Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Three-Date
🍃🍃
Tak terasa film yang disaksikan selama hampir dua jam, telah selesai dengan ending yang memuaskan. Semua penonton tampak tak kecewa dan puas menonton drama action tersebut. Semua orang berangsur beranjak dari duduknya, dengan pelan tanpa berdesakan, keluar melewati pintu untuk meninggalkan tempat tersebut. Sama halnya dengan geng Azwa juga Azwar.
Mereka semua telah berada di luar,ditempat yang terang dan bisa lebih leluasa menatap wajah satu sama lain. Hingga dua pria yang bersama Azwar masih begitu ingin menatap lebih jelas tiga gadis itu, membuat mereka terpukau dan terkesima.
Namun beda untuk seorang pria dan seorang wanita yang bersama Azwa, mereka berdua kaget dan merasa ini kebetulan sekali, bertemu disini.
"Laila!"
"Bang Andra! aaaaaahh!! kau rupanya bang! hahaha"
"Kau sama mereka juga? pantasan tadi di dalam kok kayak gak asing" ungkap Andra, temannya Azwar
"Hehehe, iya. kebetulan tetangga kost-ku"
"Masih tinggal di tempat yang lama itu?"
Laila mengangguk, mengulum senyum
Ke empat orang menatap interaksi mereka yang cukup dekat. tak dipungkiri bisa bertemu saat ini juga. Laila dan Andra hanyalah teman, teman biasa yang tak begitu akrab.
"Wa, ayo kita pergi. tuh cowok ngelirik gue terus" bisik Keysha, pada pria yang tersenyum-senyum padanya
"Gue mau nagih traktiran dia tuh" ucap Azwa
"Is lupain ajalah"
"Ehem-ehem!!" pria itu berdehem, mengambil perhatian Keysha untuk menatap kepadanya
"Hai, aku Kevin" Pria itu mengulurkan tangan pada Azwa, langsung disambut oleh wanita itu.
Sedang Keysha tertegun
"Azwa,"
Kemudian beralih menghadap Keysha. Gadis itu tampak ragu, hanya menatap uluran itu. sejurus itu, Azwa menyenggol bahunya untuk membalas uluran tersebut.
"Keysha"
"Nama yang cantik" pujinya, segera Keysha melepaskan pagutan itu
"Iya, terima kasih" jawab Keysha jutek
Azwa, Azwar, dan teman-teman telah berada di sebuah restoran yang terletak di dalam Mall lantai dasar. menatap interior yang sedikit remang namun diberi penerangan berupa lampu tumbler berwarna warni. memberi kesan wah pada tempat ini. Pengunjung yang sangat ramai, obrolan saling bersahutan namun tidak menimbulkan keributan yang menyebabkan rasa tak nyaman pada pemgunjung lain.
Tak berapa lama setelah memesan menu makan malam untuk berenam orang, mereka mulai melahap makanan yang berbahan dasar ayam itu.
"Tumbenan kamu baik malam ini, gak kayak tadi siang" ucap Azwa, mencoba menghangatkan suasana yang sedikit hening
"Bukannya kamu ingin kita berteman?"
"Hmmm, jadi??" menatap dalam wajah itu
"Ya, apa salahnya" kata Azwar, kemudian menyuapi nasi kedalam mulutnya
Azwa menatap kaget pada Keysha, tak menyangka secepat itu membuat hati pria ini luluh. lagi pula pria itu tampak menerima siapa saja ke dalam hidupnya. Sedangkan tiga orang yang tak mengerti akan interaksi tersebut, hanya bisa diam menyimak dan sedikit mengkerutkan dahi, mungkin merasa heran.
"Ciee .. satu langkah udah berhasil. sikat terus!!" bisik Keysha, menggodanya
"Apaan sih"
"Tapi aku jadi takut kalau pacarmu tau, dia kan sangat membenciku" ucap Azwa kemudian
"Gak akan" sanggah Azwar
"Yakin kau, War? cewek kau galak lho .. haha" timpal Kevin
"Serius?? galak yaa?" sahut Azwa
Kevin mengangguk, sedang Azwar menggeleng, membuat Azwa yang melihatnya tampak bingung.
"Enggak"
"Iya! tiap Azwar dekat sama cewek pasti bawaan dia cemberut terus" adu Kevin, si mulut ember.
Azwa tertegun
"Waduh, bahaya dong yaa .."
"Lagi pula dia gak tau kok. paling habisin waktu sama teman-temannya, Karaoke, nge-Mall, gitu aja" tukas Azwar
"Mall?? apa sekarang dia disini juga??"
"Enggak tau," Azwar tampak acuh. Azwa tak melanjuti percakapan lagi, beralih pada makan malamnya yang super enak ini.
"Kalian berdua bukan orang sini yaa?" Kali ini Kevin yang bertanya, menyimpan pertanyaan ini sedari tadi yang tak sempat ia ungkapkan
"Kami merantau dari Jakarta" jawab Azwa
"Jakarta??? wow! apa ada keluarga disini?"
Dua wanita itu menggeleng bersamaan
"Terus ngapain kesini? disini panas lho, pulang-pulang kulit kalian udah hitam. hahah"
"Ada suatu misi yang harus diselesaikan, kamu gak perlu tau" ujar Keysha
"Macam detektif aja deh kalian ini. menyeramkan!" ucap Kevin, bergidik ngeri.
"Is, hanya urusan pribadi, bukan mencari kriminal kaleee!! lebay deh" gerutu Keysha
Yang lainnya tertawa kecil melihat kebodohan Kevin itu.
"Ih ketawa pula!"
Malam semakin larut, selesai makan mengharuskan tiga wanita itu untuk kembali ke kediaman mereka, meninggalkan tiga pria tampan itu. Menghabiskan malam hanya menonton dan dinner, membuat waktu berjalan dengan begitu cepat. Bagaimana tidak, drama action menghabiskan waktu selama dua jam termasuk membeli tiket dan cemilan. Ditambah lagi dinner seraya mengobrol hampir menghabiskan waktu slama satu jam pula. jadi tidak dipungkiri bila waktu berjalan dengan begitu cepat
Setiba di Parkiran. "Kita pulang dulu yaa," pamit Azwa
"Hati-hati, pake motor ya?"
"Iya begitulah"
"Kenapa? mau antarkan kami pakai mobil?" seru Keysha
"Eh, kapan-kapan"
"Kami pamit yaa, byeeee!"
"Byeeee!!" sahut tiga pria itu saling melambaikan tangan, mata tak pernah lepas memperhatikan tiga gadis cantik tersebut.
"Ndra,"
"Hm?"
"Kau tau rumahnya kan?"
"Tau, kenapa?"
"Dasar bodoh! nyikat gadis jutek itulah, ya kan War?"
"Hah?"
🍃🍃
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya