NovelToon NovelToon
Gadis Manja Tuan Mafia

Gadis Manja Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cintapertama
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

​Niatnya cari pelarian, malah dapet "tuan muda" kematian.

​Alicia kabur ke Italia dan mencari pria paling tampan untuk menghina selera perjodohan ayahnya. Misinya berhasil ia menemukan Dante, pria dengan visual sempurna yang mau diajaknya bermalam bersama.

Tapi keesokan paginya, Alicia baru sadar kalau dia bukan baru saja menaklukkan pria biasa, melainkan seorang predator paling ditakuti di Eropa. Ternyata, merayu bos mafia saat mabuk adalah ide terburuk yang pernah Alicia lakukan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 34

H-1 menuju acara syukuran akbar Leonardo Vallo. Kediaman keluarga Atmadja di Menteng telah berubah menjadi pusat komando yang lebih sibuk daripada markas NATO. Ratusan meter kain brokat, ribuan tangkai bunga sedap malam, dan puluhan koki yang didatangkan khusus dari berbagai penjuru nusantara memenuhi area paviliun.

Di tengah kekacauan yang terorganisir itu, Mommy Victoria berdiri dengan sebuah tongkat komando kecil berbahan perak yang sebenarnya adalah kipas lipat edisi terbatas. Ia sedang memberikan instruksi kepada tim dekorasi dengan nada suara yang bisa membuat nyali seorang eksekutor mafia menciut.

"Tidak, tidak, tidak! Aku bilang sage green, bukan mint! Ini syukuran cucu penguasa, bukan pesta ulang tahun anak TK!" Victoria berteriak sambil menunjuk ke arah rangkaian bunga di pelaminan. "Dan kau!" Ia menunjuk Marcello yang sedang membantu memindahkan vas bunga raksasa. "Beri tahu supir-supir kalian, besok saat tamu VIP datang, jangan ada yang parkir sembarangan sampai menutup jalan. Aku tidak mau nama keluarga Atmadja disebut-sebut di siaran lalu lintas sebagai penyebab kemacetan!"

Marcello hanya bisa mengangguk kaku. Ia lebih memilih berhadapan dengan polisi federal daripada harus menjelaskan pada Victoria mengapa logistik bunga terlambat karena terjebak macet di arah jalan Thamrin.

Di ruang bawah tanah rumah Menteng yang telah diubah menjadi ruang monitor darurat, Dante sedang mengadakan pertemuan dengan Bambang dan tim intinya. Di layar monitor, terlihat pemetaan jalur pelarian dan titik buta di Grand Ballroom.

"Papa Surya memberikan informasi bahwa faksi Lorenzo telah mengontrak sindikat lokal bernama 'Macan Utara' untuk melakukan gangguan," ucap Dante, suaranya dingin dan tajam. "Mereka tidak akan menyerang secara frontal dengan senapan mesin. Itu terlalu berisiko di Jakarta. Mereka akan mencoba menyusup sebagai staf katering atau fotografer."

Bambang menunjukkan sebuah foto di tabletnya. "Kami sudah memindai seluruh staf vendor pilihan Nyonya Victoria. Ada tiga orang yang identitasnya mencurigakan. Mereka memiliki catatan kriminal di Singapura. Saya sudah menempatkan orang-orang kita di dalam tim katering untuk mengawasi setiap pergerakan pisau dapur mereka."

"Ingat perintahku," Dante menatap timnya satu per satu dengan tatapan predator. "Netralkan mereka tanpa suara. Jika ada satu peluru saja yang meletus di tengah pidato Papa Surya atau saat Alicia sedang bersalaman dengan tamu, kalian tahu konsekuensinya. Nyonya Victoria adalah musuh yang lebih berbahaya daripada Lorenzo jika acaranya rusak."

"Siap, Bos!" sahut mereka serempak.

Dante menghela napas. Ia merasa sangat aneh. Ia harus merencanakan operasi kontra-terorisme sambil mengenakan sarung dari kain jarik untuk latihan prosesi siraman yang akan dilakukan sore ini.

Sore harinya, Dante dipaksa mengikuti gladi resik prosesi adat di halaman belakang. Victoria berdiri di samping Surya yang tampak sangat pasrah, sementara Alicia duduk sambil menggendong Leo yang terlihat bingung melihat ayahnya memakai kain jarik.

