NovelToon NovelToon
ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Teman lama bertemu kembali / Misteri / Tamat
Popularitas:229.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

°•°Serial Detektif/Kriminal°•°
S2 CLBK [Cinta Lama Belum Kelar].

Alangka baiknya membaca novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'Kasus Selokan' dan 'Asmara' serta 'Problem Hidup' dari tokoh-tokohnya.

Tawa dan tangis seiring sejalan dalam hidup seseorang. Tidak selamanya ada tangis, tidak selamanya tertawa. Semuanya silih berganti menghiasi hidup. Itulah romantika kehidupan'.

Mampukah Kaliana sang detektif dan 'Team Sopape' bisa menolong Chasina yang telah ditahan sebagai pelaku pembunuhan?

Bagaimana dengan 'Kasus Hati' Marons dan Kaliana? Siapakah yang akan menyelesaikan kasus ini?

"Kebenaran selalu menemukan jalannya, untuk menolong setiap orang yang berjalan di jalan-Nya."

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Warna Sari 7.

...~•Happy Reading•~...

Sedangkan Kaliana sudah keluar dari ruangan makan untuk merespon panggilan Marons di telpon pribadi. Dia tahu Marons sedang sibuk dan tidak banyak waktu, sehingga dia harus segera merespon panggilan Marons.

"Ni, kalian sedang apa?" Tanya Marons, karena Kaliana merespon panggilannya setelah deringan yang ke sekian kali.

"Kami baru selesai sarapan dan mulai mengatur untuk rapiin di atas." Kaliana tidak mau membicarakan telponan Bryan atau ledekan anggota team, agar tidak panjang pembicaraan dan bisa mengganggu konsentrasi Marons.

"Aku kira kalian sudah mulai bekerja. Ini aku sudah di bandara. Sebentar lagi mau boarding. Nanti sudah tiba di sana, aku kabari." Marons berkata demikian, karena Kaliana tidak biasanya merespon panggilannya selama itu.

"Kalau ada apa-apa, hubungi aku. Kalian semua hati-hati dan ingat yang aku bicarakan tadi malam. Kalau bisa jadwal sidangku dimundur, karena aku belum tahu berapa lama di sana." Marons berkata lagi, karena perkembangan pembicaraan dengan Ayahnya yang tidak bisa ikut bersamanya membuat semua bisa berubah.

"Baik. Nanti aku bicarakan dan kabari. Arrow juga hati-hati di sana." Kaliana berkata pelan, sambil berpikir untuk memajukan kasus yang mana. Kalau sudah bicara serius, mereka bagaikan orang yang tidak memiliki hubungan khusus.

"Kenapa ada suara riuh seperti itu? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Marons diluar pembicaraan, karena sayup-sayup terdengar suara tawa dan canda team sopape yang kadang terdengar.

"Kau masih ada waktu untuk mengobrol?" Tanya Kaliana yang baru menyadari, suara anggota team terdengar sampai ke tempatnya berdiri dan Marons yang sedang berbicara dengannya.

"Masih... Makanya aku bisa telpon. Ada apa?" Tanya Marons yang tidak mengerti arah pertanyaan Kaliana. Setelah berbicara dengan Ayahnya, dia mau kirim pesan, tetapi melihat masih ada waktu, dia segera hubungi Kaliana.

"Mereka lagi ngeledekin aku, gara2 yang kau lakukan tadi malam." Ucap Kaliana cepat, karena khawatir ada yang lewat dan mendengar pembicaraan mereka dan makin panjang ledekan.

"Aku lakukan yang mana? Siapa yang melihat?" Tanya Marons dengan wajah tersenyum, membayangkan ada yang melihat kebersamaan mereka. Dia bertanya demikian, karena ada banyak yang mereka lakukan tadi malam.

"Lihat saja sosial media Putra. Kau akan tahu yang mana." Kaliana merasa jengah untuk mengatakan 'saat kau menciumku'. Dia tahu, jika mengatakan itu, Marons akan sama dengan anggota team, mengganggunya.

