Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
032
Typo masih bertebaran harap maklum.
____________
Arion membawa Adeeva ke sebuah butik langganannya. Untuk Mencari gaun yang akan di gunakan oleh Adeeva nanti.
"Ada yang bisa saya bantu" sapa salah satu Karyawan butik tersebut.
"Aku sudah punya janji dengan Audry" seru Arion santai.
sedangkan Adeeva hanya bisa mengikuti Arion tanpa mau membantah.
"Baik tunggu sebentar" seru karyawan tersebut.
Tidak menunggu begitu lama seorang wanita berparas cantik dan modis menghampiri mereka.
"A, long time no see" seru wanita tersebut dan memeluk Arion. Arion menerima pelukan dari wanita tersebut.
"Hai, Dry" sapa Arion.
"Mengapa kau jarang berkunjung. Atau jangan-jangan kau sudah melupakanku" seru Audry dengan wajah cemberut.
Adeeva hanya bisa menatap interaksi mereka tanpa mau mengganggu. Sejujurnya ada rasa tidak suka kepada wanita yang ada di depannya ini karena terlalu dekat dengan Arion.
"Aku sibuk. Ini Adeeva istriku" seru Arion. Tangan kanan Arion sudah melingkar indah dipinggang Adeeva.
Adeeva mengulurkan tangannya pada Audry. Dan langsung di sambut antusias oleh wanita itu.
"Benarkah. Dia sangat cantik tidak seperti wanita yang terakhir kau bawa. Aku tidak suka dengan wanita itu" seru Audry terang terangan.
"Kakak sepupu, aku ingin berbicara banyak denganmu. Ikut denganku" Audry langsung menarik tangan Adeeva.
Sedangkan Arion hanya bisa mengikuti mereka dari belakang.
Adeeva masih belum mengerti dengan apa yang di katakan Audry. Jika Audry menyebutnya kakak sepupu maka Audry adalah sepupu Arion.
Audry membawa Adeeva ke ruangannya. Mereka duduk di sofa.
"Maaf aku tidak bisa datang ke pesta pernikahanmu dengan A. karepku sedang ada di Milan waktu itu" seru Audry.
"Tidak apa?" adeeva hanya tersenyum.
"Oh iya aku belum memberitahumu. Aku sepupu A, kau tidak cemburu kan dengan interaksi kami barusan" goda Audry.
"Tentu tidak. Arion bahkan sering di kerumuni oleh banyak wanita" Adeeva sedikit lega mendengar fakta jika Audry adalah sepupu Arion.
" ya aku tahu, dia tampan dan kaya pasti banyaknya menyukai"
Adeeva mengangguk setuju. "Baiklah karena kau di sini untuk melihat beberapa baju yang ku punya. Aku akan mengambil yang terbaik untukmu.
Audry mengeluarkan beberapa baju terbaiknya. Sedangkan Arion hanya duduk dengan ponsel di tangannya.
Adeeva kelaur dengan gaun yang sangat cantik dan pas ditubuhnya.
"Bagai mana" tanya Audry pada Arion. Namun Arion langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, ini terlalu berlebihan" seru Arion.
"Aku suka ini" seru Adeeva. namun Arion tidak mendengarkan nya sama sekali.
Arion menatap Audry yang duduk di sebelahnya.
"Apa tidak ada yang lain?" tanya Arion.
"Kau terlalu meremehkan ku" seru Audry.
Audry membawa Adeeva kembali ke ruang ganti. Pandangan matanya tertuju pada sebuah gaun yang mungkin pas untuk Adeeva.
"Gunakan ini" seru Audry.
"Tapi aku menyukai ini"
"Tenanglah kakak ipar kau akan mendapatkan gaun yang kau pakai. Sekarng lebih baik kau ganti dengan ini" jelas Audry.
Adeeva kembali keluar dengan gaun yang di oilihkan Audry. Gaun yang kedua terlihat Elegan dan cantik.
Arion menghampiri Adeeva yang masih berdiri di hadapannya.
Menarik lembut pinggang Adeeva.
"Kau cantik menggunakan gaun apapun, tapi aku lebih baik gaun yang ini. Gaun tadi terlalu terbuka dan aku tidak suka jika tubuhmu jadi tontonan pria di luar sana" bisik Arion.
Audry yang melihat interaksi keduanya lebih memilih pergi dari sana.
"A lepas aku tidak enak pada Audry" seru Adeeva.
"Dia sudah tidak ada" seru Arion tanganmu semakin merapat di tubuh Adeeva. Memeluknya semakin dalam menghilangkan jarak di antara mereka.
Arion bahkan tidak henti mencium pipi dan rahang Adeeva.
"A" protes Adeeva.
Namun Arion tidak menghiraukannya. Arion semakin gencar mencium Adeeva. Bahkan rasanya Arion ingin memakan Adeeva sekarang juga.
Arion menghentikan aktivitasnya. Jika dia tidak berhenti Arion takut tidak bisa berhenti dan melakukan hal yang tidak di sukai Adeeva. Arion menumpukan kepalanya pada bahu terbuka Adeeva menghirup wangi Adeeva yang memabukkan.
"Jika seperti ini terus aku tidak yakin bisa menahannya" seru Arion dengan suara seraknya.
Adeeva yang mendengar itu hanya bisa memeluk Arion. "Berikan aku sedikit waktu lagi dan setelah itu aku akan menyerah diriku kepadamu seutuhnya." bisik Adeeva.
P.s
Hai kalo mau baca cerita aku di usahakan abis magrib ya. Takut batal puasanya.