"Dante, saat menyiramkan air ke bahu Leo nanti, wajahmu jangan kaku seperti sedang menginterogasi tahanan!" perintah Victoria. "Tersenyumlah. Sedikit saja! Bayangkan kau sedang melihat tumpukan uang atau apa pun yang kau sukai. Dan kau, Surya! Berhenti merokok! Bau cerutumu bisa merusak aroma air bunga mawar ini!"

Surya Atmadja hanya mematikan cerutunya tanpa membantah. Ia melirik Dante dan memberikan tatapan 'Sabar, Nak, ini hanya sehari' yang sangat penuh empati antar sesama pria yang "tunduk" pada istri.

"Mama," Alicia mencoba menengahi. "Dante sudah berusaha. Dia tidak terbiasa dengan ritual seperti ini di Italia."

"Justru itu! Di Jakarta dia harus jadi menantu yang santun," balas Victoria. "Setelah ini, kalian berdua harus latihan cara bersalaman dengan para tetua. Tidak boleh hanya mengangguk kaku. Harus ada sedikit bungkukan, tapi tetap berwibawa. Ingat, teman-teman arisanku akan membawa kamera profesional mereka sendiri. Satu foto buruk akan menghantuiku di grup WhatsApp selama satu tahun!"

Dante melakukan setiap gerakan dengan presisi militer. Ia menyiramkan air dengan sangat hati-hati ke arah boks kecil tempat simulasi bayi. Pikirannya terbagi antara menjaga keseimbangan gayung kayu dan mengawasi gerakan seorang pria mencurigakan yang terlihat di atap gedung sebelah melalui pantulan kaca jendela.

Malam harinya, suasana rumah Menteng mulai mereda. Alicia masuk ke kamar dan menemukan Dante sedang duduk di balkon, membersihkan pistol peredam suaranya dengan sangat tenang, meskipun ia masih mengenakan bawahan dari kain jarik.

"Kontras yang sangat menarik, Dante," goda Alicia sambil bersandar di pintu. "Mafia Italia dengan kearifan lokal."

Dante menyimpan senjatanya dan menatap Alicia. "Aku hanya ingin memastikan besok berjalan lancar, Alicia. Ayahmu benar, mereka sudah ada di sini."

Alicia berjalan mendekat dan duduk di pangkuan Dante. "Aku tahu. Aku melihat Bambang membawa beberapa orang ke paviliun belakang tadi sore. Kau tidak perlu menyembunyikannya dariku. Aku adalah seorang Vallo, ingat?"

Dante membelai rambut Alicia, menarik istrinya ke dalam pelukan yang protektif. "Aku hanya ingin kau menikmati harimu sebagai putri Victoria Atmadja, bukan sebagai target faksi Lorenzo."

"Dante," Alicia menangkup wajah suaminya, menatapnya dengan intensitas yang dalam. "Besok, aku akan memakai kebaya termahal yang pernah dibuat manusia. Aku akan tersenyum pada semua sosialita sombong itu. Tapi di balik kebayaku, aku akan menyelipkan pisau lipat pemberianmu. Kita akan menghadapi ini bersama. Jika mereka berani mengganggu pesta ibuku, mereka tidak akan hanya berurusan denganmu. Mereka akan berurusan dengan murka seorang putri Atmadja yang sudah dandan selama lima jam untuk acara ini."

Dante tertawa kecil, mencium kening istrinya. "Itu alasannya kenapa aku mencintaimu. Kau adalah satu-satunya wanita yang memikirkan koordinasi antara pisau dan kebaya."

Pukul empat pagi, saat Jakarta baru saja mulai menggeliat, sebuah truk katering masuk ke area Grand Ballroom. Tiga pria turun dengan gestur yang terlalu kaku untuk seorang pelayan katering. Di dalam kotak peralatan masak, logam dingin senapan sniper yang telah dibongkar beradu pelan dengan tabung gas air mata.

"Lampu mati, target jatuh. Jangan sentuh bayinya, kita hanya butuh kepala ayahnya," bisik pemimpin mereka melalui mic tersembunyi dalam bahasa Indonesia yang kasar.

