NovelToon NovelToon
MIRNA

MIRNA

Status: tamat
Genre:Mata Batin / Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Siti H

Bagi yang membaca novel ini diharapkan untuk membaca 'Novel Kuntilanak Pemakan Janin' karena novel ini ada hubungannya dan saling berkaitan agar tidak bingung.

kisah teror bagi warga desa yang selalu kehilangan atau kematian misterius para warganya yang berjenis kelamin pria. dimana kondisi para korbannya selalu kehilangan senjata pamungkasnya.

Siapakah pelakunya? dan apa motifnya? ikuti kisah selanjutnya dalam Novel 'Mirna'.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Sisi Berbeda

Didi dan Dino berjalan menyusuri tepi sungai. Pekerjaan kedua pemuda itu adalah berburu tupai. Bahkan jika menemukan Biawak ataupun ular Sanca, mereka juga akan menangkapnya.

Hewan-hewan itu akan dijual kedua pemuda itu untuk makanan pendamping bagi para peminum minuman alkohol sejenis tuak.

Setelah menyusuri tepi hutan itu, mereka sudah mendapatkan beberapa ekor tupai dan juga biawak. Saat mereka hendak pulang, keduanya melihat seekor ular sanca yang berukuran sangat besar panjangnya sekitar 7 meter, dengan hampir 30 kg.

Kedua pemuda itu begitu sangat sumringah mendapati hewan tersebut, dan menganggap ini adalah rezeki yang tidak terduga.

Keduanya tersenyum bahagia, mengerti apa yang ada difikiran masing-masing.

Lalu keduanya memutuskan untuk menangkap ular itu. Didi meletakkan senapang anginnya yang sudah tidak berpeluru, dan juga hewan hasil buruan mereka.

Lalu keduanya mengendap-endap untuk menangkap ular yang berukuran lumayan besar itu.

Didi menarik ekor ular tersebut yang membuat ular itu menggeliat dengan kuat karena kaget.

Lalu Dino berusaha ingin menangkap kepala ular tersebut.

Tanpa diduga, ular sanca itu menyerang Dino dan menggigit lengannya.

Aaaaarrrggghhh..

Dino terpekik karena kaget dan juga merasakan sakit yang luar biasa karena ular itu menancapkan giginya yang runcing.

Didi berusaha menolong sahabatnya itu, sebab ular sanca tidak mau melepaskan gigitannya, tanpa sadar, Ular itu membelitkan tubuhnya kepada kedua pemuda tersebut, dan mereka berteriak meminta tolong karena kesulitan beranfas akibat belitan tubuh ular tersebut dan pergelangan tangan Dino terkelupas dagingnya karena ular itu menggigit dengan menyentak paksanya.

Suara jeritan kedua pemuda itu terdengar ditelinga Mirna yang sedang mandi berendam disungai sebagai kebisaannya.

Mirna memejamkan matanya, lalu mencoba menajmkan indra pendengarannya.

Sementara itu, Didi dan Dino sudah pucat pasi, karena merasakan tulang-tulang mereka bagaikan diremukkan oleh belitan ular tersebut.

Saat kedua pemuda itu putus asa, mereka merasakan jika belitan ular itu mengendur, lalu perlahan terlepas.

Keduanya menghirup oksigen dengan begitu terburu-terburu karena merasakan sesak yang teramat sangat.

Setelah nafas keduanya mulai normal, mereka melihat kearah belakang, dan alangkah terkejutnya mereka, melihat Mirna si gadis cantik misterius, tengah memegang ular sanca itu dengan santainya.

Ternyata Mirna telah mematahkan ujung ekor ular itu, hingga membuat ular tersebut lemah.

"Mbak.. Makasih banyak, Mbak.." ucap Kedua pemuda itu dengan sangat tulus.

Mirna menghampiri Dino yang sedang terluka parah. Lalu meraih tangan pemuda yang robek akibat gigitan ular sanca itu.

Ia mengambil selendang yang terselempang dilehernya, lalu membalut luka itu, dan terlihat darah yang mengalir dari luka tersebut terserap, dan seketika tumpat.

Lalu Beberapa saat, Mirna melepaskan ikatan selendangnya, dan darah itu sudah tidak mengalir lagi, bahkan rasa sakit itu sudah hilang, hanya tinggal luka robeknya saja yang masih terlihat.

Lalu Mirna merobek sedikit kain basahannya, dan mengikat luka Dino.

Kedua pemuda itu menatap Mirna, gadis cantik itu tak banyak bicara, hanya tangannya yang putih berkilau terus memberikan pertolongan kepada Dino.

Setelah selesai, Ia memutar tubuhnya dan ingin pergi.

"Mbak.. Sekali lagi terimakasih" ucap Keduanya berbarengan.

Mirna menoleh kepada keduanya, lalu mengerjapkan kedua matanya, tanpa berbicara apapun, dan Ia beranjak pergi meninggalkan kedua pemuda itu, untuk melanjutkan mandinya yang tertunda.

Takjub? Tentu saja keduanya sangat takjub kepada kemolekan tubuh sang gadis dan juga wajahnya yang ayu rupawan.

Namun keduanya harus menghargai pertolongan gadis itu yang sudah menyelamatkan nyawa mereka.

Setelah kepergian Mirna, keduanya mencari dahan kayu. Keduanya mengikat ular sanca yang sudah lemah itu kedahan kayu sebesar pergelangan tangan orang dewasa beserta biawak dan tupai hasil buruan mereka, dan pergi meninggalkan lokasi untuk menjual hasil buruan.

Sementara itu, Sudah selesai dengan mandinya. Ia berjalan menapaki undakan tanah untuk mencapai keatas.

