NovelToon NovelToon
Stranger From Nowhere

Stranger From Nowhere

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Petualangan / Roh Supernatural / Horor / Dokter Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: juskelapa

(Buku ini sedang direvisi penulis untuk pengalaman membaca lebih baik)

*****

Shena yang baru ditinggal menikah oleh pacarnya pergi ke Afrika Selatan untuk bersafari menghibur diri. Dalam perjalanan, Shena satu pesawat dengan seorang dokter bedah tampan yang akan melamar pacarnya yang juga seorang dokter dan bekerja di Afrika.

Malangnya, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan dan mendarat darurat di hutan belantara sesaat sebelum mereka tiba di Johannesburg.

Firza, sang dokter bedah berhasil membawa Shena keluar dari pesawat.

Dan di tengah kekacauan dan kesulitan mereka untuk bertahan hidup sambil menunggu bantuan, ternyata ada sosok makhluk yang mengintai mereka.

Akankah para penumpang yang selamat berhasil bertahan hidup?
Mampukah Shena bertahan dari makhluk hutan dan pesona Firza yang telah memiliki pacar?


Originally Story by juskelapa
Insta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juskelapa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Persiapan

1 bulan sejak kepulangan Shena ke Jakarta

Shena duduk di sebuah kursi yang bersanding dengan meja bulat kecil. Kursi itu terletak di depan sebuah jendela di teras sebuah bangunan rumah klasik yang berukuran lumayan besar.

Halaman rumah itu ditumbuhi dua batang pohon yang batangnya dijalari oleh tanaman benalu berdaun lebar. Rumput gajah memenuhi halaman itu tampak rapi baru dipotong. Sore itu aroma rumput sehabis hujan menyeruak di udara.

Di hadapan Shena tersaji secangkir teh dan sepiring french fries. Ia mengenakan sweater oversize berwarna putih bergambar Mickey Mouse, celana hitam yang bagian mata kakinya terlipat dan sepasang sepatu Converse tanpa kaus kaki yang bagian belakangnya diinjak begitu saja.

Wanita itu terlihat sibuk mencatat sesuatu di dalam jurnalnya dengan mengenakan kacamata silindris yang sering digunakannya saat sedang bekerja.

Shena telah menemukan sebuah rumah yang cocok untuk usaha coffee shop-nya. Rumah itu adalah sebuah bangunan yang sudah sering dilewatinya setiap dia pergi ke kantor dulu.

Shena telah berunding dan berkonsultasi bersama mas Dimas sebelum akhirnya memutuskan untuk menyewa rumah itu selama lima tahun. Untuk membelinya, Shena belum sanggup karena tabungannya belum banyak sampai ia mampu membeli sebuah rumah di Jakarta.

Sang pemilik memberikan harga sewa yang cukup murah pada Shena karena pertimbangan ia akan menyewa cukup lama. Disertai sebuah janji bahwa ia akan memperpanjang sewa jika usahanya itu berjalan lancar.

Shena juga tahu kalau pemilik bangunan akan lebih suka jika rumahnya disewa, dibersihkan dan direnovasi menjadi sebuah coffee shop. Sebagai seorang pemilik bangunan, si empunya pasti merasa lebih diuntungkan ketimbang membiarkan bangunannya terlantar begitu saja.

Shena lumayan jago jika bernegosiasi soal uang. Dia harus meyakinkan dirinya bahwa uang yang dikeluarkannya tak akan sia-sia.

Sebelum menandatangani perjanjian sewa-menyewa Shena, kak Shinta dan mas Dimas pergi berkeliling di sekitar daerah itu, mencari dan memasuki coffee shop pesaing. Mereka juga menghitung jarak antara satu coffee shop dan coffee shop lainnya.

Dengan mempertimbangkan jika bangunan yang akan mereka sewa hanya berada satu blok di belakang jalan utama yang di penuhi jajaran perkantoran dan sebuah sekolah tinggi, mas Dimas setuju Shena menyewa rumah itu.

Dan dalam kurun waktu dua minggu saja, rumah itu telah benar-benar berubah menjadi sebuah coffee shop homey yang bertemakan nature seperti konsep franchise yang diusung oleh coffee shop mas Dimas.

Sekarang Shena sedang sibuk mencatat seluruh pengeluarannya. Dia telah menghabiskan hampir seluruh tabungannya, tapi ia masih bisa bernafas lega mengingat 'uang syok' dari maskapai belum diterimanya.

