Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Hay semua kalau masih ada typo mohon dimaklumi ya soalnya bab ini belum author revisi, tapi walaupun belum direvisi semoga kalian suka ya jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Ini demi kalian yang suka degan ceritaku, aku usakana Up padahal aku lagi didalam mobil menuju kota Medan.
selamat membaca cinta-cinta ku.
🌛🌛🌛
"Via ibuk mau tanya kamu sudah menikah belum?" Tanya Mawar penasaran.
Deg.....
Jantung Via berdetak kencang, Via bingung mau jawab apa, kalau dia bilang sudah menikah pasti Mawar akan bertanya siapa suaminya, kalau dibilang belum tidak mungkin dia berbohong.
Via sangat enggan menjawabnya terlihat dari mimik wajahnya, Jhosua yang melihat perubahan wajah Via pun angkat bicara.
"Mah, nggak usah tanyain kayak gitu kayaknya Via enggan menjawabnya".
"Mama hanya ingin tau aja kalau dia single kan bisa kamu dekatin".
Via yang melihat dan mendengar percakapan mereka ingin menjawab dengan jujur pertanyaan dari mawar, Via merasa tidak enak hati melihat mawar yang penasaran dengannya.
"Sebenarnya....".
"Udah nggak usah dijawab nggak apa-apa kok kalau kamu enggan menjawabnya, mungkin ada alasan tertentu" ucap Mawar.
Percakapan mereka akhirnya terputus saat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Via dan Evie ijin pamit pulang.
"jhosua kamu antar mereka ya, sudah larut malam tidak baik perempuan pulang sendirian".
"Nggak usah buk, kami sudah biasa kok pulang malam" jawab Via saat mengingat waktu dia bekerja ditoko kue yang pulang jam 9 malam.
"Udah nggak usah menolak ayok Jhosua antar mereka".
"Iya mah, ayok biar aku antar pulang" Jhosua mengajak mereka pergi, Jhosua langsung mengambil kunci mobil dari lemari yang khusus penyimpanan kunci.
Via dan Evie akhirnya mau tidak mau harus diantar ketempat masing-masing, karena kost Evi yang paling dekat Jhosua mengantar Evie terlebih dahulu.
"Rumah kamu dimana masih jauh nggak dari sini?" Tanya Jhosua saat tinggal mereka berdua yang tinggal didalam mobil itu.
"Jl.XX No 54" Jawab Via jujur tanpa memikirkan apa-apa.
"Itukan rumah Aderson, jadi Via tinggal disana tapi kok dia kerja dirumah makan?" Batin Jhosua banyak pertanyaan yang muncul dibenak Jhosua tapi dia juga enggan untuk bertanya.
Sesampainya digerbang rumah Derson, Via langsung turun dari dalam mobil.
"Terimakasih ya sudah mengantarkan saya sampai disini" ucap Via sambil tersenyum dari luar mobil.
Tanpa disadari oleh Via ada tiga pasang mata yang melihat Via diantarkan oleh orang lain kerumah Derson.
Tangan mengepal saat itu juga ingin sekali rasanya Derson membakar mobil itu sekarang juga tapi masih ditahannya. James yang melihat wajah Derson sudah merah akibat menahan amarahnya hanya bisa tersenyum.
"Katanya mau menyingkirkan tapi diantar orang pulang kerumah saja sudah marah kali, apalagi kalau dipinang orang lain si Via, bisa-bisa runtuh dibuatnya rumah yang besar ini" batin James yang pura-pura tidak melihat Via.
Sesampainya didalam rumah tanpa bicara sedikit pun Derson langsung menuju kamar Via yang sudah terkunci, dua kali tendangan pintu kamar itu sudah rusak dibuat tuan rumah.
Derson langsung menuju dimana Via sedang duduk, tanpa bicara Derson langsung menjambak rambut Via.
"Heh perempuan murahan dari mana jam segini pake baju pendek begini lagi? mau cari mangsa?".
"Sakit...... aku dari rumah ibuk Mawar dia mengajak kami kerumahnya bersama temanku" jawab Via jujur yang kini ia rasakan hanya kesakitan di bagian kepala.
"Kenapa tidak menolak, kamu lihat jam berapa sekarang? apa begini sikap seorang istri pulang tengah malam bersama laki-laki lain? Hah?" bentak Derson murka.
