NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil

Status: tamat
Genre:Patahhati / Anak Genius / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: SyaSyi

Dina Aurelia, seorang wanita berusia 24 tahun yang harus menerima kenyataan pahit hamil anak mantan pacarnya.

Dina mencoba meminta pertanggungjawaban kepada Ernando Ari, mantan kekasihnya. Akan tetapi, justru penolakan yang diterima Dina. Nando tak mengakui anak yang dikandung Dina dan justru menuduh Dina telah bermain dengan pria lain.

"Tidak, aku tak pernah melakukan itu padamu! Mengapa kamu melakukan fitnah padaku? Pasti anak itu bukan anak ku, tetapi anak dari pria lain. Kau tau kan kalau aku akan menikahi wanita yang aku cinta, mana mungkin aku melakukan hal itu padamu."
- Ernando Ari -

"Baiklah, jika kau tak mau mengakuinya. Aku tak masalah. Namun, satu hal yang harus kamu ingat. Jangan pernah menyesal di kemudian hari, jika anak ini lahir ke dunia tak mengakui kamu sebagai Ayahnya.
- Dina Aurelia -

Bagaimana nasib Dina? Jalan apa yang akan Dina pilih? Akankah Dina ikhlas atau memilih berjuang mendapatkan Nando, walau Nando telah berstatus suami orang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah ke Rumah Rian

Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang menuju Jakarta, rencananya Rian akan langsung memboyong Dina ke rumahnya. Besok mereka baru membereskan barang-barang Dina di kosan untuk di pindahkan ke rumah Rian.

"Duh gimana ini? Tidurnya pulas sekali, masa iya aku harus gendong sih," gumam Rian.

Mereka sudah sampai di parkiran rumah Rian. Sejak tadi dirinya mondar-mandir model setrikaan. Namun, Dina tak kunjung membuka matanya. Rian merasa bingung, atas apa yang harus dia lakukan kepada istrinya. Mau membangunkan Dina, tetapi dirinya merasa tak tega. Hingga akhirnya dia memilih untuk menunggu Dina sampai bangun.

"Din, Sayang, bangun," ucap Rian membangunkan istrinya. Akhirnya, Rian memutuskan untuk membangunkan sang istri dari tidurnya.

"Duh, ini orang tidur apa pingsan sih? Susah banget di banguninnya," gerutu Rian. Bukannya terbangun, Dina justru malah mendengkur. Membuat Rian semakin tak tega.

"Maafkan aku ya, Sayang! Aku terpaksa menggendong kamu, bukan ambil kesempatan," ucap Rian.

Rian terpaksa akhirnya menggendong tubuh istrinya dan membawa ke kamarnya. Kemudian Rian meletakkan Dina secara pelan-pelan. Sepersekian detik, dirinya menatap wajah istrinya.

"Ini orang benar-benar kebo banget. Aneh di gendong saja masih juga tak membuka matanya," gerutu Rian. Dirinya baru mengetahui, kalau istrinya memiliki kebiasaan kalau tidur sulit untuk dibangunkan.

Rian membuka sendal yang masih di kenakan Dina, dan memberikan posisi tidur yang nyaman. Saat Rian hendak menaikan kepala Dina ke bantal. Tiba-tiba Dina membuka mata, wajah mereka sangat dekat, dan netra mereka saling bertemu.

"Ka-kamu sudah bangun?" Rian terlihat gugup, jantungnya berdegup sangat kencang.

"Iya. Maaf ya Mas, bikin kamu susah harus menggendong aku," ucap Dina dengan santainya. Dia tak tahu bagaimana rasanya menjadi Rian yang harus menahan hasratnya. Menahan godaan terbesar.

"Iya. Aku minta maaf juga ya sudah lancang menggendong kamu. Ternyata kamu kalau tidur seperti orang pingsan ya, sulit banget di bangunin," ucap Rian dan membuat Dina terkekeh.

Karena apa yang diucapkan suaminya memang benar apa adanya. Pernah kejadian, Nando datang ke kosannya berjam-jam di depan pintu padahal sudah berusaha memanggil dan mengetuk pintu kamar kosan Dina. Namun, Dina masih saja tertidur pulas. Hingga membuat Nando merasa kesal, dan akhirnya memilih untuk pulang.

"Aku justru senang kok, kita kan sudah menikah," goda Dina nakal.

"Kita memang sudah menikah sayang, tetapi apa yang kita perbuat masih haram. Bahkan kemarin saat kita berciuman, kita sudah melakukan dosa. Sabar ya, sampai saatnya tiba," jelas Rian. Membuat Dina memanyunkan bibirnya. Padahal semua ini karena kesalahannya dan Rian yang harus menanggungnya. Meskipun sudah menikahi, dirinya masih harus bersabar.

