Berantai kejadian yg diyakini sebuah kutukan, dari buyutnya. akhirnya terpecahkan . Karena sebuah dendam , hingga anak turun temurun nya mati karena serangan ilmu hitam.
Karena kakek buyutnya yang Bernama Gajah Wereng , menjadikan anak dan cucu cucunya mati dengan dada yg memar menghitam.
Hingga kelahiran Ayunda , yg dipercaya sebagai penakluk dari musuh bebuyutan dari Gajah Wereng.
karena ternyata sang Mertua Gajah Wereng adalah Pertapa yg mempunya Pedang Langit Kembar , penghuni taman langit.
Ikutilah perjalanan Ayunda , dari hal yg receh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran
Kesenangan itu tidak berlangsung lama , karena tiba tiba salah satu penjaga masuk tanpa permisi.
" maaf tuan , tempat ini diserang oleh kelompok Akabe !" Kata penjaga itu , yg membuat Sasuke langsung murka.
Kemudian dia menelepon anak buahnya yg berada di markas untuk ke tempat ini .
Yuki memandang mama Shisuka , meminta ijin dan di angguk i oleh Mamanya itu , begitu juga Ayunda , malahan Raisha akan ikut ke depan .
Sasuke melarang Raisha dan Rian untuk ke depan karena harus menjaga Grandpa dan Grandma, serta Tantenya Shisuka . Akhirnya Raisha mengalah. Dan bertiga mereka kedepan , Yuki sudah menenteng samurai pemberian kakek Denis , dan Ayunda saat ini tangan kosong , sementara Sasuke , mengambil Samurai yg berada di mobilnya .
Penyerang yg baru masuk gerbang langsung berhadapan dengan Sasuke dan anak gadisnya Yuki .
Mereka menyerang secara membabi buta , Ayunda yg masih tangan kosong menyambut serangan itu , tapi tak berselang lama , tangannya sudah muncul pedang Sky Light Swords atau pedang langit kembar perwujudan dari Naga merah dan naga biru.
Sasuke terluka , Yuki dengan sigap membawa Papanya masuk ke rumah yg di bantu oleh Ayunda , Ayunda melibas kan pedangnya. Kilatan petir menyambar semua yg ada di halaman rumah itu . Semua menjadi porak poranda , kilatannya menggelegar membuat yg berada di sekitar itu menutup telinganya . Yuki , setelah memapah papanya kedalam rumah dan diterima Raisha , akhirnya keluar . Di depan gerbang masih banyak pasukan menyerbu tempat itu.
Yuki membantu Ayunda melawan kelompok penyerang itu , yg jumlahnya hampir ratusan.
Ayunda mengayunkan kembali pedangnya , gelegar kilat yg terjadi akibat pedang itu menggema dan puluhan lebih ter tebas pedang itu dan hangus.
Mereka lari , Ayunda mengejarnya , Yuki pun tak mau kalah . Yuki merasa saat ini bisa terbang dan meloncat tinggi mengejar Ayunda. Hingga mereka sampai disebuah tanah yg lapang . Terlihat mereka terhenti , tampak didepannya seorang pemimpinnya .
Akabe berada di sana . Beserta makhluk wanita yg sangat mengerikan.
" Sky Light Swords....hahaha , segera rebut pedang itu....hahaha ?" Kata Akabe.
" hati hati dengan gadis pembawa Sky Light Swords itu...!" Kata Okky
Ya yang bersama Akabe adalah Okky penunggu Kastil tua di kaki gunung Fuji , suaranya yg menggema itu.
Ayunda kembali melibas kan pedangnya , sementara Yuki terus melawan pasukan Akabe tanpa merasa lelah " Apa ini yg diberi oleh kakek Naga malam itu" batin Yuki.
Hingga sabetan samurai Yuki melibas banyak pasukan Akabe.
Ayunda sendiri mengangkat pedangnya , gemuruh langit, dan petir menggelar di atas sana . Kilat menyambar kesana kemari. Ayunda bersiap menebas kan pedangnya .
Tidak jauh dari tempat itu sepasang makhluk lain datang , dia adalah Aryaloka dan Andini .
Mereka sudah sampai di tempat itu. Mengejar Ruh naga biru yg memancarkan cahaya berkilauan. Kini sudah dihadapannya.
Ayunda mengayunkan pedangnya ketika tiba tiba cahaya merah menyala dalam pedang itu dan salah satunya memancar dari badan Andini .
Hal itu diketahui Okky dan Akabe serta Arya loka .
