NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Takut Salah Paham

18:00

Vincent turun dari kendaraan yang sudah terparkir di basement. Dengan beberapa paper bag di tangan, laki-laki itu berjalan menuju unit apartment nya yang berada di lantai sembilan gedung tinggi itu. Wajahnya nampak cerah. Langkahnya yakin. Sebuah ekspresi yang akhir-akhir ini sering ia tampilkan tiap pulang kerja. Tak seperti dulu, selalu lesu dan malas.

Vincent masuk ke dalam lift. Berjajar dengan beberapa orang pengguna kotak raksasa itu. Bayangan disambut hangat dengan senyuman dan ucapan selamat datang oleh Alina, lalu makan malam dan dilanjut nonton film sambil ngobrol berdua dengan wanita itu sudah menari nari di pikirannya sejak tadi.

Vincent mempercepat langkahnya menuju unit apartment nya.

Ceklek...

Pintu dibuka. Sepi.

Vincent melangkahkan kakinya menuju ruang televisi. Tempat di mana Alina menghabiskan hari-harinya dengan malas malasan dan rebahan.

Tak ada orang di sana. Ia kemudian menuju dapur. Tapi kosong. Tak ada tanda-tanda aktivitas apapun.

Oh, mungkin sedang mandi. Pikirnya.

Vincent meletakkan paperbagnya di atas meja ruang televisi. Ia melepaskan jasnya, kemudian berjalan mendekati kamar Alina sembari menggulung lengan kemeja panjang itu hingga ke siku.

Tok...tok...tok...

"Alina," ucapnya. "Kamu di dalam?"

Tak ada sahutan.

"Al, aku pulang bawa jajan, nih."

Masih hening.

"Al," panggilnya lagi. Namun masih tak ada respon apapun.

Vincent mulai tak tenang. Alina tak memberikan jawaban. Ia pun menekan gagang pintu itu.

Terbuka. Pintu kamar tak dikunci. Vincent masuk ke dalamnya. Ruangan itu wangi, rapi, dan sangat bersih. Sudah sangat lama Vincent tak masuk ke kamar itu. Setiap menginap di apartemen ia selalu tidur di kamar utama. Kamar ini dulu jarang ditempati. Hanya jika ada tamu, teman, atau orang tuanya yang menginap.

Vincent mengabaikan kondisi kamar yang nyaman itu. Ia memanggil manggil nama Alina namun tak ada sahutan. Ia membuka kamar mandi, namun juga kosong. Kemana perginya wanita itu. Apa ia masih di bawah? Tapi tadi sepertinya tidak ada? Apa jangan-jangan wanita itu keluar jalan-jalan? Tapi ini sudah hampir gelap. Kenapa ia tak pulang?

Vincent mulai khawatir. Dengan cepat ia merogoh saku celananya. Mengeluarkan ponsel miliknya lalu menghubungi Alina.

Cukup lama, tapi tak diangkat.

"Ck! Kemana kamu, Al? Bandel sekali dibilangin jangan keluar malah belum pulang sampai sekarang!" gerutunya.

Vincent mencoba menghubunginya lagi. Lalu...

"Ha, halo..." suara seorang pria terdengar dari seberang sana.

Vincent menegang. "Siapa ini? Ini ponsel Alina!" ucapnya seolah langsung menaruh curiga pada laki-laki asing itu.

"Halo, Tuan. Maaf, ini memang hp nya Alina. Tapi sekarang Alina nya lagi di rumah sakit. Dia baru aja kecelakaan!"

Deggh...

Vincent terkejut. Ia membatu untuk sepersekian detik.

"Apa? Kecelakaan? Dimana dia sekarang?!" tanya laki-laki itu memburu.

"Ada di rumah sakit, Tuan. Saya share lock, ya!"

"Oke! Saya akan segera kesana sekarang!"

Vincent mematikan sambungan telepon. Tanpa aba-aba. Tanpa mandi. Tanpa ganti pakaian, ia berlari keluar dari apartemen itu. Laki-laki asing itu sudah mengirimkan titik lokasi rumah sakit tersebut. Vincent lantas melajukan mobilnya secepat kilat menuju rumah sakit tempat di mana Alina di rawat. Semoga wanita itu baik baik saja.

......

Sementara itu di rumah sakit. Pria berjaket ojek online itu menatap layar ponsel retak di tangannya. Sebuah ponsel dengan wallpaper foto seorang wanita cantik bersama kedua orang tuanya. Tersenyum lebar. Nampak sangat bahagia menatap ke arah kamera.

Pria itu tersenyum manis. "Cantik," gumamnya.

Ceklek...

Pintu IGD terbuka. Seorang dokter pria keluar dari dalam sana.

"Gimana keadaannya, Dok?" tanya pria itu, Yuda.

"Kamu suaminya?" tanya sang dokter.

"Bu, bukan. Saya temannya. Kebetulan tadi saya ada di lokasi pas kejadian," jawab Yuda.

"Oh, begitu," ucap si dokter. "Dia tidak apa-apa, kok. Dia dan bayinya baik-baik saja. Dia pingsan mungkin hanya karena kaget," ucap si dokter yang berhasil membuat Yuda terdiam.

"Bayi?" tanyanya.

"Iya, bayi! Teman kamu itu sedang hamil. Perkiraan usia kandungannya sudah lebih dari tiga bulan," jawab sang dokter.

Yuda tak menjawab. Ia hanya diam. Siapa sangka wanita cantik dan manis yang sebenarnya sedang ia incar ini ternyata sedang hamil. Itu artinya dia sudah menikah, dong? Lalu mana suaminya? Batin Yuda bergejolak.

"Mas..." Suara itu mengagetkan Yuda.

