NovelToon NovelToon
Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Ibu susu
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Dituduh menjual jasad anak kandungnya sendiri, Raznalira Utami (28 th) tidak hanya kehilangan buah hatinya tetapi juga rumah tangganya. Suaminya menceraikannya tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan.

Dalam keterpurukan hidupnya, Razna menerima tawaran menjadi ibu susu bagi bayi laki-laki milik seorang duda muda konglomerat, Rendra Mahardika (35th). Demi bertahan hidup, ia menekan masa lalunya dan masuk ke dunia baru yang terasa asing, dingin, dan penuh rahasia.

Namun takdir seolah belum selesai mempermainkannya.
Di rumah megah itu, Razna bertemu dengan seorang wanita misterius yang membuat darahnya seketika membeku. Wanita tua yang dulu membeli jasad anaknya.

Apa tujuan sebenarnya wanita itu membeli jasad bayi Razna?
Apa hubungan wanita tua itu dengan Rendra?

Kecurigaan Razna berubah menjadi ketakutan saat perlahan ia menyadari sesuatu yang mustahil, apakah itu?


Happy reading 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 Kedatangan Mertua

Ting tong....ting tong...!

Suara bel rumah berbunyi nyaring, menggema ke seluruh sudut rumah megah milik keluarga Rendra Mahardika.

Razna yang membukakan pintu depan hanya berdiri mematung menatap perempuan setengah baya di hadapannya. Penampilannya modis dan elegan. Wajahnya cantik dengan rambut panjang sebahu yang tertata rapi. Sebuah tas mahal tergantung di lengan kirinya.

Wajah itu sangat familiar bagi Razna. Wajah yang tidak pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya. Perempuan yang dulu pernah membantu biaya pemakaman anaknya, tetapi justru membuat rumah tangganya hancur karena mantan suaminya menuduh Razna menjual jasad anaknya pada perempuan itu.

"Perempuan ini ...Aku sangat mengingatnya. Walaupun gaya bicaranya sekarang jauh berbeda, wajah dan penampilannya terekam jelas di pikiranku. Tapi, kenapa ia tidak mengenaliku? Oh ya, pasti karena saat itu aku sedang tidak mengenakan hijab. Baguslah, setidaknya aku bisa mencari tahu maksud di balik kebaikan yang pernah ia lakukan padaku," gumam Razna dalam hati, tatapannya masih tertuju pada wanita modis itu.

"Hey....kok malah bengong, Rendra ada?" tegur perempuan itu tanpa peduli dengan keterkejutannya.

Razna tersentak.

"Oh...maaf. Tuan Rendra? A...ada nyonya," jawabnya gugup.

Perempuan setengah baya itu melangkah masuk tanpa dipersilahkan.

"Assalamualaikum, Ren!" sapanya saat melihat Rendra sedang makan di ruang makan.

"Waalaikumussalam. Mama? Datang sendiri?" tanya Rendra sambil melanjutkan sarapannya yang hampir habis

Perempuan itu menghembuskan napas panjang.

"Ya iyalah sendiri. Danara kan tinggal di sini. Gimana sih kamu?" gerutu Perempuan itu yang kerap dipanggil Mama oleh Rendra.

Rendra hanya menghela napas. Meski tahu perempuan itu bukan ibu kandung mendiang istrinya, ia tetap menghormatinya seperti orang tua sendiri.

"Mama jangan khawatir sendirian lagi di rumah. Nanti Danara bakalan ikut Mama pulang," ujar Rendra dengan santainya.

Tatapan perempuan yang bernama Mila itu langsung menajam.

"Memangnya apa yang sudah Danara lakukan sampai harus pulang dijemput Mama?" tanyanya dingin.

Rendra terdiam sejenak. Dia mengelap bibirnya dengan tisu sebelum akhirnya berkata dengan pelan.

"Mama duduk saja dulu. Tidak enak berbicara sambil berdiri,"

Mama Mila langsung menarik kursi yang ada di dekatnya. Lalu duduk tepat berhadapan dengan menantunya itu.

"Tidak usah berbasa-basi, mama tidak punya waktu banyak untuk mendengar alasanmu. Lagi pula keberadaan Danara di sini untuk membantumu menghadapi anak-anak yang masih kecil. Mereka butuh sosok pengganti Sherin."

