ini lanjutan cerita dari novel sebelumnya Tentara Penakluk Hati..
disini diceritakan kisah tentang Mega Lestari dan Joni Andrean setelah menikah...mari kita ikuti manis.asam.asin nya bahtera rumah tangga seorang Mega Lestari menjadi pendamping seorang TNI AD Letnan Satu Joni Andrean.
akan kah Mega dipertemukan kembali dengan Doni?akankah Joni tetap setia mencintai Mega?
ayo kita baca kelanjutannya kisah cinta Mega Lestari.Joni Andrean.Doni Maulana dan Elsa Juwita
cekidooottttt...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPH 32
Rumah dinas pukul 19.00
Mega sedang melakukan sambungan telepon bersama Bang Jon.
"Bang boleh ya besok Mega bareng Santi ke pantai carita??"
"tumben, ada acara apa??"
"mau ketemuan sama Selfi dan Resti"
"Selfi ga bilang sama Abang kalau dia mau ke Pantai carita"
"hadeuh emang Abang siapa Selfi harus bilang sama Abang segala??"
"sepupu lah"
"iya tahu, tapi ga perlu juga kali Selfi bilang sama Abang"
"hemmm"
"jadi boleh ga??"
"bawa mobil??"
"iya, aku paling gantian sama Santi bawa nya. deket ko, jauhan jarak Bandung-Serang"
"ya udah hati-hati"
"bener boleh??"
"memang kalau Abang larang kamu nurut??"
"nurut tapi ngambek"
"hahahaha tuh kan, ya sudah berangkat saja. hati-hati dijalan. pulang nya jangan malam-malam. ingat kamu dan Santi itu Bu Danki, dan perlu di ingat lagi, Om Rangga suami Santi lagi Satgas. Santi itu ada batas waktu keluar meninggalkan Asrama, ga bisa seenaknya."
"huaaaa iya-iya tahu Bang"
" jangan lupa posisi kamu apa di Batalyon"
"iya ingat sebagai Istri Danki A, harus jadi contoh yang baik buat anggota, harus baik hati dan tidak boleh sombong sama jabatan suami"
"pinter"
"Iya dong pinter, pengangguran juga sarjana"
"hemmm pejabat ya Yank"
"siapa pejabat??"
"kamulah Yank, Pengangguran Jawa Barat"
"iiiiihhh pengangguran terhormat lah, tanpa kerja juga gajian tiap bulan"
" cukup kerja di kasur ya, buka paha lebar-lebar"
"wuiiidiiiihhh, baru semalam ga dapat jatah udah ngomongin paha"
"hahahahahah kangen Yank"
"ko sama sih, cepat pulang"
"Iya selesai dari sini pasti pulang lah"
"udah dulu ya Bang, Mega lapar mau makan.Oia jangan lupa kalau ada waktu buka akun sosial media Abang, balas tuh komentar komentar teman-teman Abang dan pengikut Abang gadis-gadis labil"
"Iya, nanti kalau Abang ada waktu"
"udah dulu yah, daaah Abangku sayaaang. i love you"
"i love you too" jawab Bang Jon sambil senyum.
------
malam itu Serang Banten di guyur kembali hujan lebat.
sekelebat Mega ingat Bu Imron. Mega membuka ponselnya, Mega menghubungi nomer Bu Imron
"Asaalamualaikum Bu Imron"
"ijin Bu Danki, waalaikum salam"
"Bu Imron posisi di asrama??"
" ijin Bu Danki masih di rumah orang tua, setelah 7 hari meninggalnya suami saya baru akan keluar dari asrama"
"bukan Bu Imron, saya bukan mau menanyakan kapan Bu Imron keluar dari asrama. Saya hanya ingin menanyakan kabar bu Imron. Saya ingin bertemu Bu Imron"
"Ijin Bu, nanti kalau saya ke asrama saya akan menemui Ibu."
"Iya ditunggu ya Bu Imron"
"ijin siap Bu"
"salam untuk semua keluarga"
"ijin Bu siap"
Mega menghela nafas panjang saat mendengar suara Bu Imron disambungan telepon yang terdengar tegar.
"coba kalau aku diposisi bu Imron, gumam Mega
"aaaaaaaaa ga mauuu!!!!" Mega berteriak.
