NovelToon NovelToon
Abang Penjual Sate, Imamku

Abang Penjual Sate, Imamku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: aisy hilyah

Sedang direvisi.

Perjalanan hidup tak selamanya lurus mulus ke depan. Juga tidak melulu berbelok dan terjal. Adakalanya kita akan merasakan manisnya hidup saat berada di puncak. Namun tak urung juga kita merasakan pahitnya hidup saat terlempar ke dasar jurang terdalam.
Begitu pun kehidupan seorang pemuda bernama Andika Razka Pratama, yang sebenarnya adalah seorang Tuan Muda pewaris tahta Perusahaan terbesar Pratama Grup. Harus merasakan pahitnya dibuang dari kehidupan sesungguhnya.
Berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan juga membiayai pendidikannya sendiri. Menjadi saksi betapa kerasnya kehidupan Nenek yang merawatnya di pengasingan. Hingga takdir merubahnya saat dipertemukan dengan seorang kepercayaan keluarganya.
Bagaimana kehidupan selanjutnya?
Temukan intrik menarik dari kisah hidup dan asmaranya. Dibubuhi konflik yang menambah rasa dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emil Dan Paman Max

Ingatan Emil kembali ke beberapa bulan yang lalu saat pernikahan Sesil dengan Rudi pengusaha sukses di kota xx. Saat itu, Emil begitu disibukkan dengan segala persiapan acara yang akan digelar di dua tempat. Di rumah mereka dan juga di hotel mewah bintang lima di kota tersebut. 

Emil yang tak ada bedanya dengan para pelayan dalam acara tersebut, ia begitu sibuk kesana kemari dengan membawa nampan minuman yang diantar ke setiap tamu undangan dalam pesta mewah tersebut. Sesil memintanya untuk berpakaian seperti pelayan yang bekerja dalam pesta pernikahannya.

Awalnya Emil menolak, ia mengadu kepada Ferdi memintanya untuk membela dirinya agar diperlakukan layaknya keluarga bukan seperti pelayan. Namun, apalah daya Ferdi yang Emil anggap sebagai Ayah baginya ternyata tak dapat berbuat apa-apa. Ia justru membela Sesil dan meminta Emil untuk menuruti apa keinginan Sesil.

Emil begitu terpukul dengan semua itu. Hati kecilnya merasakan sakit yang luar biasa saat mereka memperlakukannya dengan tidak adil seperti ini. Emil tidak tau apapun soal orang tuanya, yang ia tau Ferdi dan Mirna adalah orang tuanya. Meskipun Emil tidak pernah mengerti akan sikap mereka selama ini.

Di tengah keramaian pesta tersebut seseorang berjalan perlahan diantara kerumunan tamu undangan. Ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Emil melangkahkan kaki ke arah belakang dengan membawa nampan di tangannya dan gelas gelas kosong diatasnya. Saat keadaan mulai sepi seseorang memanggilnya namun bukan namanya.

"Nona Muda!"

Emil menghentikan langkahnya ia menoleh ke kanan dan kiri dan tidak mendapati siapapun di sana. Ia membalikkan badan dan di sana berdiri seorang laki-laki paruh baya yang tersenyum padanya lalu membungkuk sedikit. 

\=\=\=\=\=\=\=\=

Paman Max menyelinap masuk ke dalam pesta mewah yang diadakan di hotel berbintang di kota tersebut. Sebenarnya ia adalah tamu tak diundang namun ia mendapatkan undangan tersebut dari seorang temannya yang juga orang kepercayaan Dika. Ia hanya ingin memastikan keadaan Emil dalam pesta tersebut. 

Paman Max mulai melangkahkan kakinya memasuki ruangan tempat di mana diadakannya pesta tersebut. Ruangan yang dipenuhi oleh begitu banyak tamu undangan yang terdiri dari kalangan atas itu, Paman Max mulai mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Emil. Ia melihat ke atas panggung yang ada di ujung ruangan tersebut, mencari sosok Emil di antara keluarga inti. Namun ia tak dapat menemukannya.

Paman Max begitu terkejut saat seorang gadis dengan pakaian pelayan dan membawa nampan minuman melintas di hadapannya, itu adalah Emil. Tapi kenapa Emil berpakaian seperti pelayan? Dahinya berkerut heran, seharusnya Emil berdiri di sana bersama keluarga inti atau paling tidak ia ikut menyapa tamu undangan, bukan menjadi pelayan seperti ini. 

