Cinta tidak akan pernah memilih orang yang salah untuk ditinggalinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi1410, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#32
"Alexa sini nak sama Daddy," panggilnya dengan lembut, " Kenzo bukan menangis sedih sayang, dia itu terlalu bahagia karena punya Mommy hingga air matanya jatuh tanpa sadar." ujar Kelvin lagi. Alexa dengan patuh berlari kearah Kelvin, dengan sigap Kelvin langsung merengkuh dan menggendong putrinya itu, membawanya ke meja makan, untuk saat ini biarkan Kenzo melepas rindunya terlebih dahulu, anak lelakinya yang selalu merindukan sosok seorang ibu, kini setelah sekian lama akhirnya berhasil juga mendapatkannya.
"Daddy, apa benar Kenzo bahagia? dia tidak menangis karena sedih bukan? nanti biar Alexa yang mengatakan pada Daddy Alex ya Daddy, Daddy ngak pernah menolak keinginan Alexa kok." Alexa masih nampak cemas, berkat belajar seharian menyebut huruf r akhirnya Alexa mulai lancar berbicara.
"Ngak perlu sayang, Daddy Alex kamu nyuruh kamu untuk sementara tinggal disini, dia ngak akan pulang dulu, pekerjaannya masih banyak, itu sebabnya kalian tinggal disini, dan lagi kamu sama Kenzo adalah saudara mulai sekarang, jadi Mommy sekarang Mommy kalian berdua." jelas Kelvin pada anaknya pelan-pelan, dia ingin Alexa menerima semuanya secara perlahan dan tak buru-buru.
"Jadi Daddy bakalan lama disana ya! kok Daddy ngak bilang-bilang dulu sih sama Alexa, Alexa jadi sebal! biasanya kalo pergi kemanapun Daddy bakalan usahain buat pulang dulu, kenapa Daddy berubah? apa Daddy berantem sama Mommy?"tanyanya dengan curiga, "tapi Daddy ngak pernah marah sama Mommy selama ini, sebanyak apapun kesalahan yang dilakukan Mommy, Daddy hanya geleng-geleng kepala aja kok." lagi, Alexa nampak heran dengan tingkah tak biasa Daddynya.
"Sudahlah jangan dibahas lagi, ayo makan dulu sayang! Daddy sudah menyuruh semuanya untuk membuat makanan yang paling kamu sukai?" Kelvin mendudukkan Alexa di kursi khusus miliknya.
Mata kecil itu berbinar ketika melihat semua hidangan yang telah tersedia di meja makan, semuanya memang makanan yang sangat-sangat disukai Alexa, seolah-olah air liurnya menetes karena tak sabaran melihat semua makanan yang paling ia sukai dan cintai. " Daddy memang yang terbaik, i love Daddy, Alexa bakalan menjadi anak yang baik." janji dan reaksi Alexa adalah hal yang sangat diharapkan Kelvin, ketika sedang mengambilkan makanan yang disukai Alexa, dari sudut matanya Kelvin melihat Aretha turun dengan Kenzo digendonggannya, Kenzo nampak sangat bahagia, wajahnya berseri-seri, bahkan senyum kecil selalu tersungging di bibir kecilnya yang lucu.
"Terima kasih Daddy!" seru Kenzo ketika melihat Kelvin dan Alexa dimeja makan.
"Sama-sama sayang." Kelvin tersenyum sembari membelai lembut kepala Kenzo yang diletakkan Aretha disebelahnya.
"Kamu mau makan apa? biar Mommy yang ambilkan sayang, Mommy akan menebus kesalahan Mommy yang udah pergi gitu aja, kesalahan Mommy yang udah melupakanmu." Aretha percaya bahwa Kenzo putranya, perasaan seorang ibu tak bisa dibohongi, hati kecilnya berkata anak kecil yang ada didepannya adalah buah hatinya, dia tak habis pikir kenapa Alex, Arekha dan Zack membohonginya seperti ini, tapi dia tak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya, mungkin bagi mereka inilah yang terbaik untuk dirinya sendiri.
"Aku mau itu Mom!" tunjuk Kenzo pada bakar Ikan yang ada didepan Alexa, Alexa yang makanan kesukaannya ditunjuk Kenzo nampak kurang senang.
" Ngak boleh, itu punya Lexa, Kenzo pilih yang lain aja ya, Lexa suka banget sama ikan bakar, Kenzo pilih ikan goreng aja." tunjuk Alexa pada ikan goreng yang terletak tak jauh dari Aretha.