Pihak perwakilan maskapai yang berada di Jakarta mengatakan akan segera memberinya kabar jika sudah bisa dilakukan pencairan. Shena hanya tinggal menunggu dengan sabar dan menyimpan berkasnya baik-baik untuk keperluan administrasi.

Coffee shop itu belum melakukan soft opening, Shena masih harus melakukan final touch dan kesiapan sumber daya manusia yang dirasanya masih kurang.

Saat ini Shena baru memiliki seorang barista asal Sumatera bernama Fajar. Fajar adalah seorang pemuda yang baru berusia 23 tahun berambut sebahu yang sering dikuncir menyerupai ekor tikus karena rambutnya yang tipis, tamatan dari sebuah SMK di Medan jurusan tataboga dan mengambil pendidikan sebagai barista di Jakarta.

Pengalaman Fajar bekerja sebelumnya adalah sebagai asisten barista di lounge sebuah hotel bintang tiga di Jakarta. Shena diperkenalkan kepada Fajar melalui Barista yang saat ini bekerja di coffee shop mas Dimas.

Saat Shena menanyakan kepada Fajar soal alasan kenapa dia mengundurkan diri dari tempatnya bekerja dulu, Fajar mengatakan dia terlalu lelah dengan sistem shift yang terbagi tiga di hotel tersebut. Pemuda itu memiliki rencana akan mengambil pendidikan barista profesional yang lebih tinggi tingkatannya. Dan waktunya bersekolah haruslah di pagi hari. Shift hotel tempatnya bekerja dulu, tak mendukung hal itu.

Sehingga saat ia mendapat tawaran menjadi barista di sebuah coffee shop yang sedang merintis, Fajar merasa tertantang dan juga sangat bahagia. Sangat bahagia karena si pemilik coffee shop memberikannya sebuah kamar di bagian belakang rumah sebagai tempat tinggalnya. Firza menghemat biaya kos dan bekerja di dunia yang dicintainya. Di mana lagi dia mencari hal seperti itu pikirnya.

Dalam sekejap saja, Shena dan Fajar menjadi akrab. Shena menyebut Fajar sebagai anak indie tulen karena sering berbicara tentang semesta dan senja. Dan tentu saja Fajar sangat suka berpuisi.

Saking indie-nya Fajar, Shena menyebutkan kalau airmata, keringat dan darah Fajar pasti mengandung kopi. Fajar selalu melengos tiap Shena mengatakan itu. Sudah dua minggu Fajar berada di sana untuk membantu Shena membereskan hal yang dirasanya masih kurang.

Sore itu mas Dimas dan kak Shinta baru saja pulang. Dan Shiro masih terparkir di halaman berbatu rumah menunggu majikan labilnya. Fajar keluar sambil memegang secangkir kopi dengan asap yang masih mengepul.

Kemudian pemuda itu duduk di hadapan Shena yang masih menunduk menghadapi lembaran bon yang sedang di hitungnya. Fajar menatap Shiro yang sepertinya tampak kedinginan setelah baru saja diguyur hujan.

"Kak, gak kasian kau nengok Shiro kedinginan kek gitu?" Fajar berbicara sambil meniup-niup kopi sambil sesekali menghirupnya.

"Cicing atuh Jar... ribut waè" Shena bahkan tidak mengangkat wajahnya. Shena hanya menyuruh barista mudanya itu untuk diam.

"Kak cemana kalo besok kakak belikan daun-daun ijo dari plastik yang menjalar-jalar gitu. Kurasa kurang dapat kesan nature di atas mesin kopiku itu. Kalo ada nanti yang moto-moto aku dari jauh, kurang aesthetic nanti jadinya." Fajar masih mencoba mengajak Shena bicara.

"Iya, ntar gua beli." Shena menjawab masih belum mengangkat wajahnya.

"Jadi kapan waiter dan waitress yang baru bakal masuk? Dua orang, 'kan Kak? Satu cewek, satu cowok? Yang cantikla kau pilih waitress-nya Kak, biar makin semangat aku kerja." Fajar tampak bersemangat tapi kemudian langsung lemas saat mendengar jawaban Shena,

"Enggaak.... Gua harus tetap jadi yang paling cantik di sini." Shena belum melihat ke arah Fajar.

Saat sore-sore berdua melakukan percakapan random sambil ngopi atau ngeteh sudah sering mereka lewatkan.

