Genre: Action, Fantasy, Romance, Reinkarnasi, Isekai
[ Arc 1: 1-60 ]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Kny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan
Sekarang Veriel ingin melihat semua perkembangan Erin dalam enam bulan ini, ia akan menyuruhnya untuk mengikuti peperangan antara Kerajaan iblis, dan Kerajaan Ayahnya.
"Latihannya sudah cukup, sekarang kita akan pergi ke medan perang"Ucap Veriel menghentikan Latihan Erin untuk segera bersiap pergi.
Erin bingung karena ia tidak tahu tentang ada peperangan, lalu ia menghentikan latihannya, dan bertanya "Medan Perang?"
"Yah sekarang kerajaanmu akan berperang melawan Kerajaan Iblis"Ucap Veriel lalu menatap Erin Serius, dan berkata "Sekarang aku ingin melihat perkembanganmu dalam sebulan ini dengan mengikuti Perang,, Perang itu juga untuk menambah pengalamanmu"
Erin terkejut mendengar Kerajaan Ayahnya akan berperang dengan bangsa iblis, ia sangat Khawatir jika terjadi sesuatu di keluarganya, lalu Erin Bertanya "Kapan perang itu akan dimulai?"
"Dua Kerajaan itu sudah berkumpul di Medan Perang, tetapi belum memulai pertarungan"Ucap Veriel lalu menghela nafas dulu, dan berkata lagi "Aku tidak akan mengikuti Perang karena ingin melihat semua perkembanganmu dalam pelatihan Enam Bulan ini"
"Umm baik, aku tidak akan mengecewakanmu"Ucap Erin mengangguk tersenyum, dan bertanya "Apa ayahku ikut dalam Perang itu?
"Bagus, aku bangga dengan tekadmu selama enam bulan ini, kamu juga bisa dianggap Murid Pertamaku, mungkin Murid Pertama Rose juga"Ucap Veriel berhenti, lalu berkata lagi "Ayahmu ada di medan Perang, jadi kamu bisa memperlihatkan Latihanmu langsung di depan Mata ayahmu sendiri" lalu Veriel menatap Serius Erin, dan Berkata Serius "Jangan beritahu Orang lain tentang Dunia ini, atau tentang sudah latihan dalam enam bulan karena Di Duniamu hanya Enam Hari"
Veriel sebenarnya tidak terlalu Peduli jika Erin memberitahu semuanya kepada Orang lain karena dirinya akan Pergi dari Alam Bawah, mungkin nanti akan Pergi dari Dunia Fantasy.
"Umm aku berjanji akan merahasiakannya, kamu bisa percaya padaku, aku juga berterimakasih karena kamu selalu melatihku"Ucap Erin menganguk, dan berkata lagi "Aku sudah siap Pergi ke Medan Perang"
"Aku akan mengirimmu langsung ke sisi ayahmu"Ucap Veriel, lalu memberikan Sebuah Pedang sangat indah kepada Erin, dan berkata "Itu hadiah dariku selama Pelatihan ini"
Veriel lalu menyuruh Erin meneteskan Darah ke Pedang itu agar dianggap sebagai Pemiliknya, saat Pedang itu sudah menjadi milik Sah Erin, lalu ia menjelaskan berbagai Efek dari pedang itu, dan pedangnya tidak akan bisa diambil oleh orang lain jika Pemiliknya tidak mengizinkan.
Sebelum meneleportasikan Erin ke dalam medan perang, Veriel menunggu untuk bersiap dalam pertempuran.
Setelah memberi pedang, dan menjelaskan semua tentang pedangnya, lalu Melihat bahwa Erin sudah Bersiap ke medan pertempuran, tanpa banyak bicara, Veriel langsung meneleportkannya ke sisi ayahnya.
POV PUTRI ERIN
"Aku akan mengirimmu langsung ke sisi ayahmu"Ucap Veriel, lalu memberikan Sebuah Pedang sangat indah kepada Erin, dan berkata "Itu hadiah dariku selama Pelatihan ini" Veriel lalu menyuruh Erin meneteskan Darah ke Pedang itu agar dianggap sebagai Pemiliknya, saat Pedang itu sudah menjadi milik Sah Erin. Veriel lalu menjelaskan berbagai Efek dari pedang itu, dan pedangnya tidak akan bisa diambil oleh orang lain jika Pemiliknya tidak mengizinkan.
