NovelToon NovelToon
Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Adera mencintai Ezra selama dua tahun, tapi cintanya diremehkan dan ditolak mentah-mentah. Saat hatinya mati dan ia memilih fokus pada diri sendiri, Ezra justru menyesal dan panik.

Namun terlambat, karena kini hadir Damar pria yang jauh lebih sempurna yang ternyata adalah calon suaminya.

Akankah Damar mampu menghidupkan kembali rasa cinta Adera yang bertekad untuk tidak jatuh cinta lagi?

Simak kisah cinta mereka bertiga, di novel ini akan disuguhi komedi yang lucu agar tidak terlalu mengantuk ketika membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Matahari baru saja mulai menyelinap memancarkan cahayanya yang redup, menandakan hari masih sangat pagi. Suasana di dalam ruangan rawat inap terasa hening dan tenang, hanya terdengar suara detak jam dinding dan suara mesin monitor yang berdetak teratur.

Adera yang semalam begadang dan menahan rasa lelah luar biasa, masih terlelap pulas di sofa empuk yang ada di sudut ruangan. Matanya terpejam nyenyak, wajahnya terlihat damai dan polos, seolah sedang menikmati tidur terbaiknya setelah hari yang begitu melelahkan dan penuh drama. Tubuhnya meringkuk di bawah selimut tipis, terlihat sangat damai.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama.

Terdengar suara langkah kaki yang pelan namun jelas terdengar di koridor sepi, disusul dengan ketukan halus di pintu.

Ting!

Pintu ruangan terbuka sedikit, dan masuklah seorang kurir atau petugas khusus yang membawa beberapa kantong kertas berisi makanan serta kotak-kotak cantik yang tertata rapi.

"Maaf Nona, saya ingin mengantarkan paket ini kepada Nona Adera," ujar petugas tersebut dengan suara rendah agar tidak berisik, sambil meletakkan barang-barang itu di atas meja dengan hati-hati.

"Hah? Paket... ini dari siapa?!" seru Nindy yang kebetulan baru saja bangun dan melihatnya, pelan namun penuh kaget.

"Dari Dokter Damar, Nona. Saya permisi dulu," jawab petugas itu singkat lalu segera undur diri dan menutup pintu kembali.

Nindy yang penasaran segera mendekat dan membuka satu per satu bungkusan itu. Matanya makin membesar takjub, mulutnya sedikit terbuka melihat isinya.

Isinya bukan cuma sarapan biasa. Ada aneka roti gandum premium yang masih hangat, jus buah segar yang baru diperas, susu hangat, kue-kue manis yang terlihat mewah, hingga berbagai macam snack dan camilan enak yang tertata rapi dan sangat menggugah selera. Bahkan ada sebuah kertas catatan kecil yang ditulis tangan dengan tulisan rapi dan tegas:

~Untuk Adera dan keluarga Nindy. Jangan lupa sarapan ya. Semangat~ by Damar.

"Gila... ini belum jam 6 pagi lho! Orang-orang di rumah sakit bahkan banyak yang belum pada bangun, tapi dia sudah menyiapkan makanan selengkap dan semewah ini," batin Nindy takjub sekaligus gemas.

Ia sadar betul, Damar bukan cuma sekadar perhatian, tapi dia super perhatian! Bahkan saat pagi buta begini, pikirannya sudah melayang ke sini, memikirkan mereka, memikirkan Adera supaya tidak kelaparan atau kekurangan gizi saat menjaga orang sakit. Sungguh tindakan yang sederhana tapi sangat bermakna besar.

Melihat sahabatnya yang masih tidur pulas sambil memeluk bantal, wajahnya terlihat sangat lelah, Nindy langsung punya ide. Ia tidak mau Adera ketinggalan momen manis dan kejutan hangat ini.

Nindy berjalan mendekat dengan langkah pelan, lalu menggoyangkan pelan bahu Adera agar terbangun.

"Dera... Deraaa... bangun dong Dera!" panggil Nindy pelan tapi bersemangat, suaranya terdengar ceria.

"Apaan sih Nin... masih pagi banget... ngantuk..." gumam Adera sambil membenamkan wajahnya lebih dalam ke dalam selimut, matanya masih terpejam kuat, masih setengah sadar dan belum siap berpisah dengan mimpinya.

"Udah ah jangan tidur terus! Lo harus bangun sekarang juga! Coba liat tuh di meja... ada kejutan manis dari seseorang!" celetuk Nindy sambil tersenyum menggoda lebar. "Katanya sih kiriman dari Dokter Damar lho! Banyak banget makanannya, mewah lagi, lengkap banget pokoknya!"

Mendengar nama Damar dan kata kiriman, seketika mata Adera terbuka lebar lebar! Kantuknya yang sedari tadi menguasai diri seketika hilang terbawa angin!

Ia langsung bangun duduk dengan gerakan cepat, matanya menatap nanar ke arah meja yang penuh dengan makanan dan kotak-kotak itu.

"Hah?! Apa?! Damar kirim apa?!" seru Adera kaget bukan main, suaranya sedikit meninggi karena syok.

"Tuh liat sendiri deh, makanan semua. Banyak banget. Takut kekasih hatinya kelaparan kali ya makanya dikirimin segambreng," ujar Nindy sambil terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya.

Adera tanpa menunggu lama segera menghampiri meja itu dan melihat makanan yang dikirim oleh Damar.

Ia benar-benar tidak menyangka jika makanannya begitu banyak, sangat lengkap, dan terlihat sangat premium serta mahal. Semuanya terlihat segar dan enak.

"Ini jam berapa sih Nin? Kok dia sudah kirim makanan segini banyak?" tanya Adera masih setengah tidak percaya sambil melirik jam dinding.

"Masih pagi banget Der, belum jam 6 lho! Mama gue bahkan belum bangun, masih tidur nyenyak di sana," jawab Nindy sambil menunjuk ke arah ibu mereka yang masih beristirahat.

 

Meskipun Adera sudah memberikan nomor ponselnya kepada Damar, namun kenyataannya Damar jarang sekali menelpon bahkan mengirim pesan singkat.

Terkadang Adera sempat merasa sedikit kecewa atau sering kali tanpa sadar ia selalu mengecek layar ponselnya, menunggu notifikasi yang tak kunjung muncul, menunggu nama itu terpampang di layarnya. Namun perasaan itu selalu ia usir cepat, ia selalu berusaha mengerti dan memaklumi keadaan pria itu.

Namun Adera memahami sepenuhnya, itu karena bagaimanapun juga Damar adalah orang yang sangat sibuk, orang yang sangat penting dan memiliki segudang tanggung jawab.

Sebagai Direktur Utama sekaligus dokter bedah yang sangat ahli dan tersohor, waktunya memang sangat terbatas dan sangat berharga. Pikirannya pasti penuh dengan jadwal operasi yang panjang, rapat-rapat penting, dan tanggung jawab besar lainnya yang membutuhkan konsentrasi penuh.

Tapi melihat bukti perhatian seperti ini... kiriman makanan di pagi buta, perhatian pada detail kecil... Adera sadar, bahwa meski tak banyak bicara atau mengirim pesan, Damar selalu punya cara sendiri untuk membuatnya merasa diperhatikan dan disayang setiap saat. Hati gadis itu terasa hangat membara melihat usaha pria itu.

1
Perempuan
Alurnya bagus, gak menoton. Ada lucu²nya. Semangat update ya Thor biar pembaca tetap ingat alur ceritanya
Perempuan
lanjut Thor 👍👍
Alvi
bagus . semangat terus 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!