NovelToon NovelToon
Istri Menggemaskan Tuan CEO Ternama

Istri Menggemaskan Tuan CEO Ternama

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: desih nurani

The Michaelson #2 (Zain dan Rea)

Rea mencintai Zain sejak kecil. Namun lelaki itu tak pernah sekali pun meliriknya. Tapi keberuntungan selalu memihak gadis itu. Kedua orang tua mereka membuat perjodohan antara dirinya dan Zain. Dan tanpa di duga Zain menerima perjodohan itu. Tentu saja Rea senang karena ia akan menjadi istri dari lelaki yang dicintainya. Meski ia masih harus berusaha mendapatkan cinta sang suami, karena lelaki itu masih dibayangi cinta masa lalu. Tetapi Rea tak pernah menyerah, ia terus berusaha merebut cinta itu dengan segala cara.

Akankah Rea berhasil merebut hati suaminya? Sedangkan lelaki itu masih dibayangi cinta masa lalunya?

~~~

"I know, cepat atau lambat kau akan mencintaiku."
~Andrea Clarissa Demyan~


"Aku pikir kau sudah berubah, ternyata kau masih sama. Berisik dan menyebalkan."
~Garalt Zain Michaelson~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasangan Absurd

"Kau tidak merasa capek, Re?" Tanya Zain saat melihat istrinya masih semangat berkeliling. Padahal sudah hampir dua jam mereka mengitari mall. Bahkan tangan Zain saja sudah dipenuhi paper bag saat ini. Juga sudah sangat pegal.

"Tidak. Aku masih mau berkeliling. Kau tidak ingin membeli sesuatu?" Rea menatap Zain penuh tanda tanya. Pasalnya sejak tadi Zain tidak membeli apa pun.

"Tidak ada."

Rea tersenyum geli.

"Sayang, setelah ini kita mampir ke rumah Mami ya? Kangen banget soalnya."

"Boleh."

Lagi-lagi Rea tersenyum senang. Lalu mereka pun kembali berkeliling. Dan tentu saja salama itu pula Rea tak berhenti mengoceh. Sedangkan Zain hanya menanggapinya dengan mengangguk dan tersenyum kecil.

Setelah puas berbelanja, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kediaman Demyan. Rea terlihat begitu antusias saat memasuki rumah orang tuanya. Sudah lama sekali rasanya ia tidak pulang.

"Mami... Papi. Anak kesayangan datang." Teriaknya.

Zain yang melihat tingkah lucu istrinya itu cuma bisa tersenyum.

Tidak lama dari itu Rena pun muncul dari arah belakang. "Ya ampun, suara kamu itu loh, Re. Satu kampung kelimpungan."

Rea pun langsung berhambur dalam dekapan sang Mami. "Kangen tahu."

"Mami juga kangen. Udah pada makan belum?" Tanya Rena menatap menantunya.

"Sudah tadi di jalan." Jawab Zain apa adanya.

"Ck, sudah tahu mau mampir kenapa gak makan di sini aja sih?"

Rea masih saja menempel pada Ibunya.

"Tadi aku lapar banget, Mam. Habis keliling mall soalnya."

Rena menghela napas. "Ya sudah, ayok duduk. Mami buatkan minuman dulu ya?"

"Tidak usah, Mam. Aku bisa buat sendiri kalau mau. Kamu mau minum, Hon?" Rea menatap suaminya lekat.

Zain pun menggeleng pelan.

"Ya sudah, ayok duduk dulu." Ajak Rena. Lalu mereka pun beranjak menuju ruang tengah.

"Papi mana, Mam?"

"Biasa main golf sama teman-temannya. Apa lagi cobak kerjaan Papi kamu kalau hari libur."

Rea pun mengangguk paham.

"Apa kabar nih cucu Mami? Bikin ulah gak?" Rena pun mengusap perut rata Rea dengan lembut.

"Enggak dong, Oma. Baik banget malah babynya. Paling cuma pagi aja mual, itu juga gak lama."

