Lanjut " Wanita simpanan " Adara Jordan di balik polos nya ternyata membaca salah satu buku hasil milik orang tuanya , buku diary
Sampai harus halusinasi buku diary itu membuat adara terjun langsung ke dunia nyata , seperti apakah dunia di buku itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan adik kandung
Adara melambaikan tangan nya saat dirinya telah sampai di rumah , adara masuk rumah sebelum mobil Rasya telah pergi
" Kok ga masuk ? Nunggu diluar dari kapan? " kata Adara pada Haidar
Pria yng berusia 16 tahun itu dengan pakaian dengan wajah sedih duduk di depan teras rumah
" Jangan masuk dulu ! Mama sama papi lagi berantem! "
Adara mengerutkan kening nya . Adara yang begitu penasaran akhirnya membuka sedikit pintu dan mendengar teriakan sang mama yang sedang memaki papi
" Ya silahkan! Silahkan kalo kakak mau cerai ! Itu kan yang kamu mau ? Silahkan bawa anak kamu haidar ! Andai saja kalo aku ga kasihan sama kamu sama itu bayi. Engak bakal aku terima kamu sebagai suami aku "
Deg
Papi yang di maki , tapi adara merasakan sakit hatinya
" Punya mantan istri jal*ng yang tiap hari ganti ganti pasangan , hoho. Aku jadi curiga apakah kamu pernah memiliki penyakit. Mengingat kamu pernah memiliki mantan istri yang suka sosis sana sini . Apakah haidar anak haram ? "
Adara yang melihat sang papi di maki , meremas tangan nya . Jadi ini alasan sang papi menjaga haidar lebih baik dari pada dirinya karena memang pada dasar nya haidar bukan adik kandung
" Stop menghina devia !!! Stop juga kamu menghina haidar !! " bentak sang papi
Hendra ingin melayangkan tangan pada wajah adinda . Begitu melihat adinda ketakutan . Hendra langsung diam
" Aku lagi down perusahan aku ! Maaf kalo emang uang bulanan kali ini engak sesuai dengan biasanya. Tapi tolong ngerti aku . Aku lagi berusaha buat mengembangkan perusahan aku lagi ! " Ucap Hendra pelan
Adara menutup pintunya lalu dia mengambil kunci mobil dan mengajak adiknya itu untuk menemani makan
Sebenarnya adara engak lapar . Dia hanya ingin haidar tidak mendengar perdebatan tadi
Sepanjang perjalanan keduanya diam . Memikirkan masing masing di otak nya . Setelah mengetahui Haidar bukan adik kandung nya . Adara jadi keringat tentang wanita di buku diary sang mama yang berinisial D
" Devia namanya " gumam Adara
##
Adara terbangun karena tiba tiba ada yang memeluknya , yaitu sang papi
Adara membalikan wajahnya melihat sang papi tidur begitu tenang . Adara merasa kasihan sekali . Ya memang saat membaca diary itu dia sangat membenci sang papi
Mengingat wajah tua dan rambut sudah mulai putih . Entah kenapa adara merasa kasihan sekali
" Ewh ... "
Adara tersenyum saat sang papi terbangun
" Aku lapar . Mau makan sandwich " gumam Adara
Hendra pelan pelan bangun dia langsung keluar kamar di ikuti adara . Adara hanya duduk manis ketika sang papi mulai mengambil roti , daun slada, dan smoke beef
" Mau pake susu juga? " kata Papi sambil tersenyum
" Iya , tapi dingin " kata Adara
Hendra mengangguk dia membuatkan sandwich dan susu putih kesukaan anak cantik dan imut nya itu
Menunggu beberapa menit saja . Makanan dan minuman itu sudah jadi . Di lihat jam masih pukul 02.06 pagi . Adara lapar di tengah malam
