Kirania, gadis berusia 23 tahun, sedang merasakan kebahagiaan di mana dia akan menjadi seorang pengantin. menikah dengan seorang pemuda tampan dari keluarga wijaya grub. salah satu keluarga terkaya di indonesia. dia bernama Devano wijaya.
Namun kebagian nya hancur saat Kirania tahu kalo Devano menikahinya nya hanya untuk segera mendapatkan hak waris dari orang tuanya, dan lebih parah lagi, Devano ternyata memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Kirania yang tau hal itu masih berusaha untuk menerima semua itu, bukan harta yang ia kejar, tapi Devano adalah teman masa kecil nya yang lama pergi. Di tambahan Kirania sangat mencintai Devano.
📿📿📿📿
Seperti apa perjuangan kirania merebut hati suami nya dan bagai mana perjuangan nya untuk tetap bertahan dengan Devano yang memutuskan untuk menikah kembali dengan kekasih nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Pagi Hari di rumah sakit, tampak Kirani tengah bersiap untuk membawa pulang Indira. Meski keadaannya belum begitu pulih, tapi Indira bersikeras untuk melakukan perawatan di rumah saja, lebih tepatnya di apartemen dimana dia tinggal.
"Kamu yakin akan pulang hari ini, tidak tunggu kondisimu jauh lebih baik dari sekarang?" Kirani mencoba memastikan akan keputusan yang Indira ambil.
"Aku yakin, aku tidak suka lama-lama di rumah sakit, sangat membosankan,"
"Baiklah kalau itu keputusan Aku hanya bisa mengikuti apa yang kamu, dan aku yang akan merawatmu selama kamu masih dalam pemulihan, dan aku juga akan menghendel semua pekerja mu, jadi kamu bisa istirahat dengan tenang."
"Kamu yakin tidak apa-pa mengurus semua pekerjaan sendiri?, Aku takut terjadi apa sama kamu dan si cobong, di masih sangat rentan," Kini Indira yang mencemaskan keadaan Kirania yang masih berbadan dua.
"Dulu saat kamu menghandle semua aku tidak akan mencemaskan mu, selain usahaku masih kecil dan belum banyak klien,di tambah kamu yang belum hamil, tapi sekarang…. Aku takut terjadi apa-apa sama kamu, lebih baik jangan."
"Lalu siapa yang akan menghandle pekerjaanmu? Kamu sendiri? Apa ini alasan kamu meminta cepat kembali dari rumah sakit?" tanya Kirani.
"Dira, percayalah aku akan baik-baik saja, sekarang lebih baik kamu fokus dengan kesehatanmu sendiri," Kirnai terus meyakinkan Indira kalau dia akan baik-baik saja saat menghandle semua pekerjaan Indira yang beberapa hari terbengkalai karenanya.
"Baiklah, aku pergi caya sama kamu, dan aku akan meminta salah satu staf untuk membantu, walau bagaimanapun aku tidak mau kamu kecapean, kasihan baby cebong didalam perut kamu."
"Tidak masalah yang penting kamu bisa istirahat dengan tenang."
Setelah selesai mengurus semua administrasi kini Indira dan Kirana Ditengah menunggu taksi online yang sudah mereka pesan sebelum nya.
"Nia." panggil seseorang dengan lembut, Kirania sangat familiar dengan suara itu, ia diam dan tak menoleh sama sekali ke arah orang yang tengah memanggil.Hanya Indira yang menolak dan melihat siapa yang menegur sang sahabat, tak lama ia Beralih melihat kearah kirania.
"Seperti nya kalian butuh bicara, kalau begitu aku pulang duluan." Indira bangkit dan berjalan ke arah taksi yang mereka pesan sudah datang menjemput.
"Tidak, kita pulang bersama, aku tidak akan biarkan kamu sendiri," Kirani membatu Indira untuk berjalan kerah mobil aksi. Devan yang melihat penolakan Kirania hanya bisa diam dan tak tahu harus berbuat apa.
"Nia, maafkan aku." Kata yanh keluar begitu saja dari mulut Devan.
Kirani yang mendengar hal itu sempat menghentikan langkah nya sejenak,dan tak lama melanjutkan kembali langkahnya untuk membantu Indira berjalan menuju mobil taksi. Membuka pintu, indira masuk kedalam mobil begitu juga dengan Kirania.
"Jalan pak," pinta Kirania setelah ia sudah berada di dalam mobil.
