NovelToon NovelToon
Seindah Cinta Bulan Dan Bintang

Seindah Cinta Bulan Dan Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Idola sekolah
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Apa jadinya jika dua orang sahabat memiliki perasaan yang sama, tapi sama-sama memilih untuk memendam perasaan itu daripada harus mengorbankan persahabatan mereka? Itulah yang saat ini dirasakan oleh dua orang sahabat, Bulan dan Bintang.

Bulan, sahabat sejak kecil seorang Bintang, menyukai pemuda itu sejak lama tapi perasaan itu tak pernah terungkap. Sementara Bintang, baru menyadari perasaannya terhadap gadis cantik itu setelah dirinya mengalami kecelakaan.

Keduanya terjebak dalam perasaan yang tak terungkap. Mereka tidak tahu harus melakukan apa. Keduanya hanya tahu bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain. Tapi, akankah persahabatan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih?

---------------------------------------------------------------------------

"Lo keras kepala banget! Lo gak tau apa gue khawatir, gue sayang sama lo." gumam gadis itu lirih, bahkan hampir tak terdengar.

"Lo ngomong apa tadi?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Bulan ngambek, Bintang salting

Bulan sedari tadi menonton televisi dengan adik sepupunya itu, ia masih merasa kesal dengan candaan Bintang tadi. Bulan pun merasa mood nya sangat berantakan hari ini, entah apa sebabnya. Ia merasa bahwa dirinya ingin marah tanpa sebab, seakan geram dengan sesuatu yang entah karena apa.

Bulan hanya duduk diam dan fokus pada acara kartun di televisi itu. Ia merasa aneh dengan dirinya sendiri. Ia yang awalnya begitu mood nya kini tiba-tiba mood itu hilang begitu saja.

Bulan menghela nafas panjang, seolah berusaha untuk menenangkan dirinya. Ia yang biasanya ceria kini duduk murung tanpa kata. Bahkan, ia yang biasanya bermain dengan adik sepupunya itu ketika berkunjung, kini justru mengabaikan sepupu laki-lakinya itu.

"Ihh greget deh. Gue ngerasa gak mood banget sekarang." Batin Bulan sambil meremat rok sekolahnya itu sangat erat.

"Kak Bulan, kakak kenapa?" Tanya bocah laki-laki itu dengan polosnya, ketika melihat ekspresi Bulan yang terlihat sedang marah saat ini.

"Hmm, gapapa dek. Kamu udah belajar?" Tanya Bulan mengalihkan pembicaraan, ia mencoba bersikap kembali seperti biasanya pada adik sepupunya itu, meskipun saat ini sangat susah bagi Bulan untuk melakukannya.

"Belum, kak." Ujar sepupu kecilnya itu sembari menggelengkan kepalanya.

"Belajar dulu gih, nontonnya nanti lagi." Ujar Bulan pada adik sepupunya itu.

Bocah laki-laki itu hanya mengangguk singkat lalu langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil buku. Ia yang baru duduk di kelas satu SD pun langsung mengambil buku bacaannya.

Sementara Bulan, ia kini menopangkan dagunya di atas tangannya. Ia pun mulai merasa bosan karena acara televisi yang itu-itu saja.

"Lan, lo kenapa murung gitu?" Ujar Bintang yang tiba-tiba muncul di sebelahnya, membuat Bulan terkejut tapi ia tidak bereaksi apa-apa selain menatap Bintang dengan ekspresi datar.

"Gapapa," jawab Bulan singkat, tidak seperti biasanya.

"Lo masih kesal karena tadi?" Tanya Bintang meyakinkan, ia merasa bahwa candaannya telah menyinggung perasaan sahabatnya itu.

"Maybe," ujar Bulan lagi-lagi singkat sembari menaikkan kedua pundaknya.

"Gue udah selesai hari ini. Ternyata gak segampang yang gue bayangin. Masih agak belibet gue ngomong di depan kamera." Ujar Bintang menjelaskan tentang pengalamannya hari ini.

"Hmm," Ujar Bulan, tanpa kata lagi ia pun langsung mengalihkan pandangannya kembali ke arah televisi.

Bintang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa heran dengan tingkah Bulan yang tidak seperti biasanya. Ia yang tadinya sangat ceria, entah mengapa bisa menjadi murung tiba-tiba seperti ini.

Bintang mulai merasa bersalah, ia yakin Bulan seperti itu karena candaan yang dilontarkannya tadi. Ia pun mencoba untuk meminta maaf, berharap Bulan akan kembali ceria lagi.

"Gue mau minta maaf soal tadi, gue gak tau kalo candaan kayak gitu bisa menyinggung perasaan lo." Ujar Bintang dengan nada lembutnya.

"Iya, gapapa." Jawab Bulan singkat.

