NovelToon NovelToon
Purnama Tertutup Mega

Purnama Tertutup Mega

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Janda / Selingkuh
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Aku sibuk mengurus ibumu di atas pembaringan, sedangkan kamu sibuk menggoyang bosmu yang haus belaian. -Wulan-

Seperti cahaya purnama yang tertutup mega, semua kebaikan dan juga bakti yang sudah diberikan oleh Wulan untuk keluarganya sama sekali tak nampak di mata Awan. Wulan yang sudah dengan sabar merawat sang mertua yang lumpuh karena stroke di sela-sela kewajibannya menjadi seorang ibu muda sampai membuat wanita itu tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri tidak lantas membuat wanita itu mendapatkan balasan kesetiaan.

Wulan memilih untuk berpisah saat memergoki Awan berselingkuh. Wanita itu rela menjanda daripada batinnya selalu tersiksa karena Awan telah terpikat pada seorang janda kaya yang merupakan bos di tempat sang suami bekerja.

Lantas, bagaimanakah Wulan menjalani hari-harinya sebagai seorang janda? Dan bagaimana kehidupan Awan setelah kepergian Wulan? Apakah istri baru Awan bisa menjadi sosok istri dan menantu yang sempurna atau justru durhaka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTM 32. Terpesona

"Jadi seperti itu ceritanya Mas, mengapa aku bisa mengenal Wulan."

Di perjalanan menuju venue acara pertunangan Awan dan Mega, Langit menceritakan bagaimana awal perkenalannya dengan Wulan kepada Toni juga Risma. Sepasang suami-istri sama-sama menampakkan ekspresi yang begitu takjub. Cara kerja sebuah takdir yang bisa menyeret jalan hidup Wulan sampai di titik tertingginya.

"Jadi, sekarang kamu sudah menjadi salah satu team desainer di perusahaan garmen milik Pak Langit Lan?" tanya Risma memastikan sembari menoleh ke arah samping di mana Wulan duduk di sana.

Wulan menganggukkan kepala. "Betul Ris. Aku sangat bersyukur karena dewan direksi perusahaan Mas Langit menyetujui semua desain yang aku buat."

"Ya Tuhan... Aku sungguh bangga padamu Lan. Akhirnya mimpimu bisa terwujud."

"Terima kasih Ris. Setidaknya, sedikit passion yang aku miliki bermanfaat untuk keberlangsungan hidupku dan Bagas."

"Sungguh rencana Tuhan itu penuh dengan rahasia ya Lan. Ternyata Tuhan benar-benar sesempurna ini memberikan berkah untukmu setelah kamu melepaskan Awan," ucap Risma dengan mata yang berkaca-kaca.

"Betul sekali. Dan semua yang aku dapatkan adalah rezeki Bagas."

"Jika Awan tahu hidupmu saat ini berbalik seratus delapan puluh derajat seperti ini apa tidak semakin membuat Awan menyesal, Lan?" timpal Toni sembari mengendalikan setir kemudi.

"Entahlah Ton. Mau menyesal, mau tidak, itu semua tidak ada hubungannya denganku lagi. Karena saat ini aku dan mas Awan tidak memiliki hubungan apapun. Hanya sebatas dua orang yang dulu pernah jadi suami-istri."

"Tapi aku yakin, Awan akan menyesal pernah mencampakkanmu."

Suasana di dalam mobil kembali hening. Semua orang yang ada di mobil ini nampak larut dalam pikiran masing-masing. Wulan memang sengaja tidak mengajak Bagas, mengingat acara ini dilangsungkan di malam hari yang pastinya angin malam tidaklah baik untuk bayi. Apalagi acara Awan dilangsungkan di tempat terbuka sehingga Wulan memilih untuk menitipkan Bagas kepada Rahmi dan juga Sastro.

***

Pukul setengah delapan malam, langit gelap pekat, tetapi tidak kosong. Bintang nampak malu-malu muncul karena kalah terang dengan lampu-lampu taman yang sengaja ditata seperti galaksi buatan.

Seluruh Taman Anggrek Alana dibanjiri cahaya hangat. Bukan lampu sorot putih yang bikin silau, tapi lampu string kuning gantung yang direntang dari pohon flamboyan ke pohon flamboyan. Jatuhnya temaram, seperti kunang-kunang yang diam di atas kepala.

