Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii
Arka adalah seorang laki - laki anak semata wayang dari pasangan pak Hendro dan bu Widya. Dia tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, hingga akhirnya cintanya berlabuh pada seorang gadis yatim piatu bernama Tia. Perjalanan cinta mereka tidak mudah tentunya lantaran kedua orang tua Arka menentang hubungan mereka.
Bagaimana akhir dari kisah cinta Arka? Dengan siapakah dia akan menikah? Yuk langsung saja simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Keesokan harinya
Tia dan Reyhan baru saja pulang dari rumah sakit. Setelah pulang dari taman kemarin, Tia merasa lemas dan tidak enak badan. Tadi pagi pun ia merasa mual hingga muntah-muntah. Akhirnya Reyhan pun mengajak Tia periksa ke rumah sakit. Tia sempat menolaknya karena ia pikir hanya masuk angin saja, tapi Reyhan tetap memaksanya untuk periksa ke rumah sakit. Reyhan berharap Tia segera hamil karena papanya ingin segera punya cucu. Hingga akhirnya beberapa minggu terakhir Reyhan berusaha membuat Tia hamil tanpa Tia sadari.
Setelah dokter memeriksa Tia, Tia pun dinyatakan hamil. Reyhan merasa sangat bahagia akhirnya usahanya membuahkan hasil, tapi tidak dengan Tia. Ia masih belum siap untuk hamil, apalagi ia masih belum mencintai Reyhan. Di hati dan pikirannya masih ada Arka seorang. Namun, Tia tidak bisa menolak ketika Reyhan mengajaknya untuk berhubungan badan karena Reyhan suaminya dan mereka juga sudah berkomitmen untuk tidak bercerai.
Sementara itu Salsa duduk di lobby perusahaan GC sedang menunggu giliran untuk wawancara dengan ratusan peserta lainnya. Ia sangat gugup karena ini pertama kalinya ia wawancara untuk melamar pekerjaan.
Di perusahaan GC ini seleksinya sangat ketat. Calon pegawai akan diwawancarai langsung oleh CEO-nya. Menurut kabar yang Salsa dengar, CEO baru di perusahaan GC sangat tampan tapi juga sangat kejam. Itu yang membuat ia gugup dan takut. Penerimaan pegawai baru ini juga dilakukan karena banyak pegawai yag dipecat akhir-akhir ini.
"Salsa Saraswati, silahkan masuk!" panggil sekretaris CEO yang akan mewawancarai calon pegawainya. Salsa pun berdiri dan berjalan mendekat ke pintu sang CEO lalu mengetuknya dengan pelan. Kaki dan tangannya gemetar. Jantungnya berdebar-debar karena ketakutan.
"Masuk!" sahut seseorang dengan nada tegas. Salsa pun membuka pintu itu setelah terdengar sahutan dari dalam ruangan itu.
Saat Salsa masuk, sang CEO memicingkan matanya dan tatapan mata mereka pun bertemu.
"Salsa?" ucap CEO itu.
"Arka?" sahut Salsa hampir bersamaan dengan Arka.
"Apa kabar? Sudah lama tidak bertemu," sapa Arka seraya menjabat tangan Salsa dan tersenyum.
"Baik. Tunggu, jadi CEO perusahaan GC ini kamu?" tanya Salsa menebak.
"Iya, ini perusahaan papaku. Setelah aku lulus kuliah dari Amerika, papa menyerahkannya padaku," balas Arka sambil tersenyum.
"Huft! Kamu membuatku takut saja. Kenapa rumor mengatakan kamu orang yang sangat kejam?" tanya Salsa merasa lega bahwa CEO dari perusahaan GC adalah teman SMA-nya tepatnya mantan kekasih sahabatnya.
"Hei, di sini yang mau wawancara kamu apa aku?" tanya Arka menghentikan pertanyaan Salsa.
"Hahaha, baik – baik," balas Salsa mengalah.
Wawancara pun berlangsung selama 20 menit. Arka menerima Salsa bekerja di perusahaanya karena Arka tahu Salsa sahabat Tia. Ia bisa memanfaatkan Salsa untuk mendapatkan kabar dan informasi apapun tentang Tia. Arka pun menyuruh Salsa untuk merahasiakan CEO dari perusahaan GC yang tak lain adalah dirinya sendiri.
***
Setelah keluar dari perusahaan GC usai wawancara dengan Arka, Salsa menelepon Tia sahabatnya. Ia sudah tidak sabar untuk berbagi kabar gembira ini dengan sahabatnya.
"Halo, ada apa Sa?" tanya Tia dari seberang telepon.
"Tia, aku diterima kerja di perusahaan GC," jawab Salsa dengan gembira.
"Benarkah? Selamat ya Sa, aku ikut senang mendengarnya," balas Tia turut bahagia.
"Ayo keluar, aku traktir makan sepuasnya!" ajak Salsa dengan semangat.
