NovelToon NovelToon
Nabila ( Gadis Yang Di Gadaikan Oleh Keluarga Angkatnya )

Nabila ( Gadis Yang Di Gadaikan Oleh Keluarga Angkatnya )

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:172.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Annisa

Perusahaan keluarga nyaris bangkrut, keuangan menipis lantaran terbiasa hidup mewah.Nabila harus menerima takdir Siska menolak dijodohkan dengan pak tua mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. Demi keluarga dia rela berkorban, dia rela di gadaikan, dinikahkan dengan pak tua mesum ituh yang terkenal kaya raya. Namun ituh tidak menujukan dirinya, sebelum hari penikahan mereka tiba. Sosoknya yang misterius dan selali sembunyi di balik kamera,akhirnya terungkap saat ia menikahi Nabila dengan cara hormat. " Kk-kamu.... masih muda? " tanya Nabila dengan polosnya. " kamu kira saya sudah tua gituh? " Nabila menggeleng panik. " tapi kata kaka siska, kamu orang tua yang mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. "Ituh hanya rumor palsu tentang saya, kamu jangan percaya rumor sebelum kamu liat langsung sendiri buktinya. "Apakah Nabila yang selalu menderita bisa hidup bahagia setelah menikah dengan suaminya Devan? Ataukah Siska akan menjadi duri dalam penikahan Nabila dan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

HARI sudah sore saat mereka sampai di panti asuhan. Nabila keluar dari mobil disambut sebuah bangunan besar berwarna putih yang sama sekali tidak pernah ia ingat keberadaannya. Ada juga taman luas yang berisikan ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, dan masih banyak lagi.

"Benarkah ini tempatnya?" tanya Nabila keheranan. Dia sama sekali tidak bisa mengenali tempat ini.

Panti asuhan dalam ingatannya adalah tempat kumuh yang tidak begitu terawat. Rumput-rumput liar tumbuh di sekitar halaman hingga menaiki pagar, padahal setiap minggunya mereka rajin bersih-bersih. Tembok bangunannya pun retak, lantainya mencuat keluar dari tempat asalnya, cat luntur, dan perlahan bangunan yang harusnya berwarna putih mulai terlihat hitam.

Panti asuhannya lebih terlihat layaknya rumah hantu daripada rumah yang diisi banyak anak kecil di dalamnya. Bahkan, tidak jarang beberapa adiknya kerap menangis setiap malam lantaran mimpi buruk yang tiba-tiba membayangi waktu tidur mereka.

Nabila menatap Devan yang sedang memandangi plang nama panti, dan Nabila ingat betul kalau namanya sama seperti yang tertulis di sana.

"Lebih baik, kamu masuk dan membuktikannya sendiri," saran Devan hanya dibalas Nabila dengan anggukkan.

Perempuan muda berumur delapan belas tahun itu melesat meninggalkan Devan dan berlari masuk ke dalam panti. Devan hanya menyusul dengan langkah pelan, dia lebih memilih mengeluarkan ponsel dan mencari-cari alamat hotel terdekat dari sana untuk acara menginapnya nanti malam.

Mereka tidak mungkin langsung pulang setelah ini. Selain karena mengemudi malam-malam tidak baik, Devan pun butuh beristirahat untuk memulihkan staminanya sendiri setelah perjalanan jauh yang mereka habiskan hari ini.

Begitu dia masuk ke dalam, langkahnya terhenti saat melihat Nabila duduk bersimpuh di bawah kaki seorang wanita paruh baya yang bersusah-payah menarik Nabila untuk berdiri.

"Bagaimana kabarmu?" tanya wanita itu dengan suaranya yang lembut dan penuh kasih sayang.

Nabila menghambur memeluk wanita itu tanpa ragu. Dia menangis, terisak cukup keras sampai mengundang anak-anak lain yang kini keluar dari tempat persembunyian mereka dan melihat Nabila secara terang-terangan.

"Kak Nabila?" Sebuah panggilan itu membuat Devan ikut menolehkan kepala.

Dia menemukan salah seorang anak laki-laki berumur lima belas tahun dengan rambut ikal yang tengah menatap istrinya dengan wajah tidak percaya. Nabila yang baru melepaskan pelukannya menoleh, menatap anak berambut ikal itu sebelum berkata, "Aldi?"

"Bener, ini, Kak Nabila?" Si rambut ikal, atau Aldi mendekati Nabila, lalu memeluknya erat. Pelukan itu tidak begitu lama, karena Aldi berbalik, dan mulai berteriak, "Kak Nabila pulang!" teriakannya membuat beberapa anak lain bermunculan dan mulai menatap Nabila.

