Pernikahan yang bermula dari sebuah kesepakatan, pada akhirnya membuat Darren dan Jennie jatuh dalam pesona masing-masing. Namun, ketika keduanya yakin untuk mengutarakan perasaan dan memulai dengan benar, seorang wanita yang mengaku tengah mengandung anak Darren datang. Menggoyahkan hati Jennie, memaksanya mundur, dan pergi dari kehidupan Darren tanpa mengetahui kebenarannya, juga tanpa tahu bila buah cinta mereka tengah tumbuh di rahimnya.
Satu tahun dijalani Darren dengan penuh derita, sampai keduanya bertemu kembali, dan memutuskan untuk hidup bersama dengan keluarga kecil nan bahagia.
Namun, apakah badai memang telah berlalu?
Apa memang semudah itu keduanya bersama lagi?
Apakah keduanya bisa mempertahankan keluarga kecil mereka ketika masalah demi masalah datang menghadang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Jen Tiba di markas di sambut oleh Paman Mike .
" Selamat datang kembali Nak " ucap paman mike merentangkan tangannya
Jen berjalan memeluk Paman Mike begitu juga dengan Ara . mereka adalah kesayangan Paman Mike.
" Ayo masuk , paman sudah menyuruh koki menyiapkan makanan kesukaan kalian " kata paman Mike
" Benar kah paman , wah pasti enak sekali " ujar Ara riang
Paman Mike tersenyum melihat tingkah Ara .mereka pun berjalan masuk ke rumah besar di belakang markas Black Devils . itu adalah rumah untuk para anggota black devils dan jelas ada ruangan khusus untuk para petinggi nya.
Rumah utama juga tidak jauh dari situ hanya sekitar lima belas menit perjalanan. semua dijaga dengan ketat .
apa lagi rumah utama yang sangat luas bahkan sudah seperti bandara berjejer jet pribadi dan
helikopter disana .
" Ayo kita makan dulu " ajak paman mike
" Baik Paman " jawab Jen dan Ara bebarengan .
Dimeja makan sudah ada sam ,rio dan kevan orang orang kepercayaan paman Mike . Mereka bertiga juga memiliki tangan kanan masing masing.
Saat sedang makan Jen merasa mual memakan makanan kesukaan nya .
itu membuat semua orang yang ada di situ khawatir .
Jen berlari kekamar mandi di ikuti Ara dan paman Mike .Jen memuntahkan cairan kuning ia terasa sangat lemas . Ara memijat tengkuk leher Jennie .
" apa sudah lebih baik " tanya Ara
Jen hanya mengangguk lemas
" Apa kau baik-baik saja nak " tanya paman Mike
" Iya paman, mungkin aku kelelahan saja, ntah " jawab Jen lemas lalu Ara menuntun Jen ke meja makan lagi
" Apa kau baik-baik saja nona" ujar Rio
ia hanya mengangguk sebagai jawaban nya .
saat ia ingin duduk Jen melihat makanan itu dan mual kembali ia dengan cepat kembali ke kamar mandi lagi .
Paman Mike yang cemas segera menyuruh kevan menelpon dokter pribadi nya.
Ara membawa Jen kekamar dan merebahkan tubuh Jen di ranjang king size kamar pribadi nya di markas itu .
" Jen apa kau baik-baik saja " tanya Ara cemas
" Iya aku hanya butuh istirahat sebentar" jawab Jen lemah
" tapi kau belum makan ., aku ambil kan makan dulu ya "
" tidak ,tidak aku mual karena melihat makanan itu " jawab Jen
Ara terkejut mendengar nya
"Apa mungkin Jen hamil pikir nya "
Tak berapa lama paman Mike datang bersama dokter pribadi nya di ikuti oleh Sam Rio dan kevan .
" Paman kenapa panggil dokter , aku baik baik saja " ujar Jen
" Tidak apa nak , kita akan tahu kau baik baik saja atau tidak setelah dokter memeriksa mu " kata paman mike khawatir
Jen hanya bisa menurut pada paman Mike .
Lagian dokter nya juga sudah ada disitu gak mungkin juga ia suruh pulang .
Dokter itu pun memeriksa nya .
" Nona , kapan terakhir anda datang bulan " tanya dokter tersebut
Jen mengerutkan keningnya heran kenapa dokter tampan ini menanyakan tentang tamu bulanan nya.
"Aku tidak ingat , kenapa dok "
" Dimana suami anda ? "
tanya nya lagi .
" Dia sedang tugas di luar negeri " jawab Jen tak sepenuhnya berbohong
dokter Reyhan hanya mengangguk mengerti .
" Ini hanya perkiraan saya saja , untuk hasil lebih jelasnya silahkan anda memeriksa nya di dokter spesialis kandungan " jawab dokter tampan itu
" Kenapa harus ke dokter kandungan " tanya Jen yang belum bisa mencerna perkataan dokter Reyhan.
" Saya rasa anda Hamil nona " jawab Reyhan
" Apa ?" pekik nya .
