NovelToon NovelToon
Jembatan Dosa

Jembatan Dosa

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Mafia / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:167.7k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Ketika target Pelenyapan nya, adalah cinta nya sendiri! Apakah ia mampu melenyapkan nya?
Keduanya cerdas namun memiliki cerita hidup yang menyimpang, tapi bagaimana jika persimpangan itu sendiri menyatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Butik dan Ambisi

...Jangan menghabiskan seluruh hidup...

...tanpa menikmatinya...

...Karena kamu akan menyesal saat melihat ke belakang...

...Dalam, setiap momen...

...dipenuhi dengan kebahagiaan...

...Yang hanya perlu kamu lihat dan nikmati...

Pagi ini dering ponselnya membangunkan Brian. Ia masih bergelayut manja di atas ranjangnya, sedang seorang gadis di balkonnya melirik balkon samping kamarnya, dimana disana ia seperti mencari seseorang. Terusik dengan dering yang tak kunjung berhenti itu, Brian meraih ponselnya di atas meja.

"Ya Tuhan, kenapa manusia ini selalu saja begini sejak dulu." Gerutu Brian, disana tertera nama Bella, ada 30 panggilan tak terjawab pagi ini.

"Ada apa nyonya?" Ucap Brian mengawali pembicaraan.

"Hun, kau bilang akan pergi ke butik bukan?"

"Iya."

"Kenapa kau belum menjemputku?"

"Iya."

Ucap Brian seraya beranjak dari ranjangnya, berjalan malas ke arah kamar mandi dan masuk.

"Kenapa yang ku dengar hanya jawaban iya iya dan iya. Lagi pula, mengapa kau tidak berolahraga pagi ini? Bukankah kau biasanya berjogging?"

"Sayang, aku lapar. Aku akan mampir ke sebelah untuk makan, kau sudah siapkan makanannya bukan?"

"Sudah, aku menunggumu sejak tadi."

"Itulah kau, tidak memberiku izin menginap di kamarmu."

"Karena aku tau kau buas, aku tidak mau kehilangan kesucianku sebelum kita menikah."

Mendengar itu Brian terkekeh, sungguh itu benar sekali. Mungkin jika ia tetap berada disamping Bella, dan tidur seranjang bersamanya. Ah tentulah, hal itu pasti terjadi bukan.

"Baiklah baik, itulah mengapa aku ingin segera menikahimu."

"Hah, apa? Jadi alasannya untuk itu ya?"

"Tentu saja." Jawab Brian semangat.

"Sialan kau memang, sudahlah, aku tidak ingin membahas hal tak senonoh pagi ini. Setengah jam lagi, jika kau belum kemari aku akan pergi sendiri."

"Kau akan naik apa memang?"

"Aku masih punya kartu akses segalanya loh."

Brian tertawa mendengar itu kali ini, tentu saja, Bella masih menyimpan kartu layanan VIP Kaneki Corps. Dengan itu dia bisa mengakses seluruh pelayanan dari Kaneki Corps.

"Tentu saja ya, Nyonya ku memang sangat berkuasa."

"Oke hun, aku tunggu ya."

Tuttttttt

Bunyi itu mengakhiri percakapan mereka. Brian segera membersihkan tubuhnya sekarang, bersiap menemui kekasihnya.

Di lain tempat, seorang Pria berjas hitam sedang memperhatikan hotel mewah milik Kaneki Corps. Dari balik kaca mata hitamnya, ia memperhatikan dengan serius gedung besar itu. Tak lama, sebuah pesan dari ponselnya menyita perhatiannya. Disana ia mulai mengetik sesuatu, membalas pesan dari seseorang. Setelah cukup baginya berada disana, ia pun memutuskan pergi dari sana. Ia menuju mobil hitam tak jauh dari sana, lalu masuk.

Terdapat satu orang didalamnya.

"Jadi, bagaimana?" Tanya seseorang yang memegang kemudi.

"Pemilik bisnis ini, masih belum terjawab. Tapi, aku yakin ini ada kaitannya dengan kejadian itu." Jawab Pria berjas hitam.

"Apa yang membuat yakin, bahwa ini ada kaitannya dengan itu?" Pertanyaan itu membuat Pria berjas hitam tersenyum.

