🗯🐥🎼🎉
┳ミ( ̄ / salam maniizt ⭕🤭🤭⭕
┻┳T ̄| ✰᭄᭄ꦿ🦃⃝⃡Quͥeeͣnͫ🦉R⃟ʜᴀ✯⃟ྂ❦᭄᭄
Zeed Sparda
halo, makin banyak updatenya terakhir kesini heheh..
Arkmist: iya semoga nanti bisa selesai
total 1 replies
@apah 😒
ku mampir kak semangat
IG: Saya_Muchu
Next
Yukity
ikut tegang🤔
Yukity
oh tidak😱😱
Dinar22
done kak, Syfa hadir bawah like komen dan fav, salam dari Aku di Antara Mereka, di tunggu kehadirannya 🙏
XMYZLX
semangat thor
Yukity
semangaat🆙😍
viernn
JEJAK DULU, BACA STLH UJIAN SELESAI 👉🏻👈🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!