"Hahahaha... Ternyata Putra melihat aku sedang mencuri." Marons tertawa melihat karikatur yang ada di akun media sosial Putra.

'Jangan-jangan Bibi tadi malam melihat juga.' Marons berkata dalam hati. Namun dia tidak mau mengatakan yang dipikirkannya kepada Kaliana, agar Kaliana tetap merasa nyaman terhadap Bibi.

"Putra selalu saja ada saat terjadi adegan biiiiip..., di antara kita. Sosial medianya penuh dengan karikatur semua adegan kita. Pukul, memukul. acak, mengacak. Sekarang cium, mencium." Marons berkata sambil melihat media sosial Putra, lalu tersenyum.

Marons bagaikan sedang melihat komik tanpa teks. Tapi dia, Kaliana dan anggota team sopape bisa tahu ceritanya. Karena selain membuat karikatur dirinya dengan Kaliana, ada juga berbagai mimik wajah anggota team sopape melihat mereka berdua dari berbagai sudut. Marons jadi tertawa, karena senang melihat karikatur yang digambar Putra.

"Kau juga, mencuri ngga bilang-bilang." Kaliana berkata pelan, tapi membayangkan, sedang memukul lengan Marons. Membuat dia tersenyum sendiri, memikirkan hal itu.

"Kau lagi. Mana ada pencuri bilang mau mencuri? Itu namanya pencuri koplak." Marons berkata lalu tertawa sendiri, membayangkan mengatakan itu di depan Kaliana. Pasti lengannya sudah kena pukul.

"Sudaaa... Ngga usah dibahas lagi, karena pagi ini aku sudah habis diledekin mereka. Aku sudah kasih tahu yang terjadi diantara kita, supaya mereka jangan berpikiran negatif kepada kita. Akhirnya, yaa itu yang sedang riu reda..." Kaliana menjelaskan, agar Marons tahu, anggota team sopape sudah tahu hubungan mereka.

"Oh, ok Ni, ini sudah mau boarding. Ada salam tempel ngga?" Marons berkata untuk meledek Kaliana, agar tidak ingat lagi soal curi mencuri tadi malam.

"Iyaa. Ada salam tempel." Kaliana berkata pelan, tapi membuat semburat merah di wajahnya. Karena dia membayangkan yang dilakukan terhadap Marons tadi malam.

"Waaaah... Salam tempel apa yang bisa membuat wajah orang begitu merona merah?" Ucap Putra yang sudah ada di dekat Kaliana. Membuat Marons tertawa dan mengakhiri pembicaraan mereka. Dia masih tertawa, membayangkan Putra sedang meledek Kaliana.

Kaliana langsung memukul lengan Putra berkali-kali. "Mbak Annaaa... Aku salah apa? Aku hanya bertanya, karena wajah Mbak Anna sangat merah." Putra berkata sambil berlari menjauh dari pukulan Kaliana.

"Kau selalu saja berada di tempat yang tidak seharusnya." Kaliana terus memukul lengan Putra, membuat Putra tertawa senang bisa membuat karikatur baru. Dia juga tertawa, karena Kaliana memukulnya seperti memukul Marons. Kalau Kaliana memukul tidak dari hati, lengannya sudah merah atau membiru, mengingat pukulan Kaliana bisa membuat seseorang pingsan.

"Mbak, aku tidak sengaja menguping. Tadi aku diminta Pak Yosa untuk beritahu, Pak Bryan mau bicara dengan Mbak." Putra mengelus lengannnya seakan-akan sakit, karena Kaliana sudah berhenti memukul lengannya.

"Ooh. Pak Bryan belum selesai bicara dengan Yicoe?" Kaliana heran, karena mengira yang berbicara dengan Bryan adalah Yicoe. Dia segera kembali ke ruang makan lalu mengambil ponsel dari tangan Pak Yosa.

"Maaf, Pak Bryan. Tadi ada yang perlu saya selesaikan. Gimana, Pak?" Tanya Kaliana cepat dan merasa tidak enak hati terhadap Bryan yang ternyata masih menunggu.

