NovelToon NovelToon
Sejuta Cinta Dari Suami

Sejuta Cinta Dari Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:102.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tinayuni

Pernikahan adalah hal yang diinginkan banyak orang, sayangnya pernikahan Aina Putri Arman tak semulus seperti yang di harapkan sebelumnya.
Calon suaminya tidak datang dan akhirnya, Davian Kin Sanjaya menggantikan posisi calon suami Aina di pelaminan.

Adakah sesuatu yang membuat calon suami Aina tidak hadir dalam pernikahannya sendiri?

Lalu bagaimana kehidupan rumah tangan Davian dan Aina selanjutnya?

Sekuel dari Takdir Janda Muda.

Ini adalah cerita hiburan semata, semoga suka😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Membawa Pulang Arman

Angin malam mendesir lembut, membelai lengan Davian yang telanjang tanpa selimut yang membalut, ia mengerjap pelan dan tak lama ia sudah membuka matanya, menatap wajah Aina yang sedang tertidur pulas dalam pelukannya.

Bibir merahnya tersenyum menatap wajah teduh wanita di sebelahnya itu. Jari telunjuknya menyisihkan rambut Aina ke belakang telinga, dan membiarkan wajahnya terekspos sempurna di depan matanya.

Tak bisa dipungkiri bahwa ia begitu bahagia sekarang.

Inilah malam pertamanya sejak lima bulan mereka menikah. Malam pengantin lebih tepatnya.

Dansa semalam telah membuat mereka seperti menghabiskan bergelas-gelas Champagne, hingga mereka mabuk tak berdaya dan melakukan hal di luar dugaan mereka, tapi pada kenyataannya mereka tidak sedang mabuk. Mereka melakukannya dengan sadar dan penuh penasaran, pun dengan gairah mereka.

Mengingat kejadian semalam membuat Davian tersenyum sendiri dan merutuki dirinya yang tak berusaha mendekati istrinya sejak lama.

Ia terlihat bodoh sekarang.

Ia beranjak dan memakai pakaiannya yang berserakan di lantai, meninggalkan Aina yang sedang tidur pulas di ranjang kebesarannya.

Davian menuju ke balkon dengan membawa ponsel di tangan kanannya.

Ia mencari nama Agil kemudian menelpon pria itu, ia harap Agil belum tidur saat ini.

"Halo," ucap Agil di seberang sana. Terdengar suaranya berat dan mungkin ia memaksa matanya untuk terbuka dan menerima panggilan dari tuannya.

"Hmmm, sorry aku sudah mengganggu tidurmu. Besok kita akan ke rumah ibu mertuaku, kita akan membawa Tuan Arman dan Tuan Firman ke rumah!"

"Okay, aku akan menjemputmu besok pagi!"

Davian mengangguk dan mengizinkan Agil untuk meneruskan aktifitas tidurnya kembali.

Sejenak Davian menatap sekeliling rumahnya sebelum dirinya tersenyum kembali mengingat ekspresi Aina semalam.

"Astaga, sepertinya aku kecanduan!" ia berbalik dan kembali ke dalam kamar.

"Aina, kau bangun?" Davian menatap istrinya yang sudah selesai memakai pakaiannya lengkap.

"Emm," Aina terlihat bingung ingin mengucapkan apa. Dia sudah berdiri di samping tempat tidur dan berjalan mendekati Davian." Aku harus kembali ke dalam kamar. Ma-maafkan aku semalam!" ucapnya tanpa menatap mata Davian.

"Maaf?" Davian berdecih.

"Aku ... aku," lidahnya kelu dan entah apa yang ingin dia ucapkan, semua kalimat yang sebelumnya dipikirkannya kembali hilang begitu saja.

Tangan Dav melingkar di bahu Aina dan mengajaknya kembali ke atas tempat tidur. Aina tidak menolak.

"Tidurlah! Kita sudah kompromi sebelumnya bahwa kau akan menjadi istri yang baik,"

"Aku belum menjawab kalimatmu itu kemarin," kata Aina dan ditanggapi Dav dengan senyuman.

"Tapi sikapmu cukup memberikan jawaban padaku!"

Tak bisa mengelak lagi. Kini tubuh mungil Aina berada di bawah tangan kekar Dav yang melingkari perut Aina.

Merasa tidak nyaman dengan posisinya, Aina memiringkan tubuhnya membelakangi Dav.

"Aww," desis Aina.

"Kenapa? Apa ada yang sakit?"

Aina menggeleng. Ia tidak mungkin berkata jika yang sakit bagian bawah itu.

Dav memeluk Aina dari belakang dan membawa wanita itu dalam kenyamanan yang membuat mereka tertidur lelap kembali.

**

Pagi hari.

Davian sudah bersama Agil menuju ke rumah Metta. Ia sudah membuat janji dengan ibu mertuanya itu tanpa sepengetahuan Aina.

Setelah sarapan bersama Aina tadi Davian langsung berangkat bersama Agil. Ia tak bisa membuang waktu lagi untuk mengambil apa yang seharusnya berada di sisi istrinya, yaitu Ayahnya.

Metta sudah menunggu di ruang makan bersama seorang laki-laki yang menemaninya sarapan.

"Bagaimana rencanamu kedepannya?" tanya pria itu pada Metta.

"Setidaknya aku sudah mendapatkan perusahaan yang telah kita sepakati berdua. Apalagi yang aku inginkan!" ucapnya tersenyum sinis.

Metta kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya sebelum bel rumah berbunyi dan asisten rumah tangganya berlari untuk membuka pintu.