Sudut bibir Rendra terangkat tipis. Dia menggeleng pelan sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Pengganti?" ulang Rendra pelan.

Tatapannya lurus menatap Mama Mila, tetapi sorot matanya berubah Menjadi dingin.

"Tidak ada yang bisa menggantikan Sherin, Ma."

Mama Mila terdiam sesaat. Namun perempuan itu segera menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Kamu tetap harus mencari Ibu pengganti untuk anak-anakmu. Dan hanya Danara yang pantas menempati posisi itu.

"Ma, aku belum pernah berpikir mencari pengganti untuk istriku," jawab Rendra tegas.

"Bagiku, Sherin masih hidup di sini," ia menepuk dadanya pelan. "Namanya tetap ada di hatiku. Tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisinya, termasuk Danara."

Mama Mila menghembuskan napas panjang. Wajahnya mulai terlihat menegang mendengar jawaban Rendra. Padahal jawaban itu seharusnya bisa dimaklumi mengingat baru beberapa bulan yang lalu Rendra ditinggal istrinya pergi untuk selama-lamanya.

"Kalau memang begitu, kenapa kamu membiarkan Danara berharap terlalu jauh?" tanyanya dengan nada tertahan.

Rendra menatap meja makan beberapa saat sebelum akhirnya menjawab pelan,

"Aku tidak pernah memberi harapan apa pun pada Danara."

"Jangan bohong sama Mama, Ren," suara Mama Mila Mulai meninggi

"Kalian tinggal serumah. Orang-orang di luar sana pasti menganggap Danara sudah menjadi istri yang sebenarnya. Apa kamu pikir hati perempuan tidak bisa terluka?"

Rendra terdiam. Ucapan itu memang tidak sepenuhnya salah. Selama ini Danara selalu berusaha mengambil peran di rumah itu. Mengurus anak-anak, sampai memperhatikan kebutuhan Rendra, bahkan mencoba bersikap seperti Sherin dahulu. Namun semakin keras Danara berusaha, semakin Rendra merasa ada sesuatu yang dipaksakan.

"Ma..." Rendra mengusap wajahnya dengan kasar.

"Aku menghargai semua yang Danara lakukan selama ini. Tapi rasa itu tidak pernah ada."

Mama Mila tersenyum miris.

"Lalu sampai kapan kamu mau hidup bersama bayang-bayang orang yang sudah meninggal?"

Pertanyaan itu membuat rahang Rendra mengeras.

"Sampai kapan pun Sherin tetap istriku,"

"Dan Danara?"

"Dia selamanya akan tetap menjadi adik iparku," ujar Rendra tegas.

"Dan satu hal lagi, aku tidak mau Danara tinggal di sini lagi. Aku khawatir akan timbul fitnah seperti yang Mama pikirkan barusan."

Mama Mila menatapnya tidak percaya.

"Fitnah? Jadi sekarang kamu malah menjaga jarak dari Danara?"

"Aku hanya ingin semuanya jelas sejak awal,"

"Tapi anakmu butuh perhatian dari seorang Ibu," balas Mama Mila cepat.

"Dan Mama yakin Danara bisa melakukan itu dengan baik,"

Rendra tersenyum tipis, namun sorot matanya menyimpan kelelahan.

"Mengurus anak-anak bukan hanya mampu atau tidak, Ma,"

"Lalu soal apa lagi?" tanya Mama Mila mengeryitkan dahinya.

"Hati dan ketulusan," jawabnya singkat.

Mama Mila terdiam.

Rendra melanjutkan dengan suara lebih pelan, tetapi terdengar sangat jelas.

"Danara mungkin bisa menyayangi anak-anakku. Tapi itu bukan berarti aku harus menjadikannya pengganti Sherin."

"Kalau terus seperti ini, kamu tidak akan pernah membuka hati untuk siapa pun," ujar mama Mila mulai kehilangan kesabaran.

"Memang belum ada keinginan ke arah sana," jawabnya masih santai.

Mama Mila menggeleng kecewa.

"Kamu terlalu larut dalam kehilangan, Ren."

"Kalau Mama ada di posisiku, Mama pun pasti akan melakukan hal yang sama."