Sebelum meneleportasikan Erin ke dalam medan perang, Veriel menunggu untuk bersiap dalam pertempuran.
Setelah memberi pedang, dan menjelaskan semua tentang pedangnya, lalu Melihat bahwa Erin sudah Bersiap ke medan pertempuran, tanpa banyak bicara, Veriel langsung meneleportkannya ke sisi ayahnya.
Erin(Putri) Berbinar saat melihat Veriel mengeluarkan sebuah pedang yang sangat indah, ia sangat amat terpesona dengan peda di hadapannya.
Saat Erin mendengar Pedang di hadapannya ingin di berikan kepadanya, ia sangat bahagia, dan langsung menuruti apa kata Veriel yang menyuruh meneteskan darahmya.
Erin juga sangat terkejut dengan semua efek dari pedangnya, ia tadinya ingin memeluk Veriel karena sangat bahagia, tapi sebelum melakukannya, tiba tiba ia langsung menghilang dari hadapan Veriel.
Tiba tiba Erin berada di suatu tempat, ia banyak melihat manusia, dihadapannya ada banyak orang, bahkan ada banyak makhluk seperti manusia berwarna merah, mempunyai tanduk di dahinya.
Mereka semua sedang bertarung antara manusia, dan makhluk merah itu.
Ia sangat bingung belum sadar dirinya sedang berada dimana, tetapi tiba tiba ada suara seorang paruh baya yang memanggilnya, membuat ia sadar dari kebingunannya.
"Erin kenapa kamu ada disini?"Tanya Pria Paruh baya terkejut karena tiba tiba Erin berada di sisinya, semua orang yang ada disekitarnya pun ikut terkejut.
Erin langsung melihat kearah suara itu, ia menemukan Pria Paruh Baya sedang menatap dirinya. Erin yang Melihat Pria itu langsung memeluknya, dan berkata "Ayahh aku rinduuuu" Erin diam sebentar sambil memeluk ayahnya, lalu bertanya lagi "Ayah kita sedang dimana? Kenapa banyak orang disini, dan ada juga banyak iblis"
Raja membalas pelukan Erin sambil menepuk punggungnya, dan menjawab "Kita ada di medan perang melawan bangsa iblis" Lalu Raja melepaskan pelukannya, menatap Erin dengan serius, dan bertanya "Bagaimana bisa kamu berada disini? Bukannya kamu sedang berlatih dengan Pria Bertopeng itu?
Erin tersenyum mendengar ucapan Ayahnya, lalu ia berkata "Latihanku sudah selesai, sekarang aku di beri tugas untuk mengikuti Perang ini oleh dia Guruku"
Mendengar ucapan Erin tentang akan mengikuti Perang, Raja sangat terkejut karena anaknya hanya berlatih Seminggu, tetapi latihannya sudah selesai, apalagi anaknya di beri tugas yang berbahaya. Raja menatap Erin dengan serius, dan berkata "Tidak, Perang ini terlalu berbahaya untukmu, lebih baik kamu kembali kekerajaan dulu"
"Ayah tidak usah khawatir, aku sudah cukup kuat untuk melawan mereka"Ucap Erin Serius agar Ayahnya percaya, lalu ia menatap kedepan yang sedang bertarung, dan berkata lagi "Sekarang aku akan maju untuk membantu, ayah tidak usah khawatir" Erin langsung menghilang dari hadapan Raja karena ia langsung melesat sambil membawa Pedang yang di beri oleh Veriel, ia langsung membunuh banyak beberapa pasukan Iblis.
Raja yang mendengar ucapan Erin hanya menghela nafas, tapi saat ia ingin berkata, tiba tiba Putrinya sudah tidak ada di hadapannya, ia sangat kaget karena sangat cepat.
Saat melihat ke pertarungan, Raja sangat terkejut karena melihat Putrinya dengan mudah membunuh beberapa iblis.
Raja yang tidak ingin kalah dari Putrinya, ia juga langsung maju kedalam Pertarungan di hadapannya, dan membunuh beberapa iblis juga.
POV PUTRI ERIN (END)
.
.
.