Di tiap sudut meja tamu, ada lilin kecil di dalam toples kaca. Apinya bergoyang terkena angin malam yang dingin menusuk. Udara malam 18 derajat, membuat bulu kuduk berdiri, tetapi juga membuat semua orang betah berlama-lama di luar ruangan.

Awan dan Mega nampak berdiri bersisihan di atas stage rendah setelah acara tukar cincin dilangsungkan. Senyum bahagia tidak luntur dari wajah mereka saat memberi salam kepada seluruh tamu undangan. Sepasang kekasih itu sangat bahagia karena pada akhirnya acara ini berjalan dengan lancar dan sempurna.

"Aku bahagia sekali Mas, akhirnya kita sudah resmi bertunangan. Setelah ini, akan aku persiapkan untuk acara pernikahan kita," bisik Mega dengan senyum yang tiada henti tersungging di bibir.

"Pokoknya aku serahkan semua kepadamu, Sayang. Aku yakin pilihan yang sesuai seleramu pasti akan sempurna seperti malam ini," puji Awan. Lelaki itu juga merasa takjub ketika melihat konsep acara ini, yang sungguh sangat sempurna sekali.

"Lihatlah, Tasya juga terlihat bahagia sekali di sana. Dia seperti merasakan kebahagiaan mamanya," ucap Mega seraya menunjuk ke arah Tasya yang tengah berlarian di sudut taman dan dijaga oleh pengasuhnya.

"Semoga aku bisa selalu membahagiakan Tasya, Sayang."

"Aku yakin kamu bisa Mas."

Ambar yang tengah berada di salah satu meja untuk mencicipi hidangan, mulai maju ke depan menghampiri sang kakak. Tak lupa, ia juga mendorong kursi roda milik sang ibu.

"Akhirnya tunangan juga. Setelah ini jangan lama-lama untuk segera menikah ya Mas. Aku sudah ingin sekali pindah ke rumah mbak Mega."

Mega hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Ambar. Ia memang memiliki rencana setelah menikah, ia akan memboyong keluarga Awan untuk tinggal di rumahnya.

"Tenang saja Mbar, sebentar lagi kalian akan tinggal di rumahku." Mega mendekat ke arah Marta yang duduk anteng di atas kursi rodanya. Ia tersenyum simpul sembari memegang jemari sang calon ibu mertua. "Besok tinggal di rumah Mega ya Bu. Di sana rumahnya jauh lebih besar dan banyak pelayan jadi semua kebutuhan Ibu bisa terpenuhi."

Marta tersenyum canggung karena baru kali ini ia bertemu secara langsung dengan Mega. Wanita paruh baya itu hanya mengangguk pelan. Entah mengapa berada di lingkaran orang kaya seperti ini membuatnya merasa rendah diri.

Mega, Awan, Ambar yang sedang mengobrol santai itu tiba-tiba obrolan mereka terhenti kala melihat rombongan tamu yang mulai memasuki venue. Empat orang yang dikenal baik oleh Awan.

"Wulan?"

Sepasang bola mata Awan terbelalak sempurna ketika melihat salah satu dari rombongan itu. Wulan, sang mantan istri. Dari tempatnya ia berdiri, Wulan terlihat begitu anggun dengan dress warna merah maroon dan heels warna senada. Rambutnya dicepol yang semakin menampakkan kesan elegan.

"Hah, itu mbak Wulan?" pekik Ambar yang juga tidak kalah terkejut dengan penampilan Wulan. "Gila... Sekarang dia cantik sekali Mas. Gaunnya juga bagus sekali. Terlihat mahal."

Mega yang mendengar sang adik ipar yang memuji penampilan Wulan hanya bisa mendengus kesal. Ia pun juga tiada henti menatap Wulan dari kejauhan.

"Isshhh.. Biasa saja kali. Penampilan seperti itu sangat pasaran dan tidak spesial sama sekali. Mengapa kamu sampai memuji seperti itu Mbar?"

"Tapi nampak beda sekali Mbak. Aura mbak Wulan seperti benar-benar muncul. Beda sama pas masih jadi istri Mas Awan."

"Ckkckkkk.. Biasa saja kali. Kenapa kamu heboh seperti itu sih?" kesal Mega.

Sesaat kemudian, rombongan Wulan tiba di depan stage. Satu persatu mereka memberikan selamat kepada pasangan ini.

"Selamat ya Mas. Semoga semua rencanmu berjalan lancar," ucap Wulan dengan tulus. Meskipun lelaki yang ia salami ini pernah menorehkan luka yang tak terperi, namun dengan tulus, Wulan mendoakan yang terbaik."