"Permisi Nyonya, Tuan Davian sudah datang!"

Metta mengalihkan pandangannya dan menatap Davian yang berdiri di depannya bersama Agil. Wanita itu tersenyum dan menyuruh mereka duduk.

"Aku tidak ada waktu. Bisakah aku membawa Tuan Arman sekarang?"

"Sarapan dulu, kau menantu di sini, jadi jangan terburu-buru Davian!" kata Metta kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

"Silakan! Aku bisa menuju ke kamar Tuan Arman sendiri!" tanpa menunggu, Davian dan Agil berbalik dan menuju ke arah kamar Arman.

Merasa kesal, Metta menghentakkan sendok dan garpunya hingga menimbulkan suara benturan keras di sana.

"Harusnya kau tahu bahwa menantumu akan bersikap seperti itu," pria itu tersenyum sebelum ia berdiri berjalan menuju ke kamar Arman diikuti oleh Metta yang berusaha menenangkan ekspresi wajahnya.

Dibantu oleh Agil, Davian berhasil memindahkan tubuh Arman ke kursi roda.

"Mama, tolong panggilkan Tuan Firman. Dia pasti sudah bersiap untuk ikut denganku, dan satu lagi ... jangan lupa kesepakatan kita!"

Mendengar ucapan Davian, Metta mencoba untuk tetap tersenyum." Kau, panggilkan Firman dan minta dia untuk membawa barangnya!"

"Baik Nyonya!" ucap penjaga yang ia bayar untuk merawat Arman.

"Aku tidak akan mengingkari janjiku, Tuan Davian. Kau tenang saja!"

Davian mengangguk. Sejenak ia menatap pria berkumis yang sedang berdiri di sebelah Metta.

Ia belum pernah melihat pria itu, tapi Dav yakin, dia pasti teman atau sekutu Metta.

Beberapa menit kemudian, Firman sudah bersama dengan Davian membawa koper di tangannya. Ia menatap seisi rumah itu dan sejenak mengenang masa lalunya yang bahagia di rumah ini.

Tak di sangka ia akan meninggalkan rumah ini dan tak ingin kembali lagi ke sini, jikapun kembali, ia berharap takdir berkata lain.

Ia menghela napaa pelan kemudian mengangguk pada Davian.

Ke empat nya kini sudah berada di dalam mobil, meninggalkan Metta yang menatap mobil mereka jengah.

"Rumah serta perusahaan Arman sudah aku tangani, aku juga sudah mendapatkan perusahaan baru yang aku bangun bersama dengan Davian." Ucapnya dengan bangga.

"Selamat atas kemenanganmu. Bagaimana dengan hubungan kita?" ucap pria itu.

"Hardi, kita bisa bicarakan itu nanti!"

**

"Nak Davian, aku sangat berterima kasih kau telah mengeluarkan kami dari rumah itu dengan selamat, tapi aku masih ada satu hal yang harus aku kerjakan, yaitu mencari istriku!"

"Aku tahu paman. Aku dan Agil akan mencari keberadaan istrimu, jika semua lancar, Metta sendiri yang akan menunjukkan keberadaan istrimu!"

Firman mengangguk dan bergantung pada Davian.

Davian menatap keluar jendela dan berpikir langkah selanjutnya.

Selain untuk mengurus Metta, ia harus menempatkan Firman pada posisi yang tepat di perusahaannya, mengingat pria itu memiliki keahlian di bidang bisnis dan itu juga yang diinginkan Firman, mengolah kembali keterampilannya di dunia bisnis dan merebut kembali perusahaan keluarganya yang telah di ambil paksa oleh Metta.

Ia bertekat untuk membalas perbuatan Metta selama ini pada keluarganya, terutama pada istrinya yang belum ka ketahui keberadaannya.

Mobil yang dikemudikan oleh Agil akhirnya sampai pada tujuan, yaitu rumah Davian.

"Aku sudah memenuhi satu janjiku padamu, semoga kau bisa senang!" batin Davian.

1
Indrayani setiadi
tokoh utama wanita Aina menyebalkan dan keras kepala
untuk penjahatnya tidak di hukum
jd kurang gereget dan kurang puas endingnya..
Nurmiati Aruan
lama-lama nyebelin si Aina ini
Jade Meamoure
author berhasil membuat tokoh wanita yg paling menyebalkan 🤣🤣🤣 kalo d dunia nyata dah d mutilasi ini 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
bodoh eh
ega cempluk
Aina ni ngeyel di bilangin
Devi Ratna Sari
penasaran
Devi Ratna Sari
suka😍😍😍😍
🔵🌼⃝⭕Tunik
kereeeeeeen
fiona azzahra
mampir.....
Rozh
💓
Onih Sumarni
mau dong punya suami kya davian
Onih Sumarni
jangan jangan nanti alle jatuh cinta sama aluna
Onih Sumarni
davian sabar banget
Bly_mput
FIKS HARUS SEASON 2 AKU GAK NGEH AGAK KURANG PAHAM
budiarti halim
ko ceritanya mikin jengkel
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
semangat mom cz 😍😍
Darah Biru (Bangsawan)
mantap kak ❤️ semongko~
Cahyaning Wulan
serius tamatnya begini doank ???
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: serius kak, kalo kepanjangan jadi ruwet nanti🤭🙏 makasih sudah setia baca Aina Davian 😊
total 1 replies
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
TAMAT KAHHH
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: iya nut
total 1 replies
Onih Sumarni
aku mampir thor
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: makasih kak😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!