NovelToon NovelToon
Pembalasan Si Buruk Rupa

Pembalasan Si Buruk Rupa

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:178.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: nita kinanti

Gia tidak menyangka jika rekan kerjanya tega menaburkan bubuk beracun ke dalam perlengkapan make up-nya sehingga membuat wajahnya yang cantik berubah menjadi penuh koreng busuk dan menjijikkan. Karena hal itu pula Gia dihina dan dijauhi teman-temannya bahkan sampai dipecat dari pekerjaannya.

Setahun kemudian Gia kembali ke perusahaan itu untuk mengembalikan nama baiknya sekaligus membalas orang yang telah menghancurkan wajahnya.

Bagaimana cara Gia memberikan pembalasan yang setimpal kepada orang-orang yang telah menyakitinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Ditahan

Sebulan kemudian ...

"Akhir bulan ini aku akan pensiun. Aku membutuhkan seseorang untuk mengurus perusahaanku. Aku akan menunjuk kamu menjadi direktur utama menggantikan aku nanti. Kamu sudah berpengalaman mengurus Be Beauty. Jadi, perusahaan ini nantinya juga aku percayakan kepadamu," ucap Tuan Tirta. Laki-laki tua itu sengaja meminta Emir datang ke ruangannya untuk membicarakan masalah ini.

Emir tersenyum dalam hatinya. Lepas dari Be Beauty ternyata dia mendapatkan kesempatan emas di perusahaan Tuan Tirta yang lain. Otak culasnya pun berputar, bagaimana caranya agar dia tidak hanya menjadi direktur utama di perusahaan ini tetapi juga memilikinya. Tentu saja dengan menjadi menantunya, dengan cara menikah putri Tuan Tirta satu-satunya yang wajahnya pas-pasan dan tidak tahu apa-apa. Ah ... Itu mudah sekali bagi Emir.

Emir tersenyum semakin lebar membayangkan perusahaan ini akan menjadi miliknya setelah dia menikah dengan Kania. Padahal, asal Emir tahu, Kania sama sekali tidak tertarik padanya.

"Tentu saja, Tuan. Saya pasti siap jika kelak anda mempercayakan perusahaan ini kepada saya," ucap Emir percaya diri. Setelah itu Emir pamit untuk kembali ke ruangannya karena sudah tidak ada yang Tuan Tirta ingin bicarakan lagi.

Keluar dari ruangan Tuan Tirta, Emir disambut dengan senyuman oleh Erika. "Sudah selesai?" tanya Erika yang ditanggapi dengan malas oleh Emir. Hampir setiap hari mereka bertemu karena sekarang Erika adalah sekretaris Tuan Tirta. Tetapi hubungan mereka sudah tidak seperti dulu. Erika masih mengharap Emir kembali kepadanya padahal Emir sudah tidak menginginkannya. Dia sudah memiliki Kania yang sekarang menjadi incarannya.

"Beri aku kesempatan, Emir. Kita bisa bersama lagi!" Erika mencegat Emir.

"Tolong Erika, ini di kantor! Jangan membawa masalah pribadi di kantor! Dan satu lagi, hubungan kita sudah selesai, jadi jangan ganggu aku lagi!"

"Apa kamu meninggalkan aku demi Kania? Demi jabatan agar Tuan Tirta menjadikan kamu direktur utama?" desak Erika tidak terima.

"Itu bukan urusanmu. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa!" tegas Emir lalu pergi, dan Erika hanya bisa menatap kepergian Emir.

"Permisi ... " Sebuah suara membuat Erika menoleh sedikit terkejut. Gia berdiri di sana sejak beberapa menit sebelumnya menyaksikan perdebatan Emir dan Erika tanpa mereka berdua sadari.

"Oh ... Kamu rupanya, Erika. Tidak menyangka sekarang kamu bekerja di sini," ucap Gia pura-pura terkejut. Dia sengaja datang ke untuk menemui ini Tuan Tirta karena ada yang harus mereka bicarakan.

"Ya, aku bekerja di sini. Lihat, kan? Meskipun kau memecatku aku masih bisa menemukan pekerjaan lain."

"Baguslah ... Aku senang mendengarnya. Lama kita tidak bertemu. Aku lihat kulitmu semakin cerah saja," ucap Gia basa-basi.

"Tentu saja, perusahaan ini memberikan sampel produk gratis pada pegawai barunya. Kamu lihat sendiri, kan? Aku semakin putih dan glowing?" ucap Erika dengan bangganya, tidak lupa senyum sombong tersungging di bibirnya karena sekarang dia merasa secara fisik tidak kalah jika dibandingkan Gia.

Gia tersenyum puas. Erika tidak tahu saja jika sampel gratis itu hanya akal-akalan Gia. Setelah sampel itu habis maka barulah akan muncul efek sampingnya.

"Jadi, ada perlu apa kemari ?" tanya Erika sinis. Dia tidak menempatkan Gia sebagai tamu atasannya, melainkan sebagai rivalnya.

"Tentu saja aku ingin bertemu Tuan Tirta. Apalagi? Masa mau bertemu Emir?!" Seketika Erika memasang wajah masam. "Ngomong-ngomong bagaimana hubungan kalian? Apa sekarang kamu sudah tahu bagaimana rasanya dicampakkan?"

"Aku tidak tahu yang kamu bicarakan, Gia. Hubunganku dan Emir baik-baik saja. Silahkan masuk, Tuan Tirta sudah menunggumu!" ucap Erika ketus.

Gia tertawa. Bisa-bisanya Erika berbohong dengan mengatakan jika hubungannya dengan Emir baik-baik saja. "Terserah katamu saja!" ucap Gia lalu masuk ke ruangan Tuan Tirta.