"CEO of Kaneki, bukankah itu nama Jepang? Lalu mengapa bisa ada di Perancis, di tambah setelah eksekusi adik dari buronan tak tau diri itu menghilang." Jelas Pria berjas hitam.

"Lalu?" Tanya seorang supir.

"Seluruh hal itu, dengan perusahaan ini lekat kaitannya. Dan jika kita menemukan jawabannya, itu akan sangat memuaskan Tetua." Jelas Pria berjas hitam.

"Baiklah, aku akan terus mengikuti permainanmu." Ujar seorang supir..

Mereka mulai menyalakan mobilnya lalu pergi dari sana. Entah keperluan apa yang mengundang mereka kemari saat ini, itu masih menjadi sebuah pertanyaan.

Kembali lagi pada Brian sekarang, dia sudah rapi dan wangi tentunya. Di hadapan kaca, Brian mulai merapikan dasinya. Merasa sudah cukup rapi, Brian pun keluar dari kamarnya, ia menuju kamar kekasihnya yang letaknya tepat berada disampingnya. Brian menekan tombol di depan pintunya, mendengar suara bel itu Bella bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu. Tepat ketika pintu dibuka, terlihat kekasihnya itu sudah rapi dan tampan.

"Emm Hun, kau wangi sekali." Puji Bella, Brian mengangguk mendengar itu.

"Istri ku sedang memasak apa ya?" Tanya Brian seraya masuk kedalam.

"Aku masak batu rebus." Jawab Bella asal, namun tangannya menarik lengan kekasihnya itu ke arah meja kecil disana. Dimana disana terdapat sajian lezat, menu pagi ini makanan Jepang rupanya.

"Kenapa harus Japan Food?" Tanya Brian seraya memandangi hidangan itu.

"Karena ini makanan yang mempertemukan kita di Jepang." Jawab Bella.

"Sayang, aku bosan dengan hidangan mereka. Aku ingin steak saja." Ucap Brian, Bella berdecak kesal mendengar protes itu. Rewel sekali calon suaminya ini menurutnya, ingin sekali tangannya menjitak kepalanya sekarang.

"Apa?" Tanya Brian menatap Bella. Bella memasang muka kesalnya disana.

"Kau masih bertanya apa Hun? Hunny, aku memasak ini sejak petang tadi, sejak matahari belum terbit. Lalu kau tolak mentah-mentah 3 menu ini. Astaga, kau memang tidak menghargai ku." Ucap Bella, Brian tersentuh mendengar itu. Saat Bella akan membawa makanan itu pergi, Brian mencegahnya.

"Apa lagi?" Tanya Bella, Brian tersenyum melihat itu.

"Aku akan makan, tapi suapi aku ya. Kita habiskan, sepiring berdua." Jawaban itu membuat Bella bahagia. Ia pun kembali duduk disana, Bella menyodorkan suapan pertamanya pada Brian. Dengan senang hati Brian menerima itu, pagi ini sebelum bergegas ke butik di awali dengan momen romantis mereka.

Selang beberapa menit setelahnya, Bella pun membersihkan meja kecilnya. Brian sedang berada di balkon menunggu Bella selesai membersihkan mejanya.

Setelah selesai dengan kegiatannya, Bella pun menghampiri Brian. Keduanya bergegas pergi ke butik.

_______

Sudah habis dua puluh menit mereka di jalan, jarak antara butik dan hotel memang cukup jauh. Brian tidak ingin ada yang kurang dala pernikahannya. Dia ingin segalanya dibuat begitu indah, sesuai dengan apa yang Bella inginkan. Saat ini, mereka berhenti tepat di depan lampu yang sedang merah. Didalam mobil, banyak sekali yang mereka bicarakan. Mulai dari baju yang akan mereka kenakan, sampai, bagaimana konsep pernikahan mereka nanti.

Dari atas gedung tak jauh dari sana, nampak seorang pemuda berhoodie hitam sedang memantau mereka melalui sniper. Disana ia membidik tepat ke arah mobil Brian, namun mungkin karena kaca mobil Brian yang terlihat gelap dari pantauan snipernya. Ia menembak ban mobil Brian, sebagai ancaman, ia ingin Brian keluar dari mobilnya.

Dorrrrr

Satu tembakan itu mengenai ban mobil depannya, dirasa ada sesuatu yang aneh dari mobilnya, ketika lampu mulai hijau, Brian memakirkan mobilnya melipir ke samping jalanan.