Bintang mengacak rambutnya, ia merasa bingung dan sedikit frustasi dengan sikap Bulan. Ia pun merasa aneh dengan perubahan mood Bulan yang tiba-tiba. Ia pun bingung bagaimana cara untuk membujuk sahabatnya itu.

"Bintang, pulang yuk. Gak mood banget gue," ujar Bulan yang kini kembali menoleh ke arah Bintang.

"Hmm, tumben. Biasanya juga gak-" ujar Bintang tapi perkataannya terpotong ketika Bulan langsung menyela pembicaraannya.

"Udah gue bilang lagi gak mood! Ngeselin banget sih lo!" Ujar Bulan sembari melontarkan tatapan tajam ke arah sahabatnya itu.

Bintang terkejut dengan perkataan Bulan, ia pun membelalakkan matanya karena kaget. Ia merasa pasti ada sesuatu yang terjadi dengan sahabatnya itu, tapi ia tidak tahu apa itu. Suasana di antara mereka berdua pun menjadi hening, keduanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

"Yaudah, ayo kita pulang. Lo mau istirahat ya?" Tanya Bintang setelah hening beberapa saat.

"Gak juga," ujar Bulan dengan nada cetusnya.

Bintang menghela nafas, ia tidak ingin memperkeruh keadaan, terlebih sepertinya suasana hati Bulan sedang tidak baik-baik saja saat ini. Bintang hanya mengangguk singkat. Setelahnya mereka berdua pun langsung berpamitan kepada bibi Bulan yang masih sibuk dengan pesanannya.

Mereka pun langsung beranjak pulang menuju rumah, mencoba untuk menghilangkan rasa lelah hari ini. Sepanjang perjalanan, Bulan dan Bintang tidak berbicara sedikitpun. Bahkan, ketika Bintang menoleh ke arahnya, Bulan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Bulan, lo masih marah sama gue?" Ujar Bintang memecah keheningan.

"Enggak kok," jawab Bulan yang lagi-lagi hanya menjawab singkat.

"Terus kenapa diemin gue?" Tanya Bintang sembari menaikkan sebelah alisnya.

Hening, tidak ada jawaban apapun dari Bulan. Bintang hanya menggelengkan kepalanya singkat. Ia tidak habis akal disitu saja untuk membujuk Bulan. Ia pun memikirkan ide lain yang kemungkinan saja akan membuat mood sahabatnya itu kembali.

"Lo mau apa? Es krim? Cokelat? Atau apa?" Tanya Bintang menyebutkan makanan kesukaan Bulan, berharap Bulan akan kembali tersenyum lagi seperti beberapa jam yang lalu.

"Hmm, terserah," ujar Bulan masih dengan nada tidak semangatnya.

Mendengar perkataan Bulan, jelas saja membuat Bintang merasa pusing. Ia tidak mengerti apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. Satu kata terserah membuat Bintang malas untuk berpikir, terlebih ia sudah mulai merasa kesal dengan Bulan saat ini.

"Gak ada makanan yang namanya terserah, Bulan. Lo kenapa sih sebenarnya?" Tanya Bintang yang kini sudah mulai merasa kesal tapi masih dengan nada lembutnya.

"Ihhhh! Lo mah gak ngerti, udahlah gue mau istirahat!" Ujar Bulan sambil memanyunkan bibirnya dan menghentakkan kakinya sebelum masuk ke dalam rumahnya.

Bintang yang awalnya merasa kesal, kini justru terlihat sedang menahan senyum. Ia merasa gemas melihat tingkah Bulan yang selalu saja seperti kekanakan itu. Terlebih pipi gembul Bulan terlihat bergetar ketika Bulan menghentakkan kakinya, belum lagi bibir manyunnya membuat Bintang merasa salah tingkah sendiri.

Bintang tidak tahu mengapa ia tiba-tiba bisa merasa seperti itu, yang jelas Bintang merasa serba salah saat ini. Bintang merasa salting, sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Bintang pun langsung menutup mulutnya dengan kepalan tangannya, mencoba untuk menghilangkan perasaan aneh yang tiba-tiba saja menyeruak dalam hatinya. Tapi meskipun demikian, Bintang tetap saja tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Bulan yang ngambek, justru membuatnya benar-benar merasa salah tingkah saat ini.

"Gemesin banget sih lo, Bulan. Gue jadi salting liat tingkah lo," gumam Bintang lirih pada dirinya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Bintang pun langsung melajukan kursi rodanya menuju ke arah kamarnya. Ia langsung berganti pakaian dan meletakkan perlengkapan sekolahnya itu di tempatnya. Setelahnya, ia pun memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Sementara itu di kamarnya, Bulan sedang duduk di tepi tempat tidurnya setelah berganti pakaian tadi. Ia sendiri merasa bingung, mengapa dirinya sangat emosional saat ini. Tiba-tiba saja pinggangnya terasa panas dan perutnya terasa keram, membuatnya merasa sangat kesakitan dan juga tidak nyaman.