"Hm. Pas Mami hamil kamu juga gitu. Anteng banget."

"Anteng dalam perut, pas di luar seperti ulat keket." Ledek Zain.

Bukanya kesal, Rea malah tertawa riang. "Aku rasa anak kita bakal mirip aku deh, Kak."

"Mau bagaimana lagi?" Zain menaikkan kedua bahunya. Rea dan Rena pun tertawa geli.

"Re, kapan kamu berhenti kerja? Mami takut kejadian kemarin terulang. Mami selalu mikirin kamu terus setelah kejadian itu." Rena menatap putrinya cemas.

Rea tersenyum seraya menggenggam erat tangan sang Mami. Sedangkan Zain hanya menyimak percakapan keduanya.

"Mam, aku akan lebih hati-hati kedepannya. Lagian setelah lahiran aku juga berhenti jadi model. Mungkin aku bakal lamar kerja di rumah sakit. Kasihan juga gelar dokter yang udah susah payah aku kejar nganggur kan?"

Rena pun tersenyum lega mendengarnya. "Mami lebih senang kamu jadi dokter, Re. Lebih aman dan gak perlu pergi jauh-jauh. Setidaknya Mami bisa ketemu kamu terus. Selama ini Mami merasa belum puas jaga kamu. Kamu lebih lama sama Grandma dari pada Mami."

"Ya ampun, Mam. Aku janji deh kedepannya bakal terus ketemu Mami. Aku janji." Rea pun kembali memeluk sang Mami. "Aku sayang Mami."

"Mami juga sayang sama kamu, Re."

Zain tersenyum melihat kelakuan dua wanita beda usia itu. Namun tidak lama dari itu Adrian pun pulang bersama seseorang.

"Wah, ada tamu rupanya."

Sontak semua mata pun tertuju pada dua lelaki berbeda usia itu. Bahkan mata indah Rea membulat saat melihat sosok yang kini berdiri di sebelah sang Papi.

"Nez!" Pekiknya dengan wajah bersinar. Zain yang mengerut bingung karena tidak mengenali lelaki itu.

"Hai, baby. Apa kabarmu?" Tanya lelaki itu. Tanpa ragu lagi Rea bangkit dan berlari ke arah lelaki itu. Lalu memeluknya dengan begitu manja. Dan itu membuat Zain kaget. Mendadak hatinya juga ikut panas. Apa lagi lelaki itu membalas pelukan istrinya.

"Baik. Kemana saja kau huh? Aku merindukanmu tahu? Kenapa tidak bilang datang ke Indo?" Rengek Rea seraya melepaskan diri dari dekapan lelaki berperawakan tinggi besar itu.

"Maaf, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan. Sampai aku tidak sempat datang di pernikahanmu." Ucap lelaki itu seraya mengecup kening Rea.

Zain mengeratkan rahangnya saat melihat itu.

"Ups... aku lupa memperkenalkan suamiku padamu." Rea pun menoleh ke arah suaminya yang sejak tadi sudah memasang wajah kesal.

"Sayang, kenalin ini Nezim, sepupuku dari Turki. Dan Nez, kau harus tahu jika lelaki tampan ini suamiku. Kau pasti belum mengenalnya bukan?"

"Ya." Lelaki bernama Nezim itu pun tersenyum ramah pada Zain. Sedangkan Zain hanya membalasnya dengan senyuman singkat. Tentu saja Rea bisa melihat perubahan itu.

Apa dia cemburu? Rea pun terkekeh dalam hati. Karena ingin terus mengerjai suaminya, Rea pun menggandeng tangan Nezim begitu manja.

"Nez, kau belum memberikan hadiah pernikahan padaku. Aku ingin menagihnya sekarang."

"Em... aku belum membelinya. Apa kau ingin menemamiku memcarinya? Sekalian mengobrol sambil jalan-jalan. Bagaimana?" Tawar Nezim.

