menceritakan kisah cinta anak bram sanjaya
putra Bram sanjaya dan putri Bram sanjaya adalah anak kembar dari pasangan Wina wijaya dan Bram sanjaya, mereka terlahir kembar namun mempunyai karakter yang berbeda, putra yang dingin dan spontan, tidak memikirkan perasaan lawan bicara nya ketika mengutarakan sesuatu. tegas dalam sikap, dan bertanggung jawab sedangkan putri adalah gadis periang, suka memasak seperti mamanya, Abimanyu sang adik juga tak kalah keren, manja dengan sang mama jika tidak ada kakak dan adik nya, suka bercanda, dan spontan. dan Bianca, adalah gadis yang ceria, spontan, keras kepala, cerdas, dewasa walau usia nya masih sangat muda, dan tegas,. serta tidak mau di bantah.
siapakah yang bisa mendapatkan cinta anak anak Bram sanjaya
yuk ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
" farhan.. aku mengundang mu kemari ada hal yang ingin aku bicarakan, " ucap abi memandang serius farhan dan Utari dan Bram
" aku ingin mengajak kamu dan Utari kerja sama membuka toko kue , aku tau kamu juga bisa membuat kue seperti Utari " ucap abi
" tapi.. bagaimana dengan toko sayur ku " jawab farhan
" tenang.. kamu bisa menyewakan nya, jadi kamu masih mendapatkan penghasilan dari toko mu, aku sudah membicarakan nya dengan Utari dan juga papa sebagai penasehat ku, " jelas abi
" rencana nya begini, aku akan membuka toko kue, atas nama Utari, dan owner nya Utari, tapi yang mengelola kamu farhan, aku tidak menggaji mu melainkan bagi hasil, dan hasil 50 persen untuk mu, 30 persen untuk Utari dan 20 persen untuk ku, " jelas abi meyakinkan
" kenapa aku yang 50 persen bukan kah toko ini milik mu, seharusnya dirimu yang lebih besar " tanya farhan heran
" farhan, aku sengaja mengambil bagian ku lebih sedikit karena aku masih mempunyai penghasilan dari usaha restoran ku, dan gaji dari hotel. dan aku mau kamu juga melanjutkan kuliah mu " jelas abi meyakinkan
" eum.. bagaimana ya.. ? " jawab farhan sedikit ragu
" kak tolong di Terima ya, kita berjuang sama sama, aku ingin kakak juga bisa melanjutkan kuliah kakak yang putus di tengah jalan. " ucap Utari meyakinkan
" dan pelanggan ku juga sudah mulai banyak kak, abi juga sudah menemukan tempat strategis di dekat restoran nya, " jelas utari sekali lagi
" apa bisa aku dan utari mengelola berdua saja " tanya farhan
" tenang lah aku juga tidak akan membiarkan istri ku kelelahan, terlebih jika nanti utari mengandung , nanti akan aku carikan beberapa pegawai untuk membantu kalian " ucap abi menjelaskan dan menepuk lengan farhan
" jadi semua sudah setuju " ucap Bram yang sedari tadi menyimak pembicaraan abi, dan farhan
" iya tuan,.. " jawab farhan sopan
" ok.. mulai besok kita siap kan semuanya "
" deal.. " ucap utari sembari mengulurkan tangannya
" deal " jawab farhan pasti dan tersenyum
" utari seperti nya sangat bahagia, maaf utari hanya ini yang aku bisa lakukan " ucap abi dalam hati dan memandang utari sedang memeluk kakak nya
" abi.. Terima kasih, " ucap utari saat sudah melepaskan pelukan nya dari farhan
" untuk apa.. ? " tanya abi
" everything.. " jawab utari di iringi senyum.
" eum.. boleh aku meminta sesuatu sebagai balasan nya " ucap abi ambigu
" apa.. ? tapi jangan minta uang, aku tidak punya " jawab utari
" aku minta anak dari mu " bisik abi di telinga utari
" what.. ?? ups.. maaf pa.. " teriak utari lalu ia menutup mulut nya karena ada Bram
" apa kamu meminta anak dari ku " bisik utari balik
" eum.. " jawab abi singkat.
" bukan kah setiap malam kita membuat nya " bisik utari namun Bram dan farhan masih mendengar nya, abi pun sontak tertawa, utari pun menjadi malu dan langsung masuk ke ruang tamu
"eum.. abi, tuan saya permisi sudah larut malam, dan abi, aku sangat berterima kasih pada mu, kamu sudah sangat baik terhadap utari " ucap farhan
" sudah semestinya farhan, aku suami nya, sudah pasti aku akan selalu menjaga dan berbuat baik padanya " ucap abi dan tersenyum
kemudian farhan pun pamit pulang, lalu Bram dan abi pun bergabung di ruang keluarga.
" ma.. utari mana? " tanya abi pada Wina karena utari tidak ada di ruang keluarga
" baru saja naik ke atas " ucap Wina memberitahu
" oh.. kalau begitu abi ke kamar ma pa .. " ucap abi yang langsung menaiki tangga
" eum.. " jawab Wina singkat,
" sayang.. " panggil Bram pada Wina
" ya.. apa mas.. " jawab Wina sembari membaringkan Kepala nya di pangkuan Bram
" apa, anak dan menantu kita sudah ada tanda tanda? " tanya Bram
" maksud mas.. "
" hamil.. ? " jelas Bram
" belum tau mas, aku berharap, anak dan menantu kita cepat di beri kepercayaan ' ucap Wina sembari duduk.
" aku harap begitu, " jawab Bram yang langsung mencium bibir Wina
" mas.. nanti ada anak anak " ucap Wina mendorong sedikit tubuh Bram
" mereka sudah tidur " ucap Bram yang langsung mencium kembali bibir Wina dengan sangat lama
" sudah mas, mas sudah mau 60 tahun, tapi makin menjadi " ucap Wina sembari merapikan rambutnya
" dan kamu semakin bertambah umur makin seksi " ucap Bram yang langsung merangkul Wina, Wina yang mendapat pujian pun hanya tersenyum malu.
" eum.. mas besok antar aku ke klinik kecantikan, seperti biasa perawatan bulanan" ucap Wina
" ya.. mas juga mau perawatan, " jawab Bram di iringi tawa
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
gak lanjut lagi nich thor?