"Silahkan Gia, masuklah," sambut Tuan Tirta. Laki-laki tua itu sudah cukup mengenal Gia karena dulu Gia adalah salah satu pegawai terbaiknya di Be Beauty.

"Selamat siang, Tuan Tirta. Saya membawa laporan yang anda minta," ujar Gia. Dia duduk di depan Tuan Tirta lalu memberikan berkas-berkas laporan-laporan yang sudah dia bawa.

"Itu catatan keuangan selama Be Beauty dipegang oleh Emir. Anda bisa melihat sendiri kejanggalan-kejanggalannya. Dan sekarang saya telah mengantongi buktinya."

Tuan Tirta melihat laporan itu dengan seksama. Dari awal dia sudah curiga jika Emir melakukan penggelapan. Tetapi waktu itu kondisi tubuhnya sedang tidak sehat sehingga dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Gia adalah pimpinan tertinggi di Be Beauty sekarang, jadi Tuan Tirta meminta bantuan Gia untuk menyelidiki kebusukan Emir. Tuan Tirta khawatir Emir akan kabur atau melarikan diri jika mengetahui dirinya sedang diselidiki secara diam-diam. Karena itu dia meminta Gia untuk membuat Emir keluar dari Be Beauty. Lalu menawarkan pekerjaan di perusahaannya agar agar dia lebih leluasa mengawasi Emir.

Semua yang tadi dia katakan pada Emir hanyalah janji belaka agar dia tidak pergi kemana-mana, dan terus berada dalam pengawasannya.

"Jadi, siapa sebaiknya yang mengurus ini sampai ke polisi? Aku atau kamu? Secara teknis Be Beauty sekarang adalah milikmu, tetapi Emir melakukan penggelapan ketika perusahaan itu masih menjadi milikku."

"Biar saya saja yang mengurusnya, Tuan Tirta. Anda cukup menjadi saksinya dan menikmati masa pensiun anda dengan tenang. Saya pastikan apa yang Emir ambil dari anda akan kembali ke tangan anda."

"Terima kasih, Gia," ucap laki-laki tua itu tulus.

"Sama-sama Tuan. Kalau begitu saya permisi." Gia pun pergi meninggalkan perusahaan Tuan Tirta. Tinggal selangkah lagi melihat Emir mendapatkan hukumannya.

...* * *...

Emir datang ke perusahaan pagi-pagi sekali. Hari ini adalah hari terakhir Tuan Tirta aktif di perusahaan, yang artinya dia akan diangkat menjadi direktur utama. Emir sudah tidak sabar menantikannya.

Tidak ada pesta besar untuk serah terima jabatan direktur utama ini, seperti dulu di Be Beauty. Tuan Tirta hanya mengumumkannya melalui meeting seluruh dewan direksi dan para pemegang saham. Tetapi Emir tidak masalah dengan ini. Mau pesta ataupun tanpa pesta yang penting dia menjadi direktur utama.

Semua orang sudah berkumpul di ruang meeting. Tuan Tirta sudah bersiap untuk memulai meeting tetapi kemudian pintu ruangan di ketuk, "Permisi," Gia muncul dan langsung masuk ke dalam ruang meeting. Di belakangnya ada beberapa orang polisi mengikutinya. "Itu orangnya, Pak. Silahkan di tahan!" ucap Gia menunjuk Emir.

Salah seorang polisi mendekat lalu menunjukkan surat perintah penangkapan kepada Emir. "Saudara Emir, anda ditahan atas dugaan penggelapan dan penipuan. Silahkan ikut kami ke kantor polisi!" Lalu polisi yang lain mulai memegang tangan Emir dan memasang borgol.

Emir masih belum bisa mencerna apa yang terjadi sampai dia melihat Gia yang tersenyum puas ke arahnya.

1
Endang Sulistia
Luar biasa
Tri Andy
bagus n seru ceritanya, tksh
AXYs
Direktur ato manager siy jabatannya?

Direktur biasanya atasannya manager bukan?
Dulu waktu aku bekerja gitu siy..
Direktur Pemasaran membawahi bbrp manager.

🙏🏼🙏🏼
Omar Diba Alkatiri
bodohnya tokoh utama , ga ijinin Ade nya masuk kamar tapi kamar ga di kunci .... gia ada otaknya ga Thor
susanti Tri
ko udh end aja thor..hrusny mpe gia punya anak dan hidup bahagia..extra part 2 eps aja gpp..
Ahsin
gia gia hadeh gobloknya gak ketulungan
Siscka Sari
sumpah greget banget sama gia bodoh banget perannya tolol banget udah pernah digituin harusnya lebih hati hati balas dengan anggun tapi mematikan bukan lemah dan grusakgrusuk
Osafa
sukaaabma karya autor...simple...ga bertele2..
sukses utk karya2 selanjut nya tor...
VaNiLaLuLaBo
Diana sok mulu... nyampah
VaNiLaLuLaBo
kannnnn...
VaNiLaLuLaBo
busuk betul hati... sampai bernanah berdarah hati tu membusuk si Erika ni...
VaNiLaLuLaBo
apa hak diorg ni main usir²... mcm Yahudi... marah betul aku .. apa punya manusia yang tidak berperikemanusiaan?? Grrrrrrrrr
arniya
luar biasa kak
shahia azalea
mana balas dendamnya.yang ada lanjut di bulli
Shinta Dewiana
mantap...
Shinta Dewiana
tu rasa hasil buah yg kalian tanam..
Shinta Dewiana
yaaa....lolos...pula
Shinta Dewiana
jahat banget kalian ya,his bukannya tobat..
Shinta Dewiana
hedehhh..kacau...blm sadar2 juga
Shinta Dewiana
kasihan juga tu bu sumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!