Ia telah mendengarkan nasehat Didi, pemuda yang baru saja ditolongnya saat tadi, jika Ia jangan memggunakan kain basah saat menaiki undakan tanah, agar tidak licin dan terpleset.

Maka Mirna sudah membawa kain sarung kering untuk menggantinya.

Saat Ia menapaki undakan tanah tersebut, Kakek Nugroho sudah berada dibelakangnya dengan membawa hasil tangkapan ikannya.

Pria senja itu berjalan dengan menjaga jarak pada sang gadis.

Saat keduanya sudah sampai didepan rumah Mirna, Kakek Nugroho berpamitan dan memberikan 2 ekor ikan mas kepada Mirna.

Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terimakasih.

Kakek Nugroho berlalu dari Mirna untuk menjual ikan-ikan hasil tangkapannya, sebab hari sudah siang.

Sementara itu, Lisa yang sedang membersihkan rumah Satria sedang berfikir bagaimana gadis misterius itu dapat memergokinya saat ingin mengambil liontin milik Majikannya.

"Sial.. Sebab gadis itu Aku tidak dapat mengambil liontin tersebut" Lisa berguman kesal.

Lisa masih mengepel lantai rumah Satria. Ia melihat Satria yang saat ini hanya menggunakan celana dibawah lutut dengan kaos oblong tampak begitu sangat menawan.

Lisa berjalan sembari berpura-pura untuk mengepel dan saat hampir dekat, Ia berpura-pura jatuh karena terpeleset dan terjatuh dihadapan Satria.

Ia berharap Satria menolongnya, Namun apa yang diharapakannya tidak sesuai dengan ekpektasi.

Satria melewatinya begitu saja tanpa melihat Ia yang sudah jatuh dilantai.

Lisa sangat kesal dan juga sangat sakit hati karena Satria mengabaikannya.

Satria mengambil air putih, lalu Ia meneguknya. Saat Ia akan kembali kekamar, tiba-tiba saja Lisa menyergapanya dari arah belakang, mengeratkan pelukannya dan menggerayangi tubuh pria muda itu.

Satria yang kaget akan prilaku Lisa, lalu melepaskan dan mendorong tubuh Lisa hingga terjerambab dilantai.

Satria menatap wanita itu dengan tatapan penuh amarah. "Dasar, Wanita ******.. Jangan lagi kau menginjakkan kakimu kerumah ini" ucap Satria dengan kasar. Ia tidak pernah marah sebelumnya kepada siapapun. Namun kali ini Ia benar-benar marah karena wanita itu sangat mengesalkan.

Satria pergi kekamarnya, dan mengambil seauatu. Ia lalu keluar dan menemui Bu Ratna, meminta untuk Bu Ratna menyelesaikan masalahnya.

Satria memberikan gaji dalam sebuah amplop untuk Lisa, agar Bu Ratna yang menyampaikan kepada Lisa jika Ia sudah tidak bekerja lagi dirumahnya.

Bu Ratna melihat sesuatu yang salah, lalu Ia mencoba membantu Satria. Bu Ratna mendatangi rumah Satria dan melihat Lisa yang basah karena tersungkur dan mengenai ember tempat air untuk mengepel.

Bu Ratna menghampiri Lisa, lalu me.intanya membersihkan lantai yang airnya berceceran dilantai.

Setelah Lisa membersihakn lantai tersebut, Bu Ragna mengajaknya keluar dan berbicara baik-baik jika Ia sudah tidak lagi bekerja dirumah Satria, dan Bu Ratna memberikan amplop berisi uang gajinya yang hanya bebebrapa hari bekerja, namun Satria membayarnya untuk setengah bulan.

Lisa memandang amplop itu dengan kesal, lalu Ia pulang dengan hati yang kesal.

1
Himura Henshin
sesuai ekspektasi pembaca Thor klo ilustrasi mirna kaya gni,mntp kecantikan selevel dewi bgtu kira2😁
Himura Henshin
lah bukan'a wktu itu kaki fiyah di amputasi y sebelah?
Himura Henshin
cocok lah hyper ketemu biang hyper 😀
Himura Henshin
jdi genderuwo nama'a rey? keren jg😃
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂😂
total 1 replies
Himura Henshin
safiyah licik jg udh di tolong tpi g jujur
Himura Henshin
aneh aj satria sakti tpi msh gampang di jebak sm perempuan murahan, insting curiga'a krg peka
Himura Henshin
btw aji segoro geni punya mpu tong bajil bukan thor? 😁
Diana Azzam
lah percuma satria baja hitam naik gunung, lembah, hutang ujung" nya nungguin anak nya 10 thn lagi settt dah lama" kaya KPR
Diana Azzam
ini satria baja hitam kmna aja si, terlalu lemot jd mls dah
Kins
ini alur ceritanya bnyak yg gk masuk akal, apalagi karakter si Mirna
Safitra
ngeyel banget si Safiyah
Safitra
ngeyel banget tu Safiyah
echa purin
/Good/
Ayla Anindiyafarisa
sebentar lagi si Lela yg menggantikan Yanti dia akan jadi sekutu iblis
Ayla Anindiyafarisa
g mati mati para iblisnya
Ayla Anindiyafarisa
iblisnya kalau udah kena serang selalu melarikan diri trus kapan tu iblis musnah sementara kalau dia cari korban selalu berhasil
Ayla Anindiyafarisa
kok susah sih pergi aja ke butik disana banyak loh😅
Ayla Anindiyafarisa
cocoknya dikasih pelajaran ni si fiah biar kapok dia jadi orang kok keras kepala banget Gedeg aku lama lama sama dia
Ayla Anindiyafarisa
sukurlah mereka berdua masih pemuda yg waras
Ayla Anindiyafarisa
terlalu mudah menurutku para iblis tu dapat tumbalnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!