Di tengah kebimbangan Windi dengan keinginan ayahnya yang memintanya untuk segera menikah sedangkan tidak ada satu pun pria yang dekat dengannya saat ini, seorang pria tampan tiba-tiba datang menawarkan sebuah pernikahan padanya. Walau tawaran pria itu terdengar menarik namun Windi tak mengiyakannya begitu saja karena menurutnya pernikahan bukanlah sebuah permainan.
Berbagai macam cara pun dilakukan pria itu agar Windi menerima tawarannya hingga akhirnya Windi mau menerimanya demi kebahagiaan ayahnya. Seiring berjalannya waktu, kebaikan demi kebaikan pria itu berhasil membuatnya jatuh cinta pada pria tampan bernama Marvel itu.
Dan pada satu ketika pernikahan yang telah mereka bina pun harus diuji kerena kedatangan wanita dari masa lalu Marvel yang membuat perhatian Marvel sedikit teralihkan kembali kepadanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti menikahi Om-om
"Bukankah semua wanita itu cantik?" Tanya Windi sambil menahan rasa malu yang ia rasakan saat ini.
"Tentu saja. Tapi kau adalah spesies yang lebih cantik." Jawab Marvel.
"Spesies?" Telinga Windi menangkap rancu ucapan yang Marvel katakan.
"Sudahlah jangan banyak berpikir. Lebih baik sekarang kita berfoto-foto untuk mengabadikan momen di sini." Ajak Marvel.
"Ayo!" Balas Windi begitu bersemangat karena sejak tadi ia sudah sangat menginginkannya. "Pakai ponselmu saja ya." Ucap Windi kemudian karena ia tahu hasil fotonya akan lebih bagus jika menggunakan ponsel milik Marvel.
Marvel mengiyakannya lalu segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Ia segera membuka kamera lalu mengarahkan kamera ke arah wajahnya. "Aku memang sangat tampan sejak dari dalam kandungan." Pujinya menatap tampilan wajahnya di layar ponsel.
Windi menahan senyum mendengar pujian suaminya untuk dirinya sendiri. Setelah cukup mengagumi ketampanannya sendiri, Marvel segera mengarahkan kamera pada Windi dan meminta Windi untuk bergaya.
Windi pun dengan antusias menyambut ajakan Marvel dengan mulai bergaya di depan tanaman teh. Marvel dibuat tak melunturkan senyuman di wajahnya melihat Windi yang tidak merasa malu-malu saat difoto olehnya. Bahkan istrinya itu berkali-kali melakukan gaya foto yang berbeda-beda yang membuat hasil fotonya semakin terlihat indah dan cantik.
"Marvel, sepertinya fotoku yang ini terlihat sangat pendek. Bisakah kau mengambilkan foto agar aku terlihat lebih tinggi?" Tanya Windi dengan polosnya.
"Terlihat lebih tinggi?" Marvel hampir saja tertawa mendengarnya namun ia dengan cepat mengurungkan niatnya karena tidak ingin membuat Windi bersedih. Bagaimana tidak, ia harus sebisa mungkin mengambil foto agar tubuh Windi yang terbilang cukup pendek itu terlihat lebih tinggi.
"Ya, apa kau bisa?" Tanya Windi lagi.
"Bisa. Ayo bergayalah." Ucap Marvel lalu menjauhkan tubuhnya dari Windi. Marvel sedikit merendahkan tubuhnya untuk mengambil foto Windi agar terlihat lebih tinggi. Setelah siap, Marvel pun memperlihatkan hasil fotonya pada Windi.
"Nah, begini sangat bagus." Puji Windi pada fotonya yang terlihat lebih tinggi.
Setelah siap berfoto sendiri, Windi mengajak Marvel untuk foto berdua. Marvel dengan cepat mengiyakannya karena memang itulah yang ia inginkan sejak tadi.
"Kenapa aku terlihat sangat tua di sini." Gumam Marvel membandingkan wajahnya dan wajah Windi di layar ponselnya. Terlihat jelas di layar ponselnya wajah Windi terlihat seperti anak SMA sedangkan dirinya seperti seorang pria yang terlihat sudah beranak dua.
"Terlihat tua?" Kening Windi mengkerut bingung.
"Ya, kau lihatlah ini. Wajahmu terlihat lebih muda dari pada aku. Kau seperti menikah denga om-om saja." Komentar Marvel merasa tak suka.
"Kau ini bicara apa?" Windi pun melihat foto yang dilihat Marvel. "Foto ini bagus dan kau tidak terlihat tua. Kau bahkan terlihat sangat tampan di sini." Ucap Windi tanpa sadar memuji suaminya.
Raut masam di wajah Marvel seketika berubah menjadi senyuman mendengarkan pujian secara tidak langsung dari istrinya.
"Benarkah begitu? Benarkah jika aku sangat tampan?" Tanya Marvel.
Windi mengangguk dengan wajah polosnya. "Agh, kau terlihat semakin menggemaskan jika begini. Aku jadi tidak sabar untuk menunggu malam." Ucap Marvel dengan pemikiran yang sudah melayang kemana-mana.
"Kenapa begitu?" Tanya Windi yang belum memahami kemana arah pembicaraan Marvel.
"Itu karena aku sudah sangat tidak sabar untuk menerkammu kembali." Bisik Marvel di telinga Windi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.