'Ya Tuhan... Tega sekali mereka memperlakukan Nona Muda seperti ini. Apa yang ada dalam pikiran mereka?'

Paman Max mengepalkan tangannya erat, rahangnya mengeras menahan amarah. Wajah dan matanya memerah, namun sebisa mungkin ia kendalikan amarahnya untuk saat ini. Ia harus menemui Emil dan berbicara kepadanya. 

Paman Max terus mengikuti kemana Emil pergi, ternyata Emil pergi ke bagian belakang ruangan ini. Ia berjalan di lorong tersebut sendiri, Paman Max manggilnya.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=

"Apa Paman yang memanggilku?" Emil bertanya pada laki-laki paruh baya yang kini berdiri di hadapannya dengan senyum yang hangat.

"Benar Nona, saya yang memanggil Anda." Jawab laki-laki tersebut sopan. Emil semakin bingung, karena meskipun ia hidup di lingkungan keluarga kaya ia tak pernah dikenalkan sebagai Nona di keluarganya pada orang lain.

"Maaf, apa mungkin Paman salah mengenali orang? Karena aku tidak mengenal Paman." Ucap Emil dengan dahi berkerut heran. Laki-laki paruh baya yang tak lain adalah Paman Max menggelengkan kepalanya pelan

"Tidak Nona! Saya tidak salah mengenali orang. Saya memang mencari Nona hanya ingin tau bagaimana keadaan Nona?" Jawab laki-laki paruh baya tersebut tetap dengan senyum hangatnya. Emil semakin bingung, hatinya mulai berkecamuk. Pikirannya mulai dipenuhi hal-hal buruk tentang laki-laki paruh baya di hadapannya tersebut.

'Siapa orang ini? Kenapa mencariku? Ya Tuhan tolong aku, jangan-jangan dia ingin menculikku. Seseorang datanglah selamatkan aku.' Ia terus saja bergumam dalam hatinya. Ketakutan-ketakutan mulai merayapi jiwanya. 

"Nona. Apakah anda baik baik saja?" Paman Max melangkahkan kakinya mendekati Emil, namun Emil tiba-tiba menjadi histeris.

"Stop... Jangan mendekat, berdiri di situ dan cepat pergi dari sini. Aku tidak mengenalmu. Jangan mendekat! Atau aku akan berteriak agar kau ditangkap.!"

Ucap Emil menggebu-gebu, ia berjalan mundur saat Paman Max melangkah maju. Namun Paman Max menghentikan langkah kakinya saat Emil histeris dengan tangan kanan yang terjulur ke depan. 

"Baiklah... Nona, saya bukan penjahat saya hanya ingin memastikan bahwa Anda baik baik saja Nona." Ucap Paman Max berusaha menenangkan Emil yang tampak ketakutan.

"Tidak! Menjauh dariku! Pergi dari sini. Tolong!"

Emil semakin takut sementara Paman Max juga panik saat Emil berteriak minta tolong. Tanpa berkata apapun lagi Paman Max segera pergi dari sana, yang terpenting untuknya adalah sudah melihat keadaan Emil yang baik-baik saja. Emil tersandar di tembok lorong tersebut dengan nafas terengah-engah, lalu tubuhnya jatuh kebawah dan terduduk di lantai dengan punggung yang menempel ke tembok.

Emil menekuk kaki dan memeluk lututnya, ia menenggelamkan wajahnya di atas lututnya lalu menangis tersedu. Meratapi nasibnya yang tak pernah beruntung, dijadikan pelayan oleh keluarganya sendiri dan didatangi laki-laki misterius yang mungkin saja akan mencelakainya, begitulah yang ada dalam pikirannya. 

Paman Max tidak pergi dari sana, ia masih memperhatikan Emil yang sedang menangis dengan memeluk lutut di sana. Untung saja keadaan sepi dan tak ada pelayan lain yang datang ke lorong tersebut.

Ingin rasanya Paman Max menghampiri Emil memeluknya untuk menenangkannya dan bila perlu membawanya dari tempat terkutuk di sana. Namun apalah daya Emil yang belum mengenalnya mengira dia hendak melakukan kejahatan padanya.

