Cerita ini merupakan cerita fantasi yang berunsur kisah manusia serigala di dalamnya. Mengisahkan seorang wanita bernama Elleona yang hidupnya selalu menemui masalah, dari pack tempat tinggalnya hancur, keluarganya habis di serang, ia di-reject mate-nya sendiri, hingga masalah-masalah yang selalu saja ia temui seakan kebahagiaan enggan untuk menghampiri.
Lalu, apakah Elleona akan berakhir bahagia?
atau
Elleona tidak akan pernah bahagia hingga akhir hidupnya?
Silahkan baca novel gratis ini dengan perlahan. Akan bosan di awal dan semoga tidak di akhir, selamat membaca :)
Salam kenal,
ptrmyllln
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ELLEONA 31
Dengan kening mengerut Rainda dan Elleona saling berpandangan.
'Kau bilang hanya kau saja yang mengetahui tempat ini, lantas ini apa?'
'Aku tidak tau,' balas Raina.
Mata Alpha Alex perlahan terbuka, iris hijau itu langsung menabrak manik hitam Elleona.
"Elleona ... "
Tubuh Elleona merinding kala mendengar alunan suara menyebut namanya itu, apalagi manik hijau yang seakan menghipnotisnya.
"Salam, Alpha Alex." Serempak Raina dan Elleona memberikan salam kepada Alpha Alex yang sudah bangun dari tidurnya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Alex.
"Hanya kembali mengunjungi tempat ini," jawab Raina. "Bagaimana dengan, Anda? Bagaimana Anda tau tempat ini?"
"Aku hanya tak sengaja lewat tadinya, dan ternyata aku menemukan sebuah keindahan dalam wilayah netral," ujarnya.
"Jadi, kau baru saja mengetahuinya?"
"Ya," jawab Alex.
'Aku sudah bilang, hanya aku saja yang mengetahuinya.' kata Raina yang hanya dibalas hembusan napas oleh Elleona.
"Lama tidak bertemu, Elleona, bagaimana kabarmu?" tanya Alex.
"Eum, aku baik-baik saja, bagaimana denganmu, Alpha?"
"Yah, tidak sebaik dirimu, mungkin aku mendapatkan karma sekarang." jawab Alex.
'Syukurlah dia mendapatkan karma, tapi karma dariku ia belum merasakannya.' ujar Raina.
'Sudahlah, Raina, aku tidak mempermasalahkannya lagi,' jawab Elleona.
"Oh! ku ingin memberikan sutra laut kepada Anda, Alpha, Anda pulang tidak membawa hadiahnya." Elleona meraba saku sebelah kirinya. Sutra laut itu selalu ia bawa kemanapun ia pergi.
"Ambilah, aku tidak menginginkannya." balas Alpha Alex.
"Tapi ini barang yang sangat berharga," ujar Elleona.
"Tidak lebih berharga dibanding dirimu, simpanlah."
Bolehkah Raina muntah mendengar perkataan alpha Alex? Apakah ini namanya membuang berlian demi karatan lalu menginginkan berlian itu kembali karna si karatan sudah hancur?
Elleona hanya bisa diam mendengar ucapan Alex, sebesar apapun Alex memberi kode agar Elleona kembali tetap saja itu tidak mungkin terjadi sebut saja alpha itu melawan takdir. Siapa yang menang melawan takdir? Tidak akan ada.
"Raina membawa arak, mari kita minum bersama," ajak Elleona. Tidak mungkin mereka harus berdiri hingga senja tiba.
Raina melototkan matanya, arak itu buatan Revanio, untuk mendapatkannya saja menaruhkan nyawanya agar memiliki arak tersebut kenapa Elleona dengan santainya mengajak alpha Alex? Argh, kenapa pula alpha Alex berada di sini? Niatnya ke sini adalah untuk menghibur Elleona, bukan membuatnya mengingat masa lalu.
"Kalian tidak sopan! Menikmati arak tetapi meninggalkan pemilik araknya itu sendiri," dumel Raina. Alpha Alex dan Elleona sudah duduk bersantai ditemani arak itu.
***
Seminggu berlalu setelah mereka bertemu di daerah netral. Kini alpha Alex semakin sering berkunjung ke Blue Moon pack, entah itu membicarakan masalah kerja sama perusahaan di dunia manusia atau hanya sekedar berkunjung sering ia lakukan, dan hal itu pula membuatnya semakin sering bertemu dengan Elleona kemudian mereka semakin akrab. Contohnya saja sekarang, mereka sedang bersama ditengahi Elleanor. Elleanor pergi bersama ibu dan ayahnya.
"Mengapa kau sangat lucu, Elleanor? Benar-benar duplikat James versi perempuan," ujar Elleona. Ia menciumi perut Elleanor hingga bayi mungil itu tertawa dan menampakkan dua buah giginya.
"Kau benar, Elle, tetapi hidung dan bibirnya terlihat sama sepertimu," tambah alpha Alex.
"Benarkah? Mungkinkah Bella mengidamkan diriku ketika hamil?" Elleona tertawa kemudian menciumi pipi chubby Elleanor.
Alex tersenyum. "Elleona, bisakah kita berteman?" tanya Alex.
Gerakan Elleona menciumi Elleanor terhenti, ia menoleh sebentar ke alpha Alex. "Bukankah kita memang berteman?" ucapnya.
"Begitu? Baiklah, aku sangat senang mendengarnya."
"Alpha, lihatlah, Elleanor ingin menggapai tanganmu!" seru Elleona.
Karena tidak bisa menggapai tangan alpha Alex, Elleanor mencebik lalu menangis. Hal itu membuat dua orang di sana tertawa.
Tawa mereka tidak luput dari pandangan alpha Revanio. Ia menyaksikan keduanya tertawa seakan keluarga bahagia.