Mega membuka kembali ponselnya karena mendengar beberapa notifikasi dari akun sosial medianya.
Mega tersenyum saat Bang Jon membalas komentar-komentar sahabat-sahabat Bang Jon.
ada beberapa cewek yang blak-blakan menyesal Bang Jon sudah menikah.
"dasar" gumam Mega menyimpan ponselnya dan mencoba emmejamkan mata untuk tidur
------
keesokan harinya
pukul 14.30
Mega dan Santi menuju pantai carita untuk menikmati sore di pantai.
perjalanan
"San, kamu tahu kalau dokter Reva mau nikah?"
"belum, memang mau nikah??"
"iya, sama Bang Edward mantan pacarku"
"yang non muslim??"
"sekarang sudah mualaf"
"dunia seluar daun kelor ternyata benar ya"
"hemmm ini bukti nyatanya, kamu mau kan ke Aceh sama Om Rangga menghadiri acara nikahan Reva??"
"lah memang kapan?? suamiku kan masih Satgas Papua"
"waktunya sih aku belum tahu juga"
"aku ga ada niat buat hadir lah, jauh amat ke Aceh. berat di ongkos"
"iiih sekalian jalan-jalan dong ke Aceh. kapan lagi"
"aku ga tertarik ah, takut disana malah ada hal-hal yang ga pengen aku denger" ucap Santi
"Om Rangga punya mantan disana??"
"ngakunya sih ga punya, tapi aku ga percaya"
"hadeeeuh, Om Rangga dan Bang Jon suami setia ko"
"iya sih" Santi terkekeh sendiri.
------
pukul 16.00
Mega dan Santi sudah berada dipantai carita bersama.
setelah kontekan akhirnya bertemu di bibir pantai dengan Selfi dan Resti.
"'cieeeee ibu-ibu persit" ucap Selfi
"ngomong - ngomong si Joni berlaku baik kan sama kamu Meg???"
"hemm berubah 360 derajat"
"bagus dong" ucap Resti
" ga nyangka sepupu Aku bisa juga berubah" ucap Selfi yang tahu sifat Joni sebelum menikah dengan Mega, keras kepala, arogan dan selalu memaksa orang lain memenuhi keinginannya.
"hemmm bisa dong berubah oleh seorang Mega Lestari" timpal Santi yang tahu bagaimana Bang Jon mencintai dan memperlakukan Mega di batalyon.
" suami kamu masih satgas San??" tanya Selfi
"Iya, sekitar 9 bulan lagi kembali"
"jadi inget mantanku Bang Iyus, dulu satgas Papua"
"eh Sel aku penasaran, kenapa dulu kamu putus sama Bang Iyus??" tanya Mega
" Bang Iyus punya hobby buruk, dia suka Judi"
Mega, Santi dan Resti hanya menarik nafas panjang dan tidak berani komentar lagi.
-----
Mega memperhatikan Santi, Selfi dan Resti yang terduduk di bibir pantai memainkan pasir bersama anak-anak mereka. ingin rasanya dia segera punya momongan seperti sahabat-sahabatnya.
"kata Joni kalian satu Batalyon ya sama Doni " ucap Selfi.
"Iya, Bang Jon suka cerita apa saja sama kamu??"
"hemm Joni pernah bilang, merasa bersalah harus berada diantara kamu dan Doni. Bang Jon tahu saat itu kamu masih mencintai Doni."
"Ya ampun Bang Jon kenapa berfikiran seperti itu, sebenarnya Bang Doni yang ada diantara hubungan aku sama Bang Jon, toh kalau seandainya saja dulu aku langsung mau kembali sama Bang Jon saat Bang Eki meninggal. ga perlu ada Edward atau Doni" ucap Mega.
" sekarang kamu sudah mencintai Joni??" tanya Selfi sedangkan Santi dan Resti hanya menyimak.
"pertanyaan apa itu Sel?? tentu saja aku sangat mencintai Bang Jon, Bang Jon tahu aku mencintainya"
"syukurlah, hehe ga usah ngambek begitu. dulu kan kamu sempat benci banget sama bang Jon"
"Iya soalnya dia pernah hilang tanpa kabar dan inkar janji" ucap Mega
"hahahaha iya udah ga perlu dibahas. hemmm sepertinya lagi datang bulan nih sensi amat"
"engga ko, eeeh aku terakhir datang bulan kapan ya?? ko aku sampai lupa" ucap Mega
"beli testpeck Meg, siapa tahu positif" ucap Resti
"Iya nanti depan Asrama beli testpect" tambah Santi.