Sehingga Okky dan Akabe menahan diri untuk menyerang dikala anak buahnya sudah banyak yg tewas.
Andini mengejang , hingga memuntahkan batu pipih berwarna merah menyala , Andini tergeletak , lemas dan dibantu Aryaloka. " Apa yg terjadi Nyai" kata Aryaloka.
" Sukma naga itu kembali ke raganya...ahh !" Jerit Andini.
Yg kini di bantu Aryaloka memulihkan tenaganya.
Batu pipih yg dimuntahkan Andini melesat menuju Ayunda dan menghantamnya , hingga ia terpental , pedangnya terlepas .
Kesempatan itu dimanfaatkan Okky untuk mengambil pedang Sky Light Swords itu. Okky melayang dan akhirnya mendapatkannya.
Okky tertawa puas , hingga tawanya menggelegar . Menggetarkan tempat itu.
Sementara Ayunda tergeletak , di ujung sana. Yuki segera mengejarnya , namun ia kemudian berhenti. Ketika melihat tubuh Ayunda bergulung cahaya biru dan merah menjadi satu. Mengangkat tubuh Ayunda ke atas . Matanya memancarkan warna biru , rambutnya mengeluarkan kilat kilat kecil. Tubuhnya memancarkan cahaya biru dan merah.
Okky yg melihat itu masih tertawa lepas. Akan tetapi Sky Light Swords yg dipegangnya bergetar hebat , menyerap tenaga Okky .
Ayunda yg diatas tangannya mengepal ke kiri dan ke kanan diangkat ke atas keduanya.
Okky yg memegang Sky Light Swords itu terpental , pedang yg dipegangnya melesat menuju Ayunda.
Kedua tangan Ayunda terbuka , pedang yg semula satu itu memecah menjadi dua , satu warna merah , dan satu lagi warna biru.
Andini yg sudah pulih akibat mengeluarkan batu merah dari tubuhnya itu kini terlihat murka , kemudian menyerang Ayunda dengan Ajian Kawah Ireng andalannya.
" Ajian Kawah Ireng...ciaaaatttt...!!!" Teriakan Andini yg juga di dengar Okky.
Sebuah bola api melesat dari tubuh Andini menuju Ayunda.
" Boom.. !!!" Suara dahsyat itu menggema di wilayah itu. Andini tertawa lepas karena melihat yg diserangnya hilang dalam kepulan asap itu.
Namun tak berselang lama , di atas sana Ayunda tampak tak bergeming dengan serangan itu .
Aryaloka menyerang Ayunda , namun langsung ditahan sosok lelaki tua didepannya , hingga keduanya bertarung.
Sesaat Aryaloka menyadari siapa lawan didepannya itu.
" Gajah wereng...b..a...gai mana bisa disini ? " kata Aryaloka.
" Aku akan selalu bersama cucuku , selama engkau masih mengusiknya " kata Gajah wereng
" bahkan kini cucuku bukan cuma aku saja yg menjaga, Romo Wanara juga selalu melindunginya , kau tahu Aryaloka ?" Lanjut gajah wereng
" Mpu Wanara....?" Tanya Aryaloka
" hahaha...di adalah mertuaku, leluhurnya keturunanku " jawab Gajah wereng.
" Kurang ajar" kata Aryaloka yg kemudian menyerang kembali Gajah wereng.
Andini kini juga bersiap menyerang kembali Ayunda , Ajian Kawah Ireng dilontarkan kembali. Namun kini dibalikkan Ayunda menggunakan kedua pedang ditangannya itu. Kawah Ireng melesat menuju pemiliknya dan menghantam Andini.
Andini tergeletak , dan muntah darah, tubuhnya terbakar oleh ajiannya sendiri dan kemudian menghilang.
Okky yg melihat itu menjadi waspada , tentang makhluk didepannya itu .
Sementara Akabe membuyarkan lamunan Yuki , ia menyerang membabi buta ke arah Yuki.
Yuki kewalahan tak jauh beda dengan Akabe.
Okky akhirnya melawan Ayunda dengan suaranya. Hingga semua yg ada ditempat itu menutup telinganya , tapi tidak dengan Ayunda.
Ayunda menyatukan 2 pedang ditangannya . Ketika pedang itu bersatu petir menggelegar menyambar semua yg ada disitu.
Akabe dan Yuki yg masih bertarung pun menyingkir menjauh , begitu juga Aryaloka dan Gajah wereng.