"Sebenarnya saya ingin berbicara langsung, tetapi ini mendesak dan saya butuh pendapat anda. Apa saya bisa bicarakan di sini?" Bryan berkata cepat, karena tahu Kaliana sedang sibuk dan dia butuh saran atau pendapat Kaliana.

"Sebentar ya, Pak Bryan." Kaliana bisa mengetahui keseriusan Bryan dan mungkin akan menyangkut kasus adiknya. Tadi dia baru bicara rencananya terhadap Jaret, mungkin sekarang tentang adiknya.

Kaliana memberikan kode kepada Putra untuk merekam pembicaraannya dengan Bryan. Sedangkan anggota team yang lain segera mengambil peralatan mereka, melihat wajah serius Kaliana.

"Baik, Pak. Bicarakan saja. Ada apa?" Kaliana berbicara lagi, setelah Putra memberikan kode 'OK' kepadanya. Begitu juga dengan anggota team yang lain sudah kembali ke ruang makan.

"Ada beberapa orang hubungi Daddy dan juga saya. Mereka katakan dari kejaksaan atau mengenal baik orang kejaksaan dan banyak alasan lagi untuk menghubungi kami."

"Mereka menawarkan jasa, bisa membantu Chasi dalam kasusnya. Menurut mereka, hukuman Chasi bisa diringankan. Chasi bisa diusahakan untuk dapat hukuman lebih ringan." Bryan menjelaskan dengan detail tentang orang-orang yang menghubunginya dan juga Pak Adolfis.

"Pak Bryan. Dengarkan saya, baik-baik. Jangan coba-coba mengikuti apa yang mereka tawarkan. Itu hanya permainan, karena mereka tahu siapa Ibu Chasi dan juga keluarganya." Kaliana berkata serius, sambil memberikan kode kepada yang lain untuk mendengar.

Kasus Chasina akan menjadi liar, jika Pak Adolfis dan Bryan mengikuti kemauan aparat hukum. Kaliana sudah menduga ini akan terjadi, karena Chasina selain pengusaha, dia berasal dari keluarga konglomerat yang dikenal di negeri ini.

...~°°°~...

...~●○¤○●~...

1
Endang Sulistia
keren
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️: waaah.. 🤭 👍🏻❣️Makasih dukungannya Kak. Smg sehat & bahagia selalu 🙏😍🤗
total 1 replies
Endang Sulistia
jahat ortunya jaret...anaknya di manfaatin
Endang Sulistia
baru aku mo komen..eh uudah di wakili Ama pak Andi..makasih pak andii...😘😘
Endang Sulistia
🤦🤪🤪🤪🤪🤪👍
Endang Sulistia
putra adik kesayangan kakak2 cantiknya
Endang Sulistia
kasian anak2 muda yg baru memulai karirnya terjebak Ama rayuan narkoboy...
Endang Sulistia
iya betul...Ampe anak nya dipenjara pun lupa..
Endang Sulistia
iklan thor..🤭🤭
Endang Sulistia
apa pakpol Bram 🤔🤔
Endang Sulistia
siapa tuh...😘😘
Endang Sulistia
emang situ terlibat...🤔🤔🤔
haadeehh...aneh aneh rekan kerjamu bram🤦🤦
Endang Sulistia
nyawa taruhannya..🥺
Endang Sulistia
bakal tantrum ayang marons...🤭🤭
Endang Sulistia
mudah2 pengacaranya bersih
Endang Sulistia
ya ampun,padahal banyak hartanya tapi ilang dikit aja..jadi kayak org gila
Endang Sulistia
semoga org2 kayak pengacara jaret jari2nya pada kram semua..🙏🙏
Endang Sulistia
jahatnya...
Endang Sulistia
gila...Ampe segitunya ya mereka..
Hariyanti Katu
novelx mantaf🥰🥰🥰
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih sudah baca & dukung karya ini & timggalkan jejak, Kak.🤗 Smg kita bisa bertemu di karya yg lain, ya. 🙏 Makasih 4 all Kak♡ 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
aktorx trnyta jaret🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!