NovelToon NovelToon
Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Idola sekolah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: IRISVEL

SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Penyusup di?

BAB 32: "PENYUSUP DI ZURICH & PERMAIJAN BARU"

Malam menyelimuti kota Zurich dengan suhu yang kian menusuk tulang. Dinding-dinding batu tua di sepanjang kawasan Altstadt (Kota Tua) tampak lengang, dilingkupi kabut tipis yang turun dari arah Danau Zurich. Di dalam apartemen studio mereka, lampu utama sengaja dimatikan, menyisakan pijar remang dari layar monitor laptop Kenzo yang terhubung melalui panggilan enkripsi jarak jauh.

Aira duduk di atas meja dapur dengan kedua kaki bersilangan. Dia mengenakan kaus hitam lengan panjang yang digulung hingga siku, sibuk mengasah pisau lipat taktis berbilah hitam yang dibawanya khusus dari Indonesia. Di sampingnya, Langit berdiri tegap menatap peta digital kota Zurich yang terpampang di dinding lewat proyektor mini.

"Gue udah melacak sinyal pemancar enkripsi yang dipakai faksi Veritas," suara Kenzo bergema dari speaker laptop. "Mereka menyewa sebuah gudang tua bekas pabrik tekstil di kawasan industri Industriequartier, sekitar lima kilometer dari apartemen kalian. Dari log data yang gue retas, mereka udah nemuin alamat kampus dan lokasi tempat tinggal kalian sejak dua hari lalu."

Aira menyunggingkan senyum miring yang dingin. Pisau di tangannya berputar lincah di antara jemarinya dengan presisi sempurna.

"Baguslah. Jadi kita gak perlu repot-repot muter-muter kota buat nyari sarang mereka."

"Langit, Ra," potong Galang dari sambungan yang sama. "Hati-hati. Faksi Veritas ini beda sama Black Cobra atau anak buah peninggalan Valerie. Pimpinan lapangan mereka bernama Viktor Vance—mantan komandan kontra-intelijen Eropa yang terkenal sadis dan menggunakan metode pertempuran asimetris."

Langit mengepalkan tangannya rapat. Matanya yang sehitam malam memancarkan aura membunuh yangamat pekat. "Viktor atau siapa pun dia... kalau berani melangkah satu senti aja ke kawasan apartemen ini, gue pastikan dia pulang dalam bentuk peti mati."

KLIK.

Tiba-tiba, seluruh aliran listrik di dalam apartemen padam total. Layar proyektor dan lampu indikator laptop mendadak mati. Suasana ruangan berubah menjadi gelap gulita.

Sistem pendingin udara berhenti berembus, menyisakan keheningan yang sangat Mencekam.

Aira dan Langit tidak panik. Insting bertarung yang terasah lewat puluhan pertempuran berdarah di Jakarta membuat tubuh mereka refleks bergerak bersamaan dalam hitungan milidetik. Langit menarik Aira ke balik dinding pembatas dapur yang tebal, sementara Aira menggenggam pisau taktisnya dengan posisi siap menusuk.

SREK... SREK...

Dari arah pintu balkon kaca luar, suara gesekan sepatu boots beradu dengan besi lantai balkon terdengar sangat halus. Dua siluet tubuh tinggi tegap berpakaian serba hitam dengan kacamata night-vision menerobos masuk setelah membobol kunci kaca secara senyap. Senjata peredam suara di tangan mereka mengarah lurus ke area tempat tidur.

"Target tidak ada di tempat tidur," bisik salah satu penyusup berbahasa Jerman dengan nada dingin melalui radio internal.

"Cari di area dapur," balas penyusup kedua.

Namun, sebelum langkah kaki penyusup kedua

menyentuh ubin dapur—

BAM!

Langit menerjang keluar dari balik kegelapan bagaikan pemangsa malam! Tangan besarnya mencengkeram leher penyusup pertama, menghantamkan tubuh pria berbadan kekar itu ke dinding marmer dengan kekuatan murni yang luar biasa hingga senjatanya terlempar ke lantai!

Penyusup kedua refleks mengarahkan laras senjatanya ke arah Langit, namun Aira melompat lincah dari atas meja dapur!

TRANG!