Bulan pun beranjak ke kamar mandi dan mengecek apa yang terjadi pada dirinya. Ternyata oh ternyata, perubahan mood dan emosinya hari ini karena pengaruh masa menstruasi nya. Memang sebagian besar wanita mengalami perubahan mood sebelum tamu bulanannya tiba, termasuk Bulan salah satunya.

Bulan merasa lega setelah mengetahui perubahan mood yang terjadi pada dirinya. Ia tahu bahwa ini adalah hal yang normal yang biasa terjadi pada wanita. Tapi, tetap saja ia merasa malu, pasalnya ia sudah marah-marah tidak jelas dengan sahabatnya sendiri.

Bulan pun langsung membersihkan diri, setelahnya ia langsung menghampiri ibunya untuk meminta obat pereda nyeri. Ibunya yang paham pun langsung memberikannya, lalu menyuruh Bulan untuk beristirahat saja di dalam kamarnya.

Setelah meminum obatnya, Bulan pun langsung kembali ke dalam kamarnya. Ia merasa lemas karena sakit di perutnya. Ia pun langsung mengambil sebuah boneka untuk mengganjal perutnya, berharap rasa sakitnya itu berkurang sedikit.

Sementara itu, Bintang yang mencoba beristirahat di dalam kamarnya tetap saja tidak bisa memejamkan matanya. Bayangan wajah cemberut Bulan masih terngiang-ngiang di benaknya. Ia merasa masih terjebak dalam perasaan salting ini.

Tanpa sadar, Bintang pun tersenyum sendiri, jantungnya pun terasa berdegup kencang entah apa sebabnya. Apa mungkin karena Bintang yang telah jatuh hati pada sahabatnya itu? Ah rasanya sangat aneh jika Bintang mengakui hal itu.

Bintang belum sepenuhnya yakin dengan perasaannya ini, tapi ia merasa bahwa ia mulai menyukai Bulan entah apa sebabnya. Entah itu karena perasaan cinta atau sekedar naksir saja, Bintang tidak bisa memastikan itu.

"Gue gak yakin dengan perasaan ini, tapi ketika sama lo entah kenapa rasanya berbeda," ujar Bintang pada dirinya sendiri.

Bintang kemudian memutuskan untuk pergi ke kamar Bulan, ia ingin meminta maaf. Ia masih merasa bersalah dengan candaannya itu, ia merasa bahwa Bulan yang ngambek karena ulah Bintang sendiri.

Ia pun dengan hati-hati menarik kursi rodanya agar ia bisa kembali duduk di atas kursi rodanya itu. Awalnya memang Bintang kesulitan, tapi karena keadaannya sekarang, ia pun sudah terbiasa berpindah dari tempat tidurnya ke atas kursi rodanya itu.

Setelah berhasil duduk di atas benda itu, Bintang pun langsung melajukan kursi rodanya menuju ke arah kamar Bulan. Saat tiba di depan pintu kamarnya, Bintang berpapasan dengan ibu Bulan yang baru keluar dari kamar putrinya itu.

"Eh Bintang, mau kemana?" Ujar ibu Bulan sambil menutup pintu di belakangnya.

"Enggak ada tante, rencananya mau ngobrol sama Bulan. Apa Bintang boleh bicara sama Bulan, tante?" Tanya Bintang hati-hati.

"Hmm, boleh aja sih Bintang. Tapi sekarang kayaknya belum tepat waktunya, soalnya Bulan lagi datang tamu bulanannya. Sekarang dia lagi tidur, tadi dia bilang perutnya lagi sakit." Ujar ibu Bulan menjelaskan.

Bintang mengangguk pemahaman, ternyata mood Bulan yang berantakan disebabkan karena Bulan yang sedang dalam fase menstruasi. Ia pun memutuskan untuk tidak menggangu Bulan dulu, setidaknya untuk saat ini.

"Oh gitu tante... Pantesan aja Bulan badmood banget hari ini, rupanya oh rupanya..." Ujar Bintang yang terkekeh kecil.

"Harap maklum ya Bintang. Bulan memang sering kayak gitu kalo lagi datang bulan. Iyaudah, tante mau ke belakang dulu," ujar ibu Bulan dengan seutas senyum.

"Iya gapapa tante, Bintang juga ngerti kok. Bintang izin keluar sebentar ya tante," pamitnya pada ibu Bulan.

"Iya Bintang, hati-hati di jalan," ujar ibu Bulan yang diangguki singkat oleh Bintang.

"Iya tante," ujarnya.