"Mereka sangat dekat," ujar Revanio.
"Tentu saja, apa kau cemburu?"
Revanio langsung menoleh, ia melihat seseorang datang.
"Kau sudah memilih Emilie, mengapa harus panas melihat mereka berdua? Aku pernah membaca kalau pasangan mate bisa kembali rujuk jika mereka ingin dan tentunya berusaha--"
"Aku tidak meminta penjelasan mu," potong Revanio.
"Jika mereka saling mencintai," lanjutnya.
Raina terkikik dalam hati, oh tolong tunjukkan buku mana yang mengatakan pasangan mate bisa rujuk? Sampai dunia hancurpun pasangan mate tidak akan bisa rujuk kembali.
"Oh ya? Baguslah, dengan begitu gadis bodoh itu tidak kesepian lagi," jawab Revanio yang tatapannya masih mengarah ke Elleona dan alpha Ares.
"Ya ya, dan aku mendengar dari Bella kalau alpha Alex sekarang sangat mencintai Elleona dan ingin gadis itu kembali, tentu saja Elleona pun demikian. Menurutmu, apa yang terjadi jika mereka saling mencintai? Apakah mereka akan bersama dan kau akan menderita?" Raina tertawa puas. "Aku juga mendengar--"
"Lebih baik aku memotong telingamu agar kau tidak mendengar siapapun lagi!" Alpha Revanio pergi meninggalkan Raina yang tiba-tiba saja menutup telinganya.
"Orang yang cemburu sangat menyeramkan." Raina bergidik masih menutup kedua telinganya. "Tapi juga mengasikkan melihatnya cemburu." Raina tertawa, ia menggeleng melihat kelakuan gegenya itu.
Tatapan Raina kini beralih pada kedua orang tadi, binar jahil itu kini berubah, aura hitam mengelilingi tubuh Raina. "Alpha Alex, meskipun Elleona sudah melupakan masa kelamnya tetap saja kau sudah menyakiti Elleona kami!"
***
Setelah kepulangan rombongan Grey Moon pack, Elleona kembali ke rutinitas biasanya yakni memelihara anggur. Beberapa anggur sudah siap untuk dipetik.
"Blueberry ini ternyata sudah berbuah," ujarnya. Elleona menyentuh buah blueberry yang masih berwarna hijau.
Ia bersenandung gembira, suasana hatinya sedang baik setelah bertemu dengan para sahabatnya. Tadi, Bella, James maupun alpha Alex memujuknya agar tinggal di pack mereka lagi. Namun Elleona menolak, bukan karena ia memiliki dendam tetapi karena ia sudah nyaman berada di sini. Lagipula ia harus mengejar sesuatu yang lebih berharga.
"Apa yang dikatakan Raina sepertinya benar."
Tiba-tiba suara seseorang menginterupsinya. Elleona terheran, mengapa rakyat Blue Moon pack ini senang sekali mengejutkan orang terlebih lagi seseorang di hadapannya ini. Selain mengejutkannya, orang ini juga berhasil mengejutkan hatinya.
"Salam, Alpha," ucap Elleona.
"Apa itu benar?" ulangnya.
Elleona mengerutkan dahinya tak mengerti. "Maaf, apa maksud Anda, Alpha?"
"Ah tidak, lupakan saja. Boleh aku meminta anggur mu?" tanya Revanio.
"Tentu saja, ini adalah anggur milikmu," ujar Elleona. "Tapi aku akan mencucinya dahulu."
"Tidak perlu," cegat Revanio. "Tidak ada kuman yang berani masuk ke packku, apalagi sampai mengambil hal yang berhargaku," ujarnya.
Elle mengerjapkan matanya, bukankah alpha Revanio ini terlalu berlebih-lebihan? Kuman sekecil itu tidak bisa masuk ke packnya? Mustahil.
"Apa kau tidak mau membaginya?"
Dengan cepat Elleona memberikan anggur dalam keranjang buahnya.
"Ambillah, Alpha, saya tidak tau seperti apa pilihan Anda," ujar Elleona.
Revanio mengambil anggur itu lalu mencicipinya. "Apa kau akan pindah? Maksudku kembali ke asal mu," tanya Revanio.
"Jika Alpha menginginkannya maka aku akan pindah," jawabnya.
Revanio mengangguk pelan. "Ternyata benar kau dan alpha Alex sudah rujuk,"
Elleona mengerjapkan matanya. Rujuk? Bagaimana bisa?
"Dia sudah me-reject ku, pasangan yang sudah direject tidak mungkin akan kembali," ujar Elleona.
"Aku mendengar jika kalian saling mencintai maka tidak ada yang tidak mungkin untuk kalian bersatu."
Kembali Elleona mengerjapkan matanya. Mencintai? Dari mana Revanio ini tau bahwa ia mencintai alpha Alex? Perasaan itu sudah tidak ada lagi dalam diri Elleona.
"Antara aku dan alpha Alex tidak ada yang saling mencintai, dari mana Alpha tau tentang itu? Tunggu mengapa Anda bertanya seperti itu?" tanya Elleona, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang, aroma yang dikeluarkan Revanio kini menjadi fokusnya.
"Hanya ingin mencari kebenaran di mana seharusnya ia berada."
***
Haiiii, sudah merindukan Elleona???
See you next time!!!
Jangan lupa ya jempol dan komentarnya. Lup kalian❤️
Oh iya, yang mau masuk grup saya wajib ngasi tau ya alasan masuk grup, paling enggak kasi tau aja kalian pembaca novel yang mana hehe
Hrs'a ada keterangan dlm kurung apa itu pack, mate, alpa, rougu dll,,, bikin bingung di awal bc..
Cb lanjut lg..