Shena sudah bercerita kepada Fajar soal pria yang dianggapnya bagai dari negeri dongeng. Dari mulai menceritakan Firza dengan wajah sendu dan berurai airmata hingga sekarang Shena mampu bercerita tentang Firza dengan wajah yang lebih riang.

Ceritanya tak banyak, malah bisa dibilang itu-itu saja. Shena mengatakan kepada Kak Shinta dan Fajar bahwa dirinya sudah melepaskan pria itu dari pikirannya.

Tapi setiap tiba waktu-waktu tertentu, bibir Shena tak pernah luput menyebut nama pria itu. Shena mengatakan kepada Fajar bahwa dirinya belum cukup waktu untuk mengenal pria itu.

Shena belum tau makanan kesukaannya, warna favoritnya, lagu yang sering di dengarnya, apa hobinya dan masih banyak lagi.

Meski Fajar terkadang bosan mendengar nama Firza yang selalu disebut Shena setiap sore menjelang malam bagai mantra, tapi Fajar sesungguhnya mengasihani majikannya itu.

Dia tau majikannya itu kesepian, tiap wanita itu kesepian yang disebutnya pasti nama pria itu. Fajar yang belum pernah melihat orangnya, hanya bisa membayangkan Firza dari deskripsi yang diberikan Shena.

Tentu saja deskripsi yang diberikan Shena tidak bisa dipercaya sesungguhnya. Fajar berpikir, "Perempuan kalo udah jatuh cinta tak usah ditanya lebaynya kekmana. Ga ada jeleknya la pokoknya cowo itu di matanya. Itu la makanya ada sebutan cinta itu buta"

"Kak...." Fajar masih mencoba mengajak Shena berbicara.

"Naon deui?" Kali ini Shena sedang membuka ponselnya untuk menggunakan kalkulator.

"Ada abang-abang tinggi masuk ke halaman. Ganteng kali abang itu. Pake kemeja item...." Belum lagi Fajar selesai bicara Shena berbalik untuk menoleh ke arah pagar.

Dan Fajar mengatakan, "Tapi bohong.... hahaha. Aku dikacangin terus pulak dari tadi." Fajar berdiri hendak lari menghindar dari Shena yang dia tau akan segera menyiksa dirinya.

Tapi Fajar kalah cepat, Shena sudah menarik rambut ekor tikusnya.

"Kampreeet.... Jahat pisan biwirna! (Jahat banget mulutnya)"

...***...

...--oOo--...

1
Kerin Qodarina
kakk njuss sepertinya ada yg d rubah alur ceritanya yaa aku baca ulang lagi ini Ada yg beda 🤭
Uci Gibran
baca ulang lagi. jadi inget Tini Suketi 😂. bisa pingsan terus kamu tin kalau ikut
Anonim
Udah 10000 kali baca ga bosen2 ama ceritanya🤭
Tami Andriani
belum kerasa kehilangan tu bang pirja
Tami Andriani
hh... rindu emang gelap
Tami Andriani
risa terlalu seloww
Tami Andriani
sedihhhh
Tami Andriani
sabar mb shen
Tami Andriani
part sedih menurut q
Tami Andriani
selalu luar biasa karya kak njus... debest pokoknya
baca ini sudah ke 3 kalinya 😍😍
Tami Andriani
💪
kusgrisela
baru selesai baca yg kedua kalinya ,tapi kangen mereka dan pingin baca tambahan part nya
kusgrisela
aku baca ulang sudah yg ke 3 ini ,,,,gara" liat story' IG nya Njus jadi terlope lope sama kang pirja dan teh Shena lagi 😍😄
𝙌𝙤𝙧𝙞𝙨𝙮𝙖
bagus banget cerita nya,,bikin degdegan🤭
𝙌𝙤𝙧𝙞𝙨𝙮𝙖
tegang banget baca nya🤭
Alesha Binara
ini baca yang kesekian kian kian kali .. kakkk .. novel kakak ini . walaupun serem , komedi , romantis tetap aja bikin pembaca "kebawa"
sri wahyuni
sangat menarik
kejora
aku tuh dah baca Shena&Firza berkali-kali, tapi pas baca part ini mesti tetep nangis😭😭😭
kusgrisela
setelah sekian lama akhirnya baca lagi novel ini kangen sama seina dan mas farzah 😍
Chrisentia Irene
baca ke2xnya..njusss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!