Pedang Ayunda telah bersatu , kilatan kilatan keluar dari pedangnya . Ayunda mendekati Okky dan ketika Okky akan mengeluarkan Auman nya kembali , pedang Ayunda menebas kepala Okky , dan menggelinding dan disambut petir yg menggelegar. Tubuh Okky mengejang dan terbakar kemudian menghilang . Kepalanya teriak kesakitan dan api menyala di kepalanya itu , jeritan kesakitan melengking hingga kepala itu juga menghilang .
Yuki yg masih bertarung terlihat lebih bersemangat ketika Ayunda mampu melibas Okky. Suara Okky membuat telinga Yuki berdengung .
Yuki mencoba mencari kelemahan Akabe , hingga ketika samurai nya mengenai perutnya terlihat mengenai sebuah baja.
Yuki tampak tersenyum , kemudian ia mencari cara untuk melepas baja yg menutupi perutnya itu.
Kesempatan itu datang , ketika ia berhasil melibas punggung Akabe , walau tidak terluka , namun tali pengikat baja itu terlepas.
Akabe tampak marah , hingga ia melupakan Tameng baja di tubuhnya itu, tameng baja terlepas . Yuki yang mengetahui hal itu kemudian menebaskan samurainya ke perut Akabe.
Darah segar keluar dari ulu hati Akabe. Yuki kemudian menusukkan samurai itu disana hingga Akabe mengejang dan tewas di tempat itu.
Sementara Aryaloka yg masih bertarung dengan Gajah Wereng tampak terpojok , hingga hantaman dari gajah wereng tepat mengenai ulu hati Aryaloka .
Aryaloka mengejang , kemudian Aryaloka mengeluarkan ajian pamungkasnya.
Namun karena pengaruh dari pedang langit kembar yg dibawa Ayunda , ia tampak melemah. Padang Langit kembar yg berada di jauh sana menyerap energinya , hingga sebuah kilat merah menyala dari pedang itu menyambar tubuhnya .
Aryaloka tergeletak , mulutnya mengeluarkan darah segar dan badannya terbakar hingga menghilang.
Ayunda yg masih terpengaruh dengan kekuatan pedang langit kembar itu tidak mampu mengendalikannya. Ketika Sukma naga merah menyatu menjadi satu tubuhnya.
Pedang itu menyambar seperti kilat kesana kemari.
Hingga sosok berjubah putih datang dan mencoba membantu mengendalikan pedang itu .
" Romo Wanara telah datang menolong buyutnya " Monolog dari Gajah Wereng.
Akhirnya pedang itu berhasil ia rebut dari Ayunda dan beralih ke Mpu Wanara .
Tubuh Ayunda terjatuh dari atas sana , Gajah Wereng melesat menangkap tubuh Ayunda . Dan membawanya menuju ke tempat Yuki.
Yuki menerima tubuh Ayunda , walau ia tampak lemah karena bertarung dengan Akabe tadi.
Sementara Mpu Wanara masih kewalahan akan gerakan Pedang Langit itu . Hingga Mpu Wanara mengeluarkan ramuan yg selama ini digunakan untuk mengobati kedua naga itu.
Pedang itu semakin tenang dan bisa dikendalikan.
Kemudian Mpu Wanara mendatangi Ayunda yg pingsan.
" Sebaiknya kita kembali " kata Mpu Wanara.
Mpu Wanara melesat membawa Ayunda tubuh Ayunda . Sementara Yuki yg tampak lemah dibawa Gajah Wereng mengikuti Mpu Wanara.
Tak selang berapa lama tubuh Ayunda sampai dikamarnya , begitu juga Yuki yg masih lemah itu.
Mpu Wanara mengeluarkan tenaga dalamnya untuk mengobati Ayunda. Sementara Yuki di obati oleh Gajah Wereng.
Tak lama kemudian Yuki tak sadarkan diri bersama Ayunda di kamar itu.
Mpu Wanara kemudian menaruh Pedang Langit kembar yg menyatu itu di dekapan Ayunda . Tak lupa ia memberikan sarung ke pedang tersebut .
Kemudian ia memandang Gajah Wereng
" mari kita pergi dari sini"
Dan di angguk i oleh Gajah Wereng
Kemudian mereka menghilang.
#Bersambung
🙏🙏🙏
please
🙏🙏🙏🙏
sampai selesai ya ceritanya .. jgn gantung
berpulang dlm keadaan baik
klau KHUSNUL KHATIMAH
Berpulang dlm keadaan sesat
🙏🙏🙏
jadi ingat almarhum ayah yg juga bisa begini ..
😭😭
jangan sampai terpotong sebelum dapat pedang langit kembarnya