NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

"Pagi sayang" sapa Luca

 

"Pagi. Ini dokumen yang kamu minta"

"Oke, terimakasih. Ini akan di proses hari ini"

"Hari ini?"
"Iya untuk mendaftarkan di sipil, lalu kamu bisa memilih hari kapan kamu ingin melangsungkan pernikahan"

 

Dinzy masih terpaku mendengar jawaban Luca, seperti mimpi dan ia benar-benar tidak percaya.

 

"Setelah urusan sipil selesai, kita ke panti asuhan tempat kamu dibesarkan. Aku akan meminta izin mereka untuk menikahi kamu"

 

Dinzy seketika memeluk Luca dengan erat, dan membuat Luca begitu terkejut. Ia memahami perasaan Dinzy, tapi Luca tidak menyangka jika kalimat sederhana itu tetap menyentuh sisi sensitif Dinzy.

 

"Sayang... " ucap Luca sambil menenangkan Dinzy yang sedang menangis.

 

"Kalau kamu belum siap untuk bertemu mereka, kita bisa menunda" lanjut Luca

 

"Aku siap" jawab Dinzy

 

Luca mengusap air mata Dinzy, kemudian meyakinkan Dinzy kalau semua akan baik-baik saja.

 

Berbeda dengan Luca yang tengah berbahagia, Alvin masih berusaha mencari tahu tentang Dinzy. Ia tidak bisa melupakan Dinzy begitu saja, dan tentu saja Alvin tidak ingin melewatkan apa yang sudah menarik perhatiannya.

 

"Sudah ada info?" tanya Alvin kepada sekretarisnya

 

"Menurut info, Dinzy dan Pak Luca memiliki hubungan Pak"

"Hubungan?"

"Benar Pak, hampir setiap hari Pak Luca mengantar dan menjemput Dinzy"

"Oke, terimakasih"

"Permisi Pak"

 

Setelah sekretraris Alvin keluar dari ruangannya, Alvin terlihat kesal. Wanita yang ia inginkan ternyata sudah menjadi milik orang lain.

 

Sementara di kantor, Dinzy sedang bekerja seperti biasanya. Meja yang tadinya kosong karena Siska di paksa mengundurkan diri, kini di tempati oleh seorang staff baru.

 

Tidak ada yang terlihat akrab dengan staff baru tersebut, bahkan Maya dan Hendra juga tidak.

 

"Din, mau makan siang bareng?" tanya Maya

 

"Boleh Mbak, Mbak Maya udah selesai?"

"Belum sih, tunggu ya"

"Oke Mbak"

 

"Eh kamu bukannya anak baru juga?" tanya Moza

 

"Iya Mbak" jawab Dinzy

 

"Bisa saling bantu dong kita?"
"Bantu apa?"

"Ini, bisa bantu aku gak?"

"Mungkin nanti Mbak, ini jam istirahat"

"Yah, kalau nanti sih mending aku kerjakan sendiri"

 

"Kerjain aja sendiri, itu kan kerjaan kamu" jawab Maya ketus

 

Maya menarik tangan Dinzy, kemudian mereka meninggalkan ruangan kerja dan segera memilih tempat dimana mereka ingin makan.

 

"Din, kayaknya dia gak baik. Jauhi dan jangan dibantu apapun" ucap Maya

 

"Iya Mba"

"Beneran ini"

"Iya Mbak Maya, aku juga agak gimana dengar dia ngomong"

"Jangan takut menolak, oke?"
"Siap Mbak"

 

Dinzy dan Maya sebelumnya memang akrab, tapi tidak seakrab saat ia bersama Siska. Namun Siska pernah bilang, jika Maya adalah orang yang baik.

 

Meskipun tidak ada Siska, Dinzy masih memiliki Maya di kantor. Bukan hanya sebagai senior, namun juga sebagai teman yang baik untuknya.

 

"Gimana perkembangan hubungan kamu sama Pak Luca?" tanya Maya

 

"Baik-baik aja sih Mbak, aku harap terus baik"

"Aku juga harapannya gitu. Kamu jangan lelah memaksa diri kamu ya gimana caranya hubungan ini harus berhasil"

"Oke boss"

 

"Kamu tahu Pak Alvin gak?"

"Gak begitu tahu, tapi kemarin waktu meeting ada beliau Mbak. Ada apa ya?"

"Sekretarisnya Pak Alvin kemarin cari informasi tentang kamu. Hendra yang bilang"

"Kenapa Mbak?"
"Gak tahu, tapi Pak Alvin terkenal buaya, jadi hati-hati aja. Jangan sampai karena Pak Alvin, Pak Luca jadi salah paham"

"Makasih ya Mbak informasinya"

"Sama-sama Dinzy"

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!