Tanpa Devan duga, semua anak-anak itu berlari ke arah Nabila, memeluk istri kecilnya sembari menangis keras. Lalu anak-anak yang usianya bahkan baru beberapa tahun pun ikut-ikutan memeluk istrinya.

Devan mengalihkan pandangan saat dirasakannya ada yang sedang memandanginya. Wanita paruh baya itu tersenyum hangat padanya.

"Apakah ... kamu wali Nabila yang baru? Seingatku, bukan kamu yang mengadopsinya bertahun-tahun lalu," penjelasan itu tak kuasa membuat Devan tersenyum masam.

Devan mengangguk mantap. "Saya suaminya sekarang."

Wanita itu tersentak, dia menatap Devan, lalu menatap Lilya secara bergantian. "Dia ... sudah menikah?" tanyanya, kaget bukan main.

Nabila ia serahkan pada keluarga kaya raya yang berjanji akan menyekolahkan Nabila sampai ia lulus kuliah. Menjadikan Nabila sebagai salah satu anaknya yang harus dibahagiakan. Kenyataannya, sepertinya ia salah perkiraan.

"Dia dijual oleh keluarga angkatnya untuk menjadi mempelaiku beberapa waktu yang lalu. Aku sudah melepaskannya dari mereka, walau itu berarti aku telah membelinya."

Wajah sedih benar-benar terpampang di wajah wanita tua yang Devan yakini adalah ibu panti di tempat ini. Wanita itu terlihat muram, jelas sekali dia menyesali keputusannya melepas Nabila bertahun-tahun silam.

"Maafkan aku karena salah memilihkan keluarga yang baik untuknya sebelum ini."

Devan mengangguk. "Aku tidak bisa menyalahkanmu." Devan menatap istrinya sekali lagi, Nabila sedang melemparkan gurauan pada teman-temannya dan mereka tertawa tanpa beban.

Mereka benar-benar bebas di seberang sana.

"Dia juga menyukai diperlakukan tidak manusiawi oleh keluarganya sendiri," balasan itu membuat wanita itu merasa lebih sakit hati lagi.

"Astaga, bagaimana bisa hal itu terjadi?"

Devan mengangkat bahunya ringan. Matanya mengawasi Nabila yang sedang tertawa lepas bersama teman dan adik-adik pantinya.

Devan tidak begitu suka anak kecil.Saat Mika lahir dulu,dia hanya melihatnya dua kali sebelum pulang Nah ke rumah ibu kandungnya beberapa hari. Mamanya yang menasihatinya,bahwa Mika adalah bagian dari keluarganya,sosok yang harusnya Devan sayang dan lindungi.

Baru setelahnya, Devan kembali pada ayah kandungnya dan belajar menerima Mika. Ethan tidak berkomentar apa-apa, tapi Widya merasa sangat bersalah padanya. Ibu tirinya selalu mengutamakan Devan di atas segalanya, walaupun dia mencoba berlaku adil pada Mika dan dirinya, Devan lebih merasa jika Widya lebih menyayanginya daripada adiknya.

"Kakak, laki-laki yang di sana itu siapa?" Pertanyaan itu tiba-tiba menguak di udara.

Devan menunggu jawaban apa yang akan istrinya berikan. Nabila berdeham pelan, "Dia itu ... kakak angkatku," jawabannya membuat wajah Devan tertekuk sebal.

"Kalian akan menginap?"

Devan menoleh pada wanita paruh baya yang tersenyum ramah padanya.Dia pasti juga mendengar kalimat Nabila barusan.Devan berharap dia bisa melihat istrinya diomeli habis ini,tapi dia menahannya,karena dia lebih suka membawa Nabila ke hotel malam ini.

"Tidak, aku akan membawanya pulang kalau hari sudah larut nanti, biar dia bisa kembali lagi esok harinya."

Wanita itu mengangguk setuju. "Namaku Celine, bagaimana aku harus memanggilmu?"

"Devan, panggil saja begitu."

"Kak, kita akan menginap, kan?" Nabila menatap Devan dengan wajah polos yang dipenuhi senyuman manis.

Ekspresinya benar-benar luar biasa.Membawa Nabila kemari sepertinya cara paling ampuh untuk membuat perempuan itu lupa tentang apa saja yang telah terjadi padanya.Nabila di sini terlihat begitu bahagia,lebih bahagia saat ia membawa perempuan itu ke toko buku tempo hari.