Ucapan itu membuat Mama Mila terdiam sesaat. Untuk pertama kalinya, ia melihat luka yang selama ini berusaha disembunyikan Rendra ternyata masih begitu dalam. Rendra terlihat tenang di luar, tetapi sebenarnya belum pernah benar-benar pulih sejak kepergian Sherin.

Di sudut ruangan, Razna diam-diam memperhatikan semuanya. Ada rasa sesak melihat bagaimana seorang lelaki bisa begitu setia mencintai istrinya bahkan setelah kematian memisahkan mereka.

"Seandainya semua lelaki seperti Tuan Rendra, mungkin tidak akan ada seorang wanita yang merasa tersakiti oleh suaminya..." gumamnya sambil tersenyum getir.

Razna menghentikan aktivitasnya sejenak. Dia melangkah menuju meja makan sambil membawa nampan yang berisi minuman hangat. Dengan hati-hati, dia meletakkannya di hadapan Mama Mila.

"Perlu Mama ketahui," ucap Rendra pelan, suaranya terdengar berat, "awalnya Danara terlihat sangat menyayangi anak-anak. Dia tampak perhatian dan lembut. Namun sejak insiden Finza terjatuh dari atas kasur itu, aku mulai merasa ada yang janggal,"

Mama Mila mengernyit pelan. "Maksud kamu?"

Rendra menghela napas panjang sebelum melanjutkan.

"Aku kecewa kerena ternyata semua itu dilakukan dengan sengaja oleh Danara demi mewujudkan ambisinya sendiri. Saat itu aku masih mencoba berpikir positif, sampai akhirnya aku mengetahui kenyataan. Yang sebenarnya,"

"Tidak mungkin....kamu pasti lagi ngarang cerita, kan?"

Mama Mila menggeleng pelan, wajahnya tampak pucat. Matanya dipenuhi ketidakpercayaan terhadap ucapan Rendra yang begitu menyudutkan putrinya sendiri.

"Baiklah, kalau Mama tidak percaya pada ucapanku..." ujar Rendra pelan.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia menarik laptop yang terletak tidak jauh dari hadapannya, lalu membukanya dengan tenang. Jemarinya bergerak cepat menampilkan sebuah rekaman.

"Sekarang Mama bisa melihat sendiri kelakuan putri kesayangan Mama melalui rekaman CCTV ini..."

Duarrrrr!

1
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
kalo bisa cerita saja sama Rendra Raz itu lebih baik dari pada kau simpan sendiri itu pasti sangat menolong supaya rencana Danara dan mamanya gagal
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
sepertinya ini istrinya Rendra dia tidak mati seperti yang dirumorkan 🧐pasti Danara dan mama Mila ini dalang di sekapnya istrinya Rendra dia ini🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tentang istrimu🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semua untuk harta 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sebaiknya kamu menolong dia 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul😒
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh ituhh kesempatan mu bt kasih tau Rendra.. dia pasti bisa.lebih menyelidiki karena dia punya kuasa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
siapa wanita itu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
disampingnya membuat
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tentu saja 😒
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh btull semakin di larang udah pasti makin kepo lahhh🤣
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Pelan" aja thorr ketiknya🤭
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞: Tau donkk.. wong aku kalau lelahh yahh. bgtuu 🤭
total 4 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh ketahuan 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Apa itu ibu aslinya Finza 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😒
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Wahhhh bisa jadi itu wanita adalah istri Rendra yg sengaja di sekap buat Menuhin ambisi denara dan Bu Mila
jadi kalian berderama dengan memanfaatkan razna 🤔
Duhh siapa pula yg mergokin raz nihh🤔
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
kok Erina LG thorr
bukanya razna🤣
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
aduh siapa itu yang pegang bahu Razna jangan sampai ketahuan bisa bahaya karena mama Mila dan Danara itu psiko 🤔
Arin
Iihh..... lagi serius dengerin rahasia Mama Mila dan Danara. Ini siapa yang pegang bahu Razna??? Semoga Razna gak ketahuan mengikuti mereka
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh kann benar jadi itu anak raznah yg di tebus dirumah Sakin dan bayinya di tukar..
patutt dia langsung knl ibu nyaa
Wahh siapa yg mendengar percakapan mereka🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!