"Nia tunggu!" mencoba mengejar namun mobil yang kirania tumpangi sudah keburu berjalan dan meninggalkan Devano yang tak bisa berbuat apa-apa.
"Mungkin Kirania butuh waktu untuk sendiri," ucap seseorang yang tidak lain adalah dokter Julian yang kebetulan berada sana.
Devano lekas mencari siapa orang yang . "Jangan ikut campur ini bukan urusan kamu!" Tegas Devano setel mengetahui siapa yang menegur nya.
"Aku memang tidak ada urusannya dengan anda, tapi aku sudah berjanji pada Kirania untuk selalu ada untuknya dan membatu semua masalahnya, dan satu lagi, aku akan berusaha merebut hatinya dari mu, aku akan buat dia jatuh hati padaku dan melupakan mu!"
"Jangan bermimp!i kamu bisa merebut Nia dari ku, dan aku tidak biarkan hal itu terjadi, Nia hanya milikku dan akan selamanya akan tetap menjadi .,dan kamu! ( Julian) Jangan pernah berani merebut Nia dari tanganku, kalau tidak! Aku sendiri akan menghabisimu!" Devan murka saat mendengar apa yang Julainakan katakan dan mengancam Julian..
"Kita Lihat saja nanti, aku atau kamu yang akan dipilih oleh Kirania.Permisi!." julian langsung saja pergi setelah membuat Devano ketar ketir akan rencana yang akan dilakukan Julian.
"Aku tidak akan diam! Nia hanya miliku dan cuama aku yang berhak memikikinya! dan aku Devano Wijaya tidak akan tinggal diam aku akan membawa kembali Niaku." Ucap Deveno dengan geram.
Beralih ke Kirania dan Indira yang tengah dalam perjalan menuju tempat tinggal mereka.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Indira yang melihat Kirania tampak murung dan tidak bersemangat, tampak jelas kesedihan di matanya
"Tidak, aku tidak baik, mana mungkin aku akan baik-baik saja, aku…"Dian!,Kirania diam, ia tidak mampu lagi melanjutkan ucapannya, sedih yang dirasakan amat sangat dia rasakan membuat ia tidak mampu mengatakan apa lagi.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?, apa kamu akan melanjutkan rencana mu?"
"Mungkin iya, aku akan tetap pergi dari sini, aku akan memulai hidup baru tanpa ada bayang-bayang vano, walau hanya sementara, karena aku juga tidak mau aank ku tidak mengenal ayahnya, mereka yang berhak saling mengenal."
"Aku akan mendukung semua keputusanmu, jadi jangan merasa sendiri." Indra mengusap lembut tangan Kirania yang tak berada dalam genggaman, mencoba memberikan kekuatan dengan cara yang ia lakukan, karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.
"Rencananya kapan kamu akan pergi?" Tanya Indra lagi.
"Aku akan pergi setelah keadaanmu membaik aku tidak akan sanggup membuat kamu seorang diri dalam keadaan seperti ini, kamu mengalami semua ini karena aku, jadi aku akan menunggu kamu.hingga kamu baikan."
"Kalau kamu-
" Jangan memintaku untuk pergi dalam waktu dekat ini, apalagi dengan keadaan mu yang belum pulih seperti ini!" menyela dengan tegas apa yang akan dikatakan indira.
"Baiklah akutidak akan muyuruhmubunymtuk pergi sekarang, mungkin akan ada hal baik untuk hubungn kamu kedepannya."
"Aku tidak mau berharap lebih, aku sendiri ragu apa aku kan sanggup kembali dengan Vano atau tidak, tapi disisi lain aku juga masih mencintainya, tapi aku… aku juga sakit hati dengan perlakuanmu padaku."
"Ya sudah jangan dibahas lagi, kita bahas yang lain."
…
Beberapa hari kemudian Indira yang belum pulih membuat kirania masih menghendell pekerjaan Indira,meski tetap saja semua keputusan tetap berada di tangan Indira.
Hari ini Kitani skan mendatangi klien yang meminta untuk membuat dekorasi untuk acara pesta ulang tahun kerjasama antar perusahaan yang akan diadakan di salah satu gedung hotel yang ternama di ibu kota. Dengan didampingi oleh salah satu staf yang bekerja di toko bunga Kiranai pergi menuju hotel dimana pesta itu akan berlangsung.
salfok sama boneka kudanya kirania mirip kudanya J-HOPE BTS