Nyari ide itu susah lho, so please jangan plagiat!
Marisa Ayu (Caca) selalu hidup sendiri tanpa kehadiran ayah dan ibunya yang super sibuk. Untung saja ada Rani sahabat yang sedari kecil menemaninya melalui hari-hari hampa di hidupnya.
Sampai ia bertemu Rendi Wijaya yang membuka hatinya dan membuatnya merasakan jatuh cinta.
Bagaimana kisah cinta pertama Caca akan berakhir ?
Enjoy reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maya dan Adi
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
** 25 tahun yang lalu **
"Wah cantiknya sahabatku!"
Maya sangat bahagia memandang wajahnya yang terlihat sangat cantik oleh polesan tangan Mira sahabatnya.
"Makasih ya Mir, kamu udah nepatin janji kamu dateng jauh-jauh dari Surabaya ke Jakarta." ucap Maya
"Apa sih yang gak aku usahain buat sahabat ku ini." Mira memberi pelukan eratnya pada Maya yang mengenakan kebaya berwarna putih dipadu padankan kain batik parang di hari akadnya itu.
"Polesan Nona Mira ini memang sempurna, aku yakin suatu saat nanti kamu akan jadi perias wajah bahkan fashion sylist terkenal." Maya berdecak kagum akan hasil riasan sahabatnya itu.
Mira dan Maya sudah bersahabat sejak dibangku SMA dan tak terpisahkan. Keduanya bahkan menjadi idola disekolah nya karena paras mereka yang cantik, berkulit putih, hidung mancung, bibir yang merah merekah dan rambut hitam bergelombang hanya saja Maya berambut pendek sebahu sedangkan Mira selalu memanjangkan rambutnya sebatas punggung belakang.
Keduanya diberi julukan M2M karena persis seperti duo M2M yang terkenal ditahun 2000an kala itu.
Namun saat kuliah Mira memutuskan untuk kuliah di Surabaya tinggal bersama neneknya karena kedua orangtuanya meninggal dikarenakan kecelakaan pesawat terbang saat ia lulus SMA. Mira dan Maya pun terpisah namun selalu berhubungan via surat pos kala itu.
"Aku penasaran banget nih sama jodoh ayahmu sampai akhirnya kamu mau menikah gini May."
"Hahaha lumayan sih makanya aku mau nikah sama dia." jawab Maya sembari memoleskan lipstik kembali agar terlihat rapih.
"Siapa namanya deh May lupa aku?"
tanya Mira sambil menambahkan hair spray pada sanggul Maya.
"Adi, namanya Adi."
"Adi siapa? jangan-jangan nama panjangnya Bandara Adi Sumarmo yak?" tawa Mira meledek Maya.
"Ih apaan sih gak lucu deh kamu."
"Biar santai May, gak deg degan gini Ampe kedengeran tau suara detak jantung kamu."
"Ah masa sih?"
"Hahahaha becanda." goda Mira.
Seseorang mengetuk pintu kamar Maya
"Non, pengantennya udah dateng." ucapnya
Maya menuruni tangga rumahnya digandeng oleh ibunya dan tantenya.
Dibawah sana sudah ada meja yang dihias taplak putih cantik. Pak penghulu sudah berhadapan dengan ayahnya dan disamping ayahnya sudah duduk pemuda tampan berkulit sawo matang tubuh yang tegap seperti seorang tentara dengan bola mata warna cokelat yang menatap kearah Mata yang cantik.
Pernikahan itu terjadi karena hasil perjodohan kedua orang tua Adi dan Maya agar perusahaan mereka bisa bekerja sama untuk lebih maju pesat kedepannya.
Dibelakang Maya ada Mira yang menemani namun betapa kagetnya ia melihat seorang pemuda berjas hitam dengan dikalungi bunga melati itu duduk disamping ayah Maya.
Benarkah dia pemuda yang ia lihat ini, Adi Setya Wijaya, seseorang yang sudah menemani hari-harinya selama satu setengah tahun kini menikah dengan sahabatnya.
Hati Mira hancur kakinya lemas tak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Air matanya jatuh menetes. Maya menoleh ke Mira
"Mir, itu Adi, gimana menurut mu?"
"Hmmm oke oke, may aku kekamar mu dulu ya ada yang ketinggalan." Mira menutup mulutnya menahan gugup sambil menunduk lalu berlalu kearah kamar Maya tadi sebelum Adi sempat melihatnya.
Tangisan Mira makin meledak tat kala ia dengar kata sah dan tepukan tangan orang-orang dibawah sana.
Pikirannya ingin sekali tergerak hadir menghampiri Adi dan menghentikan pernikahan ini namun kakinya tak dapat digerakkan. Mira tidak bisa menghancurkan kebahagiaan Maya. Kebahagiaan orang tua Adi dan orang tua Maya.
Apalah aku seorang anak yatim piatu yang tak dapat disejajarkan dengan Maya pemilik pabrik Roti yang terkenal serta Adi anak pemilik peternakan sapi dan penghasil susu terbesar di kotanya. Aku hanyalah sampah bagi mereka, berhak kah aku menghancurkan kebahagiaan pasangan yang sempurna itu?
Mira pergi dengan hati sangat sakit dan terpukul.
***
bersambung....
Jangan lupa Vote, like dan commentnya...
Happy Reading 😊😊😊
Caca rendi saudara😱😱