Hi ☺️
Novel lanjutan dari akun pertama "AKUN ANANTA"
Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini🚫
Maysaroh diperkosa oleh Rio dan menghadapi tekanan perasaan akibat peristiwa hitam tersebut. Kesedihan Maysaroh bertambah saat dirinya hamil. Pattra tahu apa yang sudah terjadi kepada diri Maysaroh menaruh simpati padanya. Akhirnya Pattra menikahi Maysaroh.
Ikuti kisah lanjutannya akankah Pattra dan Maysaroh menjadi sepasang suami istri yang sangat bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Hidup Pattra kini sangat berantakan bagaimana tidak dirinya kehilangan seorang Istri yang sangat di cintainya. Namu sayangnya cinta itu di balas dengan perselingkuhan dan Maysaroh juga meninggalkan dirinya saat acara ijab qobul selesai. Pattra tidak mampu mencegah Maysaroh untuk pergi. Pattra menghabiskan hari-hari hanya berdiam diri di kamar saja. Pattra bukan lagi seorang Pattra yang seperti dulu suka bekerja keras dan selalu menyibukkan diri.
Papa Wiguna seorang Papa yang baik hati mengerti bagaimana perasaan anaknya. Papa Wiguna sudah menasehati Pattra agar dirinya tidak lagi larut dalam kesedihan. Mama Una merasa bersalah atas dirinya sendiri sudah memilih menantu yang sangat buruk untuk anaknya.
Berlainan dengan Rio, perubahan yang terjadi kepada diri Rio membuat Papa Wiguna hatinya menjadi luluh. Dengan keadaan Pattra yang seperti sekarang ini. Rio mengantikan posisi Pattra untuk menangani semua pekerjaan yang ada di kantor.
"Malam semuanya" Sapa Rio saat berada di ruang makan
"Sayang kau sudah pulang" Ucap Lidia tersenyum manis kepada Rio
"Rio duduklah kita makan malam bersama, Nak" Ajak Mama Una
"Iya Ma" Jawab Rio
Dengan cekatan Lidia mengambil makanan untuk Rio. Mama Una yang melihat Lidia begitu cekatan dirinya tersenyum sendiri.
"Tidak salah aku memilih Istri untuk Rio" Ucap batin Mama Una
"Ma... Di mana Kak Pattra? Kenapa tidak makan malam bersama? Tanya Rio melihat keadaan sekitarnya
"Biasalah Kakakmu itu belum bisa menerima kenyataan" Jawab Mama Una
"Lid. Kau pergilah ke kamar Kak Pattra dan ajaklah untuk makan malam bersama" Perintah Rio
"Iya" Jawab Lidia segera bangkit dari tempat duduknya
"Tidak usah" Ucap Mama Una mencegahnya dan Lidia kembali duduk
"Kenapa Ma? Tanya Rio
"Biarkan saja nanti kalau lapar, Pattra pasti akan pergi ke dapur untuk makan" Jawab Mama Una
"Ma..." Panggil Papa Wiguna dengan lirih
"Benarkan Pa. Apa yang Mama ucapkan? Tanya Mama Una
"Sudahlah Papa sudah kenyang" Jawab Papa Wiguna dengan malas
"Pa... Makanannya belum habis. Habiskan dulu, Pa" Ucap Mama Una
"Mama saja yang menghabiskannya" Jawab Papa Wiguna
"Astaga Papa" Ucap Mama Una lirih
"Ya sudah lanjutkan saja kalian makan malamnya" Perintah Mama Una tersenyum dan kembali makan malam bersama Rio dan Lidia
Papa Wiguna pergi ke lantai atas untuk melihat Pattra. Papa Wiguna berdiri tepat di depan pintu kamar milik Pattra. Pintu kamar Pattra terbuka sedikit sehingga Papa Wiguna bisa melihat apa yang Pattra lakukan di dalam kamarnya. Pattra terlihat murung dengan memegang sebuah foto.
"Sampai kapan kau akan seperti ini Pattra" Ucap batin Papa Wiguna
Papa Wiguna kembali ke lantai bawah dan masuk ke dalam ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Pattra yang merasa haus ingin minum, Pattra mengambil air putih yang berada di atas meja di dalam kamarnya.
"Kenapa Bu Romlah tidak mengisinya" Ucap Pattra saat menuangkan air ke dalam gelas tidak berisikan air
Dengan malas Pattra pergi ke dapur untuk mengambil air. Saat di dapur Pattra mendengarkan pembicaraan antara Kiki dengan seorang. Kiki selalu saja menyebutkan nama Maysaroh. Pattra yang semakin penasaran, mencoba mendekat ke arah Kiki.
"Dengan siapa Kiki berbicara didalam telepon itu" Ucap batin Pattra
Kiki yang tidak sadarkan diri ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan hingga dirinya selesai berteleponan.
"Pak Pattra" Ucap Kiki terkejut saat membalikkan tubuhnya
"Apa Pak Pattra mendengarkan semua pembicaraan ku" Ucap batin Kiki
"Dengan siapa kau berbicara di dalam telepon? Tanya Pattra dengan serius
"Oh...Ibuku meneleponku, Pak" Jawab Kiki kaku
"Kenapa kau menyebut nama Maysaroh? Apa itu May Istriku? Tanya Pattra dengan lirih
"Bu... Bukan Pak" Jawab Kiki terbata-bata
"Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku? Tanya Pattra
"Tidak" Jawab Kiki singkat
"Apa kau sedang berbohong? Katakan apa itu Maysaroh Istri ku" Bentak Pattra yang membuat Kiki merasa ketakutan
"Maafkan aku Pak. Maaf..." Ucap Kiki menangis
"Kenapa? Tanya Pattra
"Selama ini aku sudah berbohong dengan keluarga ini. Aku tau segalanya mengenai Maysaroh, Aku mengenalnya saat May masuk ke dalam rumah ini. Maafkan aku" Jawab Kiki menjelaskannya
Deg
"Apa kau sedang bercanda dengan ku, Kiki? Tanya Pattra tidak percaya
"Aku tidak lagi bercanda, Pak! Aku dan Maysaroh memang sudah saling mengenal bahkan kita tetanggaan" Jawab Kiki
"Apa kalian satu kampung? Tanya Pattra
"Iya benar" Jawab Kiki lirih
"Apa kau tau juga kalau selama ini Maysaroh tidak amnesia? Tanya Pattra
"Tau Pak. Maysaroh sengaja melakukan itu semua untuk menghindari pernikahannya dengan Riko" Jawab Kiki
"Apa Maksudmu? Aku tidak mengerti? Tanya Pattra bingung
Pattra yang semakin bertanya-tanya kenapa Kiki. Akhirnya Kiki menjelaskan semua apa yang sudah terjadi kepada Maysaroh sebelumnya. Pattra yang mendengarkan cerita Kiki merasa kasihan kepada Maysaroh.
Bersambung... ✍️