Awan menyambut uluran tangan Wulan. Sorot matanya tiada henti tertuju pada penampilan mantan istrinya ini.

Ya Tuhan... Ini benar Wulan? Mengapa sekarang dia berubah cantik seperti ini. Pakaiannya bagus, wajahnya dirias, dan tubuhnya juga jauh lebih berisi. Benar-benar berbeda jauh dari saat masih menjadi istriku dulu.

Begitu terkesimanya melihat penampilan Wulan yang begitu cantik, sampai-sampai membuat Awan seperti kehilangan kesadaran. Lelaki itu bahkan masih belum melepaskan tangannya dari Wulan.

"Mas, maksudmu apa sampai melongo melihat Wulan?" Mega menghempas tangan Awan yang membuat Awan terkesiap. "Lepas tanganmu!"

Awan hanya meringis sembari menggaruk ujung hidungnya yang tidak gatal. Kecantikan Wulan malam ini sungguh membuatnya seperti lupa daratan jika ada wanita lain yang tengah cemburu.

Mega menatap sinis wajah Wulan. Meskipun penampilan Wulan memang sangat berbeda, namun ia sama sekali tidak ingin memuji mantan istri calon suaminya ini.

"Kamu sengaja berdandan seperti ini untuk mencari perhatian mas Awan, Lan?" tuduh Mega.

Wulan tersenyum tipis. Sepertinya saat ini rasa cemburu memang sudah menguasai hati Mega.

"Memang kenapa kalau aku berdandan seperti ini?" tanya Wulan santai. "Apa kamu merasa takut?"

"Takut? Apa maksudmu?"

"Takut kalau mas Awan kembali terpikat pada pesonaku?" Wulan tergelak pelan saat melihat mata Mega yang sudah melotot. "Hati-hati. Dulu mas Awan pernah terpikat kepadamu karena merasa kamu jauh lebih cantik dariku. Itu semua tidak menutup kemungkinan jika hal itu akan menimpamu. Mas Awan kembali terpesona denganku dan meninggalkanmu."

Kedua bola mata Mega semakin terbelalak lebar. Wajahnya memancarkan amarah yang luar biasa. Apa yang dikatakan oleh Wulan seperti menjadi pemantik api emosi yang luar biasa.

"Sialan kamu, Lan!"

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua😍
sunaryati jarum
Ibumu sudah dapat karma, dan alasan meninggalkan kamu demi kesembuhan kakekmu,itu merupakan pengorbanan juga.Termasuk mengorbankan kamu yang harus diasuh nenekmu
falea sezi
lanjutt karma buat dewa mantep misahin. anak dari ibu-nya😒
sunaryati jarum
Semoga Langit bukan putra Bu Arimbi,jadi bisa menikah dengan Wulan
Laviolla
selamat membaca semua😍😍
Ayunda
ada gitu laki model kek gtu misahin anak SM ibunya
Lee Mba Young
gendeng berarti dewa, laki bejad. mau ibuk e gk mau anak. e. semoga dpt karma.
Laviolla
selamat membaca semua😍😍
Ayunda
ya kan Arimbi ibunya Wulan,nah langit sodaraan dong SM wulan
Laviolla: hayoo saudaraan enggak🤣🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Kok Wulan dibilang anak ibunya Langit
Laviolla: tunggu episode selanjutnya ya kak😂
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua... kita ke flashback dulu ya... untuk memecahkan teka-teki perihal siapa Wulan, Inah, Arimbi dan Langit... 😂😂
sunaryati jarum: Semoga Langit bukan putra kandung Bu Arumi,jadi bisa menikahi Wulan
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua😍
Hanindia
tuh kan terpesona.. nyesel kan lu wan??
Hanindia
awan siap2 terpesona lg sama wulan🤣🤣
Hanindia
badasss... wulan ternyata s3makin bersinar😍😍😍
Hanindia
awan.. lu bakalan syok liat penampilan baru wulan
sunaryati jarum
Ada orang semacam itu Ambar cuma sebagai penopang hidupnya,Ambar nanti segera blokir kartu kredit kamu jika ketahuan hilang,biar Reza tahu rasa
falea sezi
lanjut banyak🤭
Laviolla
selamat membaca semua
sunaryati jarum
Untuk apa pernikahan mewah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!