NovelToon NovelToon
Suamiku Majikan Ku

Suamiku Majikan Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lady B

Rangga melemparkan bantal keatas lantai dan menyuruh Naya untuk tidur disana. Ia tak ingin satu ranjang bersama Naya.

Dengan pasrah Naya mengikuti keinginannya tanpa perlawanan sedikitpun. Ia tak mengira jika laki-laki itu akan memperlakukannya sampai seperti ini hanya karena ia adalah anak dari kedua orangtuanya yang tadinya menjadi pembantu dirumah ini.

Naya menatapnya nanar dan berjongkok lalu duduk diatas lantai. Hatinya terasa sakit dan perih, "Demi Allah aku juga tak sudi satu ranjang denganmu!" bisiknya dengan tangis tertahan.

Bagaimana kelanjutannya?

Cerita ini mengandung konten dewasa hanya untuk usia 21+.

Penasaran dengan jalan ceritanya? Baca selengkapnya.

COVER BY PEXELS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengasuh Sulaiman

Lima bulan lebih telah berlalu. Rangga dan Naya sudah sah bercerai baik secara agama dan hukum setelah persidangan perceraian mereka di pengadilan agama 7 hari yang lalu ketuk palu. Tias menekan Rangga terus-menerus dengan ancaman yang di miliknya agar Naya dan Rangga resmi bercerai. Namun tanpa sepengetahuannya Rangga masih berhubungan dengan Naya.

.................

Perlakuan Rangga dari hari ke hari semakin dingin kepada Tias. Tias seakan tak nampak di matanya. Ia mengabaikannya dan tak pernah sekalipun tidur menemaninya. Tias merasa tertekan dan tersiksa hingga ia berusaha memaksakan kehendaknya dengan menambahkan obat perangsang pada minuman Rangga saat Mona membuat teh untuknya.

"Itu apa, Nona?" tanya Mona penasaran.

"Tak usah banyak omong. Segera antarkan saja pada Rangga," hardik nya.

"Baik, Nona," ucap Mona dan bergegas meninggalkannya.

"Aku akan mengikat mu selamanya Rangga," gumam nya kesal dan tersenyum licik.

Rangga langsung meminum teh nya secara berangsur. Ia kemudian merebahkan tubuhnya dan mulai terpejam.

Tias menanti efek obat perangsang itu di luar kamar. Perlahan Rangga pun merasakan sesuatu yang terasa aneh. Ia merasa sangat ingin bercinta dan menginginkan Naya. Ia memijat tengkuk nya dan melepaskan kemeja yang masih ia pakai saat pulang dari kantor tadi, "Kenapa tiba-tiba aku ingin?" tanyanya.

Tias pun masuk kedalam kamarnya seraya melepaskan rompi baju tidurnya. Rangga terpikat seketika dan ia pun turun dari ranjang mendekatinya.

"Kamu kenapa, Pa? Apa mau aku pijit? Kamu terlihat lelah," tanya Tias mendesah.

Rangga menjadi terangsang dan merasa tak tahan. Ia memutuskan untuk melakukannya dengan wanita itu.

Rangga menciumnya dan melepaskan baju tidur Tias dan melakukan percintaan dengan posisi berdiri lalu berlanjut di atas lantai. Rangga begitu bersemangat hingga Tias mendesah berkali-kali memintanya untuk pelan-pelan. Tetapi Rangga tak peduli bahkan kian bergairah dengan desahan Tias.

Setelah puas bercinta Rangga masuk kedalam kamar mandi dan membasuh wajahnya. Ia menatap dirinya di cermin dan sedikit menyesal telah menggauli Tias.

Tias naik keatas ranjang dan menyelimuti dirinya sebatas dada. Rangga mendekat dengan wajah datar dan tidur di sampingnya.

"Peluk, Pa," rengek Tias manja.

"Sudah terlalu malam. Tidurlah," ucapnya dan tidur membelakangi Tias.

"Kamu kenapa sih, Pa? Kamu menyesal melakukannya denganku?" tanya Tias kesal. "Aku sudah memuaskan mu dan kini ini balasan yang ku terima?!"

Rangga mengangkat bantal yang ia tiduri dan menutup telinganya. Tias pun murka dan menangis terisak, "Kamu tak pernah menghargai ku. Selama ini semua yang ku lakukan hanya ingin menyenangkan mu! Apa aku perlu meregang nyawa agar hatimu dapat melihat seberapa besar rasa cintaku?!"

Rangga tak menggubris dan tetap pada posisinya. Tias tak menyerah dan memeluknya dari belakang. "Pa! Tolong jangan begini! Lihat aku! Aku sangat mencintaimu! Jangan marah lagi!"

Rangga iba dan ia pun memutuskan untuk berbalik. Tias langsung memeluknya dan menidurkan kepalanya pada dada kekar Rangga.

...................

Saat suara burung pipit terdengar berkicau nyaring Tias terbangun dan tak mendapati Rangga. Ia duduk dan menatap ke sekeliling dengan mata menyipit. Ia pun turun dari ranjang dan segera mengenakan kembali baju tidurnya semalam yang tergeletak di atas lantai lalu keluar dari kamar itu menuju kamarnya.

Rangga sengaja keluar subuh buta untuk menyambangi Naya . Setelah ia sampai lagi-lagi ia bertemu dengan Nirwan. Rangga duduk tak jauh darinya di ruang tamu menunggu kehadiran Naya. Keduanya hanya terdiam kaku berpura-pura sibuk dengan ponsel masing-masing.

"Hei" sapa Naya saat keluar dari kamarnya.