Makanan sudah jadi , Adara melahap nya dengan rakus . Padahal sudah di ingatkan makan pelan pelan . Entah kenapa adara lebih suka masakan papi
Dari pada masakan pembantu di rumah ini. Adara menatap sang papi dengan tatapan itu sendu . Setelah Sandwich habis . Adara langsung memeluk sang papi
" I love you " kata Adara memeluk erat
Tanpa sadar , hendra menghapus air matanya . Hendra juga memeluk adara dengan erat
" I love you to nak " kata hendra
Adara mengangkat kepalanya
" kok nangis , hehe , cengeng " kata Adara mengejek
" ini , mata papi kelilipan , nyamuk mungkin" kata hendra sambil terkekeh
Adara tahu betul , pasti kejadian tadi sore ketika bertengkar sama mama . Setelah melewati sore dengan rasa sesak . Adara hanya ingin cukup tau tanpa harus membenci Haidar karena ibu haidar orang ketiga hubungan papi . Dan ibu nya haidar juga jal*ng seperti apa yang dia baca di buku diary
" Temenin tidur ya pi " kata Adara
Adara tahu pasti sejak kejadian tadi sore . Papi dan mama pisah kamar . Karena tahu banget papi itu sayang banget sama mama . Jadi papi memilih untuk meninggalkan mama di kamar dan tidur dengan anak anaknya
" Sudah kenyang ? Papi bisa bikin apalagi buat kamu ? "
Adara menggeleng
" Papi mau buat aku gendut ya ? Nanti papi ga bisa loh gendong aku lagi "
Hendra tersenyum
" Yaudah , sekarang istirahat yuk " ajak hendra
##
Hening saat sarapan tak pernah terjadi . Bahkan jarak papi dan mama sangatlah jauh
" Em, sudah selesai makan nya ? " kata papi
Kedua anaknya menoleh , hanya mama yang menunduk
" Biasa nya papi kasih uang bulanan 1 juta buat kalian berdua . Dan kali ini papi hanya bisa kasih setengah nya . Bagaimana pun juga kalian harus bisa mengatur uang . Karena engak selamanya papi bersama kalian " kata hendra mengeluarkan beberapa lembar uang jajan untuk dara dan haidar
" Kenapa di setengahin pi ? " kata haidar
" Em, papi mau tau apakah kalian bisa dengan uang setengah yang biasa papi kasih , bertahan sampai sebulan . Papi janji bulan depan papi akan kasih full seperti bulan bulan lalu " kata hendra sambil tersenyum
Dara hanya bisa menerima , lagian kalo memang kurang pasti adit dan rasya juga kasih . Jadi dara harus mengerti kondisi perusahaan papi nya saat ini
" Ok gapapa pi , lagian uang jajan yang bulan kemarin juga masih ada ko pi . Jadi santai aja " kata Dara
Mama langsung beranjak bangun menyiapkan bekal untuk dara dan haidar pergi kesekolah . Hendra yang melihat kepergian sang istri hanya diam
Setelah kedua anaknya pergi . Hendra meminta adinda masuk kedalam kamar . Menyelesaikan masalah kemarin
" Janji cuma sebulan aja , bulan depan aku full . Udah dong jangan ribut masalah uang . Aku capek ! " kata Hendra
" Makanya jangan main cewek mulu! Jadinya uang habis mulu kan "
" Astagfirullahalazim, bener bener kamu ya ! Doain suaminya yang engak baik . Mulai hari ini engak ada lanjutan berantem lagi . Ga enak tahu di lihat sama anak anak" kata Hendra begitu sabar
Adinda mengangguk dia menahan hendra saat keluar kamar
" Aku minta maaf kejadian kemarin sore , yang mengungkit haidar sama Devia "
Hendra mengangguk
" Aku mau ke makam devia nanti siang , kamu mau ikut ? " kata Hendra
" Engak ! Aku lagi datang bulan " kata Adinda
" Yaudah , kalo gitu aku mau lihat email dulu " kata hendra langaing keluar kamar meninggalkan istrinya