♡LOVE IN VALMOR♡
2 Hati
2 Kutukan
2 Jiwa
2 Galaxi
Semuanya sangatlah berbeda dibandingkan dengan Cinta dan Benci...
sehingga aku merasa bahwa Cinta itu adalah Benci dan Benci itu adalah Cinta...
Karena keduanya mengalir dalam darahku...berhembus dalam nafasku...dan berdetak dalam jantungku...
Namun...seluas jagat raya dan dengan jarak 300 juta tahun cahayalah aku mencintaimu...hingga pada akhirnya salah satu galaxi kita menyerah akan Cinta kita...
Menyatukan kita dengan kebencian, air mata dan bahkan kutukan yang berubah menjadi sebuah Cinta abadi...karena Valmor dan Bumi...adalah bukti Cinta kita...
"Bumi atau Valmor?...dimanakah tempatku yang sebenarnya?...begitu banyak Benci yang kuterima namun hanya ada 1 Cinta yang kuterima...Cinta yang berubah menjadi Benci akan selalu menjadi momok yang menyakitkan dan memunculkan sebuah kutukan atas hancurnya hati seorang Cinta...begitulah aku terlahir...Alena Vins seorang gadis terkutuk yang membenci kutukannya" (Alena Vins)
"Kita berbeda dan tak akan mungkin bersama...2 dunia dan 2 kutukan yang sulit disatukan...yang hanya akan berakhir air mata...jangan berlari...jangan menghilang dan jangan pergi...biar aku yang berlari...menghilang dan pergi...seperti angin yang berhembus tanpa meninggalkan jejak...agar penyesalan tak lagi meliputiku dengan gelapnya kutukan" (Avan Valmor)
⚠️Jangan lupa Bintang 5, Like, Komen & Vote nya ya🤗💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAHDA_SHANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epiloge page 16
♡LOVE IN VALMOR♡
32 tahun yang lalu...saat Vicentius menikah dengan Syerin...dan saat Valerin menikah dengan pangeran Velix...
Bumi...
Sudah kesekian kalinya Vicentius datang kebumi dan bertemu dengan Syerin...seorang dokter muda berketurunan blasteran yang sudah lama tinggal di Indonesia dan ditugaskan untuk menjadi dokter disebuah desa yaitu desa Tindai...
Dan hari ini adalah hari besar mereka...untuk menyatukan Cinta yang tumbuh dihati mereka...
Terlihat para warga desa Tindai ramai-ramai datang dipinggiran danau Tindai yaitu tempat yang akan menjadi saksi pernikahan antara Vicentius dengan Dokter kebanggaan mereka yaitu Dr. Syerin...
"Ya tuhan!...mereka terlihat sangat cocok!"
"Mereka memang ditakdirkan untuk bersama...raut wajah mereka benar-benar bahagia!"
"Pria itu terlihat sangat menyayangi dokter Syerin!...mereka sungguh manis!!"
Ujar para warga desa Tindai yang hadir pada acara pernikahaan Syerin dengan Vicentius tersebut...
Tampak kebahagiaan meliputi keduanya...senyum cantik terlihat jelas dibibir Syerin yang menggenggam tangan Vicentius...tatapan matanya yang berbinar-binar menatap Vicentius...
"Apakah kau bahagia?..." (Ujar Syerin dengan bahasa Indonesia dan pergerakan tangannya)
"Aku Zernian ma...heem..maksudku...aku sangat bahagia.." (Bisik Vicentius dengan tersenyum sambil memegang sebuah buku catatan bahasa yang ia buat)
Terlihat Syerin tertawa mendengar hal tersebut dari Vicentius...
"Tak perlu kau tanyakan apa perasaanku saat ini...kau sudah tahu jawabanya...karena kau adalah jawaban itu!...bahagiaku adalah dirimu...Syerin!" (Tersenyum Vicentius dengan mengelus rambut Syerin)
"Jika itu benar...lalu...bolehkah aku menjadikanmu air mataku Vins?"
"Air mata?..." (Tanya Vicentius dengan bingung)
"Air mata.......kebahagiaan!!" (Ujar Syerin sambil menaruhkan tangan kananya pada dada Vicentius dan tangan kirinya pada dada dirinya)
Seketika Vicentius pun mencium bibir Syerin dengan lembut dihadapan warga desa...sentuhan hangat Vicentius membelai rambut Syerin...seakan mengatakan dengan jelas...bahwa wanita ini adalah milikku dan juga kebahagiaanku...
Suara haru dan sorakan terdengar jelas diutarakan untuk keduanya...
"Ya tuhan!!...apa yang mereka lakukan dihadapan publik seperti ini??" (Tersenyum salah seorang warga desa)
"Hahaha dasar kedua anak muda itu mereka benar-benar dimabuk asmara!" (Ujar seorang warga desa lainnya)
"Ya allah nak!!...kau tidak boleh melihat ini!!!" (Ujar seorang ibu dengan panik menutupi mata anaknya)
"memangnya kenapa bu?...bukankah itu hal yang baik??" (Tanya anak dari ibu tersebut dengan penasaran)
"kau belum cukup umur untuk melihat itu!!" (Jawab ibunya dengan tegas)
"tapi aku sering melihat ayah dan ibu melakukan itu setiap malam!" (Ujar anak itu dengan polosnya)
Ibu : "😳"
-
-
-
Valmor...
Suasana yang sangat megah dihalaman Istana Valmor...kini Valerin berjalan menuju pangeran Velix yang tampak tersenyum menatapnya...
Rambutnya terurai cantik dengan hamburan bunga mawar merah yang terlempar lembut mengiringi langkah kakinya...
"[Aku berjalan diluka yang sangat membunuhku...tapi aku sadar...luka ini...adalah awal dari sebuah kebahagiaan...yang akan ku ciptakan untuk diriku sendiri!!]" (Ujar Valerin didalam hatinya)
Ucapan mantra seorang Gremas telah lantangnya diucapkan...darah dan sumpah keduanya pun telah diutarakan dihadapan kobaran api...
Namun bukan senyuman yang terlihat dibibir Valerin...
Bibirnya layu...tatapan matanya berkaca-kaca...dan air matanya terjatuh menatapi kobaran api tersebut...
Kesedihan yang mendalam meluputi hatinya...tak menghiraukan air mata kesedihan itu...pangeran Velix justru mengira bahwa air mata itu adalah sebuah keharuan yang membahagiakan...
Perlahan pangeran Velix pun mencium bibir Valerin dan kemudian berbisik...
"Bahkan air mata kebahagaian ini...adalah milikku...kau memang seharusnya menangis hanya untuk bahagia...karena mulai saat ini...akan ku pastikan...kau akan selalu menangis...karena bahagia!" (Bisik pangeran Velix)
"[Dan akan kupastikan...kebahagiaan yang seharusnya kumiliki itu...akan berubah menjadi Benci dan juga kutukan!!...aku mengutukmu!!...aku mengutuk cintamu!!!]" (Ujar Valerin didalam hatinya dengan menangis)
》》》》》》》
jangan 2 2 nya di embat dong.
serakah banget
berasa anak dan orang tua muka muda semua
apa lagi anak nya
oh..akuu irii