Ibu Bulan pun langsung melangkahkan kakinya kembali ke arah dapur, sementara Bintang melajukan kursi rodanya ke arah depan rumah Bulan. Ia merasa perlu membeli sesuatu untuk mengembalikan mood Bulan, dan ia yakin Bulan akan menyukainya.

Tanpa pikir panjang, Bintang pun langsung meninggalkan rumah itu menuju ke arah supermarket terdekat. Ia tersenyum sendiri ketika membayangkan bagaimana Bulan menerima pemberiannya dengan senyum cerianya. Ia hanya berharap bahwa sedikit pemberiannya akan membangunkan kembali mood sahabatnya itu.

^^^Bersambung...^^^

1
ndah_rmdhani0510
Ayo jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like komen dan dukungannya dibutuhin banget biar semangat juga aku buat up-nya😊
JJ Official
PENDAPAT :
Hai bang/kak, aku lumayan suka sama Cerita Abang/kakak, karena penggunakan Kalimat Deskriptif yang baik serta Rasa Cinta yang Mulai Tumbuh Antara Bulan Dan Bintang

SARAN/PERBAIKAN:
novelnya Lumayan Bagus, Saya Suka, Tapi Alangkah Baiknya kakak/Abang tambahkan konflik eksternal pada karakter Bulan/bentang

REKOMENDASI :
Aku Punya Rekomendasi buat Kakak/Abang buat ngembangin Cerita ini, mungkin Kamu bisa bikin Konflik eksternal yang dihadapi Bulan/bintang, kayak misal-kan ada orang yg suka sama bulan/bintang dan dia gak suka kalau mereka berdua-duaan dan membuat Rencana untuk melakukan tindakan eksterem terhadap bulan/bintang atau mungkin orang itu terus bikin rencana supaya Bulan Dan Bintang Saling Benci untuk Eps selanjutnya...

PESAN :
Ingat ya! Jangan pernah menyerah Dalam Berkarya! aku tau karya ada yang rame dan ada yang tidak, tapi tetap pertahankan karyamu! jangan karena Ceritanya tidak populer, kamu berpikir bahwa kamu harus menyerah! TETAP SEMANGAT, DAN JANGAN MENYERAH, WALAU BADAI MENYERANG!
ndah_rmdhani0510: Terima kasih buat saran dan dukungannya, dan memang konflik seperti itu memang sudah direncanakan, tinggal tunggu bab nya saja. Nanti di bab bab selanjutnya konfliknya bakal ke arah seperti yang anda katakan. Mohon bersabar untuk menunggu bab-bab itu ya🙏😊
total 1 replies
yuningsih titin
sabar bulan, kalo jodoh ngga kemana
yuningsih titin
wah bulan cemburu ya
yuningsih titin
wah bulan diam diam suka ama bintang ya
yuningsih titin
bintang kamu bandel banget ya, bulan sabar ya
yuningsih titin
bagus ceritanya... bintang kamu yang nurut kalo dinasehati tuh
JJ Official
Kapan Up kak?
kalea rizuky
lanjut donk
kalea rizuky
kapok di ingetin yg bner ma bulan ngeyel mereka. temen toxic
kalea rizuky
aneh ngeluh doank bisanya lu aja naik. motor kayak punya nyawa dobel. giliran lumpuh sok nyalahin Tuhan dih laki kok. GOblok amat
kalea rizuky
buat bulan tegas thor dia kn suka taekwondo biasanya cwek yg suka. olahraga g menye menye cengeng.. ini bulan malah cengeng
ndah_rmdhani0510: Oh iya... Makasih ya kak buat sarannya
total 1 replies
kalea rizuky
g salah rev. klo. g di bles ya mundur alon alon
kalea rizuky
g tau diri emank si bintang uda biarin aja bulan dia mau di siksa ortunya mau balapan cuekin aja
JJ Official
Hai Kak, Saya Sudah membaca Novel Kaka dari Bab 1 - 7 dan saat saya baca novel Kaka, Saya sedikit Kebingungan, sebenarnya Konflik Apa yang sebenarnya Dihadapi Oleh bintang sehingga dia menjadi anak yang nakal dan acuh tak acuh? dan apa pekerjaan Orang Tua Bulan sehingga dia bisa tinggal di keluarga yang Tidak Terlalu Kaya dan tidak terlalu Miskin? dari Bab 1 Bintang dan Bulan Tampaknya sudah Kenal, tidak dijelaskan bahwa mereka ketemu dimana? kenalan dimana? dan suka ngobrolin apa? begitu ya kak. itu saja kritik dari saya semoga Kaka bisa Up Episode 8 Dengan Alur yang Lurus ya kak 😊
ndah_rmdhani0510: Sudah di revisi, semoga suka ya sama ceritanya... Happy reading 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!