Rea pun mengangguk antusias. Lalu ditatapnya sang suami yang sejak tadi terus melayangkan tatapan tak bersahabat.

"Sayang, apa aku boleh pergi?" Tanya Rea dengan tatapan memohon.

"Aku akan ikut." Putus Zain yang berhasil mengembangkan senyuman di wajah Rena dan Adrian.

"Sayang, aku cuma jalan sebentar. Setelah itu aku janji langsung pulang. Sudah lama sekali aku tidak jalan dengannya. Kau tahu? Dia itu sepupuku yang paling pengertian." Cerocos Rea.

"Aku tetap ikut." Tegas Zain.

Nezim menahan senyuman geli saat melihat tatapan Zain untuknya. Sebagai lelaki tentu saja ia tahu saat ini Zain tengah cemburu.

"Okay, kau boleh ikut. Apa kita berangkat sekarang?"

"Kita baru saja pulang, Re. Kau tidak boleh kecapekan." Zain memperingati.

"Aku tidak capek sama sakali, honey. Lihat, aku masih segar." Rea memasang badan sigap. Seolah ia tak punya rasa lelah sedikit pun.

Zain menghembus napas pelan. "Hm, terserah kau saja."

"Yey. Ayo kita berangkat." Ajak Rea langsung menggandeng tangan Nezim dan membawa lelaki itu pergi. Itu benar-benar membuat Zain terperangah.

Sial! Di sini siapa yang suaminya? Aku atau dia? Kesal Zain dalam hati. Lelaki itu hanya bisa pasrah dan mengekor dibelakang.

Sepanjang perjalanan Zain terus menggerutu dalam hati. Bagaimana tidak. Saat ini mereka dalam satu mobil di mana Rea duduk di sebelah sepupunya itu. Bahkan istrinya itu hampir tak berhenti berbicara dan sesekali merengkuh lengan Nezim. Hati suami mana yang tak panas melihat itu? Zain terlihat seperti seorang kacung saat ini. Duduk dibangku belakang sendirian. Melihat kemesraan istrinya dengan pria lain.

Rea melirik suaminya dari balik cermin. Lalu tertawa dalam hati saat melihat raut kesal dari wajah uaminya itu.

Sesekali ngerjain suami tidak apa kan? Hitung-hitung mengetes perasaan.

"Sayang, kenapa diam terus?" Goda Rea sambil menoleh kebelakang. Zain mengalihkan perhatian pada sang istri. Namun tidak mengeluarkan jawaban.

Pikir sendiri!

Ingin sekali rasanya Zain meneriakkan kata-kata itu. Namun mulutnya seolah bungkam.

"Kak, kau baik-baik saja kan? Pipimu sangat merah. Apa kau sakit?" Rea sedikit mencondongkan tubuhnya dan menyentuh kening sang suami. "Eh? Tapi tidak panas."

Baru saja Rea hendak menarik tangannya, Zain sudah lebih dulu menahannya. Dan....

Cup!

Sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Rea. Membuatnya mendadak terdiam. Dan itu berlangsung lumayan lama.

Nezim yang yang melihat adegan itu cuma bisa mengulum senyuman geli. Ia tidak habis pikir dengan pasangan absurd yang satu itu.

"Pindah, Re." Pinta Zain memelas.

Rea langsung menggeleng kuat. "Aku tidak bisa duduk di belakang."

"Pindah atau aku yang turun." Ancam Zain mulai kesal.

"Tidak mau, aku pusing tahu kalau duduk di belakang." Rea masih kekeh dengan keputusannya.

"Stop!" Pinta Zain dengan tatapan datar. Namun Nezim masih saja melajukan mobilnya. Seolah tak menghiraukan permintaan iparnya itu.

"Stop!" Kali ini Zain meninggikan suaranya. Dan itu berhasil membuat si pemilik mobil langsung menekan pedal gas. Sontak Rea dan Nezim pun menoleh ke belakang.