"palingan juga negatif, udah sering telat datang bulan"
"siapa tahu ada rejekinya Meg"
"iya nanti deh di coba" ucap Mega.
-----
sunset yang mereka tunggu akhirnya datang juga.
Mega berdiri menghadap pantai dan melihat sunset, dia merasakan angin sore menerpa tubuhnya. dia memejamkan mata dan merentangkan kedua tangannya, Mega menarik nafas dan membayangkan wajah Bang Jon.
"Bang I love you" gumam Mega
hingga Mega merasakan tangan kanan dan kirinya digenggam oleh teman-temannya.
Mega melirik ke arah kiri kanan dimana Selfi dan Resti menggenggam tangannya.
Mereka berempat berjajar saling genggam tangan dan memejamkan mata merasakan angin pantai carita.
pukul 18.00 mereka berempat makan di sebuah cafe dan kembali ketempat masing-'masing pukul 19.00
pukul 22.00 Mega dan Santi baru sampai batalyon, Bang Jon beberapa kali melakukan panggilan agar Mega segera kembali ke batalyon.
tapi Mega dan santi malah ngobrol bersama kedua sahabatnya dan berbelanja oleh-oleh sampai lupa waktu.
"ya ampun Meg, kita ko lupa waktu. bagaimana ini kita masuk asrama. udah suami-'suami kita lagi DL ( dinas luar )
Mega dengan ragu membelokan mobil nya dan masuk ke dalam batalyon dan berhenti di depan penjagaan.
Mega dan Santi saling lirik
"kamu saja yang turun"
"kamu deh"
"anak aku tidur nih, susah lah aku turun"
"ngomong apa aku sama om yang piket??tadi kita ijin sampe jam 19.00. ini sudah jam 22.00"
"huaaaaaaa telat nya jauh banget, besok sepertinya ada aturan baru untuk ibu persit yang suami Satgas keluar batalyon di antar truk MPS" ucap Santi
" jangan dong, udah biang kerok nya kita lagi"
"ya udah cepet turun. kamu bilang macet atau apalah"
"takut" ucap Mega
Mega dan Santi malah terdiam di dalam mobil
tak lama Tentara yang piket di penjagaan mendekati mobil Mega.
Tentara tahu bahwa itu mobil Danki A dan yang bawa pasti istri Danki A.
Tentara tersebut mengetuk pintu kaca mobil nya
"Tuh kan, kamu ga turun sih jadi disamperin begini" ucap Santi.
"ya udah aku turun" Mega turun dari dalam mobil dan menyapa Tentara yang piket barusan
"Om maaf, saya dan Bu Rangga kembali terlambat. Jalanan macet Om"
"ya udah bu tanda tangan dulu di buku keluar masuk kalau ibu sudah kembali kebatalyon"
Mega sudah menandatangani Jam kembali kebatalyon bersama dengan nama Bu Rangga dia tanda tangani"
"sekali lagi maaf ya Om"
"Iya Bu"
-----
Mega menyerahkan kartu keluar masuk punya Santi.
"bagaimana kamu dimarahin??"
"engga lah, paling nanti Bang Jon yang marah"
"semoga Om Jon ga bilang sama suamiku" ucap Santi.
Mega mengantarkan Santi ke rumah dinas nya.
Mega pun ke rumah dinas nya dan berharap hasil testpeck kali ini positif.
-----
Mega memejamkan mata saat akan melihat hasil tespeck nya, beberapa saat dia membuka mata dan hasilnya negatif lagi.
Mega hanya tersenyum getir... " negatif lagi" ucap Mega membuang testpeck nya ke tempat sampah.
.
.
.
.
.
.
.
like
vote
dan komentar
maaf ya kalau ceritanya masih monoton🤭🤭🤗🤗🙏
nanti tiba saatnya naik turun...
tinggal beberapa episode sih...
🤗🤗🤗🤗
terimakasih yang masih setia dengan cerita Mega dan Bang Jon
i love you all
tanggung jawab lu thor
😍😍💪