"Yang, aku lapar," rengek Dina manja.

"Aku pesan online saja ya. Kamu mau makan apa?" tanya Rian lembut. Wanita hamil kerap seperti itu.

"Aku ingin makanan buatan kamu," ucap Dina memelas.

"Serius kamu? Apa aku tak salah dengar? Aku tak bisa masak loh. Lebih baik kamu pesan makanan online saja ya, yang rasanya sudah pasti enak," ujar Rian. Namun, Dina tetap saja menolak. Justru terlihat wajah kekecewaan.

Akhirnya Rian terpaksa mewujudkan keinginan Dina, membuatkan makanan untuk Dina. Dina meminta Rian membuatkan dirinya nasi goreng. Sebenarnya hal ini sesuatu yang sangat mudah. Sejak dulu Rian kerap memilih tinggal mandiri. Sebelum dirinya mapan, dia sudah terbiasa melakukan apapun sendiri termasuk masak untuk makanan dirinya.

"Masakan kamu enak. Tak menyangka aku, ternyata diam-diam kamu pintar memasak," puji Dina kepada Rian.

Rian membuatkan nasi goreng sosis dan baso ditambah dengan telor mata sapi. Dina makan dengan lahap, membuat Rian merasa bahagia karena bisa menyenangkan hati istrinya, walaupun dengan hal yang sederhana.

"Sudah kenyang anak Ayah?" tanya Rian dan Dina menjawab dengan menirukan suara anak kecil, membuat Rian merasa gemas. Meskipun anak itu bukan anaknya, dia tetap menikmati perannya sebagai seorang Ayah.

Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar untuk tidur. Dina menyuruh Rian untuk tidur bersama di ranjang. Dia tak tega kalau Rian harus tidur di kasur kecil di bawah. Namun, Rian menolaknya. Dia takut takut tak bisa menahan syahwatnya.

Pagi ini Dina bangun lebih dulu dari Rian. Dina merasa kasihan dengan Rina yang harus menderita karena dirinya. Bahkan sampai harus merasakan tidur di kasur kecil di bawah.

Pagi ini Dina berencana akan memulai tugasnya sebagai sorang istri, menyiapkan sarapan dan keperluan suaminya termasuk pakaian untuk bekerja.

Makanan sudah selesai di masak, dan kini sudah tertata rapi di meja makan. Setelah itu Dina memutuskan untuk mandi, dan membangunkan suaminya. Saat Dina masuk ke kamarnya lagi, Rian masih tertidur pulas. Hingga dirinya tak tega membangunkan Rian. Namun, saat dirinya sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, Rian terlihat sudah bangun. Rian menelan salivanya saat melihat tubuh indah milik Dina.

Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestie aku

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Yuni Ngsih
wow keren msh ada ya lk" yg ky Rian ,Dina sangat beruntung sekali bisa dinikahinya drpd si Nando ....
tuti sriyono
Luar biasa
Haerul Anwar
mampus Nando anjing
Vita Bayu
Luar biasa
Siti Nurjanah
benar tuh papa emang the best. skak mat
Siti Nurjanah
good aku setuju dgn pendapat papanya nando
Siti Nurjanah
huh emang kamu pecundang. gaya gayanya kamu mengakui kalau anak yg di kandung dina itu anak kamu ke perusahaan Rian tp di depan istri dan ibu kamu kamu masih berkelit
Siti Nurjanah
sokor salah siapa dulu nolak dan berkelit tentang anak yg di kandung dina
Siti Nurjanah
ternyata Dina masih menyimpan perasaan kepada nando
SyaSyi: Dina cinta sama nando. makanya dia bodoh bgt kak
total 1 replies
Siti Nurjanah
itu pasangan yg kamu pilih. salah siapa udah dpt yg batu berlian malah di buang memungut yg baru kerikil
SyaSyi: iya bnr
total 1 replies
Siti Nurjanah
aaaaaaaahhhhhh so sweet. coba suamiku kaya gitu pasti seneng bgt
SyaSyi: Rian gak ada duanya. So sweet bgt
total 1 replies
linasijabat nysinurat
Lumayan
Nurjannah Rajja
Mati aja, aku ga ada urusan hihihi
Nurjannah Rajja
Itulah buah dari iri dan dengki....
Ivone Luanlaka
👍👍
Risty Risty
Luar biasa
Lala Al Fadholi
kok tokohnya sebrengsek itu sih thor...bacanya jd ilfiil ...
Risty Risty
Luar biasa
Amira Malik
wow novelnya sangat bagus sekali dan nyaman banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!