Kenzo nampak berpikir sebentar sebelum mengangguk tanda setuju, dia melirik kearah Aretha, dia takut Aretha akan marah karena dia ingin merebut makanan kesukaan Alexa.
"Kenapa sayang lihatin Mommy kayak gitu, kamu takut Mommy marah ya! Mommy ngak marah kok, Alexa emang gitu sama makanan kesukaannya, Mommy aja ngak dibagi sama dia." Canda Aretha yang membuat Kenzo menarik nafas lega.
Sesi sarapan bersama berjalan lancar, Kelvin melarang Aretha keluar rumah, untuk mengantar dan menjemput anak-anak akan diserahkan padanya mulai sekarang, Aretha berbaring ditempat tidur setelah kepergian Kelvin, dia mengambil ponselnya yang baru diserahkan Kelvin. Aretha yakin ponsel ini pasti telah disadap Kelvin dengan bantuan sahabatnya yang Aretha lupa siapa namanya.
"Hallo Kha, kenapa kamu bohongin aku? kenapa kamu biarin aku sama Alexa berada didalam kegelapan?" Tanyanya langsung ketika ponsel telah terhubung.
"Maaf sayang, aku tak ingin kamu kembali kesana sedari awal, itu sebabnya aku membohongi kamu dengan mengatakan kalau Alexlah suami kamu!" jelas Arekha, "tapi aku tak menyangka mereka tau kalau ingatanmu kembali, untuk saat ini tempat teraman dirimu adalah disisi pria brengsek itu, aku tak ingin kau kembali kesani dulu Aretha, aku berjanji melindungimu dan Alexa dengan baik, apapun akan kulakukan untukmu." Arekha yang berdiri didepan sebuah jendela besar melihat kebawah, anak buahnya nampak sedang sibuk berlatih bela diri.
"Percuma saja aku marah padamu tak ada gunanya lagi, nasi sudah menjadi bubur, lalu bagaimana dengan Alexander Kha, apa.dia benar-benar tidak masalah? kenapa dia juga mengikuti keinginanmu untuk menjadi suami palsuku?" Aretha nampak bingung, disetiap akan berhubungan badan dengan Alex dia sellau merasa mengantuk, apa itu hanya agar dia tak curiga saja dengan hubungan palsu mereka.
"Hubungan dengan Alex nyata Alexa, saat kecelakaan kalian menikah disini dan dia benar-benar suami aslimu sama seperti Kelvin, dan hal lain yang ingin kau tanyakan lebih baik menanyakan langsung padanya, itu bukan hak ku untuk menjelaskannya padamu." Arekha nampak menghindar dengan mengalihkan pembicaraan, dan itu berarti dia sedang tak ingin membahas ini semua.
"Kali ini kau kumaafkan, tapi jika terjadi lagi lain kali, aku akan benar-benar membencimu,. aku akan membawa Alexandria menjauh darimu selamanya." ancam Aretha dengan penuh peringatan, yang membuat Arekha tersenyum.
"Bagaimana dengan pembalasan kita yang telah ku mulai pada perebut itu, apa mereka menerima kejutan itu dengan bahagia?" Lagi Arekha mengalihkan topik. Dan itu artinya dia benar-benar tak ingin membahas masalah ini dulu.
"Aku belum melihat beritanya, tapi kamu tenang saja, Kelvin bilang dia tak peduli, juga tak akan ikut campur dengan pembalasan kita, jadi aku akan melihat bagaimana rasanya wanita itu ketika kehidupan putra-putrinya yang begitu dia banggakan dan cintai kita hancurkan satu persatu." Aretha tersenyum sinis ketika membayangkan bagaimana ekspresi mereka sekarang. " Aku sangat ingin melihat mereka hancur seperti mereka yang dengan mudahnya menghancurkan kebahagiaan ibu dan kita."
"Ya, pria egois itu pasti kalang kabut sekarang, mencari cara untuk menyelamatkan reputasi dan wajahnya, lagipula dia sellau bangga didepan teman-teman dan rekan kerjanya, lalu bagaimana sekarang? kurasa dia tak akan punya muka untuk keluar rumah, hahahaha." tawa Arekha memenuhi ruangan tempatnya berdiri, dibelakangnya ada Alex dan Zack yang sedang sibuk berbincang dan bercerita.
🤦