“Enggak bisa Sa, aku sakit. Pak Rey juga ada di rumah sekarang," balas Tia dengan kecewa.
"Kamu sakit apa, bukannya kemarin baik - baik saja ya?" tanya Salsa dengan khawatir.
"Mmm ... aku … aku hamil Sa," jawab Tia dengan ragu – ragu.
"APA?! Selamat ya Tia, akhirnya aku bakal jadi tante. Hahaha," seru Salsa lalu tertawa.
"Hmmm, yang hamil aku, tapi kenapa kamu yang senang?" tanya Tia jutek dengan mencebikkan bibirnya.
"Aku turut bahagia Tia sayang. Ya sudah aku tutup dulu ya teleponnya. Aku masih di jalan nih. Jaga baik - baik kandungan kamu. Sampai jumpa," jawab Salsa lalu memutuskan sambungan teleponnya.
***
Satu bulan kemudian
Hari ini hari Minggu. Arka merasa bosan karena akhir-akhir ini ia hanya tinggal di dalam apartemen setelah pulang dari bekerja. Ia sangat sibuk dengan urusan perusahaan dan selalu pulang malam. Ia pun berencana untuk jalan jalan pagi di taman kota untuk menghibur dirinya.
Begitu juga dengan Reyhan, ia mengajak Tia untuk jalan-jalan di taman kota mumpung ia sedang libur bekerja untuk menghirup udara segar. Akhir-akhir ini Tia terlihat kurang sehat karena muntah-muntah terus karena kehamilannya. Sehingga Reyhan berpikir dengan jalan-jalan di taman akan mengurangi rasa mualnya dan agar Tia tidak merasa bosan.
"Pak Rey, saya ke toilet sebentar ya?" izin Tia pada Reyhan saat baru sampai di taman kota.
"Iya hati – hati, apa mau diantar?" tanya Reyhan menawarkan seraya tersenyum.
"Tidak usah Pak," balas Tia sambil tersenyum.
Tia pun berjalan menjauh dari Reyhan menuju toilet. Setelah keluar dari toilet ia menabrak seseorang.
"Maaf, saya tidak melihat ... " ucapan Tia terpotong ketika melihat siapa yang ia tabrak. Orang itu pun menarik tangan Tia menjauh dari keramaian.
"Tia, aku sangat merindukanmu!" ucap orang itu sangat senang bertemu Tia lalu memeluk tubuh Tia. Tia tidak menolaknya karena sesungguhnya ia juga merindukan orang di depannya itu. Tia pun membalas pelukan itu.
"Kamu harus melupakanku Arka, aku sudah menikah," ujar Tia pada Arka setelah melepaskan pelukannya.
"Ya, aku tahu Tia, tapi aku tidak bisa. Apa kamu bahagia bersamanya?" tanya Arka seraya memandang mata Tia.
"Tentu saja. Aku harus bahagia bersamanya, dia suamiku sekarang," jawab Tia dengan memandang Arka juga.
"Apa kamu mencintainya? Kamu sudah melupakan cinta kita?" tanya Arka lagi ingin mendapatkan kepastian perasaan Tia.
"A-aku ... aku harus pergi. Suamiku sudah menungguku," ucap Tia dengan gugup dan hendak pergi meninggalkan Arka.
Sebelum Tia pergi, Arka menarik tangan Tia lalu memeluknya sekali lagi. Tia tahu bagaimana perasaan Arka saat ini. Bertahun - tahun Arka mencintainya, tapi sekarang Tia malah menikah dengan orang lain. Hati Arka pasti hancur.
"Lepaskan aku Arka!" seru Tia sambil memukul dada Arka.
"Maaf," ucap Arka lalu melepaskan tubuh Tia dari pelukannya.
Tia pun pergi meninggalkan Arka dengan air mata menggenang di pelupuk matanya. Sejujurnya ia masih sangat mencintai Arka, tapi ia tidak mau menghianati Reyhan. Arka menyaksikan punggung Tia yang pergi menjauh dari tempat ia berdiri.
Sesampainya di tempat Reyhan, Tia mengajak Reyhan untuk segera pulang dengan alasan merasa tidak enak badan. Ia tidak mau bertemu dengan Arka lagi di taman itu. Reyhan pun menurutinya karena memang akhir - akhir ini Tia kelihatan tidak sehat semenjak mengandung anaknya.
mending buka hati dan belajar mencintai Jasmin
padahal penasaran gimana respon ibu Widya melihat Tia, yg lebih dulu jadi menantu pak Adam dan Bu Tari.
untung Ibu Tari tak seangkuh ibu Widya, walau awalnya sama tapi akhirnya ia direstui juga
yah Tia kok jadi perempuan juga terima-terima saja, mau dinikahi ia, dicumbui sama pacar LDR juga ia. antara Cinta dan Nyaman yah Tia🤭
lucu aja Thor, penasaran dengan respon Arka🤔