Ryan Putra Wijaya dan Kiara Putri Wibowo dipertemukan dengan tidak sengaja.
Ryan Seorang Dokter yang sudah menikah, tapi pernikahan nya tidak bahagia, sang dokter mempunyai seorang istri yang tidak perduli dengan nya, dan selalu menghamburkan uang suaminya. Ryan yang merasa terabaikan dan dibuat emosi terhadap istrinya, dipertemukan dengan seorang gadis cantik bernama Kiara.
Apakah cinta mereka akan bersatu ??
ikuti kisah nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poetri YaNiie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Suasana canggung pun terasa di ruangan Kiara setelah Ryan keluar dari kamar rawat inap Kiara. Mama Sanda yang paham pun tersenyum menatap wajah cantik ibu dari cucunya. Tangannya otomatis terulur kearah perut Kiara yang mulai terlihat buncit. Kiara terkesiap. Tubuhnya reflek bergerak kebelakang. Menghindari tangan mama Sandra yang ingin menyentuh perut bayinya.
"Gak usah takut sayang. Mama hanya menyapa cucu mama" ucap mama Sandra lembut. Kiara menatap mata mama dengan intens yang menyiratkan kebahagian dan kerinduan mendalam. Kiara mendengar dari Ryan bahwa kedua orang tuanya sudah lama menginginkan kehadiran seorang cucu tapi dulu Astrid tak mau memberikannya. Astrid tak ingin hamil, karena akan merusah tubuhnya saja.
Kini Kiara tengah hamil anak Ryan tentunya membuat mama Sandra dan papa Niko sangat bahagia. "Boleh mama pegang sayang?" tanya mama Sandra meminta persetujuan Kiara. Kiara pun menganggukan kepalanya. Perlahan ia mendekatkan tubuhnya ke sisi mama Sandra. Kiara mendekat papa Niko mendekat juga. Pria yang terlihat masih tampan di usianya yang tidak lagi muda itu berdiri tepat dibelakang sang istri.
Dengan perlahan, mama Sandra mengulurkan tangannya untuk menggapai perut buncit Kiara. Kiara melihat kedua mata mama Sandra sudah berkaca kaca. Dan benar saja saat tangannya menyentuh perutnya yang terasa tegang, mama Sandra menangis bahagia. Begitu pula dengan papa Niko. Ia tahu Niko tak kuasa menahan haru sama seperti sang istri tapi ia berusaha untuk tegar.
"Cucu kita pa...cucu kita" ucap mama Sandra sambil terisak. Tangan lembut dan hangat itu masih mengelus perut Kiara dan membuat sang janin yang tegang di dalam sana, kini menjadi relax. Kiara ikut Kiara.
Mama Sandra melepas tangannya dari perut Kiara dan membalikan badannya kearah sang suami. Ia memeluk tubuh suaminya dengan erat dan menangis sejenak disana. Kiara yang menyaksikan itu pun ikut menangis. Kiara yang tadinya khawatir kedua orang tua suaminya itu akan membencinya, tapi kini ia mulai sedikit lega karena keduanya sangat menerima ia dan bayinya.
Mama Sandra melepas pelukannya. Ia kembali menghadap Kiara dan duduk di samping ranjang. Tangannya kembali terulur dan mengusap perut Kiara. "Terimakasih Kiara. Terimakasih sudah mengandung anak Ryan. Mama pikir kamu akan menggugurkan bayi ini"
"Tentu tidak bu. Mana mungkin saya mengugurkan bayi ini. Ini buah cinta saya dan Mas Ryan."
"Terima kasih sayang. Kalau boleh mama tahu udah berapa bulan kandungan kamu?" tanya mama Sandra.
"Mau jalan tiga bulan bu" ucap Kiara sambil mengelus perut buncitnya.
"Syukurlah. Jaga baik baik kandungan kamu sayang. Jangan sampai bolak balik di rawat lagi. Mama dan papa akan menjaga kalian."
"Terima kasih bu."
"Jangan panggil bapak ibu. Panggil kami mama papa seperti Ryan."
"Tapi bu..."
"Nggak ada tapi tapian. Setelah melahirkan kalian harus meresmikan pernikahan kalian."
"Iya ma. Kami akan meresmikan pernikahan kami. Kami akan fokus ke kehamilan saya dulu."
"Tentu saja sayang. Kamu harus fokus dengan kesehatan mu dan bayi kamu. Jangan mikirin yang aneh aneh ya?" Kiara tersenyum. Ia merasa bahagia kedua mertuanya sangat menyayangi dirinya dan juga bayi di kandungnya.
Mama Sandra dan papa Niko meminta Kiara dan Ryan tinggal bersama mereka. Mereka khawatir Astrid akan berulah kembali dan mencelakai Kiara dan bayinya. Kiara akan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Ryan suaminya.
...************...
Seminggu sudah Kiara dirawat dirumah sakit. Kiara pun di izinkan pulang oleh dokter. Seperti yang sudah di diskusikan sebelumnya. Kiara dan Ryan akan tinggal bersama mama dan papa Ryan di rumahnya.
Kiara dan Ryan di sambut dengan hangat oleh kedua orang tua Ryan. Mama Sandra dan papa Niko telah menyiapkan kamar yang besar untuk mereka tempati.
"Kamu capek sayang?" tanya Ryan saat keduanya berada di kamar mereka. Kiara duduk sambil bersandar di dada bidang suaminya, menikmati elusan elusan lembut di perutnya.
"Gimana kabar anak papa di dalam sayang? Apa masih sakit perutnya sayang?" ucap Ryan sambil mengelus perut Kiara.
"Gak begitu mas. Anak kita baik di dalam."
"Anak papa baik baik ya di dalam. Jangan buat mama sakit ya sayang?" ucap Ryan mencium perut Kiara.
Rasanya sudah lama sekali Ryan tidak menikmati bibir merah istrinya. Dengan lembutnya Ryan mencium bibir istrinya. Ciuman itu membuat Ryan yang sudah lama tidak menikmati Kiara kemudia mereka melakukan hubungan intim. Ryan melakukannya dengan penuh kelembutan. Kiara menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya. Erangan dan desahan pun tak terelakan.
Bersambung.....
sedangkan suka janji sama Amira ditepati sebenarnya
perasaan seperti apa itu ?
awas saja lho daf jika menyakiti Rara lagi tak jitak otak mu agar waras 😀
lama ya Thor up nya