"Kita akan pergi setelah makan malam, Nabila," putusnya, tidak bisa diganggu-gugat.

"Kenapa tidak menginap saja, sih? Memangnya Kakak nggak cape apa, nyetir pulang malam-malam, kan, jauh juga, Kak?" rengeknya, benar-benar manja sekali. Tidak seperti saat ia bersama teman-teman pantinya tadi.

"Kamu ingin lari dari tugasmu, hm?"

Nabila bergidik ngeri. "Kita akan melakukannya?" Devan mengangguk mantap. "Di mana? Tidak mungkin di mobil atau di jalanan, kan? Atau di hutan yang tadi kita lewati?"

Devan tak kuasa mendelik. "Kamu kira aku semiskin itu sampai tidak bisa menyewa kamar hotel untuk beberapa hari, hm?"

"Eh?" Nabila menatap Devan tidak percaya. "Kita akan tinggal di hotel?"

Devan mengangguk. "Iya, untuk beberapa hari, sampai kamu lega bertemu teman-temanmu." Devan mendengkus.

"Tapi jangan terlalu dekat dengan para anak laki-lakinya."

"Kenapa?" tanya Nabila yang kini memiringkan kepalanya polos.

"Aku tidak suka."

Nabila mengangguk. "Baiklah," jawab Nabila mantap.

"Kamu sepertinya sangat menyukai anak kecil, ya?" tanya Devan tiba-tiba.

Nabila tersenyum cerah. "Iya, aku suka anak-anak."

"Baguslah kalau begitu, kamu bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nantinya."

"Apa?!" Wajah Nabila merona.

Devan hanya menepuk puncak kepalanya dan tertawa pelan sebelum meninggalkan Nabila yang masih mematung dengan wajah merah padam.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗

Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa

Maaf iya teman-teman jarang upload karna saya masih kulaih jadi senin sekarang lagi UAS doain iya teman-teman semoga nilai nya bagus .....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Wanita Berhijab
Thor maaf penulisan sngat kacau.
Rina Casper: assalamualaikum Saya mau promosi judul novel,azin,1Harmoni Lembah Biru "Kazumi Flora" 2.istri bawel ustadz galak 3.cahaya abadi shatila 3.istri hyper untuk Gus hilman 4.gadis culun itu "pacar" ketua geng motor 5masih banyak lagi jangan lupa mampir ya, Kalau suka jangan lupa like komen dan shere sekian trimakasih 😇🙏
total 1 replies
Machda Syaily1212
maksudnya ini gimana ya?
Machda Syaily1212
saya agak ngak ngerti kalimatnya
umi azizah
banyak typo kak.... padahal alur ceritanya bagus loh
Syafira Putri
tulisan mu benerin Thor...berantakan...
Henny Haerani
selalu ada typo beretebaran di setiap babnya. padahal jalan ceritanya bagus
Henny Haerani
typo bertebaran thor
Henny Haerani
tulisannya banyak typo jd bingung gk ngerti maksudnya
Arina Joice
Thor jalan ceritanya bagus tapi tulisannya kadang-kadang salah ketik☺
Sri Sahara
karena typo, cerita nya kurang bs dicerna
Sri Sahara
kurangi typo nya
SOO🍒
kamu nanya hubungan mereka Gilang, mau tau... " suami istri " puas...
SOO🍒
hari kayaknya si gavin punya maksud terselubung kalau ngeliat gelagatnya ke nadia takutnya dia berbuat macem2 kayak nadia diperkosa lagi ma gavin, wong devan belum pernah nyentuh nadia ini gavin pengen dapetin perempuan polos macam nadia yang gampang dibodoh2in, sapa tau gavin orang suruhan Siska dan keluarganya
SOO🍒
thoor nulisnya diliat dulu klo salah penulisan kayak nadia jadi lilya, Siska jadi kenanga typo bertebaran, maaf bukan maksud untuk menggurui cuma biar pembaca enak untuk menikmati ceita Authoornya
Arina Joice: benar thor
total 1 replies
SOO🍒
dich si Siska gk tau diri yang ada kamu yang bakal disiksa devan karena dah berani ngusik rumah tangga dy
Upik Yupi
Siska pasti nyesel banget tu....
Upik Yupi
Dasar kakak angkat ngk tau diri,liat aja suatu saat pasti nyesel....
Upik Yupi
Masih nyimak...
Upik Yupi
Hadir....
Rosita Zulkarnaen
ceritanya udh bagus thor cmn bnyk typo'a. kya nulis devan jdi depan nulis momy devan jg jdi video
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!