"Apa kamu pernah menganggap ku seorang istri" kini Via tidak mau mengalah dengan Derson.
"Apa begini perlakuan suami terhadap istri, kerkata kasar dan bersikap kasar?" kini air mata Via menetes di pipinya yang mulus itu.
"Kamu ceraikan aku, aku muak tinggal disini, aku muak melihat wajah dan sifat mu ini? dasar orang gila" kini amarah Via benar-benar memuncak.
Plak..... satu tamparan mendarat dipipi Via.
"Kamu laki-laki yang paling aku benci didunia ini, kalau kau tidak mau menceraikan ku maka bunuh saja aku" ucapan Via bagai disambar petir yang dirasakan oleh Derson.
"Sampai kapan pun itu tidak akan aku biarkan, dan mulai besok jangan keluar dari rumah ini, kalau kau berani menginjakkan kaki mu keluar dari pagar rumah, maka bersiap hukuman mu akan bertambah" setelah mengucapkan kata-kata menyakitkan itu Derson langsung pergi begitu saja dari kamar Via.
"Aaaaaa...... dasar manusia gila, nggak punya perasaan" teriak Via kencang sampai suara itu masih didengar oleh derson dibalik pintu.
Karena kesal dan marah dengan sikap Derson, Via mengobrak abrik isi kamarnya itu, alat make-up berserakan dimana-mana, sprey sudah terjatuh dilantai, baju bermerk dari lemari bertebaran dilantai, ingin sekali rasanya Via menghancurkan dinding kamar itu biar hancur sekalian, seperti hatinya yang selalu hancur dibuat oleh Derson.
"Akan aku pastikan akan membuat mu menyesal melakukan ini padaku laki-laki gila, kau akan bertekuk lutut dihadapan" umpat Via merebahkan badannya dikasur tanpa sprei itu.
Begitu juga dengan Derson yang berada didalam kamarnya, dia sangat kesal dan marah apalagi mengingat ucapan Via tadi.
"Jadi kau ingin bebas dariku, Hahah... tidak akan kubiarkan sebelum kau yang sujud dikaki" ucap Derson seperti orang gila yang kehilangan akal.
Malam ini kedua insan itu tidur dikamar yang terpisah, hanya ada kemarahan diantara keduanya.
🌛🌛🌛
Pagi ini Via yang tidak menghiraukan ucapan Derson lagi, Via keluar dari kamar ketika Derson dan James sedang sarapan, dia tidak peduli lagi dengan kata-kata Derson yang melarangnya keluar kamar dan keluar rumah.
"Pak tolong kamar saya nanti dirapikan ya, hari ini saya mau keluar dari rumah lebih cepat dari biasanya" ucap Via kepada pelayan dirumah itu dan mengabaikan Derson yang melirik kearahnya.
"Mau kemana pagi-pagi begini, apa kamu tidak mau mendengarkan ucapan ku lagi?" Tanya Derson yang saat Ini sarapan dimeja makan.
"Yaudah ya pak saya pergi" Via pergi dari rumah itu tanpa menjawab pertanyaan Derson.
Karena penasaran dengan kamar Via, Derson melanglahkan kakinya menuju kamar Via.
Klek.... pintu dibuka Derson pemandangan yang pertama ia lihat ialah kamar yang persis seperti kapal pecah, semua barang yang ada dikamar itu diobrak-abrik oleh yang punya.
"Ternyata kau bukan cuma keras kepala, tetapi juga sedikit gila" batin Derson sambil mengamati kamar itu, Derson melangkahkan lagi kakinya kedalam kamar mandi dan ternyata disana juga sama persis seperti kapal pecah. baju kotor berserakan sabun terlempar kesana kemari.
Derson yang melihat pemandangan itu hanya bisa geleng-geleng kepala, tapi tiba-tiba pakaian dalam Via juga ada disana berserakan.
"Dasar manusia aneh nggak tau malu" umpat Derson lalu memungut baju-baju itu dimasukkan kekeranjang baju kotor, termasuk baju yang berserakan dilantai yang diambil dari lemari.
Derson kembali kearah dapur menemui pelayan rumah, "Pak biasanya Via mencuci baju sendiri atau bagaimana?" tanya Derson.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya