Cerita tentang keputus tuhan dan settingan alam. Takdir yang mempertemukan Layra gadis SMA dengan sejuta tingkat barbar dan nakal nya. Dengan Deral pria pemegang saham utama di Abercio Crop.
Kisah cinta antara manusia dengan selisih umur delapan tahun. Yang dibumbui dengan kepossessivan Deral pada Layra, Layra gadis yang sudah masuk kedalam ruang hatinya.
Namun Layra tetap lah Layra dengan prinsip hidup 'Hidup itu bebas, jalani aja sesuka hati' . Dan Deral juga tetaplah Deral dengan moto 'Layra milikku dan akan aku jaga dengan sejuta cara!' .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brdngkrl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter Thirty Two ---
19.22
London, inggris
Brakk
"Maksud kamu apa!?" Intonasi dingin penuh tekanan mengintrupsi ruangan .
Aura mencekam penuh tekanan mendominasi ruangan tersebut, belum ditambah Deral dengan wajah datar nan dingin. Namun begitu menakutkan, bagai iblis yang bangkit.
"Tiba tiba tersebar berita yang mengatakan anda sedang menjalin hubungan dengan nona Cerall dan telah putus dengan nona Layra" Jelas Cakra menundukkan kepala.
"Dan itu diperkuat dengan foto anda seperti sedang memeluk nona Cerall" Cakra dengan segenap keberanian nya, menyerahkan iPad berisi laman berita.
Deral manatap tajam berita serta foto tersebut. Ada kilatan amarah yang membara dalam mata nya.
"Saya mau kamu klarifikasi sekarang juga! Dan suruh semua media menghapus berita ini bila tidak ingin menerima resiko" perintah mutlak yang tak ingin di bantah.
"Baik tuan" Cakra mengangguk dan segera pergi keluar ruangan.
Deral memijat keningnya, ia masih bingung kenapa hal seperti ini bisa terjadi. Padahal semalam ia hanya bertemu rekam bisnis nya yang notabene adalah ayahnya Cerall.
Cerall-- teman kuliah nya dulu, yang ia tahu bila menyukainya. Tapi itu sudah bertahun tahun lalu Deral kira ia sudah melupakannya dan mencari yang lain. Tapi diam diam Cerall malah membuat konspirasi pada dirinya, dengan memanipulasi publik dengan modal secarik foto.
"Shit! Seharusnya gue nolak duduk disamping nya!" Ia meruntuki segala yanh terjadi kemarin, ia lengah dan tidak menyadari konspirasi yang dibuat Cerall.
Tapi hanya satu yang saat ini ia khawatirkan, yang terus menerus ada dipikirannya, Layra. Bagaimana gadis nya itu? Apa reaksinya saat melihat berita tersebut?.
Deral benar benar takut, yah seorang Alderaldo memang bisa takut jika menyangkut sesuatu yang ia sayangi. Dan ia tak mau bila sebuah konspirasi Cerall akan berdampak pada hubungan nya dengan Layra.
Hubungan yang perlahan ia jalin. Dan sedikit demi sedikit semakin maju dan kuat, jangan sampai segala nya hancur hanya karena berita rekayasa belakang.
Clek
"Tuan semua media yang mencetak berita tersebut sudah bersedia untuk menghapus nya. Dan juga sudah saya buat klarifikasi dengan media" Jelas Cakra.
"Baik. Siapkan tiket sekarang" Deral ingin segera pulang kembali ke Indonesia, ia ingin menjelaskan segala nya pada Layra.
"Maksud tuan ingin kembali ke Indonesia sekarang?" Deral mengangguk. "Tapi tuan besok anda akan menandatangani kontrak resmi dengan Mars group's".
Tangan Deral meremas rambutnya sendiri. "Sial" Umpat nya.
Kenapa segalanya terjadi disaat yang tidak tepat? Rasanya ia ingin membagi dirinya menjadi dua, agar bisa berada di dua negara sekaligus. Tapi iya harus menjelaskan segalanya pada Layra, entah apa responnya nanti.
Yang terpenting ia akan menjelaskan segalanya terlebih dahulu, namun apa daya nya. Kontrak ini mengikat nya, ia tak bisa pergi sebelum menandatangani nya.
Deral memejamkan mata mencoba memenangkan diri. "Bagaimana keadaan Layra?".
Cakra yang memegang iPad ditangan nya, merasa ragu membacakan isi laporan dari bodyguard suruhan nya. "Nona sedang pergi".
"Pergi?" Tanya Deral agar Cakra menjelaskan lebih detail.
"Yah tuan, pukul duabelas siang nona beserta empat kawannya pergi menuju bandara. Terlihat juga nona membawa koper" Jelas Cakra menatap Deral.
Hati Deral semakin kacau saat itu juga. Keadaan seakan memberikan segala tekanan padanya. "Kemana?".
---
Di lain negara
15.25
"Pulau Dewata" Guma Layra menatap hamparan sawah terasering. Hijau nan menenangkan.
Setelah sampai bandara Internasional Ngurah Rai, mereka naik mobil sewaan Faro untuk sampai di hotel. Dengan Atla yang mengemudikan mobil, dan Layra duduk di kursi samping nya.