"Pindah atau aku turun di sini." Ancam Zain lagi.

Rea menahan napas sejenak. Lalu menghembusnya singkat. "Okay, aku pindah." Dengan perasaan kesal Rea membuka seatbelt. Lalu ia pun pindah ke belakang.

"Bagus." Kata Zain seraya menggenggam tangan istrinya begitu erat. Rea pun mendengus sebal. Padahal ia ingin mengerjai suaminya, nyatanya ia sendiri yang kesal sekarang.

"Dasar pecemburu." Ketusnya.

"Cemburu itu tanda cinta."

"Tapi itu berlebihan." Kesal Rea seraya memalingkan wajahnya.

"Jadi kau lebih memilih orang lain dari pada aku suamimu?"

Rea langsung menoleh dan melayangkan tatapan tajam. "Hey, dia itu sepupuku. Apa kau juga harus cemburu padanya?"

"Dia itu laki-laki." Sahut Zain malas.

"Aku tahu. Tapi kau tidak seharunya cemburu."

"Lalu?" Zain menatap Rea penuh intimidasi.

Rea terdiam.

"Ekhem." Perhatian keduanya pun teralihkan saat mendengar dehaman Nezim. Lelaki berjambang tipis itu menatap keduanya secara bergantian.

"Apa sudah selesai? Jika belum sebaiknya kalian turun dari mobilku. Lanjutkan perdebatan kalian di luar."

Keduanya pun terdiam dan saling memalingkan wajah. Nezim yang melihat itu hanya bisa menghela napas kasar. Kemudian melajukan mobilnya kembali.

Seharusnya aku tidak membawa pasangan gila ini. Pikir Nezim.

1
D_Mayanti
Luar biasa
Heryta Herman
ceritanya tdk jauh" dari mafia..sama sprti cerita orang tua nya...
sdh bisa di tebak dari awal thor...
apapun...semangat thor..
lanjut/Chuckle/
Alifah Azzahra💙💙
Kalau aku jadi kamu Rea aku mendingan pergi aja yang jauh dari hidup Zian agar dia itu menyesal
Alifah Azzahra💙💙
Aku harap Rea tidak akan memaafkanmu zian
Komang Diani
Luar biasa
Chandrawirayanthi
thor kenaapa gak di lanjutin lagi?...
Isti Ana
ditunggu ya....
Isti Ana
thor....kenapa lanjutanny luamaaa bgt?
Yiyi Fuyu
bisakah saya jadi ibu untuk anakmu... di rumah besar ehem tapi dijakarta. Singapore hongkong... tunjungan plaza. balik juga ke Semarang...
sayalah istri mudamu...
tapi belom pernah terjadi 🥵🥵
Chandrawirayanthi
thor.. kenapa gak pernah up lagi
Nadzihah Shamiqi
lanjutannya sis
nur
CIA cinta 2 cowok paman dan keponakan
nur
kok lupa ada cctv?
nur
lupa kunci pintu
wahyu
kasihan Jef 🥺😢
Nayra Syafira Ahzahra
😥😥😥😥
Pujiastuti
kasihan Alana ternyata kisah hidupnya tragis banget gara² bapaknya yang suka judi jadi dia dan ibunya yang jadi korban sampai diperkosa 5 orang mana ibunya disiksa dan meninggal didepan matanya
Saberia Idrus
ya... kenapa harus diperkosasih thor... lima orang lagi... nggak cocok dong sma jef... padahal aku pengenx dia cocok sma jef dan alana lebih cantik dri mercia
Nayra Syafira Ahzahra
semoga kalian berdua emang jodoh🤲🤲🤲 dan kau harus segera move on ya babang Jef😊😊😊 terus semangat thor 💪💪💪
Pujiastuti
kayaknya Alana adalah jodoh buat kamu Jef, dady Sean aja setuju tuh malah bilang menantu ku 😁😁😁
penasaran juga sih sama si Alana ini kenapa samapai amnesia gitu 🤔🤔🤔🤔

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!