Hari ini cukup baginya sudah melihat orang yang selama ini dicarinya dalam keadaan baik-baik saja.

Emil masih terisak pilu, ia merasa sendiri di dunia ini. Hidup bersama dengan keluarga tapi seperti hidup sendiri. Tidak jika ia sedang bersama Razka dunianya penuh dengan kebahagiaan. Ia tak pernah merasa sendiri saat bersama Razka, untuk itulah Emil rasanya ingin pergi saja dari rumah itu dan pergi hidup bersama orang lain yang dianggapnya sebagai Kakak dan ia mendapatkan kasih sayang melimpah darinya yang tidak didapatkannya dari keluarganya sendiri.

"Kakak kapan akan datang menjemputku?" Emil berucap lirih hanya dirinya sendiri yang dapat mendengar suaranya itu.

Seorang pelayan yang lain datang menghampiri Emil dan mengajaknya pergi dari sana, Emil tersenyum dipaksa terlihat menggelengkan kepalanya seolah berkata aku baik-baik saja. Semua pelayan di sana tau bahwa Emil bukanlah pelayan bayaran seperti mereka, namun ia adalah keluarga dari pemilik acara mewah ini. Untuk itu mereka memaklumi keadaan Emil. Pun jika saat ini Emil sedang menangis.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Namun, itu semua sudah berlalu kini ia telah menemukan keluarga yang sebenarnya. Keluarga yang sangat menyayanginya dan selalu memberikan kebahagiaan kepadanya. Kakak yang selama ini hanya dia anggap sebagai saudara angkat saja ternyata adalah Kakak kandungnya sendiri yang terpisahkan takdir untuk memberi pelajaran kepada semua manusia dan takdir jugalah yang membawa mereka dalam keharuan pertemuan penuh kebahagiaan

Selamat berbahagia Emil.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Terimakasih untuk semua yang sudah membaca karyaku

Mohon dukungannya like dan komennya 

Kritik dan sarannya

Sebentar lagi ya Razka bertemu gadisnya...

1
Mazree Gati
ini aja bertele tele kapanjangan pakai seosen dua segala,,,end
Aisy Hilyah: harap dimaklumi ini pertama kali saya nulis. jadi masih belepotan masih banyak salah-salah. masih jauh dari selera hehehe
total 1 replies
Mazree Gati
skpi,flasback
Mazree Gati
uda lompat baca masi sama
Mazree Gati
flasback,,skip
Mazree Gati
emil terlalu tolol, uda tahu di benci malah ikut campur tolol
jesS Noisyanthie
knp pemeran utama y jadi ubi?
baca dari awal begitu bnyk kematian
jesS Noisyanthie
jgn ngadi² thor,
jesS Noisyanthie
jujur,randy emng harus kembali pd istri dan anak y,
tp aku masih gak terima dgn rendy pernah memberikan harapan palsu sama emil😭😭😭
jesS Noisyanthie
deri jadikan berondong y emil aja thor🤭
jesS Noisyanthie
kasihan emil ,,,
jesS Noisyanthie
berarti rendy masih suaminya,kan gak ada kata talak,trs mngpa begitu mudah jatuh cinta sama emil
jesS Noisyanthie
knp nama ibu aisy adalah yanti 😭😭
itu namaku🤭🤭
Aisy Hilyah: maa syaa Allah
total 1 replies
jesS Noisyanthie
knp nama ibu aisy adalah yanti 😭😭
itu namaku🤭🤭
jesS Noisyanthie
katanya sgt mirip mita mirna, tp tidak bagi Sony,buktinya Sony tidak menyadari kalau mereka berduq bersaudara
jesS Noisyanthie
mita ibarat menari di atas luka y mirna,dan sony tdk memikirkan hal itu,
jesS Noisyanthie
org yg terlalu kecewa dan terluka menciptakan peran antagonis,
walaupun cinta tdk bisa di paksakan,tp aku bisa merasakan apa yg di rasakan mirna
jesS Noisyanthie
tio kan asisten ortu y aisy
jesS Noisyanthie
aisy?
jesS Noisyanthie
Cuma rendy yg gak dpt pelukan emil🤭
jesS Noisyanthie
razka tanya pd ferdy apakah masih jauh rumah y,
bukan kah razka sering mengantarkan emil pulang🤔
jesS Noisyanthie: maksud ku rendy🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!