"Iya, Dok."

"Temannya sudah sadar. Kalau mau masuk, silahkan. Tapi jangan ajak banyak ngobrol atau bergerak dulu, ya. Saya permisi dulu."

"Baik, Dok. Terimakasih," ucap Yuda. Dokter pria itupun lantas pergi meninggalkan Yuda seorang diri.

Pria muda itu nampak diam tak bergerak untuk sejenak. Sebelum akhirnya ia mengayunkan kakinya masuk ke dalam ruang IGD untuk menemui Alina.

"Yuda..." Suara itu terdengar sangat lembut di telinga Yuda. Seorang wanita cantik dengan senyum yang sangat manis nampak terbaring di atas ranjang rumah sakit itu.

Hmmh...sayang sekali. Wanita secantik itu sudah ada yang punya. Beruntung sekali pria yang mendapatkannya. Padahal ia sudah menyiapkan segudang rencana untuk mendekati Alina. Eh, ternyata sudah hamil anak orang. Pupus sudah harapan ojol tampan itu.

"Kok kamu ada di sini? Kamu yang bawa aku ke sini?" tanya Alina.

Yuda tersenyum. Ia menarik sati kursi di samping ranjang dan mendudukkan tubuhnya di sana.

"Iya. Tadi kebetulan aku lewat pas kamu keserempet mobil," jawabnya. "Nih, hp kamu!" tambahnya seraya menyodorkan ponsel yang retak layarnya itu pada Alina.

"Yah, hp ku," ucap Alina meratapi ponselnya yang rusak.

Yuda tak menjawab. Ia hanya tersenyum melihat ekspresi Alina yang meratap.

"Nggak apa-apa. Nanti kalau gajian bisa beli lagi. Yang penting kamu selamat," ucapnya.

Alina menghela nafas, lalu mengangguk.

"Makasih, ya. Kamu udah nolongin aku. Sampai bawa aku ke rumah sakit segala," ucap wanita itu.

Yuda tersenyum. "Sama-sama. Tadi aku juga udah ngabarin majikan kamu, kok. Paling bentar lagi.........."

"Brakk....."

Suara itu mengagetkan keduanya. Pintu terbuka dengan kasar. Seorang pria berpostur tinggi tegap dengan kemeja putih yang sudah tak begitu rapi muncul dari baliknya saat Yuda belum selesai dengan ucapannya.

"Vincent?" ucap Alina pelan namun dapat didengar dengan cukup jelas oleh Yuda.

Pria itu menoleh. Bukankah itu majikannya. Kok panggil nama aja, batinnya. Yuda menatap Alina dan Vincent secara bergantian. Sedangkan pria yang baru saja datang itu nampak mengangkat dagunya. Wajah yang semula terlihat panik kini berubah tak bersahabat. Menatap datar namun tajam ke arah pria dan wanita itu.

Ojol itu lagi. Ngapain dia di sini? Berduaan dengan Alina.

Yuda yang merasakan gelagat tak mengenakan dari pria kaya itu pun lantas bangkit dan mendekati Vincent.

"Selamat malam, Tuan," ucap Yuda.

Vincent tak menjawab. Ia menatap angkuh laki-laki di hadapannya.

"Hmm..." Ucapnya kemudian.

"Saya yang tadi bicara sama Tuan di telfon," ucap Yuda. "Alina tadi kecelakaan. Keserempet mobil di jalan. Lalu dia pingsan makanya saya baw kesini. Kebetulan saya lewat setelah antar orderan. Tapi nggak apa-apa, kok. Alina baik-baik saja," ucap Yuda menjelaskan agar tak salah paham.

Vincent tak langsung menjawab. Ia nampak mengangkat dagunya angkuh.

"Oke. Terimakasih, ya. Sudah menolong istri dan calon anak saya."

Deggh...

Alina dan Yuda reflek menoleh ke arah pria itu. Kaget dengan apa yang laki-laki itu ucapkan. Sedangkan Vincent, ia nampak tersenyum tanpa beban.

Yuda terdiam. Mulutnya sedikit terbuka. Ia menoleh ke arah Alina dan Vincent secara bergantian. Sedang wanita itu terlihat menggelengkan kepalanya samar.

Astaga. Yuda pasti salah paham. Ini kan tidak benar. Sedangkan Alina mengaku pada Yuda bahwa Vincent adalah majikannya. Kenapa Vincent malah bilang bahwa ia adalah suami Alina. Astaga, ada ada saja ulah laki-laki itu.

Yuda tersenyum canggung.

"I-iya, Tuan. Sama-sama," jawabnya.

Vincent tersenyum penuh kemenangan.

"Kalau begitu saya permisi dulu. Mari!"

Yuda mengayunkan kakinya menuju pintu keluar IGD. Alina berniat memanggil pria itu. Ingin rasanya ia menjelaskan semuanya agar tak ada salah paham. Ia takut dianggap pembohong atau wanita tak benar karena tidak mengakui suaminya. Namun semu itu ia urungkan saat melihat Vincent yang mulai menatapnya tajam. Seolah meminta wanita itu untuk diam dan membiarkan Yuda pergi.

Alina menghela nafas panjang. Ia harus menjelaskan semuanya pada Yuda. Tapi mungkin tidak sekarang. Mungkin nanti, atau beberapa hari lagi jika ia bertemu dengan pria itu.

1
Don't Call Me Mbak💅
lanjuttt
Don't Call Me Mbak💅
lah🤦🤦
Don't Call Me Mbak💅
🤣🤣🤣
Don't Call Me Mbak💅
najisss🤮
Don't Call Me Mbak💅
kebanyakan makan camilan sih😹
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!