Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 31
"Sudalah Key, jangan menangis lagi. Harusnya sudah dari awal kita melakukannya. Lagi pula itu hakku."
Dalam posisi tidur membelakangi Adrian, Kayla mendekap erat selimutnya sambil menangis terisak. Tubuhnya penuh tanda merah serta rasa pegal dan remuk yang menyertainya.
"Kau ******** dan brengsek, pembohong yang suka ingkar janji. Hiks... Hisk.. Kau jahat, aku membencimu!"
Mendadak perasaan Adrian terasa terkoyak oleh ucapan Kayla yang mengatakan membenci dirinya.
"Aku tidak sejahat atau brengsek, Kayla. Yang kulakukan hanya mengambil hakku dengan menjadikanmu istriku yang sesungguhnya."
"Ya, akulah yang salah, kau selalu benar! Lagipula aku hanya anak manja yang tidak bisa berbuat apapun. Aku lambat, kekanakan dan selalu merepotkanmu. Jadi lebih baik kau ceraikan saja aku."
"Setelah kita melakukannya, kau berani memintaku menceraikanku Key?" Adrian geram dan tidak habis pikir atas pemikiran Kayla.
"Jangan banyak berharap Key. Kau itu milikku, selalu jadi milikku dan sampai matipun aku tidak akan menceraikanmu! Lagipula bagaimana kau bisa berpikiran demikian, setelah kita melakukannya, bisa saja kau nanti hamil Key, lantas bagaimana nasib anak kita kalau kita berpisah Key, apakah hal itu tidak terbersit dalam pikiranmu?."
Adrian menatap Kayla dengan keinginan besar untuk mendekapnya erat dari belakang, tapi dia mengurungkan niatnya serta mencoba meredamkannya. Karena Adrian sadar betul, kalau Kayla masih syok dan butuh menenangkan diri.
"Kau keterlaluan, kau pemaksa! Awas saja kalau aku sampai hamil. Akan jual anakmu itu nanti!" Asal Kayla tidak serius.
Adrian geram menahan amarahnya. Tidak suka mendengar ucapan Kayla yang terakhir. "Coba saja kalau kau berani! Aku akan menghukummu lebih dari pada ini. Jangan macam-macam Key, lagi pula dia itu bukan cuma anakku tapi juga anakmu."
"Dia bukan anakku, anakku itu cuma Miya. Dia itu hanya anakmu yang bergantung hidup untuk tumbuh dirahimku."
Adrian mengacak rambutnya sendiri dengan kasar, prustasi. Sepertinya Kayla masih kacau dan butuh istirahat.
Dengan pengertian Adrian pun beranjak dari sebelah Kayla. "Beristirahatlah sebentar, sore nanti kita pulang. Aku akan mandi setelah itu memberitahu purtimu supaya tidak mancarimu."
Mereka memang sedang berada di apartemen Adrian semasa lajang. Tentu saja tadi Adrian berpikir panjang dahulu sebelum melakukannya.
Dia tidak mungkin membawa Kayla ke rumah. Mengingat dia akan memaksa Kayla, hari masih siang dan keberadaan Miya juga pembantunya dirumah.
•••
Kini Kayla sudah di rumah seperti malam biasanya menemani Miya dikamarnya sebelum tidur.
"Mama, kenapa kelihatan sedih terus sih.. Miya gak marah dan gak akan nangis Ma, Papa kan udah janji bakal gantiin es krim Miya yang udah cair tadi."
Kayla tersenyum mendengar pengakuan Miya. Yang berpikir kalau Kayla sedih oleh es krim pesanannya yang sudah mencair. Miya menyimpulkan Mama sedih takut melihatnya menangis.
"Tidak Miya, Mama tidak sedih kok. Mama hanya sedang berpikir hal apa yang akan kita lakukan minggu besok." Bohong Kayla yang dipercayai oleh Miya.
"Bagaimana kalau kita membuat cake warna-warni Ma," Usul Miya.
"Hm.. Apa Miya tidak bosan, setiap hari minggu kita selalu melakukan hal itu! Jangan yang itu deh, Miya ada ide lain gak?"
Kayla mencoba melupakan masalahnya sejenak dengan berfokus pada Miya.
"Membuat cake coklat."
'Kalau itu sih apa bedanya nak! Sama-sama bikin kue. Haiss.. ' Batin Kayla
"Hmm.. Kita besok belanja saja ya Miya. Miya pasti suka! Semua anak perempuan kan menyukai berbelanja. Kalau Miya gak percaya tanya saja Raka, dia pasti tahu itu."
'Ayolah nak, mengangguklah supaya besok kita bisa habiskan uang Papamu. Bantulah Mama membalas perbuatannya. Dia sudah membuat Mamamu ini bersedih.' Batin Kayla penuh harap.
Senyum Kayla mengembang seketika. Sesuai keinginannya Miya menggangguk.
•••
TO BE CONTINUED
01-03-2020
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak komentar.
Mohon dukungan Vote-nya juga ya..