"Ada apa?" Tanya Bella, seraya menyentuh tangan kekar Brian. Ini aneh menurut Brian, ban mobil tidak mungkin bocor secepat itu. Jika ini karena tertusuk sesuatu, bocornya tidak akan secepat itu menghabiskan isi anginnya. Sejenak dia menatap Bella, tak lama dari belakang mobil ia mencari sesuatu. Disana Brian memakainya, Bella masih bingung dengan apa yang Brian lakukan. Rompi anti peluru, juga topi dengan pelindung anti peluru didalamnya.

"Untuk apa?" Tanya Bella, Brian menggeleng lalu tersenyum.

"Jangan keluar dari mobil!" Ujar Brian, Bella khawatir sekarang. Ketika Brian memerintahnya tanpa memberikan jawaban, pasti ada sesuatu yang buruk sedang terjadi disini.

Klekkkk

Brian membuka pintu mobilnya, detik ketika kepalanya keluar dari mobil itu. Satu peluru mendarat tepat di kepalanya.

Brukkkkk

Brian ambruk ketika peluru itu mengenai kepalanya, disana Bella histeris, namun Brian hanya berpura-pura. Bella yang tau apa maksud dari senyuman itu diam, segera Bella menelfon Eddie.

Tak lama beberapa ambulance dan polisi datang. Pemuda berhoodie itu masih memantau dari balik snipernya, merasa targetnya sudah di lenyapkan ia pun pergi dari sana. Ancaman itu masih ada, api dari kebencian tidak bisa di padamkan dengan cepat. Jika diam mengalah tidak membawakan hasil, maka lawanlah dan atasi. Karena penyelesaian masalah adalah dengan tindakan, bukan bungkam dan bisu.

...Ingat ini: mencari keadilan adalah...

...hal yang baik dan mulia...

...Membalas dendam karena kebencian...

...adalah sesuatu yang akan melahap jiwamu...

...Saat kamu memulai perjalanan balas dendam...

...Mulailah dengan menggali dua kuburan...

...Satu untuk musuhmu, dan satu untuk dirimu sendiri...

1
Andriani
baca dulu
Andriani
hadir kk
ʝσуα♉
apa bryan punya dendam kesumat atau aga kurang anu sehingga menganggap di dunia hanya ilusi
ʝσуα♉
bryan manusia apa jelmaan ya🤔
🗿
knp jdi dikurang sih si bryan? emm penasaran gwe jadinya,

wiihh ngomong² nm nya sama gwe thor hahahaa...

kaget gwe pas pertama bca..
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
bersyukur edie dan Brian membawa mereka semua ke jalan yg benar yaa..tak lagi berada di dunia hitam
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
bellaaa apakah kau tidak mengenali yg menjemput itu Brian 😔
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
dan suprise akan segera menunggumu di sana bella..kejutaaaaaannnn
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
kok perasaan ku gak enak sama pelayan yg ngasih minuman itu jangan jangan ramuan peluruh kandungan dari Nami, selamat ya Bella dan Brian pasti kamu senang Stevan dpt ponakan
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
Nami bener bener sangat licik,Stevan kamu harus extra hari hati menyelidiki reiner
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
Stevan Janagn mudah goyah ma rayuan Nami,Janagn buat kakakmu kecewa
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Bau² nya bakal berjodoh ni Brian dan Bella 🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️
@Ani Nur Meilan
Brian tenyata masih hidup namun Bella tidak mengetahui nya...
@Ani Nur Meilan
Bagaimana nasib Brian loloskah dari hukuman itu🤔🤔🤔
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Si tajam dan si teduh, cie uda saling melengkapi ni🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
ya itu benar, dan setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Sudah jelas itu pasti target keturunan nya si Bella, haduh ini parah ini, sgala jenis buntut dan ekor mw di habiskan pdahal gk punya salah kejam sekali si tua bangka itu 🙄🗿
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
dunia ini panggung sandiwara kata nike
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
hadehh sekuat kuatnya wanita pasti pingsan juga,, krn mereka hanya berusaha untuk tetap kuat, namun mereka tidak tau, wanita diciptakan dengan kelembutan 🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
sayang banget berlian cuma buat diduduki🚶‍♂️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!