Menceritakan kisah gadis desa bernama Aida Saputri yang merantau ke Ibukota dan pada akhirnya menjadi seorang bodyguard dari Raisa Aditama putri pengusaha terkenal Wira Aditama dan Lisa Aditama. Saat dirasa telah mampu memegang perusahaan, Raisa diangkat menjadi CEO di perusahaan orangtuanya. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO perusahaan lain bernama Arman Raharja.
Kisah cinta di mulai, terjadilah cinta segitiga. Raisa mencintai Arman, sedangkan Arman malah mencintai Aida. Sementara Aida sudah memiliki calon suami yang ia cintai. Lantas apa Arman akan berpindah ke Raisa yang jelas-jelas mencintainya. Atau bertahan dengan cintanya yang tak terbalas.
Selain Arman sang CEO ada sosok Aji yang berprofesi sebagai Bodyguard yang juga mencintai Aida. Di saat menanti hari H pernikahan calon suami Aida kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Di akhir kisahnya siapa yang akan menjadi pendamping hidup Aida?
* Arman sang CEO yang angkuh,dingin, serta melakukan segala hal demi merebut hati Aida
Ataukah
*Aji sang bodyguard yang tulus mencintai tanpa pamrih justru rela mengorbankan nyawanya demi orang tercinta
Ikuti kisah Aida hingga berakhir indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurjanah Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Belum jodoh
Siang ini majikan Cici diantar oleh supir mengunjungi toko kue tempat Tari bekerja. Ia sengaja kesana demi bisa bertemu dengan si empunya yang pandai membuat kue. Entah mengapa ia merasa ada chemistry dengannya. Meski melihat orangnya saja belum pernah, tapi Ia sangat berharap gadis itu menjadi mantunya. Hanya dalam do'anya Ia mengharap gadis itu bisa menjadi jodoh putra semata wayangnya.
Toko nampak ramai oleh Ibu-ibu dan anak remaja yang memakai seragam SMA. Mungkin mereka kesana karena selain rasa yang enak harganya pun sangat ramah di kantong. Terlebih para pelajar yang hanya mengandalkan uang sakunya itu, mereka pastinya sangat senang bisa mendapatkan kue dengan harga sangat terjangkau tersebut.
Nyonya Rani masuk kedalam toko dan menyisir semua isinya. Ia pun mendapati Tari, perempuan yang menjual kue di kompleknya.
"Nak Tari", sapanya lembut.
"Eh... Nyonya. Silahkan mau beli kue apa? saya bantu mencarinya", jawab Tari.
"Ehm.. Rainbow cake itu kayaknya enak deh. Bungkusin 1 ya. sama Bakpia 2 dus itu",
"Baik saya bungkuskan dulu Nyonya. Silahkan tunggu di meja yang kosong itu sebentar. Saya permisi dulu", ucap Tari mempersilahkan Nyonya Rani.
"Baiklah",
Ia masih mengawasi sekitarnya, menerka-nerka gadis mana si pemilik Toko tersebut. Namun ia kecewa, tak ada yang membuatnya tertarik. Entah siapa yang ia harapkan, nyatanya ia merasakan kecewa tiba-tiba. Masih dalam pikirannya yang tak menentu, tiba-tiba Tari datang menghampirinya.
"Permisi Nyonya", panggilnya pelan.
"Oh... iya. Maaf sampai tak menyadari keberadaanmu",
"Tidak apa Nyonya. Ini kue yang anda pesan di sana sudah tertera jumlah total yang harus di bayar", ucap Tari sambil menyerahkan kantong kue dan kertas tagihan yang harus di bayarnya.
"Lhoh... ada diskonnya",
"Benar Nyonya. Karena Anda baru pertama kali ke toko.Ini sudah menjadi keputusan sang Pemilik Toko untuk memberikan diskon kepada pembeli yang baru sekali kesini",
"Ngomong-ngomong apa saya bisa menemui pemiliknya",
"Maaf Nyonya. Sang pemiliknya sedang tidak ada di toko. Sedang ke rumah sakit menjenguk temannya",
"Yah... padahal saya ingin bertemu dengannya. Mungkin belum jodoh kali ya",
"Iya Nyonya. Anda bisa kemari lagi lain waktu dan semoga berjodoh bisa bertemu dengannya",
"Oh... Baiklah. Kapan-kapan saya kesini lagi. Ini uangnya dan sampaikan terimakasih saya kepada pemiliknya ya. Karena mendapat diskon",
"Baik Nyonya nanti saya sampaikan",
Dengan perasaan kecewa ia meninggalkan toko tersebut. Niat hati ingin bertemu dan mengenal si pemilik toko, namun apa mau di kata kesempatan itu sedang tak berpihak padanya. Ia hanya ingin memastikan seperti apa sosok gadis yang menyita perhatiannya. Apakah sesuai dengan harapanya ataukah tidak. Seandainya ia sudah tahu pasti bagaimana kepribadiannya dan menurutnya cocok sebagai kriteria menantu idaman. Maka ia akan segera menjodohkannya dengan sang Putra. Karena sampai detik ini di usia yang sudah menginjak 30 tahun, belum juga mengenalkan calon istri. Jangankan calon istri,pacar saja tak punya. Begitulah laporan yang ia dapat dari Edo, bawahan sekaligus orang kepercayaan putranya.
Huft... mungkin esok aku akan bisa menemuinya. Aku harap perasaanku ini benar. Gadis ini sesuai dengan perkiraanku. Meski aku belum berjodoh untuk bertemu. Tapi semoga nantinya bisa berjodoh denganmu Nak. Dari yang aku dengar ia gadis yang pantas untuk mendampingimu. Ia pandai membuat kue, mandiri dan sholehah.
***
kasihan aida gara-gara metode PDKT Arman yg wow!!
\(°o°)/
bersikap galak dan sering ngebentak......😂😂😂
OB KERUDUNG BIRU