Sementara dibelakang Ayres tidur santai dipundak Liza, Liza pun santai menyenderkan kepalanya pada bahu Faro sambil fokus pada handphone, dan Faro sebagai tiang ujung hanya bisa pasrah dan memilih mendengarkan alunan musik earphone.
Mata Layra memandangi jalanan asri, yang dihimpit oleh hamparan sawah hijau dan kebun kebun kelapa. Begitu menyejukkan sepanjang mata memandang, namun pikirannya berkelana.
Atla hanya bisa menyaksikan, dan berharap kisah itu tak akan terulang. Tatapan kosong, fikiran campur aduk dan kecewa nya hati, itu semua bisa ia lihat dari mata nya.
Setengah jam lebih perjalan berlangsung, akhirnya mereka sampai di hotel. Hotel asri dengan desain yang membaur dengan alam, dan menghadap langsung pada hamparan pantai pasir putih.
Liza membagikan kunci kamar masing masing. "Nih, tiap balkon kamar dapat view pantai kuta yang ulalala cantiknya. Dan dapet akses kolam renang atas." Setelah membagikan kuncinya mereka menyeret koper masing masing dan masuk kedalam kamar.
Layra meletakkan kopernya disebelah kasur. Ia berjalan menuju balkon, membuka pintu kaca sebagai pembatas. Dan benar kata Liza dari sini ia bisa mendapatkan view pantai Kuta yang kata Liza ulalala cantiknya.
Tapi bagi mata dan hati Layra, pemandangan ini lebih memenangkan. Hamparan laut biru yang menakutkan bagi penderita thalassophobia, tapi memanjakan mata Layra.
Ia menghela nafas. Setidaknya disini ia masih merasa ketenangan batin dan hati. Bukannya ia lari dari masalah, anggap saja sedang mengumpulkan keberanian untuk menghadapi nya.
---
06.26
Pagi hari ceria nan indah, bertambah indah bila di lewati saat berada di pulau seribu candi. Sudah pula lengkap dengan menyaksikan keseharian sang surya, yang muncul dari ufuk Barat. Menghantarkan kemilau jingga yang hangat dan menerangi semesta.
Kini The Five, sedang bersenandung ria diatas kolam renang. Liza dipinggir kolam renang hanya mencelupkan setengah kakinya, disampinya duduk Atla dengan posisi yang sama dan mata yang fokus mengecat kuku Liza.
Didalam kolam renang jernih, terdapat dua laki laki yang nampak hot dengan hanya menggunakan boxer dan dada telanjang. Ia lah Ayres dan Faro.
♥ 22. 999 Likes
Ayress~ ketamvanan gue mengalahkan air
View all 18.007 comment
Ayres menepi ke sebalah Liza, namun masih didalam kolam renang. "Perasaan semua laki lo jadi in mbk mbk manicure."
"Yah karena itu bakat terpendam kalian semua! Yah kan Tla?" Atla hanya bisa mengangguk menanggapi pertanyaan Liza.
"Sekarang fotoin gue disono, hayukk" Tanpa persetujuan Atla Liza menarik paksa Atla. Menuju bangku bundar.
Dengan rasa sabar Atla menfotokan Liza. Liza pun berpose beberapa kali, dengan pendukung terusan hitam yang menonjolkan lekuk tubuhnya, belum juga view rooftop cantik. Ups.. Jangan lupakan kuku ganti dengan lapisan warna light blue, hasil karya Atla.
♥ 24. 778 Likes
Alizazaaaz Perfect scenery
View all 13.899 Comment
Sesudah melakukannya Liza menghampiri Layra yang di kursi lounger pantai, dan ikut duduk disebelahnya.
Layra Ia fokus pada handphone dihadapan nya. Sesaat setelah ia memposting foto terbaru nya pada laman instagram pribadinya. Paha mulusnya terekspos,membiarkan sinar matahari leluasa menyinarinya.
♥ 25. 124 Likes
NabeenaLayra_ Kata alam, kata hati.
View all 15.444 comment
"Ay?" Panggil Liza duduk kursi lounger pantai sebelah Layra.
"Hmn?" Jawab Layra tanpa menoleh.
"Lo ga laper?" Layra mulai Mengalihkan pandangannya dari handphone. "Yaudah pesen sekarang".
Liza segera menghubungi resepsionis, untuk segera membawakan sarapan mereka. "Lo bertiga juga kan?".
"Yoi" Ayres berteriak menjawab sambil mencipratkan air pada Faro dan Atla.
"Sialan lo!" Faro memandang Atla seperti mengisyaratkan sesuatu, Atla pun mengangguk.
Mereka bersamaan menghampiri Ayres, lalu memegang kedua tangannya dan menekan kepalanya agar masuk kedalam air. Ayres yang tersolimi memberontak namun satu banding dua adalah hal sulit.
Setelah berjuang setengah jiwa Ayres akhirnya bisa muncul ke permukaan lagi. Lalu secepat mungkin menghirup oksigen.
"Haa haah hayati tersolimi" Ucapnya penuh drama dan duka.
"Solimi solimi, nih makan solimi" Faro dengan bahagia nya menarik kaki Ayres agar kembali masuk ke dalam air.
---
Hae haeeee
jangan lupa, likeeee
comment
and klik lopee
see you next Chapter
semangat Thor