Bilah pisau taktis Aira menyabet pergelangan tangan penyusup kedua, memotong tali senjatanya hingga jatuh. Tanpa memberi jeda bernapas, Aira mendaratkan tendangan memutar (spin kick) berkekuatan penuh tepat di rahang pria itu!

BUAK!

Penyusup kedua terlempar menabrak meja makan, meringis kesakitan dengan darah mengucur dari mulutnya. Dia mencoba meraih pistol cadangan di pahanya, tapi Aira sudah lebih cepat menjejalkan ujung boots-nya tepat di tenggorokan pria itu, menguncinya tanpa celah.

"Kroco suruhan Viktor Vance, huh?" ledek Aira dengan nada savage yang dingin di tengah kegelapan malam. "Kalian datang ke tempat yang salah, Bule!"

Sementara itu, Langit sudah membuat penyusup pertama pingsan tak sadarkan diri setelah mematahkan pergelangan tangannya dan menghantamkan kepalanya ke lantai. Langit melangkah mendekati Aira dan penyusup kedua, mengambil pistol peredam suara yang tergeletak di lantai lalu mengarahkannya tepat ke pelipis pria tersebut.

"Bicara," desis Langit, suaranya sarat akan ancaman mematikan yang membekukan darah.

"Di mana Viktor Vance sekarang?"

Pria yang terkunci di bawah boots Aira menyunggingkan senyum menyeringai bersimbah darah. "Kalian... kalian sudah terlambat... Viktor tidak ada di Zurich... Dia sedang menuju..."

BZZZZT!

Radio komunikasi di dada penyusup itu mendadak menyala otomatis. Suara berat berwibawa dengan aksen Eropa Timur bergema dari speaker kecil radio tersebut.

"Kerja yang bagus karena berhasil melumpuhkan tim intai saya, Aira Shena... Langit Adhitama," kata suara Viktor Vance dari balik radio. "Tapi kalian pikir penyusupan ini untuk membunuh kalian malam ini? Salah besar."

Aira menyipitkan matanya, menginjak dada penyusup itu lebih keras. "Mau main tebak-tebakan apa lu, Pak Tua?

"Sementara kalian sibuk mengurus dua prajurit saya di Zurich..." lanjut Viktor dengan tawa dingin yang penuh kemenangan. "...tim utama Veritas saat ini sudah berada di penerbangan menuju Jakarta. Target kami bukan kalian di Eropa... tapi seluruh sahabat kalian di Averus. Bimo, Kenzo, Galang... mereka semua akan membayar kekalahan Bramantara Adhitama!"

TUT... TUT... TUT...

Sambungan radio terputus.

Atmosfer di dalam apartemen yang gelap mendadak membeku seketika.

Langit mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya berbunyi nyaring, rahangnya mengeras penuh amarah yang membara. Viktor Vance memanfaatkan keberadaan mereka di Swiss untuk memancing fokus mereka, sementara ancaman sesungguhnya diarahkan kembali ke tanah air—mengejar teman-teman tercinta mereka!

Aira melangkah mendekati Langit, mencengkeram kerah jaket cowok itu untuk mengunci pandangan mereka berdua di tengah remang malam. Tidak ada raut panik di wajah Aira, hanya ada kilatan mata savage yang paling mengerikan dan haus darah.

"Kemasi barang-barang kita, Kanebo," kata Aira dengan suara yang begitu tenang namun mematikan. "Kita balik ke Jakarta malam ini juga. Kita bantai Viktor Vance dan seluruh faksi Veritas di rumah kita sendiri!"

see you next bab 33

jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini

1
Ainun Tea
akhh lgi seru2 nya harus nunggu besok baru bisa ke buka
Ainun Tea
lanjut
Ainun Tea
bahagi terus lanjut
Ainun Tea
lanjut seru bangettt
Ainun Tea
harus nunggu lgi bab 24
Ainun Tea
semangatt aira ku synk
Ainun Tea
sumpah seru banget
PengGeng EN SifHa
kenapa si shamena shena nanana di juluki CEWEK TRANSMIGRAN thoor ?

dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?
PengGeng EN SifHa
alur cerita yg sulit dijabarkan,akan tetapi sangat seru dimana jiwa muda yg penuh tantangan...dimana dunia nyata saja sudah seru & ini dunia fana + seru lagi dengan logika yg begitu badas.
PengGeng EN SifHa
gedebak gedebig dar der dor kembang api to raa ??🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!