Rangga bangkit bersamaan dengan Nirwan. Naya pun mendekat pada keduanya, "Aku pikir Mas tak datang karena semalam Mas sudah datang."

"Aku rindu padamu dan menyempatkan kemari sebelum sarapan."

Naya berkedip dan tersenyum.

"Jadi jalan-jalan pagi?" sela Nirwan. "Sebaiknya kita segera berangkat sebelum matahari terlihat."

"Kamu akan keluar bersamanya?" tanya Rangga ketus.

Naya kebingungan dan berbicara terlebih dahulu dengan Rangga, "Iya, Mas. Aku sudah janji."

"Tadinya aku ingin memakan kue hangat buatan mu itu sebabnya aku buru-buru kemari," kilah Rangga cemburu.

Naya menjadi serba salah.

"Jadi, Nay?" tanya Nirwan

Naya berpikir sejenak, "Kalau begitu aku akan buatkan dulu sebentar saja kue untuk Mas Rangga setelah itu kita pergi. Tak apa kan, Kak?"

Nirwan mendesah kecewa. "Baik, aku tunggu."

Rangga menatapnya tajam. Ia takkan membiarkan Naya dekat dengan pria itu.

Usai Naya membuat kue serabi untuk Rangga, Rangga meminta Naya menemaninya hingga kue itu habis. Nirwan sudah kesal bukan main. Dengan perasaan marah yang memuncak akhirnya ia sedikit memaksa Naya, "Ayo, Nay. Aku sudah lapar ingin makan nasi bungkus di pinggir jalan. Kita joging sekarang."

Naya sudah benar-benar tak enak hati dan memutuskan untuk pergi meninggalkan Rangga, "Mas bisa aku tinggal? Atau Mas mau kue nya aku bungkus?"

"Sebentar lagi. Ini juga akan segera habis. Tinggal setengah piring."

"Ya sudah lah, Nay. Nanti sore saja kita joging. Aku pamit dulu," ucap Nirwan dan langsung berlalu.

Naya sungguh menyesal. Tetapi ia memang tak mungkin meninggalkan Rangga.

Senyum sinis Rangga mengembang karena merasa puas. Dengan cepat ia menghabiskan kue itu.

"Kok bisa cepat begini?" batin Naya. "Barusan pas ada Kak Nirwan Mas Rangga makannya lambat begitu?"

"Aku pulang dulu, Sayang," ucap Rangga dan bangkit. "Jika ada yang kamu butuhkan segera hubungi aku." Ia mengecup kening Naya.

Naya mengantarnya sampai gerbang. Ayah Naya menatap putrinya dari dalam rumah dan mulai tak menyukai kedekatan Naya dengan Rangga, karena bagaimanapun mereka sudah resmi bercerai dan Rangga sudah tak berhak lagi atas diri Naya.

......................

Rangga tengah menyusun rencana untuk memasukkan Naya kembali kedalam rumahnya. "Hanya itu yang bisa aku lakukan agar Naya bisa kembali padaku." Ia sudah ketakutan dengan tindakan Nirwan yang terlihat jelas menyukai Naya. Ia pun menyantap makanannya kembali lalu setelah itu ia mendatangi kantor Ilham.

"Ada yang penting?" tanya Ilham santai bersandar pada kursinya.

"Aku ingin Kakak menjadikan Naya sebagai pengasuh Sulaiman."

"Kenapa?" tanya Ilham terkejut.

"Aku ingin Naya kembali ke rumah kita."

Ilham tertegun, "Aku sesungguhnya sudah memikirkan itu sejak lama. Tetapi masih ada yang mengganjal karena dirimu. Aku tak mau ada perselisihan antara kita hanya karena seorang wanita."

Rangga mengangguk, "Terimakasih karena Kakak bersedia membantu ku"

"Sama-sama."

Saat di dalam mobil keraguan Rangga dengan rencananya mulai menghantui nya karena nantinya Naya pasti akan sangat dekat dengan Ilham. Sama saja baginya Nirwan dengan Ilham. Tetapi setidaknya ia bisa dekat dan melihat sosok Naya. "Bismillah..." ucapnya dan menyalakan mesin mobilnya.

Bersambung....

1
maya ayu
si ilham duda yaa?? kok sulaiman sama mamahnya?? mreka udh hidup sendiri2 gitu?
febby fadila
kamu bakalan menyesal rangga
febby fadila
buat naya kuat thor... kasihan
febby fadila
kuat naya sabar... dan pergilah yg jauh
febby fadila
😭😭😭😭😭😭
febby fadila
astga sakit banget siii.... apa yg kamu lakukan akan menjadi bumerang buatmu rangga
febby fadila
astoge si ilham kok cemburu siii... hade jangan sampai ilham jd pembinor
febby fadila
ya bgtlah klw kita yg miskin menikah dgn horang kaya
febby fadila
nggak sopan banget si rangga nggak ada etikax sèdikit
Iluhwid Ajha
aku ikut mewekkk😭😭
Afternoon Honey
rangga kamu bodoh 👎
maju ilham lindungi naya
Afternoon Honey
nyeselkan kamu rangga....
Afternoon Honey
Hmmmm berasa sinetron di TV ikan terbang 😅😅😅
Afternoon Honey
nah baru sadar kamu rangga, 😡
Afternoon Honey
duh kecewa nih jadinya saya 😣😣😣
Afternoon Honey
Tias si pelakor...
Afternoon Honey
hhhmmmm ada yg ngak kuat iman dan imim...
Afternoon Honey
naya kamu polos banget...
Afternoon Honey
wah dapat 🚗🚐🚘
Afternoon Honey
eh siapa nih sabila 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!