Jen begitu syok , tapi dia juga bahagia tapi kenapa baru sekarang setelah ia jauh dari suaminya . jika lebih awal ia mengetahui bahwa dia hamil ia tak kan pergi dan akan mempertahankan rumah tangga nya dengan derren . karena ia gak mau anaknya tumbuh tanpa seorang ayah .
tapi sekarang bagaimana .ia sangat bingung
" Sebaiknya anda banyak istirahat nona . jangan terlalu lelah atau melakukan perjalanan jauh . besok segera periksa kandungan anda dirumah sakit biar jelas kondisi nya bagaimana , ini saya beri resep vitamin dan obat anti mual untuk anda " kata dokter Reyhan
" Terima kasih dokter " jawab Jen mengambil kertas itu
" Sama sama , saya pamit dulu " Reyhan pun keluar di antar Sam
Paman Mike yang mendengar bahwa Jen hamil begitu bahagia karena dia akan menjadi seorang kakek .
" Ya Tuhan aku bahagia sekali , sebentar lagi akan menjadi seorang kakek " ucap paman Mike girang
Begitu juga dengan Ara
" Yey, sebentar lagi aku juga akan menjadi aunty , duh jadi gak sabar deh pengen cepat melihat nya lahir ke dunia ." ucap Ara senang
Jen tersenyum melihat kedua orang yang disayangi nya bahagia.
Semua orang yang disitu juga turut bahagia tapi tiba-tiba paman mike berubah ekspresi wajahnya jadi khawatir .
Kevan , Sam ,Rio jangan sampai berita kehamilan Pewaris ku sampai tersebar aku tidak ingin membahayakan keselamatan nya. dan utus beberapa anggota buntu melindungi Putriku kemampuan ia pergi . tapi jangan sampai ada yang mengetahui nya. utus saja anggota bayangan " perintah paman Mike
" Baik ketua" ucap mereka serempak
Paman Mike beralih menatap Jen
" Nak , bagaimana dengan suami mu , apa kau akan memberi tahu nya " tanya paman Mike .paman Mike tahu permasalahan yang dihadapi Jen karena ia selalu mengawasi putrinya itu. Dia juga tau jika derren tidak bersalah. jika saja derren bersalah sudah jelas akan mendapatkan pelajaran darinya
" ntah lah paman aku tidak tau"jawabnya lesu .
" Kalau menurut paman sebaiknya kau beri tahu, karena bagaimanapun dia adalah ayah nya " saran paman Mike
" Tapi bagaimana dengan Nadya paman , dia juga mengandung anak nya " tanya Jen muram
Paman Mike tersenyum padanya lalu ia mengambil sebuah amplop coklat dan diberikan kepada Jen .
Jen pun membukanya seketika air matanya mengalir begitu saja.
" Ya Tuhan, ternyata Nadya telah menipu kami , aku yakin dia pasti sangat terpuruk sekarang" ujar Jen menyesal .
" Kau benar, tapi Nadya sudah mendapatkan balasannya keluarga nya hancur . suami mu itu sangat ganas . bahkan dia tak segan segan menghancurkan perusahaan keluarga Nadya tanpa sisa ." kata paman Mike .
" Lalu bagaimana sekarang paman , aku kasian padanya jika dia terus terpuruk " tanya Jen
" Untuk sekarang biarkan saja dulu , paman yakin Daddy mu akan memberi tahu nya kalau kau ada di London . tapi kata mata mata kita saat ini Daddy mu sedang marah pada derren karena dia belum mengetahui yang sebenarnya mungkin nanti jika Daddy mu sudah tenang paman yakin derren akan menjelaskan semuanya "Ujar paman Mike
" Baiklah paman , aku juga ingin memberinya sedikit pelajaran karena tak memberi tahuku kebenaran nya sejak awal, dia malah membawa wanita itu ke dalam rumah " ucapnya kesal
Paman Mike tersenyum melihat tingkah Jen .
" Oke , sekarang istirahat saja dulu . untuk urusan misi kita kau hanya perlu memantau dan mengawasi saja , nanti kita bicarakan lagi strategi nya karena seperti nya adik dari tuan Mark Webber bertindak cepat untuk mengambil alih perusahaan nya . besok paman kirim file nya kau bisa meretasnya dan mengalihkan rencana adik tuan Mark " ujar paman Mike
" Tapi paman aku besok ada jadwal ke new York untuk meresmikan hotel ku "
" Apa tidak bisa diwakilkan, kau kan dengar tadi dokter bilang tak boleh melakukan perjalanan jauh dulu" jawab paman Mike
" Ntah lah nanti aku tanya dulu pada Radith semoga dia bisa menghandle semuanya"
" Jika kau bilang terus terang ,pasti tuan Handoko akan mengerti " Ujar nya lagi
" Baiklah paman, Ara nanti tolong hubungi Radith ya " ucap Jen pada Ara
" iya , kau tenang saja . besok kita kerumah sakit untuk memeriksa kan kandungan mu , oke " jawab Ara
" Baiklah paman keluar dulu" ujar paman Mike mengelus lembut kepala Jen dan Ara .
*******
Bersambung