Mereka tidak tahu bahwa setiap langkah mereka meninggalkan jejak panas di sensor termal yang dipasang Bambang semalam. Dari balik kegelapan di atas balkon lantai dua, Marcello sedang mengamati mereka melalui teropong malam. Ia menekan tombol di radio komunikasinya.

"Target masuk ke zona merah. Tim Alfa, bersiap di dapur. Jangan bergerak sebelum ada instruksi. Ingat, dilarang ada noda darah di area karpet merah. Gunakan plastik pelapis jika perlu."

"Diterima," suara Bambang terdengar datar namun mematikan dari seberang.

Victoria Atmadja terbangun lebih awal, Ia berdiri di depan cermin besar, mengenakan kebaya beludru biru tua dengan bros berlian seukuran telur burung puyuh. Ia menatap pantulan dirinya dan tersenyum puas.

"Surya!" teriaknya pada suaminya yang masih mengantuk. "Bangun! Hari ini cucu kita akan jadi pusat perhatian dunia. Dan pastikan kau tidak terlihat mengantuk saat bersalaman dengan para tamu dan juga Gubernur!"

Sementara di luar kamarnya, puluhan pria bersenjata sedang bertaruh nyawa untuk memastikan acara ini berlangsung aman dan tanpa gangguan.

1
~SasMaya ✧
hari ini satu bab dulu ya, bab lanjutannya belum sempet revisi masih banyak typo sana sini 🤭

jika berkenan jangan lupa like di setiap bab-nya yah 🥰

terima kasih dukungannya ✨
putmelyana
next Thor ceritanya 😍
putmelyana
aaaaa gak sabar banget bca cerita selanjutnya 😮‍💨
Amila FM,IG:amilaeditslife
Alicia panutanku 🫰
Amila FM,IG:amilaeditslife
ya kan Dante bener2 dah Lo Dante dante
Tevina Anggita
senenggg bangett denger ekspresi nya si dante🤭🤭
Tevina Anggita
akhhh makinnn seruuuu, semangat up nya thorr 🤭🤭🤭🤭🤭
Mita Paramita
dante ngambek nya awet 🤣🤣🤣
Tevina Anggita
yuhuuuuuu senangnyaaaa,plis sakit mental tu lebih dalam dari pada fisik😭😭😭,semangat up nya thorr👍👍
Seblak mercon..
bagus
putmelyana
next Thor ceritanya
Amila FM,IG:amilaeditslife
makasih kak, melihat alicia yang tidak terpuruk, jadi semangat lagi 💪
putmelyana
mantep lanjut Thor ceritanya banyakin adegan romantis mereka berdua dong Thor dan kelucuan baby leon
~SasMaya ✧: /Bye-Bye/tar yah... kalau mereka udah balik ke amalfi lagi.
total 1 replies
Tevina Anggita
klau Alicia menghilang pas Dante udh memaafkan seru kayaknya 🤣
~SasMaya ✧
📌 Demi mempercepat perkembangan cerita dan menghadirkan alur dari masukan kalian, author akan update 2 bab setiap harinya. ✨

Jangan lupa bantu support dengan like dan komentar yaa~ dan jangan jadi silent reader terus 🤭
Karena dukungan kalian bikin author makin semangat untuk terus melanjutkan cerita ini 🫰🏻
Sheila Aquariana
lagi thoor
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
sakit bgt bacanya. berasa sakitnya Alicia dan Dante. mungkin biar cepet baikkan ada scene Alicia mengorbankan sesuatu yang bikin Dante merasa menyesal tidak percaya lagi dgn Alicia. bisa juga Alicia harus berkorban menghilangkan jejak demi menyelamatkan Dante dan Leo dan bikin Dante terpuruk dan menyesal
~SasMaya ✧: ok sip kak..
terimakasih dukungan nya 🥰
total 1 replies
Tevina Anggita
kejam banget plis.....,Alicia di buat hilang jejak aja Thor... ngak semua salah Alicia plis..
Tevina Anggita: sippp makasihhh thorrr🤭🤭🤭🤭🤭

setelan pabrik? centill nya kah?
total 2 replies
putmelyana
Thor gaada adegan hot gtu dante Ama Alice KLO GK romantis
~SasMaya ✧: 🤣🤣 sabar yah.. Dante-nya kan masih ngambek 🤭
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
baik-baik ya Alicia & Dante, jangan pisah 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!